Anda di halaman 1dari 5

COMPARING THE EFFECTIVENESS OF VERIFICATION AND

INQUIRY LABORATORIES IN SUPPORTING


UNDERGRADUATE SCIENCE STUDENTS IN CONSTRUCTING
ARGUMENTS AROUND SOSIOSCIENTIFIC ISSUES

RESUME
Untuk memenuhi tugas individu Matakuliah Penelitian dan
Pengembangan Pembelajaran Kimia yang dibina oleh Ibu Dra. Sri
Rahayu, M. Pd., Ph.D.

oleh:
Nuryana Wahyuning Sari
NIM 140331807185

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


PASCASARJANA
PROGRAM STUDI S2 PENDIDIKAN KIMIA

September 2015

Comparing The Effectiveness of Verification and Inquiry


Laboratories in Supporting Undergraduate Science
Students in Constructing Arguments Around
Sosioscientific Issues
(Jonathan Grooms, Victor Sampson and Barry Golden)

RESUME

Permasalahan Pendidikan Sains/Kimia


SSI adalah masalah yang sifatnya pelik atau kompleks yang solusinya sulit untuk
ditentukan dan sering membutuhkan koordinasi dari berbagai sudut pandang
masalah meliputi moral, politik, sosial, ekonomi, dan sains. Dia berpendapat
bahwa kurikulum dalam sains seharusnya mampu membantu siswa dalam
mengembangkan keterampilan yang mereka butuhkan untuk terlibat aktif dalam
kegiatan diskusi mengenai SSI. Meskipun banyak penelitian yang menyarankan
untuk menggunakan pendekatan SSI dalam kegiatan pembelajaran di kelas, pada
kenyataannya sebagian besar guru tidak menerapkan pendekatan ini di kelas.
Penerapan pembelajaran yang berbasis argumen (argument-based instruction)
dapat membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan dan kebiasaan
berpikir yang dibutuhkan untuk berpartisipasi dalam pembelajaran berbasis
argumen yang berhubungan dengan SSI. Argumentasi socioscientific berbeda
dengan argumentasi ilmiah karena melibatkan nilai-nilai moral, etika dan identitas
personal serta pemecahan masalah yang tidak dapat ditentukan hanya dengan
menggunakan bukti-bukti empiris. Meskipun demikian, terdapat tumpang tindih
antara keterampilan dan kebiasaan dalam berpikir yang digunakan untuk
menghasilkan argumentasi ilmiah dan argumentasi socioscientific, seperti
kemampuan dalam mengajukan, mengevaluasi, mengkritisi, dan memperbaiki
data dan bukti. Berdasarkan kajian tersebut, Grooms dkk melaksanakan penelitian
untuk menginvestigasi adanya tumpang tindih keterampilan dan kebiasaan
berpikir mahasiswa S1.

Metode/Pendekatan Penelitian yang Digunakan


Penelitian ini merupakan penelitian kuasi ekperimen, dengan menggunakan pra
dan pos intervensi, untuk menilai kualitas argumentasi siswa dalam menghadapi
SSI.
Manfaat Hasil Penelitian yang Diperoleh
Penelitian ini menunjukkan hasil identifikasi tren yang teramati tadi adalah hasil
pilihan siswa atau berhubungan dengan ketrampilan siswa dalam belajar yaitu
lebih menunjukkan siswa kebiasaan berfikir secara ilmiah sehingga argument
yang didapat lebih baik. Oleh sebab itu, dalam argument harus lebih sering
menggunakan penjelasan rasional yang dipilih valid dan dapat diterima.
Kemungkinan Penerapan Penelitian tersebut dalam
Konteks Indonesia
Dalam penerapannya, model ini lebih cocok dilakukan pada mahasiswa yang
memiliki kemampuan diatas rata-rata karena penelitian ini menuntut siswa untuk
berfikir kritis sesuai dengan pemikiran ilmiah. Contoh pada pembelajaran yang
berbasis inkuiri terbuka. Pembelajaran berbasis inkuiri terbuka dapat digunakan
untuk membiasakan siswa dalam pembelajaran berbasis argumen yang
keterampilan yang diperoleh dapat digunakan sebagai modal dalam mengikuti
pembelajaran berbasis SSI.s Namun dalam penerapannya sulit dilakukan untuk
merubah cara berfikir karena sejak lama tertanam dalam budaya belajar
tradisional yaitu guru sebagai sumber utama yang akibatnya mereka akan
mengalami kesulitan memecahkan suatu persoalan, bahkan dalam
mengungkapkan argument. Apalagi kemampuan siswa yang dibawah rata-rata
akan lebih mengalami kesulitan pada saat pembelajaran.
Kekuatan dan Kelemahan Penelitian dari Segi Metodologi
Berikut merupakan kekuatan dan kelemahan penelitian ditinjau dari segi
metodologi yang digunakan.
1. Kekuatan:

a. Model pembelajaran ADI memberikan siswa untuk ikut berdiskusi,


berdebat dan memberi kritikan kepada teman-teman mereka.
b. Siswa dibebaskan mencari sumber informasi yang dapat mendukung
argumentasi mereka
2. Kelemahan:
a. Pada tabel 1 dijelaskan ada 11 penyelidikan yang dilakukan baik pada
kelompok traditional maupun kelompok ADI. Namun pada kelompok ADI
hanya 6 penyelidikan yang menggunakan model ADI dan 5 penyelidikan
tidak menggunakan model ADI. Ini menimbulkan kebingungan dimana
seharusnya pada kelompok perlakuan, semua penyelidikan seharusnya
b.

menggunakan model pembelajaran ADI.


Rancangan penelitian quasi eksperimen dimaksudkan untuk
mengungkapkan hubungan sebab-akibat dengan cara melibatkan
kelompok kontrol dan kelompok eksperimental. Rancangan ini
mempunyai kelompok kontrol tetapi kelompok kontrolnya tidak berfungsi
sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi

pelaksanaan eksperimen.
c. Karakteristik awal subjek. Perbedaan hasil pada post intervensipada kedua
kelompok mungkin bukan hanya disebabkan oleh perlakuan, tetapi karena
sejak awal kedua kelompok tersebut sudah berbeda.