Anda di halaman 1dari 19

BAB II

TINJAUAN TEORI
A. Konsep Manajemen
1. Pengertian Manajemen
Manajemen adalah suatu proses melakukan kegiatan atau usaha untuk
mencapai tujuan organisasi melalui kerja sama dengan orang lain ( Hersey dan
Blanchard, 2002 ).
Manajemen adalah suatu proses merancang, memelihara suatu lingkungan dimana
orang orang yang bekerja sama di dalam suatu kelompok dapat mencapai tujuan
yang telah ditetapkan dengan seefisien mungkin ( H. Weihrich dan H. Koontz ).
2. Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen merupakan elemen-elemen dasar yang selalu melekat
dalam proses manajemen dan dijadikan acuan manajer dalam melaksanakan kegiatan
tersebut. Fungsi manajemen yang paling mendasar adalah perencanaan (planning),
pengorganisasian

(organizing),

penggerakan

(actuating),

dan

pengawasan

(controlling).
a. Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan serangkaian proses pemilihan/penetapan tujuan
organisasi dan penentuan berbagai strategiyang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. T.
Hani Handoko mengemukakan 4 tahap yang harus dilalui dalam proses perencanaan
yaitu:
1) Menetapkan Serangkaian Tujuan
Perencanaan

dimulai

dengan

organisasi/kelompok kerja.
2) Merumuskan Keadaan Saat Ini

keputusan

tentang

keinginan

kebutuhan

Dengan menganalisis keadaan sekarang secara baik, makadapat diperkirakan keadaan


di masa yang akan datang.
3) Mengidentifikasi Kemudahan dan Hambatan
Dalam

mengidentifikasi

kemudahan

dan

hambatan

dapatdipakai

metode

SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, andTreats). Kemudahan, hambatan,


kekuatan, dan kelemahan dariorganisasi perlu diidentifikasi untuk mengukur
kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan.
4) Mengembangkan Rencana untuk Pencapaian Tujuan
Tahap terakhir dari proses perencanaan diperlukanberbagai penilaian alternatif dan
pengambilan keputusan untuk menentukan pilihan terbaik di antara berbagai
alternative yang ada.
b. Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian merupakan rangkaian aktivitas pembagian tugas yang akan
dikerjakan, serta pengembangan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan, agar
pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.
Fungsi pengorganisasian meliputi:
1) perumusan tujuan secara jelas,
2) pembagian tugas pekerjaan,
3) mendelegasikan wewenang, dan
4) mengandung mekanisme koordinasi.
c. Penyusunan Personalia (Staffing)
Penyusunan personalia merupakan aktivitas kepegawaian yang ditujukan
untuk memperoleh tenaga kerja yang cakap dan dalam jumlah yang tepat. Fungsi
staffing berkenaan

dengan penarikan, pelatihan, dan pengembangan

serta

penempatan, dan pemberian orientasi pada karyawan dalam lingkungan kerjanya.


d. Pengarahan (Leading/Directing)
Pengarahan merupakan aktivitas dalam manajemen yang berhubungan dengan
pemberian bimbingan, saran-saran, motivasi, penugasan, perintah-perintah, atau
instruksi kepada bawahan untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan dalam mencapai
tujuan yang telah ditentukan.

e. Pengendalian (Controlling)
Pengendalian merupakan serangkaian pengawasan agar pekerjaan berjalan
sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Ada beberapa langkah dalam proses pengendalian yaitu:
1) menetapkan standar dan metode untuk mengukurprestasi;
2) mengukur prestasi kerja;
3) membandingkan apakah prestasi kerja sudah sesuaidengan standar yang
telah ditentukan; dan
4) pengambilan tindakan koreksi atau perbaikan.

B. Konsep manajemen keperawatan


1. Pengertian Manajemen keperawatan
Manajemen keperawatan secara singkat diartikan sebagai proses pelaksanaan
pelayanan keperawatan melalui upaya staf keperawatan untuk memberikan asuhan
keperawatan, pengobatan, dan rasa aman kepada pasien atau keluarga serta
masyarakat ( Gillies, 1985 ).
Manajemen keperawatan mempunyai lingkup manajemen operasional untuk
merencanakan, mengatur, dan menggerakkan karyawan dalam memberikan
pelayanan keperawatan sebaik baiknya pada pasien melalui manajemen asuhan
keperawatan.
2. Prinsip-prinsip yang mendasari manajemen keperawatan adalah:

Manajemen keperawatan berlandaskan perencanaan, karena melalui fungsi


perencanaan dapat menurunkan risiko terhadap pengambilan keputusan dan
pemecahan masalah yang tidak efektif dan tidak efisien

Manajemen keperawatan dilaksanakan melalui penggunaan waktu yang


efektif. Manajer/ pengelola keperawatan yang menghargai waktu akan

menyusun perencanaan yang terprogram dengan baik dan melaksanakan kegia

tan sesuai dengan waktu dan perencanaan yang telah ditentukan.


Manajemen keperawatan akan melibatkan pengambilan keputusan. Berbagai
situasi maupun permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan kegiatan
keperawatan memerlukan pengambilan keputusan yang tepat diberbagai

tingkat manajerial.
Memenuhi kebutuhan asuhan keperawatan pasien merupakan focus perhatian
manajer/

pengelola keperawatan

dengan mempertimbangkan

pasien lihat, pikir, yakini dan ingini. Kepuasan pasien merupakan

apa

yang
point

utamadari tujuankeperawatan
Manajemen keperawatan harus terorganisir. Pengorganisasian dilakukan

sesuai dengan kebutuhan organisasi pelayanan untuk mencapai tujuan


Pengarahan merupakan elemen kegiatan manajemen keperawatan yang
meliputi proses pendelegasian, supervisi, koordinasi dan pengendalian

pelaksanaan rencana.
Divisi keperawatan yang baik memotivasi karyawan untuk memperlihatkan

penampilan kinerja yang baik


Manajemen keperawatan menggunakan komunikasi yang efektif. Komunikasi
efektif akan mengurangi kesalah pahaman dan memberikan persamaan

pandangan, arah dan pengertian diantara pegawai.


Pengembangan staf penting untuk dilaksanakan sebagai upaya persiapan
perawat-perawat pelaksana menduduki posisi yang lebih tinggi ataupun
upaya manajer keperawatan untuk meningkatkan pengetahuan karyawan.

C. Teori-Teori Manajemen
Perkembangan manajemen yang sangat cepat melalui studi di perguruan
tinggi memunculkan teori-teori manajemen dari berbagai aliran. Teori-teori itu dapat
dikelompokkan ke dalam enam aliran berikut.
1. Aliran Klasik

Aliran klasik mendefinisikan manajemen sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen.


Perhatian dan kemampuan manajemen diarahkan pada penerapan fungsi-fungsi
tersebut.
2. Aliran Perilaku
Aliran ini juga sering disebut aliran manajemen hubungan manusia. Aliran ini
memusatkan kajiannya pada aspek manusia dan perlunya manajemen memahami
manusia. Aliran ini menggunakan disiplin ilmu psikologi dan sosiologi dalam
menerapkan teori-teorinya.
3. Aliran Manajemen Ilmiah

Aliran ini menggunakan ilmu matematika dan ilmu statistika untuk mengembangkan
teori-teorinya. Menurut aliran ini, pendekatan kuantitatif merupakan sarana utama
dan sangat berguna untuk menjelaskan masalah manajemen.
4. Aliran Analisis Sistem

Aliran ini memfokuskan pemikiran pada masalah yang berhubungan dengan bidang
lain dalam mengembangkan teorinya. Contohnya, bagian kepegawaian mengatakan
bahwa keberhasilan dalam memotivasi pegawai akan meningkatkan keuntungan
perusahaan. Menurut aliran ini, memotivasi pegawai akan dilihat hubungannya
dengan kesejahteraan, penggajian, jam kerja, jaminan hari tua, dan faktor lainnya.
5. Aliran Manajemen Berdasarkan Hasil

Aliran manajemen berdasarkan hasil (management by objective) diperkenalkan


pertama kali oleh Peter Drucker pada awal tahun 1950-an. Aliran ini memfokuskan
pemikiran pada hasil-hasil yang dicapai, bukan pada interaksi kegiatan karyawan.
6. Aliran Manajemen Mutu

Aliran manajemen mutu memfokuskan pemikiran pada usaha-usaha untuk mencapai


kepuasan pelanggan (konsumen). Oleh karena itu, fokus utama aliran manajemen
mutu adalah pelanggan, sebagai pihak yang berhak mengatakan apakah barang atau
jasa yang dihasilkan bermutu atau tidak.
D. Fungsi manajemen keperawatan dalam asuhan keperawatan
a. Perencanaan
Adalah suatu proses menetapkan sasaran dan memilih cara untuk sasaran
tersebut
b. Pengorganisasian
Adalah seluruh proses pengelompokan tugas-tugas, fungsi, wewenang dan
tanggung jawab, penetapan orang dan alat-alat.
c. Pengarahan
Adalah pengeluaran, penugasan, pesanan dan instruksi.
d. Pengawasan dan Pengendalian
Suatu proses kegiatan seorang pemimpin untuk menjamin agar pelaksanaan
kegiatan organisasi sesuai dengan rencana, kebijaksanaan dan ketentuan yang
telah ditetapkan (Wijono, 1997).

E. Fungsi manajemen dalam pengelolaan pelayanan keperawatan


Fungsi

manajemen

yaituPlanning(perencanaan),

keperawatan
Organizing

meliputi

beberapa

elemen

(pengorganisasian),

(kepegawaian),Directing (pengarahan), Controlling (pengendalian/evaluasi).


2.1 Planning (Perencanaan)

utama
Staffing

Perencanaan

merupakan

suatu

proses

berkelanjutan

yang

diawali

denganmerumuskan tujuan, dan rencana tindakan yang akan dilaksanakan,


menentukan personal, merancang proses dan kriteria hasil, memberikan umpan balik
pada perencanaan yang sebelumnya dan memodifikasi rencana yang diperlukan
(Swanburg, 1999). Fungsi planning (perencanaan) adalah fungsi terpenting dalam
manajemen, oleh karena fungsi ini akan menentukan fungsi-fungsi manajemen
lainnya. Menurut Muninjaya, (1999) fungsi perencanaan merupakan landasan dasar
dari fungsi manajemen secara keseluruhan. Tanpa ada fungsi perencanaan tidak
mungkin fungsi manajemen lainnya akandapat dilaksanakan dengan baik.
Perencanaan akan memberikan pola pandang secara menyeluruh terhadap
semuapekerjaan yang akan dijalankan, siapa yang akan melakukan, dan kapan akan
dilakukan. Perencanaan merupakan tuntutan terhadap proses pencapaian tujuan secara
efektif dan efesien.
Di dalam proses keperawatan, perencanaan dapat membantu menjaminklien
atau pasien akan menerima pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan. Pelayanan
ini diberikan oleh tenaga keperawatan agar mendapat hasil yang memuaskan sesuai
tujuan yang diharapkan (Swanburg, 1999).
a. Tujuan Perencanaan
Adapun tujuan dari perencanaan adalah :
Meningkatkan keberhasilan untuk mencapai sasaran dan tujuan
Mengefektifkan penggunaan personel dan fasilitas yang tersedia
Membantu koping dengan situasi kritis
Meningkatkan efektivitas dalam hal biaya
Membantu menurunkan elemen perubahan, karena perencanaan berdasarkan masa
lalu dan yang akan datang.
Dapat digunakan untuk menemukan kebutuhan untuk berubah
Penting untuk melakukan kontrol yang lebih efektif
b. Tahap dalam perencanaan :
Menetapkan tujuan dalam mengumpulkan data dan fakta

Mengidentifikasi masalah dan penetapan prioritas masalah


Merumuskan tujuan program dan besarnya target yang ingin dicapai.
Mengkaji kemungkinan adanya hambatan dan kendala dalam pelaksanaan
program.
Menyusun Rencana Kerja Operasional (RKO)
c. Prasyarat perencanaan
Prasyarat perencanaan yang dibutuhkan adalah sederhana, tujuan dan
hasilyang akan dicapai jelas, berdasarkan kebijakan dan prosedur yang berlaku,
sesuai prioritas, pelibatan aktif, praktis, fleksibel, berkesinambungan, dan
mempunyau kejelasan metode evaluasi.
d. Dasar pertimbangan
5 W + 1 H : What, Where, When, Why, Who, dan How
e. Langkah-langkah dalam perencanaan
Pengumpulan data
Analisa lingkungan (SWOT: strength, weakness, opportunities, threatened)
Pengorganisasian data: pilih data yang mendukung dan yang menghambat
Pembuatan rencana: tentukan obyektivitas, uraian kegiatan, prosedur, target waktu,
penanggung jawab, sasaran, biaya, metode yang digunakan.
f. Jenis Perencanaan
Perencanaan Strategi
Perencanaan strategis merupakan suatu proses berkesinambungan,proses yang
sistematis dalam pembuatan dan pengambilan keputusan masa kini dengan
kemungkinan pengetahuan yang paling besar dari efek-efek perencanaan pada masa
depan, mengorganisasikan upayaupaya yang perlu untuk melaksanakan keputusan ini
terhadap hasilyang diharapkan melalui mekanisme umpan balik yang dapatdipercaya.
Perencanaan strategis dalam keperawatan bertujuan untuk memperbaiki alokasi
sumber-sumber yang langka, termasuk uang dan waktu, dan untuk mengatur
pekerjaan divisi keperawatan.
Perencanaan Operasional

Perencanaan operasional menguraikan aktivitas dan prosedur yangakan


digunakan, serta menyusun jadwal waktu pencapaian tujuan, menentukan siapa
orang-orang yang bertanggung jawab untuk setiap aktivitas dan prosedur.
Menggambarkan cara menyiapkan orang-orang untuk bekerja dan juga standard
untuk mengevaluasi perawatan pasien. Di dalam perencanaan operasional terdiri dari
dua bagian yaitu rencana tetap dan rencana sekali pakai.Rencana tetap adalah rencana
yang sudah ada dan menjadi pedoman di dalam kegiatan setiap hari, yang terdiri dari
kebijaksanaan, standard prosedur operasional dan peraturan sedangkan rencana sekali
pakai terdiri dari program dan proyek.
g. Manfaat Perencanaan
Membantu proses manajemen dalam menyesuaikan diri dengan perubahanperubahan lingkungan.
Memberikan cara pemberian perintah yang tepat untuk pelaksanaan
Memudahkan kordinasi
Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasional secara
jelas
Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat
Membuat tujuan lebih khusus, lebih rinci dan lebih mudah dipahami
Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti
Menghemat waktu dan dana
h. Keuntungan Perencanaan
Mengurangi atau menghilangkan jenis pekerjaan yang tidak produktif.
Dapat dipakai sebagai alat pengukur hasil kegiatan yang dicapai
Memberikan suatu landasan pokok fungsi manajemen lainnya terutama fungsi
keperawatan
Memodifikasi gaya manajemen
Fleksibilitas dalam pengambilan keputusan
i. Kelemahan Perencanaan
Perencanaan mempunyai keterbatasan dalam hal ketepatan informasi dan faktafakta tentang masa yang akan datang

Perencanaan memerlukan biaya yang cukup banyak


Perencanaan mempunyai hambatan psikologis
Perencanaan menghambat timbulnya inisiatif
Perencanaan menyebabkan terhambatnya tindakan yang perlu diambil
2.2 Organizing (Pengorganisasian)
Pengorganisasian adalah keseluruhan pengelompokan orang-orang, alatalat,tugas-tugas, kewenangan dan tanggung jawab sedemikian rupa sehingga tercipta
suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kegiatan kesatuan yang telah
ditetapkan (Siagian, 1983 dalam Nurhidayah, 2007). Menurut Swanburg (2000),
pengorganisasian adalah pengelompokan aktivitas-aktivitas untuk tujuan mencapai
objektif, penugasan suatu kelompok manajer dengan autoritas pengawasan setiap
kelompok, dan menentukan cara dari pengkoordinasian aktivitas yang tepat dengan
unit lainya, baik menurut vertical maupun horizontal, yang bertanggung jawab untuk
mencapai objektif organisasi. Dari beberapa penjelasan pada pengertian tersebut
diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pengorganisasian disusun dengan tujuan agar
pekerjaan yang dikehendaki dapat tercapai dan dibagi-bagi diantara anggota
organisasi deganrentang tugas, wewenang dan tangggung jawab yang jelas sehingga
pekerjaan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
a. Prinsip Pengorganisasian
- Rantai komando (Chain of comand)
Kepuasaan anggota, efektif dan sukses mancapai tujuan, organisasi ditetapkan sesuai
dengan hubungan hierarki dan kewenangan dari atas kebawah.
- Unity of comand
Karyawan mempunyai satu sipervisor dan satu pimpinan dengan satu perencanaan
untuk sekelompok kegiatan dengan tujuan yang sama.
- Span of control / rentang kendali
Prinsip pembimbing, dimana seorang supervisor dapat membimbing secara efektif
dalam hal jumlah, fungsi, dan geografi

- Specialization
Setiap orang masing-masing memiliki keahlian tertentu.
b. Langkah-langkah Pengorganisasian
Tujuan organisasi harus dipahami oleh staf.Tugas ini sudah tertuang dalam fungsi
perencanaan.
Membagi habis pekerjaan dalam bentuk kegiatan pokok untuk mencapai tujuan.
Menggolongkan kegiatan pokok kedalam satuan-satuan kegiatan yang praktis.
Menetapkan berbagai kewajiban yang harus dilaksanakan oleh staf dan menyediakan
fasilitas yang diperlukan.
Penugasan personil yang tepat dalam melaksanakan tugas.
Mendelegasikan wewenang.
2.3 Staffing(Ketenagaan)
Ketenagaan

merupakan

anggota/badan

usaha

yang

memperoleh

imbalan,meliputi kegiatan : perekrutan dan seleksi, pendayagunaan, pengembangan


serta

pemeliharaan.

Manajemen

ketenagaan

bukan

hanya

masalahadministrasi/pengaturan karyawan tetapi lebih banyak merupakan pendekatan


integral secara holistik yang meliputi: peningkatan harkat, menghargai, yakin bahwa
semua manusia ingin memperbaiki diri.
a. Tujuan Manajemen Ketenagaan
Tujuan manajemen ketenagaan adalah mendayagunakan tenagakeperawatan
yang efektif dan produktif yang dapat memberikan pelayanan bermutu sehingga dapat
memenuhi pengguna jasa.Keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan dan
sasarannya serta kemampuan menghadapi tantangan internal maupun eksternal sangat
ditentukan oleh kemampuan mengelola sumber daya manusia setepat-tepatnya.
b. Fungsi Manajemen Ketenagaan
Fungsi manajemen ketenagaan ada 2 yaitu:
1) Fungsi manajerial meliputi:

Perencanaan: penetapan tujuan, standar, penetapan aturan, prosedur, penyusunan


rencana, perkiraan, prediksi dan proyeksi di masa mendatang untuk meningkatkan
mutu pelayanan keperawatan.
Pengorgnisasian: menyusun pengorganisasian, merancang pelaksanaan tugas,
pendelegasian wewenang, dan pengkordiansian pekerjaan.
Pengarahan: menggerakkan tenaga untuk menyelesaikan tugas, memotivasi
bawahan dan membina moral.
Pengawasan: menyusun standar dan pemeriksaan untuk mengkaji prestasi kerja
dibandingkan dengan standar.
2) Fungsi operasional meliputi:
Pengadaan tenaga: usaha untuk mendapatkan jumlah dan jenis tenaga yang
diperlukan, meliputi kegiatan perencanaan kebutuhan tenaga, rekruitmen dan seleksi,
penempatan karyawan dan orientasi karyawan.
Pengembangan tenaga: kegiatan peningkatan pengetahuan, keterampilan melalui
program training, penilaian prestasi kerja dan program kompensasi.
c. Manfaat manajemen ketenagaan
1. Tercapainya tujuan
2. Dapat meningkatkan efektifitas dan efisien kerja
3. Dapat menambah gairah kerja
4. Dapat diciptakan suasana kerja yang menguntungkan
d. Perencanaan ketenagaan
Langkah-langkah perencanaan tenaga keperawatan menurut Dructer dan Gillies
(1994) meliputi :
1. Mengidentifikasi bentuk dan beban pelayanan keperawatan yang akandiberikan
2. Menentukan kategori perawat yang akan ditugaskan untuk melaksanakan
pelayanan keperawatan
3. Menentukan jumlah masing-masing kategori perawatan yang dibutuhkan
4. Menerima dan menyaring untuk posisi yang ada
5. Menentukan tenaga perawat sesuai unit dan shift
6. Memberi tanggung jawab untuk melaksanakan tugas pelayanan keperawatan

2.4 Directing (Pembinaan/pengarahan)


Pengarahan adalah perencanaan menjadi kegiatan melalui kegiatandirecting,
controling dan aktiviting. Menguraikan tugas yang dapat di-manage dan
didelegasikan meningkatkan konstribusi untuk mencapai tujuan organisasi. Fokus
pada tahap ini adalah pembimbing dan meningkatkan motivasi (Marquis,
2000).
1. Fungsi pengarahan
Pengarahan karu pada staf dapat membentuk perilaku staf perawat
secarabertahap, bukan sekaligus. Menurut Timpe (2000) menjelaskan bahwa jika
seseorang menguasai sebuah komponen, kemudian bergerak maju sampai dengan
mengubah tahap berikutnya, sehingga semua komponen dikuasai maka akan
terbentuk sebuah perilaku baru yang sangat kompleks.
2. Langkah-langkah pengarahan
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Fasilitas proses perubahan perilaku.


Tentukan pola-pola perilaku baru dengan rinci.
Berikan segera umpan balik kepada setiap individu terkait prestasi.
Tanggapi perilaku secepatnya.
Gunakan pengutan (renfercement) yang ampuh.
Gunakan pengutan secara berkesinambungan dan bervariasi.
Hargai kerja tim bukan menjadi pesaing.
Kaitkan semua penghargaan dengan prestasi.
Jangan melalaikan prestasi kerja yang tinggi.

3. Kemampuan dalam memberikan pengarahan


a.
b.
c.
d.

Meningkatkan motivasi.
Manajemen waktu.yang efisien prioritas.
Penampilan komunikasi yang efektif: jelas, asertif.
Penatalaksanaan
konflik
dengan
cara

konstruktif

dan

mendukung/memfasilitasi kolaborasi.
e. Memiliki kemampuan negosiasi.
f. Mempunyai kemampuan mendelegasikan.
g. Memiliki kemampuan mensupervisi.
Menurut Lewin dalam Swanburg (2000), terdapat beberapa macam gaya
kepemimpinan yaitu :

Autokratik
Pemimpin membuat keputusan sendiri.Mereka lebih cenderungmemikirkan
penyelesaian tugas dari pada memperhatikan karyawan.Kepemimpinan ini cenderung
menimbulkan permusuhan dan sifat agresif atau sama sekali apatis dan
menghilangkan inisiatif.
Demokratis
Pemimpin

melibatkan

bawahannya

dalam

proses

pengambilan

keputusan.Mereka berorientasi pada bawahan dan menitikberatkan pada hubungan


antara manusia dan kerja kelompok.Kepemimpinan demokratis meningkatkan
produktivitas dan kepuasan kerja.
Laissez faire
Pemimpin

memberikan

kebebasan

dan

segala

serba

boleh,

dan

pantangmemberikan bimbingan kepada staff.Pemimpin tersebut membantu kebebasan


kepada setiap orang dan menginginkan setiap orang senang.Hal ini dapat
mengakibatkan produktivitas rendah dan karyawan frustasi.Seorang manajer perawat
diharapkan memiliki pengetahuan dan harus belajar mempraktekkan kepemimpinan
perilaku yang merangsang motivasi pada para pemiliknya, mempraktekkan
keperawatan professional dan tenaga perawat lainnya.Perilaku ini termasuk promosi
autonomi, membuat keputusan dan manajemen partisipasi oleh perawat professional.
2.5 Controlling (Pengendalian/Evaluasi)
Pengawasan merupakan pemeriksaan apakah segala sesuatunya terjadisesuai
dengan rencana yang telah disepakati, instruksi yang dikeluarkan, serta prinsipprinsip yang ditentukan yang bertujuan untuk menunjukkan kekurangandan kesalahan
agar dapat diperbaiki dan tidak terjadi lagi.Pengawasan juga diartikan sebagai suatu
usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan perencanaan,
merancang system informasi timbal balik, membandingkan kegiatan nyata dengan
standar

yang

telah

ditetapkan

sebelumnya,

menentukan

dan

mengukur

penyimpanganpenyimpangan, serta mengambil tindakan yang digunakan dengan cara


paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan perusahaan (Mockler, 2002).

Pengontrolan atau pengevaluasian adalah melihat bahwa segala sesuatudilaksanakan


sesuai dengan rencana yang disepakati, instruksi yang telah diberikan, serta prinsipprinsip yang telah diberlakukan (Urwick, 1998).Sepuluh karakteristik suatu sistem
control yang baik yaitu : harus menunjukkan sifat dari aktivitas, harus melaporkan
kesalahan-kesalahan dengan segera, harus memandang ke depan, harus menunjukkan
penerimaan pada titik kritis, harus objektif, harus fleksibel, harus menunjukkan pola
organisasi, harusekonomis, harus mudah dimengerti, serta harus menunjukkan
tindakan perbaikan. Untuk fungsi-fungsi kontrol dapat dibedakan pada setiap tingkat
manajer.Sebagai contoh, manajer perawat kepala dari satu unit bertanggung jawab
mengenai kegiatan operasional jangka pendek termasuk jadwal harian dan mingguan,
dan penugasan, serta penggunaan sumber-sumber secara efektif.Kegiatan-kegiatan
control ditujukan untuk perubahan yang cepat.
Dua metode pengukuran yang digunakan untuk mengkaji pencapaiantujuantujuan keperawatan adalah:
1. Analisa tugas : kepala perawat melihat gerakan, tindakan dan prosedur yang
tersusun dalam pedoman tertulis, jadwal, aturan, catatan, anggaran. Hanya mengukur
dukungan fisik saja, dan secara relatif beberapa alat digunakan untuk analisa tugas
dalam keperawatan.
2. Kontrol kualitas : Kepala perawat dihadapkan pada pengukuran kualitas dan
akibat-akibat dari pelayanan keperawatan.
a. Prinsip controlling
Prinsip controlling yaitu:
Principle of uniformity: dibentuk di awal sampai dengan akhir.
Principle of comparison: membandingkan yang direncanakan dengan yang
dicapai.
The principle of exception: tidak yang sempurna dari perencanaan, yang penting
ada umpan balik untuk perbaikan.
b. Pelaksanaan controlling
Pelaksanaan controlling meliputi:

Mengevaluasi pelaksanaan perencanaan.


Pre conference, overan, post conference.
Ronde keperawatan.
Mengetahui produktivitas berdasarkan gant cart yang telah dibuat.
Program evaluasi dan peer review
c. Tipe controlling
Input control.
Proses control.
Output control.
d. Langkah-langkah kegiatan controlling
Menetapkan standar dapat mengukur tujuan.
Kumpulkan data dengan membandingkan standar yang telah ditetapkan.
Lakukan umpan balik.
Pertahankan kelangsungan proses untuk semua bagian.
e. Manfaat Pengawasan
Manfaat yang diperoleh dari fungsi pengawasan dan pengendalian
biladilaksanakan dengan tepat yaitu:
Dapat diketahui apakah suatu kegiatan atau program telah dilaksanakan sesuai
dengan standar atau rencana kerja.
Dapat diketahui adanya penyimpangan pada pengetahuan dan pengertian staf
dalam melaksanakan tugas-tugasnya
Dapat diketahui apakah waktu dan sumber daya lainnya telah mencukupi
kebutuhan dan telah digunakan secara benar.
Dapat diketahui staf yang perlu diberikan penghargaan atau bentuk promosi dan
latihan lanjutan.
F. Perbedaan Kepemimpinan dan Manajemen
Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang memengaruhi perilaku orang
lain, baik langsung maupun tidak.

Kepemimpinan merupakan kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang


untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mengajak, menuntun, menggerakkan orang
lain untuk brtbuat sesuatu demi mencapai tujuan institusi.
Manajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan
dan pengawasan dalam mencapai tujuan.
Manajemen adalah suatu proses melakukan kegiatan atau usaha untuk
mencapai tujuan organisasi melalui kerja sama dengan orang lain ( Hersey dan
Blanchard, 2002 ).
Kepemimpinan dan Manajemen dari segi tugas dan fungsinya:

Kepemimpinan:
1. Mengarahkan pada kemampuan individu
2. Merupakan kualitas hubungan
3. Diarahkan untuk mencapai keinginan
4. Bersifat hubungan personal
5. Menggantungkan diri pada sumber yang ada pada dirinya

Manajemen:
1. Mengarahkan pada sistem dan mekanisme
2. Merupakan fungsi status kewenangan
3. Diarahkan untuk mencapai tujuan
4. Bersifat hubungan inpersonal
5. Menggantungkan diri pada daya dan dana yang ada

Kepemimpinan dan Manajemen dari segi pengangkatan :

Pemimpin :
1. Diangkat oleh pengikut
2. Mengandalkan kewibawaan personal
3. Bertindak sebagai pencetus ide

4. Bertanggungjawab pada bawahan


5. Bagian dari pengikut

Manajer :
1. Diangkat oleh kekuasaan
2. Mengandalkan kewibawaan posisi
3. Bertindak sebagai penguasa
4. Bertanggung jawab pada atasan
5. Bagian dari oganisasi

Pemimpin dan Manajerberdasarkan Sikap dan Cara Berpikir:


Pemimpin:
1. mencari alternatif baru
2. mengembangkan problem sebagai suatu tantangan
3. menemukan solusi kreatif
4. menghargai pembaruan, cara baru dan tidak terlalu terikat pada aturan.
5. berpikir divergent
Manajer:
1. menurut pada atasan
2. menggunakan cara pada umumnya
3. menemukan satu cara saja
4. mengekor pada orang lain
5. tertib untuk menghasilkan duplikasi kerja
6. mengatur orang berdasarkan aturan

7. berpikir konvergent

Daftar Pustaka
A. A. Gde Muninjaya, Prof, Dr, MPH. Manajemen Kesehatan. Edisi 3. Penerbit buku
kedokteran EGC, Jakarta.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/37226/4/Chapter%20II.pdf

Fernanda venturini
1311311075xxx