Anda di halaman 1dari 10

TUGAS MATA KULIAH MIKROBIOLOGI

DISUSUN GUNA MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH MIKROBIOLOGI


Dosen Pengampu :
Oleh

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2012

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Bioteknologi adalah terapan biologi yang melibatkan displin ilmu mikrobilogi,
biokimia, komputer, kimia, matematika genetika, biologi molekuler dan sebagainya.
Definisi bioteknologi secara klasik atau konvensional adalah teknologi yang
memanfaatkan agen hayati atau bagian-bagiannya untuk menghasilkan barang dan
jasa dalam skala industri untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sedangkan jika
ditinjau secara modern, bioteknolofi adalah pemanfaatan agen hayati atau bagianbagian yang sudah direkayasa secara in vitro untuk mrenghasilkan barang dan jasa
pada skala industri.
Bioteknologi dikembangkan untuk meningkatkan nilai bahan mentah dengan
memanfaatkan kemampuan mikroorganisme atau bagian-bagiannya misalnya bakteri
dan kapang. Selain itu bioteknolog juga memanfaatkan sel tumbuhan atau sel hewan
yang dibiakkan sebagai bahan dasar sebagai proses industri.
Dewasa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negara negara
maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal
rekayasa genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, pengembangbiakan sel induk,
kloning, dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh
penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat
disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS. Penelitian di bidang pengembangan sel
induk juga memungkinkan para penderita stroke ataupun penyakit lain yang
mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh dapat sembuh seperti
sediakala. Di bidang pangan, dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika,
kultur jaringan dan DNA rekombinan, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan
produk unggul karena mengandung zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman
biasa, serta juga lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan. Penerapan
bioteknologi pada masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup
dari polusi. Sebagai contoh, pada penguraian minyak bumi yang tertumpah ke laut
oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di sungai atau laut
dengan menggunakan bakteri jenis baru.
B. TUJUAN

Tujuan pembahasan mengenai bioteknologi ini adalah sebagai berikut :


1.
2.
3.
4.

Mengetahui manfaat bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari.


Mengetahui peran mikrobiologi dalam bioteknologi.
Mengetahui macam-macam bioteknologi.
Mengetahui dampak dari pemanfaatan bioteknologi.

BAB II
PEMBAHASAN
Bioteknologi dapat diartikan sebagai pemanfaatan prinsip-prinsip ilmiah dan teknologi
dengan menggunakan makhluk hidup sebagai alat bantu untuk menghasilkan produk atau
jasa guna kepentingan manusia. Bioteknologi bukanlah suatu disiplin ilmu melainkan
penerapan ilmu (suatu teknik dalam biologi).
Ciri-ciri utama bioteknologi antara lain :
-

Adanya aBen biologi berupa mikroorganisme, tumbuhan atau hewa


Adanya pendayagunsan secara teknologi dan industri
Produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan pemurnian
Pemanfaatan makhluk hidup untuk menghasilkan produk atau jasa sudah banyak

dilakukan sejak dulu. Di Indonesia, orang telah lama mengenal proses pembuatan tape, tuak
dan tempe dengan menggunakan mikroorganisme.
1. Pemanfaatan Bioteknologi dalam Kehidupan Sehari-hari
Bioteknologi dalam bidang pertanian
Sebagai negara tropis dan sebagian penduduk mempunyai mata pencaharian
pertanian, maka peran bioteknologi sangat diharapkan untuk meningkatkan produktifitas,
mutu, dan mengurangi biaya produksi serta menciptakan produk, adana produksi yang ramah
lingkungan.
Perkembangan Biologi Molekuler memberikan sumbangan yang besar terhadap
kemajuan ilmu pemuliaan ilmu tanaman (plant breeding). Suatu hal yang tidak dapat
dipungkiri bahwa perbaikan genetis melalu pemuliaan tanaman konvemsional telah
memberikan kontribusi yng sangat besar dalam penyediaan pangan dunia. Kemudian, dengan
cara memanfaatkan mikroorganisme dalam fiksasi nitogen yang dapat membuat pupuknya
sendiri sehingga dapat menguntungkan pada petani. Demikian pula terciptanya tanaman yang
tahan terhadap tanah gersang. Mikroba yang di rekayasa secara genetik dapat meningkatkan
hasil panen pertanian, demikian juga dalam cara lain, seperti meningkatkan kapasitas
mengikat nitrogen dari bacteri Rhizobium.
Masalah lain yang dihadapi oleh para petani adalah mengenai hama tanaman. Namun,
sekarang telah diperoleh cara yang lebih efektif lagi untuk membasmi hama. Pada saat ini
sudah dikembangkan tanaman transgenik yang resisten terhadap hama. Tanaman transgenik

diperoleh dengan cara rekayasa genetika. Gen yang mengkode pembentukan protein toksin
yang dimiliki oleh B. Thuringiensis dapat diperbanyak dan disisipkan ke dalam sel beberapa
tanaman budidaya. Dengan cara ini, diharapkan tanaman tersebut mampu menghasilkan
protein yang bersifat toksis terhadap serangga sehingga pestisida tidak diperlukan lagi.
Selain itu, bioteknologi dalam bidang pertanian dapat dilakukan dalam hal perbanyakan
tanaman atau sering disebut dengan kultur jaringan. Sifat totipotensial tanaman, dapat
diterapkan untuk kultur jaringan. Kultur jaringan (sel) adalah mengkultur/membiakkan
jaringan (sel) untuk memperoleh individu baru.
Manfaat atau Keunggulannya :
1. Bibit (hasil) yang didapat berjumlah banyak dan dalam waktu yau~g singkat
2. Sifat identik dengan induk
3. Dapat diperoleh sifat-sifat yang dikehendaki
4. Metabolit sekunder tanaman segera didapat tanpa perlu menunggu tanaman dewasa
Bioteknologi dalam bidang lingkungan
Dengan banyaknya aktifitas industri dan kerusakan lingkungan selama lebih 20 tahun
terakhir ini. Pengembangan bioteknologi ke depan mempunyai tugas untuk merehabiliasi
kerusakan alam, membersihkan segala jenis pencemaran dan mengurangi dampak kerusakan.
Bioteknologi dakam bidang ini dapat dimanfaatkan dalam proses pengolahan limbah,
baik sampah maupun limbah cair. Misalnya, pencemaran oleh minyak, dimana strain-strain
Pseudomorms mengkonsumsi hidrokarbon. Rekayasa genetik membentuk bakteri super
yang mengandung empat jenis plasmid pembawa gen untuk konsumsi hidrokarbon tersebut.
Kemudian, untuk limbah organik dapat diuraikan oleh bakteri aerob atau anaerob.
Bioteknologi dalam bidang industri
Bioteknologi dalam bidang kesehatan
Bioteknologi dalam bidang produksi pangan
2. Dampak Penggunaan Bioteknologi
Dampak terhadap kesehatan
Produk-produk hasil rekayasa genetika memiliki resiko potensial
sebagai berikut:
a. Gen sintetik dan produk gen baru yang berevolusi dapat menjadi
racun dan atau imunogenik untuk manusia dan hewan.
b. Rekayasa genetik tidak terkontrol dan tidak pasti, genom
bermutasi dan bergabung, adanya kelainan bentuk generasi
karena racun atau imunogenik, yang disebabkan tidak stabilnya
DNA rekayasa genetik.
c. Virus di dalam sekumpulan genom yang menyebabkan penyakit
mungkin diaktifkan oleh rekayasa genetik.
d. Penyebaran gen tahan antibiotik pada patogen oleh transfer gen
horizontal, membuat tidak menghilangkan infeksi.

e. Meningkatkan transfer gen horizontal dan rekombinasi, jalur


utama penyebab penyakit.
f. DNA rekayasa genetik dibentuk untuk menyerang genom dan
kekuatan sebagai promoter sintetik yang dapat mengakibatkan
kanker dengan pengaktifan oncogen (materi dasar sel-sel
kanker).
g. Tanaman rekayasa genetik tahan herbisida mengakumulasikan
herbisida dan meningkatkan residu herbisida sehingga meracuni
manusia dan binatang seperti pada tanaman.
Dampak terhadap lingkungan
Pelepasan organisme-organisme transgenik ke alam telah
menimbulkan dampak berupa pencemaran biologis di lingkungan
kita, antara lain :
1. Tidak ada perluasan lahan, sebaliknya lahan kedelai rekayasa
genetik menurun sampai 20 persen dibandingkan dengan kedelai
non-rekayasa genetik.
2. Tanaman rekayasa genetik merusak kehidupan liar, sebagaimana
hasil evaluasi pertanian Kerajaan Inggris.
3. Area hutan yang luas hilang menjadi kedelai rekayasa genetik di
Amerika Latin.
4. Pangan dan pakan rekayasa genetik berkaitan dengan adanya
kematian dan penyakit di lapangan dan di dalam tes
laboratorium.
5. Herbisida round up mematikan katak, meracuni plasenta manusia
dan sel embrio.
6. Kontaminasi transgen tidak dapat dihindarkan. Ilmuwan
menemukan penyerbukan tanaman rekayasa genetik pada nonrekayasa genetik sejauh 21 kilometer.
Dampak terhadap etika moral
Penyisipan gen makhluk hidup lain yang tidak berkerabat
dianggap telah melanggar hukum alam dan kurang dapat diterima
oleh masyarakat. Pemindahan gen manusia ke dalam tubuh hewan
dan sebaliknya sudah mendapatkan reaksi keras dari berbagai
kalangan. Permasalahan produk-produk transgenik tidak berlabel,
membawa konskuensi bagi kalangan agama tertentu. Terlebih lagi
teknologi kloning yang akan dilakukan pada manusia. Bioteknologi
yang berkaitan dengan reproduksi manusia sering membawa
masalah baru, karena masyarakat belum menerimanya.
Dampak ekonomi
Terdapat suatu kecenderungan bahwa bioteknologi tidak
terlepas dari masalah ekonomi. Masalah ekonomi tersebut terlihat
dari adanya hak paten bagi produk-produk hasil rekayasa genetik,
sehingga penguasaan bioteknologi hanya pada lembaga-lembaga
tertentu saja. Hal ini memaksa petani-petani kecil untuk membeli
bibit kepada perusahaan perusahaan yang memiliki hak paten.
Produk Bioteknologi dapat merugikan peternak-peternak tradisional
seperti pada kasus penggunaan hormon pertubuhan sapi hingga
naik sebesar 20%. hormon tersebut hanya mampu dibeli oleh

perusahaan peternakan yang bermodal besar. Hal tersebut


menimbulkan suatu kesenjangan ekonomi.
3. Cara Menyikapi Dampak Negatif Bioteknologi
Perlu adanya tindakan-tindakan untuk menanggulangi meluasnya dampak
negatif bioteknologi, antara lain sebagai berikut: Sejak Stanley Cohen
melakukan rekombinasi DNA tahun 1972, telah dikeluarkan peraturan agar
ada ijin atau rekomendasi sebelum para pakar melakukan rekombinasi. Ini
dilakukan agar rekombinasi DNA yang dilakukan tidak digunakan untuk
tujuan yang negatif.
a. Pemerintah Amerika Serikat melarang cloning manusia apapun
alasannya. Namun tidak semua negara mempunyai peraturan
seperti Amerika Serikat. Seperti Singapura, tidak melarang cloning
tersebut.
b. Undang-undang yang melarang pembuatan senjata biologis yang
berlaku untuk semua negara di dunia.
c. Selain undang-undang dan peraturan, prosedur kerja di
laboratorium telah membatasi kemungkinan terjadinya dampak
negatif. Misalnya kondisi laboratorium harus suci hama (aseptik),
limbah yang keluar dari laboratorium diolah terlebih dahulu.
d. Pengawasan dan pemberian sertifikasi bahwa produk-produk yang
berlabel bioteknologi tidak menyebabkan gangguan pada kesehatan
manusia.
e. Penerapan bioteknologi harus tetap berdasarkan nilai-nilai moral
dan etika karena semua makhluk hidup mempunyai kepentingan
yang sama dalam menjaga "ekosistem manusia"
f. Penegakkan di bidang hukum dengan jalan menaati UU No.12 tahun
1992 tentang sistem budidaya pertanian, dan UU No.4 tahhun 1994
tentang pengesahan konvensi PBB mengenai keanekaragaman
hayati. Bagian penjelasan umum, sub bab Manfaat Konvensi butir 6
menyatakan bahwa "pengembangan dan penaanganan bioteknologi
agar Indonesia tidak dijadikan ajang ujicoba pelepasan GMO oleh
negara lain.
g. Pada tingkat nasional, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan
surat keputusan bersama (SKB) Nomor
998.I/Kpts/OT.210/9/99;790.a/KptsXI/1999;1145A/MENKES/SKB/IX/1999;015A/Meneg PHOR/09/1999
tentang Keamanan Hayati dan Keamanan Pangan Produk Pertanian
Hasil Rekayasa Genetika Tanaman. Surat Keputusan bersama
tersebut melibatkan Menteri Pertanian, Menteri Kehutanan dan
Perkebunan, Menteri Kesehatan, dan Menteri Negara Pangan dan
Hortikultura. Dalam keputusan tersebut mengharuskan adanya
pengujian tanaman pangan hasil rekayasa genetika sebelum
dikomersialkan sesuai standar protokol WHO. Standar protokol WHO
tersebut meliputi uji toksisitas, alergenitas, dan kandungan nutrisi.
h. Pada tingkat internasional, pemerintah Amerika Serikat misalnya
telah membentuk badan khusus yang bernama FDA (Food and
Drugs Administration). FDA bertugas menangani keamanan pangan,
termasuk produk rekayasa genetika. Badan ini telah membuat

pedoman keamanan pangan yang bertujuan untuk memberikan


kepastian bahwa produk baru termasuk hasil rekayasa genetika,
harus aman untuk dikonsumsi sebelum dikomersialkan. Badan
Internasional Food and Agriculture Organization (FAO) juga telah
mengeluarkan beberapa petunjuk rekomendasi mengenai
bioteknologi dan keamanan pangan. Beberapa rekomendasi yang
dikeluarkan FAO adalah sebagai berikut :
Pengaturan keamanan pangan yang komprehensif sehingga
dapat melindungi kesehatan konsumen. Setiap negara harus
dapat menempatkan peraturan tersebut seimbang dengan
perkembangan teknologi.
Pemindahan gen dari pangan yang menyebabkan alerg
hendaknya dihindari kecuali telah terbukti bahwa gen yang
dipindahkan tidak menunjukkan alergi.
Pemindahan gen dari bahan pangan yang mengandung alergen
tidak boleh dikomersialkan.
Senyawa alergen pangan dan sifat dari alergen yang
menetapkan kekebalan tubuh dianjurkan untuk diidentifikasi.
Negara berkembang harus dibantu dalam pendidikan dan
pelatihan tentang keamanan pangan yang ditimbulkan oleh
modifikasi genetika.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
B. SARAN