Anda di halaman 1dari 4

GENESA BAHAN GALIAN

0 comments

GENESA BAHAN GALIAN


Secara umum genesa bahan galian mencakup aspek-aspek keterdapatan, proses pembentukan,
komposisi, model (bentuk, ukuran, dimensi), kedudukan, dan faktor-faktor pengendali pengendapan
bahan galian (geologic controls).
Tujuan utama mempelajari genesa suatu endapan bahan galian adalah sebagai pegangan dalam
menemukan dan mencari endapan-endapan baru, mengungkapkan sifat-sifat fisik dan kimia
endapan bahan galian, membantu dalam penentuan (penyusunan) model eksplorasi yang akan
diterapkan, serta membantu dalam penentuan metoda penambangan dan pengolahan bahan galian
tersebut.

Beberapa Bahan Galian


Sumber daya minerals merupakan bagian dari sumber daya alam atau biasa disebut juga BAHAN
GALIAN , proses pembentukannya berlangsung dalam jangka waktu lama (jutaan tahun).
Keberadaannya jika dibandingkan dengan masa hidup di alam seperti manusia maka bahan galian
digolongkan kepada sumber daya alam yang tidak terbarukan (Un renewable).
Keberadan mineral yang berbentuk bahan galian di alam dijumpai dalam dua bentuk yaitu yang

pertama dalam bentuk ASLI nya atau native element, serta bahan galian tersebut dapat langsung
diambil serta digunakan untuk keperluan manusia, sedangkan bentuk kedua berbentuk SENYAWA
dengan unsur lain, serta untuk mendapatkan mineral yang diinginkan bahan galian tersebut harus
diolah lebih dahulu.
Berdasarkan jenisnya BAHAN GALIAN secara garis besar digolongkan menjadi 4 jenis, yaitu :
1. Bahan Galian LOGAM
a. Logam Mulia ( Au, Ag, Pt dan Hg )
b. Logam Besi ( Fe, Ni, Mn, Cr, Wo dan Mo )
c. Logam Bukan Besi ( Sn, Al, Cu, Pb, Zn, Bi, Sb dan Ti )
d. Mineral Jarang (Cr, Co, Mg)
2. Bahan Galian BUKAN LOGAM
a. Mineral Industri
b. Batu Mulia
3. Bahan Galian BATUAN / Konstruksi
4. Bahan Galian RADIO AKTIF
a. Uranium
b. Rhadium, Thorium dll

Berdasarkan UU PMB Nomor 4 Tahun 2009, Tgl 12 Januari 2009


GENESA BAHAN GALIAN
Emas (Au), Mineral Emas dialam bijihnya dapat diperoleh sebagai emas murni (Native Gold) ,
Elektum (Au,Ag). Biasanya emas terdapat dalam cebakan pada berbagai macam batuan seperti
batuan sedimen, batuan volkanik, batuan beku dan batuan metamorf.
Perak (Ag), kebanyakan perak berasal dari cebakan hidrotermal tipe pengisian ( Fisure filling) pada
urat-urat (Vein) .
Platina (Pt), Bijih platina terjadi secara konsentrasi magmatik didalam batuan beku ultra basa. Bijih
platina placer (Endapan sekunder) terbentuk karena proses pengendapan kembali dari hasil
pelapukan / erosi terhadap endapan bijih primer.
Air Raksa (Hg), hampir semua bijih air raksa terjadi dari larutan hydrothermal sebagai aktifitas
pengisi rongga (Cavity Filling) dan alih tempat (Replacement).

Bauksit (Al), bijih bauksit terjadi karena proses pelapukan (Residual Concentration ) dari batuan
yang kaya akan mineral feldspar atau mineral alumina silikat lainnya. Adapun batuan induknya
tersebut antara lain Granit, Granodiorit, Syenit, Dasit , Riolit dll.
Besi (Fe), bijih besi seperti logam yang lainnya terbentuknya akibat proses magmatik, kontak
metasomatik dan replacemen. Bijih besi yang didapat dialam antara lain Magnetit, Hematit, Pirit dan
Siderit.
Tembaga (Cu), Hampir sebagian besar cebakan Tembaga terjadi dari Proses larutan Hidrothermal,
dengan tipe alih tempat (Replacemen) dan pengisian rongga (Cavity filling) pada batuan beku,
sedimen maupun metamorf.
Timah Hitam (Pb), Dialam timah hitam selalu bersosiasi dengan mineral seng, yang terjadi karena
proses hydrothermal suhu rendah dengan type endapan pengisian rongga ( Cavity filling ) dan alih
tempat (Replacemen ). Bahan tambangnya di alam antara lain didapat sebagai mineral Galena,
Serusit dan Anglesit.
Antimoni (Sb), Kebanyakan bijih antimoni terjadi dari larutan Hidrothermal temperatur rendah dan
dangkal, mengisi celah-celah dan rongga-rongga yang bentuknya tak beraturan. Beberapa endapan
primer telah mengalami pengayaan oleh residu pelapukan, membentuk bijih oksida.
Mangan (Mn), Kebanyakan endapan mangan yang prospek merupakan endapan sedimenter dan
residual. Secara primer bisa terjadi akibat proses Hidrothermal dan Metamorfosa (Malihan ).
Barit , Secara primer merupakan hasil endapan larutan hydrothermal dalam bentuk pengisian
rekahan (Fissure filling), pengisian antar breksi (Breccia filling) atau merupakan hasil alih tempat
(Replacemen deposits).
Feldspar, Mineral feldspar merupakan mineral pembentuk batuan beku terutama batuan beku
dalam, terjadi selama proses kristalisasi magma baik melalui proses pneumatolitic ataupun proses
hydrothermal dalam urat pegmatite.
Garam Alam, Yodium atau Garam Alam sebagai bahan galian berasosiasi dengan cekungan minyak
bumi dan gas bumi ataupun pada mata air garam. Biasanya Yodium berasosiasi dengan Bromium.
Batugamping, Batugamping terjadinya dilaut karena proses biologi, yakni sisa-sisa binatang laut
seperti koral, foram, kerang yang mati dan terkumpul . Atau karena proses kimiawi yakni
pengendapan secara kimiawi larutan-larutan karbonat yang terbawa sungai kelaut dan pada
kedalaman tertentu mengendap.

Kalsit, Kalsit biasa terdapat dalam batugamping atau batuan sedimen lainnya yang merupakan hasil
rekristalisasi larutan kalsium karbonat dari batugamping atau batuan karbonat lainnya, mengisi
celah-celah atau goa didalam tanah.
Batu Sabak, Terjadi akibat proses metamorfosa regional pada batuan sedimen (Batu lanau dan Batu
Lempung) dan mengakibatkan kekerasannya cukup tinggi.
Intan (C), Terjadinya karena proses metamorfosa dibawah permukaan bumi yang sangat dalam
sekali. Intan Primer terdapat sebagai Xenocryst pada batuan Kimberlit. Endapan Intan
Placer/Alluvial terjadi karena Rework dari endapan primer.
Agate, Agate merupakan kelompok Kalsedon atau mineral yang terjadi oleh pembekuan larutan
magma yang mengisi rekahan (Cavity filling) dan urat-urat (Vein) batuan.

Isya Ansyari blog http://learnmine.blogspot.com/2013/05/genesa-bahan-galian.html#ixzz3ELYkxAed


semoga bermanfaat
Follow us: @_ansyari_ on Twitter | learnmine.blogspot on Facebook

Anda mungkin juga menyukai