Anda di halaman 1dari 10

PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK

PEMISAHAN ANION

Disusun oleh:
Anathazsa

2013340030

Husnun Hanifah

2013340018

Ika Susanti

2012349057

Syarifuddin

2011340029

Tiara Desvita

2013340077

Yohana Oktavia

2013340042

Universitas Sahid Jakarta


Fakultas Teknologi Industri Pertanian
Jurusan Teknologi Pangan
2014

A. Abstrak
Dalam kimia analisis kuantitatif dikenal suatu cara untuk menentukan ion
(kation/anion) tertentu dengan menggunakan pereaksi selektif dan spesifik. Pereaksi
selektif adalah pereaksi yang memberikan reaksi tertentu untuk satu jenis kation/anion
tertentu. Dengan menggunakan pereaksi-pereaksi ini maka akan terlihat adanya
perubahan-perubahan kimia yang terjadi, misalnya terbentuk endapan, terjadinya
perubahan warna, bau dan timbulnya gas (G. Svehla : 1985).
Reaksi identifikasi yang lebih sederhana dikenal sebagai reaksi spesifik untuk
golongan tertentu. Reaksi golongan untuk anion golongan III adalah AgNO 3 yang
hasilnya adalah endapan coklat merah bata (Ismail Besari : 1982).
Identifikasi untuk anion bisa digunakan dengan beberapa pereaksi seperti NaOH,
HCl dan lainnya. Identifikasi anion dimulai dengan pemisahan beberapa ion dengan
penambahan pereaksi perak nitrat sehingga ion sianida, sulfat dan kromat akan terpisah
selanjutnya dengan penambahan air panas ion kromat akan larut sehingga didapati
endapan sulfat dan endapan sianida, lalu ketikan penambahan HCl encer ion sianida akan
mengendap dan ion sulfat akan larut. Pereaksi-perekasi yang digunakan akan
menghasilkan endapan mupun larutan yang bewarna, hal ini menyatakan hasil positif dari
pengujian anion.
Keyword: Identifikasi Anion, Anion, Pemisahan Anion

B. Pendahuluan
Kimia analisis dapat dibagi dalam 2 bidang, yaitu analisis kualitatif dan analisis
kuantitatif. Analisis kualitatif membahas tentang identifikasi zat-zat. Urusannya adalah
unsur atau senyawa apa yang terdapat dalam suatu sampel. Sedangkan analisis kuantitatif
berurusan dengan penetapan banyaknya satu zat tertentu yang ada dalam sampel (A.L.
Underwood : 1993).
Anion adalah ion yang bermuatan negatif. Adapun sifatnya dapat berikatan
dengan kation. Kebanyakan klorida larut dalam air. Resi penukar anion itu aslinya ada
dalam bentuk klorida, diubah menjadi bentuk nitrat dengan mencucinya dengan larutan
natrium nitrat.

Anion berinti banyak dijumpai pada anion okso yang berinti 2, 3 atau 4 atom
oksigen yang terikat pada atom inti dan menghasilkan atom deskret. Namun demikian,
mungkin hanya terdiri dari 2 atom oksigen dan menghasilkan ion dengan jembatan
oksigen seperti ion bikarbonat yang terbentuk dari CrO 4 yang diasamkan (Ismail Besari :
1982).
Metode untuk mendeteksi anion tidaklah sistematik seperti pada metode untuk
mendeteksi kation. Sampai saat ini belum pernah dikemukakan suatu skema yang benarbenar memuaskan, yang memungkinkan pemisahan anion-anion yang umum ke dalam
golongan utama, dan dari masing-masing golongan menjadi anggota golongan tersebut
yang berdiri sendiri. Pemisahan anion-anion ke dalam golongan utama tergantung pada
kelarutan garam pelarutnya. Garam kalsium, garam barium, dan garam zink ini hanya
boleh dianggap berguna untuk memberi indikasi dari keterbatasan-keterbatasan metode
ini. Skema identifikasi anion bukanlah skema yang kaku, karena satu anion termasuk
dalam lebih dari satu sub golongan (G. Svehla : 1985).
Untuk memudahkan menganalisa anion, diusahakan dulu dalam bentuk senyawa
yang mudah larut dalam air. Umumnya garam-garam natrium mudah larut dalam garam
karbonat dari logam-logam berat sukar larut dalam air, sehingga apabila zat yang akan
dianalisa berupa zat yang sukar larut atau memberi endapan dengan Na 2CO3, maka dibuat
dahulu berupa ekstrak soda, kemudian dipisahkan dari endapan yang mengganggu
tersebut (Anonim : 2011).
Analisa kualitatif menggunakan dua macam uji, reaksi kering dan reaksi basah.
Reaksi kering dapat diterapkan untuk zat-zat padat dan reaksi basah untuk zat dalam
larutan. Reaksi kering ialah sejumlah uji ynag berguna dapat dilakukan dalam keadaan
kering, yakni tanpa melarutkan contoh. Petunjuk untuk operasi semacam ialah
pemanasan, uji pipa tiup, uji nyala, uji spektroskopi dan uji manik. Reaksi basah ialah uji
yang dibuat dengan zat-zat dalam larutan. Suatu reaksi diketahui berlangsung dengan
terbentuknya endapan, dengan pembebasan gas dan dengan perubahan warna. Mayoritas
reaksi analisis kualitatif dilakukan dengan cara basah (G. Svehla : 1985).
Reaksi dalam anion ini akan lebih dipelajari secara sistematis untuk memudahkan
reaksi dari asam-asam organik tertentu dikelompokkan bersama-sama. Hal ini meliputi
asetat, formiat, oksalat, sitrat, salisilat dan benzoate. Analisis kualitatif menggunakan dua

macam uji, yaitu reaksi kering dan reaksi basah. Reaksi kering dapat digunakan pada zat
padat dan reaksi basah untuk zat dalam larutan. Kebanyakan reaksi kering yang diuraikan
digunakan
Untuk

untuk

uji

reaksi

analisis
kering

semimikro
metode

dengan
yang

hanya

sering

modifikasi

dilakukan

kecil.

adalah

1. Reaksi nyala dengan kawat nikrom : Sedikit zat dilarutkan kedalam HCl P. Diatas
kaca arloji kemudian dicelupkan kedalamnya, kawat nikrom yang bermata kecil yang
telah

bersih

kemudian

dibakar

diatas

nyala

oksidasi

2. Reaksi nyala beilstein : Kawat tembaga yang telah bersih dipijarkan diatas nyala
oksida sampai nyala hijau hilang. Apabila ada halogen maka nyala yang terjadi berwarna
hijau.
3. Reaksi nyala untuk borat : Dengan cawan porselin sedikit zat padat ditambahkan
asam sulfat pekat dan beberapa tetes methanol, kemudian dinyalakan ditempat gelap.
Apabila ada borat akan timbul warna hijau.
Metode untuk mendeteksi anion memang tidak sesistematik seperti yang digunakan
untuk kation. Namun skema klasifikasi pada anion bukanlah skema yang kaku karena
beberapa anion termaksud dalam lebih dari satu golongan.
Anion-anion dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a. Anion sederhana seperti O2,F- atau CN-.
b. Anion oksodiskret seperti NO3- atau SO42-.
c. Anion polimer okso seperti silikat, borat, atau fospat terkondensasi.
d. Anion kompleks halida, seperti TaF6 dan kompleks anion yang mengandung anion
berbasa banyak seperti oksalat.

Reaksi-reaksi dalam anion ini akan dipelajari secara sistematis untuk


memudahkan reaksi dari asam-asam organik tertentu dikelompokkan bersama-sama, ini
meliputi asetat, format, oksalat, sitrat, salisilat, benzoat, dan saksinat.
Pemisahan Anion juga dapat dilakukan melalui metode ekstrak soda, yaitu dengan
cara 11 ml sampel campuran 5 larutan (NH 4)2SO4 4 ml , Na2S203 1 ml, Na2S204 1 ml, dan
(NH4)NO3 4 m ). Dimasukkan kedalam erlenmayer, ditambahkan 25 ml larutan Na 2CO3
1,5 m, dididihkan 10 menit kemudian disaring, endapan dicuci dengan aquadest panas.
Fungsi ekstrak soda antara lain :

Untuk mengendapkan kation logam berat


Untuk mempertinggi kelarutan anion
Pada pemanasan, dengan penambahan Na2CO3, ion ion logam diendapka dalam
bentuk oksida, hidroksida, dan karbonat.

C. Bahan dan Metode


Waktu dan Praktikum
Praktikum dilaksanakan pada tanggal 12 April 2014, di Laboratorium Kimia
Universitas Sahid Jakarta.
Alat dan Bahan
Alat

Rak Tabung
Tabung Reaksi
Beaker Glass
Pipet Tetes
Botol Semprot
Hot Plate
Gelas Ukur

Bahan
Sample X
Larutan H2SO4
Larutan BaCl2

Larutan Pb(NO3)2
Larutan HCl
Larutan NaOH
Larutan Fe2SO4

Cara kerja
Skema kerja anion:
Sampel
+
AgNO3
Endapan
Ag3[Fe(CN)6],Ag2SO4, AgCrO4
+
Air panas

Filtrat
AgNO3, MnO4

Endapan
Ag3[Fe(CN)6],Ag2SO4
+
HCl encer

Filtrat
AgCrO4
+
HCl encer
Endapan

AgCl
Endapan
Ag3(CN)6

Filtrat
H2SO4

D. Hasil

Identifikasi Anion Pengoksidasi

Identifikasi Nitrat

1. + Fe2SO4 + H2SO4

FeNOSO4 Cincin coklat

2. + NH4OH

NH3

Identifikasi Permangatan
1. + NaOH

Larutan ungu menjadi hijau + O2

2. + NaNO2 + H2SO4

Mn2+ (Ungu menjadi hijau )

Identifikasi Kromat
1. + BaCr2

BaCrO4

2. + HCl

AgCl putih

Identifikasi Sulfat
1. + BaCl2 +HCl

BaSO4 putih

2. + Pb(NO3)2

PbSO4 putih

Identifikasi Ferisianida
1. + FeCl3

Fe[Fe(CN)6] biru

2. +CuSO4

Cu3[Fe(CN)6] coklat

Identifikasi Karbontat
1. + HCl encer

CO2 berbuih +H2O

2. + Ca(OH)2

CaCO3 +H2O

3. + Ba(OH)2

BaCO3 + H2O

Identifikasi Asam Cuka


1. Dengan bau cuka
2. + H2SO4 encer

CH3COOH bau cuka

3. +FeCl2

Larutan merah tua

Identifikasi Mg2+
1. + OH

Mg(OH)2 Putih

2. + 2 NH3 + 2H2O

Mg(OH)2 putih seperti gelatin

E. Pembahasan
Telah dilakukan percobaan pada analisa kualitatif beberapa anion. Analisa
kualitatif adalah analisa yang dilakukan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya suatu
zat dalam suatu senyawa. Pada pemeriksaan anion yang sebenarnya tidak pembagian
golongan secara sistematis. Biasanya anion diperiksa secara terpisah-pisah. Beberapa
asam yang sangat mudah terurai dalam bagian-bagian yang mudah menguap telah dapat
ditentukan

pada

pemeriksaan

dengan

asam

sulfat

encer

dan

pekat.

Walaupun tidak ada pembagian secara sistematis, tetapi untuk mempermudah pekerjaan
1.
2.
3.
4.

anion ini dapat dibagi menjadi empat golongan :


Golongan asam pengoksid : NO3- , NO2- , ClO3-, Cl-, CrO42- ,MnO42Golongan asam tanpa oksigen: S2- ,BO2-, I-, CNGolongan asam sulfat : SO42-, SO32- CrO42Golongan sisa : PO43- , CH3COO-, CO32Pemeriksaan anion dapat juga dilakukan melalui metode ekstrak soda yaitu
dengan menggunakan larutan ekstrak soda. Larutan ekstrak soda dibuat dalam larutan
jenuh natriun karbonat selama 10 menit. kemudian disaring, filtrat yang diperoleh disebut
ekstrak soda. Fungsi larutan ekstrak soda adalah untuk mengendapkan kation logam berat
dan untuk mempertinggi kelarutan anion.
Pada pengujian ion sulfat, ion ini termasuk ke dalam golongan asam sulfat. Jika
ion sulfat dicampur denagn BaCl2, dan tabung selanjutnya di campur Pb(NO 3)2 maka
sama- sama akan menghasilkan endapan putih. Endapan terjadi karena dipengaruhi oleh
kesetimbangan kelarutan dimulai dengan ion didalam larutan yang menghasilkan zat
murni tak larut, maka prosesnya dinamakan dengan reaksi pengendapan.
Pada pengujian ion NO3-, ion ini termasuk ke dalam golongan asam pengoksid,
dimana pada pengujian ini menghasilkan ekstrak soda, dan direasksikan dengan Fe2SO4
cair. Hasil pada praktikum, tidak terjadi reaksi.

Pada pengujian ion Cr2O4 ion ini termasuk ke dalam golongan asam pengoksid,
dimana pada pengujian ini menghasilkan ekstrak soda, dan direasksikan dengan HCl.
Hasil pada praktikum menunjukan perubahan yang terjadi adalah adanya endapan putih
pada tabung reaksi.
Pada pengujian ion MnO4, ion ini termasuk ke dalam golongan asam pengoksid,
dimana pada pengujian ini menghasilkan ekstrak soda, dan direasksikan dengan NaOH.
Hasil pada praktikum adanya perubahan pada tabung reaksi, larutan menjadi berwarna
kuning.
Pada praktikum ini terdapat satu sampel yang disediakan untuk analisa anion.
Pada pengerjaannya ada beberapa pereaksi yang tidak tersedia di laboratorium, sehingga
tidak semua anion dapat diidentifikasi. Anion yang diidentifikasi pada praktikum kali ini
oleh kelompok kami yaitu, SO42-, Cr2O72-, MnO4-, NO3-. Anion SO42-dan Cr2O72menunjukan hasil positif, sedangkan MnO4-dan NO3- menunjukan hasil negative. Anion
MnO4- dan NO3-tidak teridentifikasi karena proses pemisahan yang terjadi kurang
sempurna, hal ini bisa dikarenakan penambahan pereaksi pengendap kurang banyak
sehingga endapan tidak mengendap dengan sempurna. Menggunakan pereaksi yang
sudah dalam keadaan tidak baik juga dapat mempengaruhi endapan yang terbentuk.
Penggunaan alat gelas yang tidak bersih juga dapat menyebabkan kontaminasi terhadap
sampel. Hal lain yang memungkinkan anion tidak teridentifikasi adalah tidak terdapatnya
anion yang dimaksud pada sampel. Apabila pada saat identifikasi didapatkan hasil yang
tidak terlalu mirip dengan literature, itu tidak berarti menunjukan anion yang positif, bisa
saja warna yang dihasilkan merupakan kontaminasi dari alat gelas dan atau pereaksi yang
digunakan.
F. Kesimpulan
Dalam praktikum kimia tentang analisa anion dapat disimpulkan bahwa prinsip
yang digunakan dalam pemisahan anion berdasarkan kelarutan garam-garam perak,
garam- garam kalsium , garam-garam seng dan mengidentifikasi ion yang sejenis (anion).
Identifikasi anion dilakukan dengan cara uji sulfat , uji terhadap zat pereduksi, dan uji
terhadap zat pengoksidasi dengam menggunakan berbagai metode diantaranya yaitu
ekstrak soda. Fungsi dari ekstrak soda itu sendiri yaitu untuk mengendapkan kation
logam berat dan untuk mempertinggi kelarutan anion.

G. Daftar Pustaka

Anonim. (2010). Penuntun Praktikum Kimia Analisis . Universitas Muslim


Indonesia. Makassar.

Besari, Ismail, dkk., (1982), Kimia Organik untuk Universitas, Edisi I,


Armico Bandung, Bandung.

Direktorat jendral POM. (1979). Farmakope Indonesia . Edisi III. Departemen


Kesehatan RI. Jakarta.

L. Underwood, A., (1993), Analisis Kimia Kualitatif , Edisi IV, Penerbit


Erlangga, Jakarta.
Svehla, G. (1985). VOGEL : Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif
Makro dan Semimikro , Bagian 1, Edisi V, PT. Kalma Media Pustaka,
Jakarta.

Vogel, 1994, Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik, Buku Kedokteran, Jakarta.


Banowati,Reni.2013.Panduan Praktikum Kimia Anorganik II.Yogyakarta:FMIPA

UII
Petrucci,R.H,

dan

Suminar.1987.Kimia

Dasar

Prinsip

Modern.Jakarta.Erlangga
H. Kontribusi Penulis

Anathazsa
Husnun H.
Ika
Syarifuddin
Tiara D.
Yohana

:
:
:
:
:
:

Abstrak, Bahan dan Metode


Pembahasan dan kesimpulan
Pembahasan dan Cover
Pendahuluan
Pendahuluan, Daftar Pustaka, dan Editor
Hasil, Bahan dan Metode

dan

Terapan