Anda di halaman 1dari 3

Prinsip Kerja Motor AC dan DC

Hendri Wijaya On Minggu, 03 Maret 2013


konnichiwa minna san... \\m// kali ini gue meng-share tugas fisika gue yang d kumpulin pada
tanggal 4-3-2013.. tugasnya sih tentang prinsip kerja motor AC dan DC gitu.. cekidot..
PRINSIP KERJA MOTOR AC

Motor arus bolak-balik (motor AC) ialah suatu mesin yang berfungsi mengubah
tenaga listrik arus bolak-balik (listrik AC) menjadi tenaga gerak atau tenaga mekanik berupa
putaran daripada rotor. Motor listrik arus bolak-balik dapat dibedakan atas beberapa jenis
Seper pada motor DC pada motor AC, arus dilewatkan melalui kumparan,
menghasilkan torsi pada kumparan. Sejak saat itu bolak, motor akan berjalan lancar hanya
pada frekuensi gelombang sinus. Hal ini disebut motor sinkron. Lebih umum adalah motor
induksi, di mana arus listrik induksi dalam kumparan berputar daripada yang diberikan
kepada mereka secara langsung.
Salah satu kelemahan dari jenis motor AC adalah arus tinggi yang harus mengalir
melalui kontak berputar. Memicu dan pemanasan pada kontak-kontak dapat menghabiskan
energi dan memperpendek masa pakai motor. Dalam motor AC umum medan magnet yang
dihasilkan oleh elektromagnet didukung oleh tegangan AC sama dengan kumparan motor.
Kumparan yang menghasilkan medan magnet yang kadang-kadang disebut sebagai "stator",
sedangkan kumparan dan inti padat yang berputar disebut "dinamo". Dalam motor AC medan
magnet sinusoidal bervariasi, seperti arus dalam kumparan bervariasi.

PRINSIP KERJA MOTOR DC

Motor arus searah merupakan salah satu mesin listrik yang mengubah energi listrik
searah menjadi energi gerak. Motor arus searah banyak sekali dipakai, motor-motor kecil
untuk aplikasi elektronik menggunakan motor arus searah seperti: pemutar kaset, pemutar
piringan magnetik di harddisk komputer, kipas pendingin komputer, dan tentu saja mainan
legendaris tamiya menggunakan motor arus searah. Tentu saja untuk keperluan-keperluan
yang berdaya besar, motor arus searah masih dipakai pada aplikasi tertentu.
Gerak atau putaran yang dihasilkan oleh motor arus searah diperoleh dari interaksi
dua buah medan yang dihasilkan oleh bagian jangkar (armature) dan bagian medan
(field) dari motor arus searah. Pada gambar ilustrasi diatas, bagian medan berbentuk suatu
kumparan yang terhubung ke sumber arus searah. Sedangkan bagian jangkar ditunjukkan
sebagai magnet permanen (U-S), bagian jangkar ini tidak harus berbentuk magnet permanen,
bisa juga berbentuk belitan yang akan menjadi elektro-magnet apabila mendapatkan sumber
arus searah. Sehingga apabila motor arus searah kita berjenis jangkar belitan, maka kita harus
menyediakan dua sumber arus searah, satu untuk bagian jangkarnya, satu lagi untuk bagian
medannya. Bagian lain yang tidak kalah penting pada motor arus searah adalah adanya
komutator (comutator). Komutator merupakan suatu konverter mekanik yang membuat
arus dari sumber mengalir pada arah yang tetap walaupun belitan medan berputar. Komutator
berpasangan dengan cincin belah (slip-rings) untuk menjalankan tugas yang saya sebut
baru saja. Pada gambar ilustrasi diatas, gambar lingkaran yang dibagi menjadi dua buah dan
terhubung ke bagian belitan medan merupakan cincin belah yang saya maksud. Bagian yang
digambarkan berbentuk kotak menempel pada cincin belah tersebut yang dinamakan
komutator. Tentu saja pada aplikasi yang sebenarnya, jumlah cincin belah tidak hanya dua
dan terhubung ke sejumlah banyak belitan medan.
Sekarang bagaimana putaran dapat dihasilkan??
Untuk menjawab ini, tentu saja kita harus ingat aturan tangan kanan bahwa gaya,
medan magnet, dan arus membentuk suatu sumbu tiga dimensi seperti ditunjukkan di gambar
sebelumnya. Semua setuju bahwa medan magnet berarah dari kutub Utara (N) ke kutub
Selatan (S), sehingga di gambar yang atas seharusnya ada medan magnet yang berarah dari N
ke S. Interaksi adanya arus dan medan magnet dengan menggunakan aturan tangan kanan
mengakibatkan munculnya gaya. Pada gambar yang atas, dapat dicoba sendiri, di konduktor

yang dekat dengan kutub S akan muncul gaya ke arah atas, sebaliknya pada konduktor yang
dekat dengan kutub N akan muncuk gaya ke arah bawah. Akibatnya bagian medan akan
berputar karena adanya dua gaya yang berlawanan arahnya. Setelah satu putaran maka
konduktor yang tadinya dekat dengan kutub S akan berpindah dekat ke kutub N, dan juga
sebaliknya. Akibat adanya pasangan cincin belah-komutator, arus akan mengalir dengan arah
yang tetap, walaupun konduktornya berganti, sehingga gaya pada titik tersebut akan selalu
tetap arahnya. Begitu seterusnya sehingga motor arus searah akan berputar pada arah yang
tetap. Secara sederhana, apabila sumber arus searahnya kita balik arahnya maka putaran yang
dihasilkan akan berlawanan arah.