Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL


(Hubungan indonesia dengan negara
maju)
KELOMPOK

Kata pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia,
serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Pemanfaatan
Plastik Sebagai Barang Berguna ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya.
Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Ir. Mahmud Takahashi selaku Dosen mata kuliah
Teknik Lingkungan Hidup IPB yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai dampak yang ditimbulkan dari sampah, dan juga bagaimana
membuat sampah menjadi barang yang berguna. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di
dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami
berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di
masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di
masa depan.

BAB 2
A. Hubungan Kerja Sama Indonesia dengan Beberapa Negara
Maju dan Berkembang

Suatu wilayah tidak akan bisa memenuhi kebutuhan penduduknya . Terkadang,


penduduk suatu wilayah memperoleh barang yang dibutuhkannya dari daerah atau Negara
lain. Kondisi seperti ini akan menyebabkan suatu wilayah dengan wilayah lain berinteraksi
untuk saling melengkapi. Jadi, kondisi Negara-negara di dunia tidaklah sama dan masingmasing memiliki keunggulan sekaligus kekurangan baik dalam perekonomian, teknologinya,
atau sebagainya. Oleh karena itu, untuk dapat berkembang, tiap-tiap Negara mengusahakan
untuk menjalin hubungan kerja sama dalam berbagai bidang. Seperti hubungan diplomatic,
hubungan social ekonomi, hubungan perdagangan, hubungan pendidikan & kebudayaan serta
hubungan politik. Lihat table berikut ini dijelaskan beberapa bentuk hubungan kerja sama
Indonesia dengan beberapa Negara maju dan berkembang.
No
.

NEGAR
A

1.

Amerik
a

Hubungan Kerja Sama


Pendidikan &
Kebudayaan
Masing Amerika banyak Impor dari
Pertukaran
masing Negara membantu
Amerika,
pelajar/mahasis
menempatkan Indonesia dalam seperti: senjata, wa di kedua
duta besar
proses
pesawat, bahan negara.
sebagai
pembangunan
kimia,dan alat- Adanya
perwakilannya disegala bidang
alat
Perhimpunan
.
baik melalui
transportasi.
Persahabatan
CGI.
Impor dari
Indonesia Amerika turut
amerika,
Amerika
aktif dalam
seperti: kayu
menanamkan
lapis, karet,
Diplomatik

Social ekonomi

Perdagangan

Politik

2.

Inggris

modalnya di
Negara
Indonesia.
MasingNegara Inggris
masing Negara banyak
menempatkan membantu
duta besar
Indonesia
sebagai
melalui
perwakilannya Consultative
.
Group on
Indonesia.

Masingmasing Negara
menempatkan
duta besar
sebagai
perwakilannya
3.

4.

Perancis

Jepang

Masingmasing Negara
menempatkan
duta besar. Hal
ini
mengandung
maksud untuk
mempermudah
komunikasi &
informasi
kedua Negara.

Perancis banyak
membantu
Indonesia
melalui CGI.
Tujuannya untuk
memperlancar
pembangunan
ekonomi di
Indonesia.
Perusahaanperusahaan
swasta perancis
banyak yang
menanamkan
modalnya di
Indonesia.
Jepang ikut
membantu
pembangunan
proyek
alumunium
asahan.
Negara
Indonesia
menjadi pasar
barang-barang
potensial
Jepang.
Jepang
menanamkan
modal pada
perusahaan di
Indonesia.

timah, dan hasil


kerajinan.
Expor ke
Inggris: kelapa
sawit, kopi,
karet, teh, dan
tembakau.
Impor dari
inggris: obatobatan, mesinmesin, dan
kendaraan.

Impor dari
perancis:
lokomotif,
elektronik,
mobil, pesawat,
dan parfum.
Expor ke
perancis: kopi,
lada, kayu,
ikan, dan
minyak sawit

Impor dari
Jepang: motor,
mobil,
elektronik,
kapal, dan
bahan kimia
Ekspor ke
Jepang: bijih
logam, pasir
besi,
alumunium dll.

Pelajar/mahasis
wa/dosen
Indonesia
belajar &
memperdalam
ilmunya di
sekolah/univers
itas di Inggris.
Mereka
mendapat
beasiswa dari
pemerintah
Inggris.
Pertukaran
pelajar,
mahasiswa,
ataupun dosen.
Mahasiswa/I
Indonesia
banyak
melanjutkan
studynya ke
prancis pada
bidang
kedokteran,
ekonomi,
teknik dll.
Begitu pula
sebaliknya.
Pertukaran
pelajar,mahasis
wa di kedua
negara.
Adanya
Lembaga
IndonesiaJepang untuk
menangani
pengembangan
masalah
kebudayaan
kedua Negara.

5.

Australi

6.

Mexico

7.

Brazilia

8.

Kenya

Media &
informasi,
kedua Negara
bekerja sama
dalam bidang
siaran radio
bahasa
Indonesia.

Masingmasing Negara
menempatkan
duta besar. Hal
ini
mengandung
maksud untuk
mempermudah
komunikasi &
informasi
kedua Negara.
Masingmasing Negara
menempatkan
duta besar. Hal
ini
mengandung
maksud untuk
mempermudah
komunikasi &
informasi
kedua Negara.
Masingmasing Negara
menempatkan
duta besar. Hal
ini
mengandung
maksud untuk
mempermudah
komunikasi &
informasi
kedua Negara.

Banyak pelajar
Impor dari
& mahasiswa
Australia:
Indonesia
gandum, wol,
kapas, dan baja. menuntut ilmu
di Australia dan
Ekspor ke
begitu pula
Australia:
sebaliknya.
minyak
bumi/mentah,
benang, dan
pakaian jadi.
Impor dari
Pertukaran
Mexico:
pelajar/mahasis
elektronik,
wa di kedua
bahan kimia,
negara.
baja, dan besi. Tukar menukar
Ekspor ke
dalam bidang
Mexico: karet
pementasan
alam, kina,
kesenian khas
kelapa sawit,
masing-masing
bauksit, dan
Negara.
mineral.
Indonesia
Impor dari
sering
Brazil:
mendatangkan
makanan
pelatih dan
ternak, bijih
pemain sepak
besi, plat baja,
bola brazil.
dan baja.
Expor ke
Brazil:
tembaga,
pakaian, karet
alam, dan
alumunium.
Impor dari
Kenya: tekstil,
tembakau,
kaca, pupuk,
dan rempahrempah.
Expor ke
Kenya: karet
sintetis, plat
baja, pipa besi,
dan garam

9.

Mesir

10.

Arab
Saudi

Mahasiswa
Indonesia
banyak yang
melanjutkan ke
Universitas AlAzar.
Setiap HUT
Mesir, duta
besar Mesir
memberikan
santunan ke
fakir miskin ke
penduduk
Indonesia.
MasingArab Saudi
Impor dari
Pemerintahan
masing Negara menanamkan
Arab: minyak
Arab member
menempatkan modal di
mentah dan
beasiswa
duta besar. Hal Indonesia pada
kurma.
kepada
ini
pembangunan
Expor ke Arab: mahasiswa
mengandung
pabrik pupuk di kayu lapis,
yang
maksud untuk Palembang dan
melanjutkan
pakaian jadi,
mempermudah jalan raya
studynya ke
sarung batik
komunikasi & Surabaya
arab.
dll.
informasi
Malang. Dan
Pem. Arab
kedua Negara. juga badan
memberikan
waqaf arab
bantuan kepada
sering
para jemaah
membantu
haji Indonesia.
kegiatan social
keagamaan.
Masingmasing Negara
menempatkan
duta besar. Hal
ini
mengandung
maksud untuk
mempermudah
komunikasi &
informasi
kedua Negara.

Impor dari
Mesir: kapas,
padi benang
tenun, kurma
dll.
Expor ke
Mesir: mesin,
batu bara, kayu
lapis, dan
bahan minuman

Mesir
merupakan
satu-satunya
Negara di
Timur Tengah
yang pertama
kali mengakui
Kemerdekaan
NKRI.

B. HUBUNGAN INTERNASIONAL

Hubungan Internasional, adalah cabang dari ilmu politik, merupakan


suatu studi tentang persoalan-persoalan luar negeri dan isu-isu global di
antara negara-negara dalam sistem internasional, termasuk peran
negara-negara, organisasi-organisasi antarpemerintah, organisasiorganisasi nonpemerintah (NGO/LSM), dan perusahaan-perusahaan
multinasional. Hubungan Internasional adalah suatu bidang akademis dan
kebijakan publik dan dapat bersifat positif atau normatif karena berusaha
menganalisis serta merumuskan kebijakan luar negeri negara-negara
tertentu..
Selain ilmu politik, hubungan internasional menggunakan pelbagai bidang
ilmu seperti ekonomi, sejarah, hukum, filsafat, geografi, sosiologi,
antropologi, psikologi, budaya dalam kajian-kajiannya. HI mencakup
rentang isu yang luas, dari globalisasi dan dampak-dampaknya terhadap
masyarakat-masyarakat dan kedaulatan negara sampai kelestrarian
ekologis, proliferasi nuklir, nasionalisme, perkembangan ekonomi,

terorisme, kejahatan yang terorganisasi, keselamatan umat manusia, dan


hak-hak asasi manusia.

Konsep-konsep dalam hubungan internasional

Konsep-konsep level sistemik Hubungan internasional sering dipandang dari pelbagai level
analisis, konsep-konsep level sistemik adalah konsep-konsep luas yang mendefinisikan dan
membentuk lingkungan (milieu) internasional, yang dikarakterkan oleh Anarki.

Kekuasaan
Konsep Kekuasaan dalam hubungan internasional dapat dideskripsikan sebagai tingkat
sumber daya, kapabilitas, dan pengaruh dalam persoalan-persoalan internasional.{ Kekuasaan
sering dibagi menjadi konsep-konsep kekuasaan yang keras hard power dan kekuasaan yang
lunak soft power, kekuasaan yang keras terutama berkaitan dengan kekuasaan yang bersifat
memaksa, seperti penggunaan kekuatan, dan kekuasaan yang lunak biasanya mencakup
ekonomi, diplomasi, dan pengaruh budaya. Namun, tidak ada garis pembagi yang jelas di
antara dua bentuk kekuasaan tersebut.

Interdependensi
Banyak orang yang menyokong bahwa sistem internasional sekarang ini dikarakterkan oleh
meningkatnya interdepedensi atau saling ketergantungan: tanggung jawab terhadap satu sama
lain dan dependensi (ketergantungan) terhadap pihak-pihak lain. Para penyokong pendapat ini
menunjuk pada meningkatnya globalisasi, terutama dalam hal interaksi ekonomi
internasional. Peran institusi-institusi internasional, dan penerimaan yang berkembang luas
terhadap sejumlah prinsip operasional dalam sistem internasional, memperkukuh ide-ide
bahwa hubungan-hubungan dikarakterkan oleh interdependensi.

Konsep-konsep unit level dalam hubungan internasional


Sebagai suatu level analisis level unit sering dirujuk sebagai level negara, karena level
analisis ini menempatkan penjelasannya pada level negara, bukan sistem internasional.

Tipe rezim
Sering dianggap bahwa suatu tipe rezim negara dapat menentukan cara suatu negara
berinteraksi dengan negara-negara lain dalam sistem internasional. Teori Perdamaian
Demokratis adalah teori yang mengemukakan bahwa hakikat demokrasi berarti bahwa
negara-negara demokratis tidak akan saling berperang. Justifikasi terhadap hal ini adalah
bahwa negara-negara demokrasi mengeksternalkan norma-norma mereka dan hanya
berperang dengan alasan-alasan yang benar, dan bahwa demokrasi mendorong kepercayaan
dan penghargaan terhadap satu sama lainSementara itu, komunisme menjustifikasikan suatu
revolusi dunia, yang juga akan menimbulkan koeksitensi (hidup berdampingan) secara damai,
berdasarkan masyarakat global yang proletar.asf

Revisionisme/Status quo
Negara-negara dapat diklasifikasikan menurut apakah mereka menerima status quo, atau
merupakan revisionis, yaitu menginginkan perubahan. Negara-negara revisionis berusaha
untuk secara mendasar mengubah pelbagai aturan dan praktik dalam hubungan internasional,
merasa dirugikan oleh status quo (keadaan yang ada).Mereka melihat sistem internasional
sebagai untuk sebagian besar merupakan ciptaan barat yang berfungsi mengukuhkan pelbagai
realitas yang ada. Jepang adalah contoh negara yang beralih dari negara revisionis menjadi
negara yang puas dengan status quo, karena status quo tersebut kini menguntungkan baginya.

Agama

Sering dianggap bahwa agama dapat memiliki pengaruh terhadap cara negara bertindak
dalam sistem internasional. Agama terlihat sebagai prinsip pengorganisasi terutama bagi
negara-negara Islam, sementara sekularisme terletak yang ujung lainnya dari spektrum
dengan pemisahan antara negara dan agama bertanggung jawab atas tradisi Liberal.

Konsep level sub unit atau individu


Level di bawah level unit (negara) dapat bermanfaat untuk menjelaskan pelbagai faktor
dalam Hubungan Internasional yang gagal dijelaskan oleh teori-teori yang lain, dan untuk
beranjak
menjauhi pandangan yang berpusat pada negara (negara-sentris) dalam hubungan
internasional.

Faktor-faktor psikologis dalam Hubungan Internasional - Pengevaluasian faktorfaktor psikologis dalam hubungan internasional berasal dari pemahaman bahwa
negara bukan merupakan kotak hitam seperti yang dikemukakan oleh Realisme bahwa
terdapat pengaruh-pengaruh lain terhadap keputusan-keputusan kebijakan luar negeri.
Meneliti peran pelbagai kepribadian dalam proses pembuatan keputusan dapat
memiliki suatu daya penjelas, seperti halnya peran mispersepsi di antara pelbagai
aktor. Contoh yang menonjol dalam faktor-faktor level sub-unit dalam hubungan
internasional adalah konsep pemikiran-kelompok (Groupthink), aplikasi lain yang
menonjol adalah kecenderungan para pembuat kebijakan untuk berpikir berkaitan
dengan pelbagai analogi-analogi

Politik birokrat Mengamati peran birokrasi dalam pembuatan keputusan dan


menganggap berbagai keputusan sebagai hasil pertarungan internal birokratis
(bureaucratic in-fighting), dan dibentuk oleh berbagai kendala.

Kelompok-kelompok keagamaan, etnis, dan yang menarik diri Mengamati


aspek-aspek ini dalam level sub-unit memiliki daya penjelas berkaitan dengan
konflik-konflik etnis, perang-perang keagamaan, dan aktor-aktor lain yang tidak
menganggap diri mereka cocok dengan batas-batas negara yang pasti. Hal ini
terutama bermanfaat dalam konteks dunia negara-negara lemah pra-modern.

Ilmu, Teknologi, dan Hubungan InternasionalBagaimana ilmu hubungan


internasional berdampak pada perkembangan teknologi, lingkungan, bisnis, dan
kesehatan dunia.

C. Institusi-institusi dalam hubungan internasional


Institusi-institusi internasional adalah bagian yang sangat penting dalam Hubungan
Internasional kontemporer. Banyak interaksi pada level sistem diatur oleh institusi-institusi
tersebut dan mereka melarang beberapa praktik dan institusi tradisional dalam Hubungan
Internasional, seperti penggunaan perang (kecuali dalam rangka pembelaan diri).
Ketika umat manusia memasuki tahap peradaban global, beberapa ilmuwan dan teoritisi
politik melihat hirarki institusi-institusi global yang menggantikan sistem negara-bangsa
berdaulat yang ada sebagai komunitas politik yang utama. Mereka berargumen bahwa
bangsa-bangsa adalah komunitas imajiner yang tidak dapat mengatasi pelbagai tantangan
modern seperti efek Dogville (orang-orang asing dalam suatu komunitas homogen), status
legal dan politik dari pengungsi dan orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan, dan

keharusan untuk menghadapi pelbagai masalah dunia seperti perubahan iklim dan pandemic.
Pakar masa depan Paul Raskin telah membuat hipotesis bahwa bentuk politik Global yang
baru dan lebih absah dapat didasarkan pada pluralisme yang dibatasi (connstrained
pluralism). Prinsip ini menuntun pembentukan institusi-institusi berdasarkan tiga
karakteristik: ireduksibilitas (irreducibility), di mana beberapa isu harus diputuskan pada
level global; subsidiaritas, yang membatasi cakupan otoritas global pada isu-isu yang benarbenar bersifat global sementara isu-isu pada skala yang lebih kecil diatur pada level-level
yang lebih rendah; dan heterogenitas, yang memungkinkan pelbagai bentuk institusi lokal dan
global yang berbeda sepanjang institusi-institusi tersebut memenuhi kewajiban-kewajiban
global.

PBB
PBB adalah organisasi internasional yang mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai
himpunan global pemerintah-pemerintah yang memfasilitasi kerjasama dalam hukum
internasional, keamanan internasional, perkembangan ekonomi, dan kesetaraan sosial.
PBB merupakan institusi internasional yang paling terkemuka. Banyak institusi legal
memiliki struktur organisasi yang mirip dengan PBB.
PBB menyatakan ketentuan-ketentuan tentang hal-hal berikut :
1)

PBB menciptakan perdamaian dan keamanan internasional serta berusaha mencegah


timbulnya bahaya yang mengancam perdamaian dan keamanan.

2)

PBB mengembangkan persahabatan antar bangsa atas dasar persamaan dan hak
menentukan nasib sendiri dalam rangka perdamaian dunia.

3)

PBB mengembangkan kerjasama internasional dalam rangka memecahkan persoalan


persoalan ekonomi, sosial budaya, kemanusiaan, serta menghormati hak-hak asasi
manusia tanpa membeda-bedakan suku, jenis kelamin, bahasa dan agama.

Tujuan PBB adalah berikut ini.


1)

Memelihara perdamaian dan keamanan internasional.

2)

Mengembangkan hubungan-hubungan persaudaraan antara bangsa-bangsa.

3)
Menciptakan kerjasama dalam memecahkan masalah usaha internasional dalam
bidang
ekonomi, sosial budaya, dan hak asasi.
4)
Menjadikan PBB sebagi pusat usaha dalam mewujudkan tujuan bersama cita-cita
diatas.
Asas-asas PBB adalah sebagai berikut.
1)

Berdasarkan persamaan kedaulatan dari semua anggotanya

2)

Semua anggota harus memenuhi dengan ikhlas kewajiban-kewajiban mereka


sebagaimana tercantum dalam Piagam PBB.

3)
Semua anggota harus menyelesaikan persengketaan-persengketaan internasional
dengan
jalan damai tanpa membahayakan perdamaian, kemanan dan keadilan.
4)
Dalam hubungan-hubungan internasional semua anggota harus menjauhi
penggunaan
ancaman atau kekerasan terhadap orang lain.

BAB 3
KESIMPULAN
Kesimpulan dari hubungan kerja sama Indonesia dengan Negara maju &
berkembang adalah bahwa suatu bidang akademis dan kebijakan publik dan dapat
bersifat positif atau normatif karena berusaha menganalisis serta merumuskan
kebijakan luar negeri negara-negara tertentu. Adapun hubungan-hubungan yang
dijalin oleh kedua Negara tersebut seperti, Hubungan diplomatic, hubungan
social ekonomi, hubungan perdagangan, hubungan pendidikan & kebudayaan serta
hubungan politik.

SARAN
Kami berharap kegiatan diskusi ini lebih sering diadakan, karena kegiatan ini
dapat mengembangkan pengetahuan siswa siswi akan sejarah indonessia dan
dapat meningkatkan taraf pendidikan serta pengetahuan yang tinggi untuk
memajukan bangsa Indonesia.

PENUTUP
Demikianlah makalah ini kami buat untuk untuk memenuhi tugas dari bidang
study Ilmu Pengetahuan Sosial Geografi.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami pribadi dan bermanfaat juga
bagi orang lain. Apabila ada kekurangan-kekurangan dalam makalah ini , harap
maklum , karena kesalahan datangnya dari manusia dan kebenaran dari ALLAH
SWT.
Wassalamualaikum W