Anda di halaman 1dari 11

IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian
Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada pembelajaran gerak dasar
memukul dilaksanakan di SD Negeri 4 Talang Kecamatan Teluk Betung Selatan
Bandar Lampung. Sebelum Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan
langkah pertama adalah melakukan tes awal gerak dasar memukul pada siswa.
Hasil tes awal tersebut sangat berguna untuk menentukan tindakan yang akan
dilakukan pada siklus pertama. Tes awal berguna untuk melihat prosentase hasil
belajar pada setiap siklus untuk menentukan apakah tindakan yang dilakukan
dapat meningkatkan hasil belajar. Berikut adalah deskripsi hasil yang didapat
dalam penelitian :
1. Analisis Prosentase Hasil PTK Pembelajaran Gerak Dasar Memukul
Bola Pada Permainan Bola Bakar
Hasil penelitian selanjutnya diolah dan dilihat penyebaran data yang
meliputi nilai tertinggi, nilai terendah, nilai rata-rata serta prosentase setiap
siklusnya. Adapun data lengkapnya dapat dilihat pada tabel 1 sebagai
berikut :

27

Tabel 1. Deskripsi Hasil PTK Gerak Dasar Memukul


Tes
Awal

Ketuntasan Belajar
> KB
Jumlah
f
%
n
%

Nilai

Nilai

Tertinggi

Terendah

70

50

60,7

20%

24

80%

30

100%

80

60

66

14

46,67%

16

53,33%

30

100%

80

60

71,7

26

86,67%

13,33%

30

100%

> KB
f
%

Siklus
Pertama
Siklus Kedua

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa pada setiap siklus terjadi
peningkatan yang berarti terhadap gerak dasar memukul. Pada tes awal
sebanyak 6 siswa (20 %) yang mencapai ketuntasan belajar dan 24 siswa
(80 %) yang tidak mencapai ketuntasan belajar. Selanjutnya setelah
diberikan tindakan pada siklus pertama meningkat menjadi 14 siswa (46,67
%) yang tuntas dan 16 siswa (53,33 %) yang tidak mencapai ketuntasan
belajar. Selanjutnya pada siklus kedua dapat dilihat bahwa sebanyak 26
siswa (86,67 %) telah mencapai ketuntasan belajar dan hanya 4 siswa
(13,33 %) yang tidak tuntas artinya siklus kedua, tindakan yang diberikan
telah berhasil.
Dengan tabel distribusi frekuensi tersebut maka berdasarkan prosentase
ketuntasan belajar dapat digambarkan grafik batang sebagai berikut :

28

30

26
24

25
20

16
14

Tuntas
Belum Tuntas

15
10

6
4

5
0
Tes Awal

Siklus I

Siklus II

Gambar 4. Grafik Batang Perbandingan Prosentase Ketuntasan Belajar


Pada Tes Awal, Siklus I, dan Siklus II.
2. Analisis Prosentase Ketuntasan Belajar
a. Tes Awal Memukul Bola
Sebelum melakukan tindakan pada siklus pertama, dilakukan tes awal
dan hasilnya menunjukkan bahwa terdapat 6 siswa yang mencapai nilai
KKM yaitu 70.
Tabel 2. Analisis Hasil Tes Awal Memukul Bola
No
1.

Hasil
Ketuntasan

Jumlah
6

Indikator peningkatan dapat dilihat melalui rumus :


P=

f
x 100
N

Prosentase
20 %

29

Prosentase Ketuntasan Belajar :


P=

6
x 100
30

30

24

25
20

Tuntas
Belum Tuntas

15
10

5
0
Tes Awal

P = 20 %

Gambar 5. Grafik Batang Perbandingan Siswa yang Tuntas dan

30

Belum Tuntas Pada Tes Awal.

b. Siklus Pertama Memukul Bola


Setelah melakukan tindakan pada siklus pertama dengan alat modifikasi
berupa botol plastik. Pada akhir siklus siswa diberikan suatu tes kualitas
gerak dasar memukul dengan hasil berikut :
Tabel 3. Analisis Hasil Tes Siklus I Memukul Bola
No
1.

Hasil
Ketuntasan

Jumlah
14

Indikator peningkatan dapat dilihat melalui rumus :


P=

f
x 100
N

Prosentase Ketuntasan Belajar :


P=

14
x 100
30

Prosentase
46,67 %

31

30
25
20

14

16

15
10
5
0
Siklus I

P = 46,67 %

Gambar 6. Grafik Batang Perbandingan Siswa yang Tuntas dan


Belum Tuntas Pada Siklus Pertama.

Tuntas
Belum Tuntas

32

c. Siklus Kedua Memukul Bola


Setelah melakukan tindakan pada siklus pertama, pada tahap ini siswa
melakukan gerak dasar memukul dengan alat modifikasi berupa bola
plastik, hasil tindakan yang diberikan semakin efektif karena sebanyak
50 % dari jumlah siswa telah mencapai ketuntasan belajar dengan
rincian hasil sebagai berikut :
Tabel 4. Analisis Hasil Tes Siklus II Memukul Bola
No
1.

Hasil
Ketuntasan

Jumlah
26

Indikator peningkatan dapat dilihat melalui rumus :


P=

f
x 100
N

Prosentase Ketuntasan Belajar :


P=

26
x 100
30

Prosentase
86,67 %

33

30

26

25
20

Tuntas
Belum Tuntas

15
10

5
0
Siklus II

P = 86,67 %

Gambar 7. Grafik Batang Perbandingan Siswa yang Tuntas dan


Belum Tuntas Pada Siklus Kedua.

34

B. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian pada siswa kelas V SD Negeri 4 Talang
Kecamatan Teluk Betung Selatan Bandar Lampung, bahwa pembelajaran gerak
dasar memukul dapat ditingkatkan dengan menggunakan alat yang dimodifikasi
yaitu pemukul berupa botol plastik dan bola berupa bola plastik. Dengan alat
modifikasi yang telah digunakan memudahkan siswa belajar melakukan
pembelajaran gerak dasar memukul yang telah diajarkan kepada siswa sehingga
hasil pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai.
Berdasarkan hasil dari data tes awal diperoleh data bahwa masih rendahnya
prosentase ketuntasan belajar siswa, hanya 6 siswa yang mencapai ketuntasan
belajar, kegagalan yang rata-rata dilakukan oleh siswa adalah pada tahap
pelaksanaan yaitu titik berat badan ke belakang, tangan kanan lurus ke belakang
lalu ayunan berat badan ke depan dengan tumpuan kaki kanan bersamaan
gerakan tangan lurus sebagai tumpuan kaki kiri.
Berdasarkan hasil analisis pada siklus pertama dari 30 siswa dengan tindakan
yaitu pembelajaran menggunakan alat yang dimodifikasi alat pemukul berupa
botol plastik diperoleh peningkatan yang berarti sebesar 46,67 %. Artinya
pembelajaran tersebut memberikan pengaruh yang berarti. Pembelajaran
pertama yaitu diberikan konsep alat yang dimodofikasi alat pemukul berupa
botol plastik, keuntungan dari alat ini adalah siswa akan dapat melakukan
gerakan yang benar. Konsep gerakan yang benar tersimpan diotak dan
dipraktikkan pada saat guru memberikan tugas gerak melakukan gerak dasar
memukul yang benar dengan menggunakan alat yang dimodifikasi sebagai alat

35

penunjang pembelajaran bagi siswa sehingga membuat siswa lebih mudah


untuk melakukan gerakan memukul tersebut dan mampu meningkatkan serta
memperbaiki pembelajaran gerak dasar memukul.
Berdasarkan hasil penilaian pada siklus pertama, diperoleh prosentase
ketuntasan belajar dengan menggunakan modifikasi alat pembelajaran gerak
dasar memukul berupa botol plastik adalah dari 30 siswa terdapat 14 siswa yang
mencapai ketuntasan belajar. Tapi masih belum tercapai efektivitas
pembelajaran pada siklus pertama ini. Hal ini disebabkan, karena siswa masih
kesulitan dalam mempraktikkan konsep gerakan memukul yang diperoleh.
Siswa belum terbiasanya untuk berlatih, seperti yang dikatakan dalam prinsip
belajar gerak bahwa anak yang telah siap akan lebih unggul dalam menerima
pembelajaran, dan memang diperlukan waktu untuk mencapai peningkatan.
Selain itu kurangnya keseriusan siswa pada saat pembelajaran turut mendukung
belum tercapainya ketuntasan belajar. Hasil penelitian ini menjadi refleksi bagi
peneliti. Refleksi ini bertujuan mengetahui kekurangan dan kelebihan yang ada
pada siklus pertama dan sebagai acuan peneliti untuk memperbaiki tindakan
yang akan diberikan pada saat pembelajaran siklus kedua yaitu penggunaan alat
modifikasi berupa bola plastik.
Pada siklus kedua ini peneliti menggunakan alat modifikasi berupa bola plastik.
Pembelajaran pada siklus kedua ini terlaksana sudah efektif, karena siswa
benar-benar siap, disiplin saat memulai pelajaran, serius dalam memperhatikan
materi ajar yang diberikan dan sangat termotivasi untuk mengikuti
pembelajaran gerak dasar memukul tersebut. Hasil penelitian menunjukkan

36

peningkatan prosentase ketuntasan belajar dari 30 siswa yang mencapai


ketuntasan belajar sebanyak 26 siswa atau 86,67 %.
Sebagian besar siswa telah mencapai ketuntasan belajar pada siklus kedua, dari
30 siswa hanya 4 siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar. Namun
dilihatnya dari perbandingan nilai rata-rata pada setiap siklus masing-masing
siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar tersebut juga telah mengalami
peningkatan keterampilan pembelajaran gerak dasar memukul tetapi
peningkatannya masih belum mencapai KKM sehingga masih perlu latihan
lebih banyak lagi.
Dengan melihat deskripsi hasil penelitian tindakan kelas pada pembelajaran
gerak dasar memukul ini dapat disimpulkan bahwa pada setiap siklusnya
tindakan yang diberikan dapat memberikan pengaruh yang berarti terhadap
peningkatan prosentase keberhasilan siswa dalam pembelajaran gerak dasar
memukul pada siswa. Pada siklus kedua dengan bola plastik menunjukkan
bahwa pada siklus kedua telah efektif. Dengan melihat hasil rekapitulasi
refleksi siklus kedua pada setiap indikator pembelajaran gerak dasar memukul,
maka masih perlu ditingkatkan lagi agar siswa melakukan gerakan lebih
sempurna. Prosentase keberhasilan dapat ditingkatkan lagi dengan pemilihan
dan penggunaan alat yang lebih tepat dan menarik.