Anda di halaman 1dari 2

PLANNING AND PERFORMING INTERNAL AUDIT

A. TEMUAN AUDIT
1. Sifat Temuan Audit
Selama pelaksanaan audit, auditor internal mengidentifikasi kondisi-kondisi
yang membutuhkan tindakan perbaikan. Penyimpangan-penyimpangan
dari norma-norma atau kriteria dapat disebut sebagai temuan audit.
Temuan audit memiliki bermacam-macam bentuk dan ukuran antara lain:
Tindakan yang seharusnya diambil namun tidak dilakukan
Tindakan yang dilarang
Tindakan tercela
Sistem yang tidak memuaskan
Eksposur risiko yang harus dipertimbangkan
a. Standar
Standards for the Professional Practice of Internal Auditing (SPPIA)
dalam Standar 3210 menyatakan: Auditor Internal harus
mengidentifikasi informasi yang memadai, andal, relevan, dan
bergunan untuk mencapai tujuan penugasan.
b. Saran-saran perbaikan
c. Temuan-temuan audit yang dapat dilaporkan
2. Pendekatan Untuk Mengonstruksi Temuan
3. Menambah Nilai
4. Tingkat Signifikansi
a. Temuan-temuan tidak signifikan
b. Temuan-temuan kecil
c. Temuan-temuan besar
5. Elemen-Elemen Temuan Audit
a. Latar Belakang
b. Kriteria
c. Kondisi
d. Penyebab
e. Dampak
f. Kesimpulan
g. Rekomendasi
6. Pembahasan Temuan
7. Pencatatan Temuan Audit
8. Keahlian Komunikasi
9. Penelaahan Pengawasan
10.Melaporkan Temuan Audit
11.Tindak Lanjut
a. Kecukupan tindakan perbaikan
b. Kewenangan dan status audit
B. DOKUMENTASI AUDIT
1. Pendahuluan
a. Pengertian kertas kerja
b. Fungsi kertas kerja
c. Dokumentasi

2. Ringkasan Kertas Kerja


a. Ringkasan segmen-segmen audit
b. Ringkasan statistic
c. Ringkasan rapat
d. Ringkasan program audit
e. Ringkasan temuan
3. Pemberian Indeks dan Referensi Silang
4. Kertas Kerja Pro Forma
5. Otomatisasi Kertas Kerja oleh Penyelia
6. Kertas Kerja Elektronik
7. Penelaahan Kertas Kerja oleh Penyelia
a. Laporan...
8. Kontrol atas Kertas Kerja
9. Contoh-Contoh Kertas Kerja
10.Menulis di Kertas Kerja saat Audit Berlangsung
11.Penyimpanan Kertas Kerja
12.Kepemilikan Kertas Kerja

Anda mungkin juga menyukai