Anda di halaman 1dari 15

PENGUJIAN EFEK ANTIDEPRESI

I.

TUJUAN PERCOBAAN
Dapat mengetahui sampai sejauh mana aktivitas obat antidepresi pada hewan
percobaan mencit putih jantan

II.

PRINSIP PERCOBAAN
Berdasarkan efek antidepresan yang ditimbulkan pada aktivitas hewan
percobaan mencit putih jantan.

III.

TEORI DASAR
Pada penyakit psikis terjadi gangguan neurotransmitter, teutama pada
monoamine aromatic yaitu dopamine, noradrenalin dan serotonin.
Psikofarmaka akan berinteraksi dengan penghantar rangsang fisiologik
dan akan bekerja pada pengaturan saraf sehingga kesetimbangan
neurotransmitter

yang terganggu

akan diperbaiki,tidak

mempunyai

kemampuan untuk menyembuhkan penyakit psikis,hanya mempengaruhi


gejala tujuan tertentu seperti halusinasi
Depresi adalah suatu kondisi medis-psikiatris dan bukan sekedar suatu
keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan
terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai
suatu Gangguan Depresi. Beberapa gejala gangguan depresi adalah perasaan
sedih, rasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa, hilang
minat dan semangat, malas beraktivitas, dan gangguan pola tidur. Gejalanya
tidak disebabkan oleh kondisi medis, efek samping obat, atau aktivitas
kehidupan. Kondisi yang cukup parah menyebabkan gangguan klinis yang
signifikan atau perusakan dalam keadaan sosial, pekerjaan, atau bidangbidang penting lainnya.
Pengobatan untuk gangguan cemas dan gangguan depresi perlu meliputi
ketiga aspek yang mempengaruhi kejiwaan seseorang. Pendekatan biologis,
psikologis dan sosial (termasuk spiritual) adalah hal yang tidak bisa
dilepaskan pada pengobatan pasien-pasien tersebut.
Antidepresan merupakan obat-obat yang efektif pada pengobatan
depresi, meringankan gejala gangguan depresi, termasuk penyakit psikis

yang dibawa sejak lahir. Antidepresan digunakan untuk tujuan klinis dalam
sejumlah indikasi termasuk:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Untuk mengurangi perasaan gelisah, panik, dan stres.


Meringankan insomnia
Untuk mengurangi kejang/ serangan dalam perawatan epilepsi.
Menyebabkan relaksasi otot pada kondisi ketegangan otot.
Untuk menurunkan tekanan darah dan atau denyut jantung.
Untuk meningkatkan mood dan atau meningkatkan kesupelan

JENIS ANTIDEPRESAN
1.
2.
3.
dan

antidepresan trisiklik (ATS)


inhibitor monoamine oksidase (MAOI)
inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI)
sekelompok antidepresan lain yang tidak termasuk tiga kelas pertama.

Indikasi klinis utama untuk penggunaan antidepresan adalah penyakit


depresif mayor. Obat ini juga berguna dalam pengobatan gangguan panik,
gangguan ansietas (cemas) lainnya dan enuresis pada anak-anak. Berbagai
riset terdahulu menunjukkan bahwa obat ini berguna untuk mengatasi
gangguan deficit perhatian pada anak-anak dan bulimia serta narkolepsi.
Anti deprasan seperti amitriptilin juga memiliki efek anti kejang.
Golongan ini digunakan pada pasien yang depresi dan juga mengalami
kecemasan, atau untuk penggunaan jangka lama dimana dikhawatirkan
timbul ketergantungan bila menggunakan benzodiazepine. Inhibitor MAO
seperti meclobemid sangat berguna pada pasien depresi dengan fobia.
Selektif

serotonin

reuptake

inhibitor

(SSRI)

seperti citaloram bisa

digunakan untuk serangan panic. Antidepresan Trisiklik adalah sejenis obat


yang digunakan sebagai antidepresan sejak tahun 1950an. Dinamakan
trisiklik karena struktur molekulnya mengandung 3 cincin atom.
Mekanisme

kerja

ATS

tampaknya

mengatur

penggunaan

neurotransmiter norepinefrin dan serotonin pada otak. Manfaat Klinis


dengan riwayat jantung yang dapat diterima dan gambaran EKG dalam
batas normal, terutama bagi individu di atas usia 40 tahun, ATS aman dan
efektif dalam pengobatan penyakit depresif akut dan jangka panjang. Reaksi
yang merugikan dan pertimbangan keperawatan, perawat harus mampu
mengetahui efek samping umum dari anti depresan dan mewaspadai efek

toksik serta pengobatannya. Obat ini menyebabkan sedasi dan efek samping
antikolinergik, seperti mulut kering, pandangan kabur, konstipasi, retensi
urine,

hipotensi

ortostatik,

kebingungan

sementara, takikardia,

dan

fotosensitivitas. Kebanyakan kondisi ini adalah efek samping jangka pendek


dan biasa terjadi serta dapat diminimalkan dengan menurunkan dosis obat.
Efek samping toksik termasuk kebingungan, konsentrai buruk, halusinasi,
delirium, kejang,depresi pernafasan, takikardia,bradikardia dan koma.
Contoh obat obatan yang tergolong antidepresan trisiklik diantaranya
adalah amitriptyline, amoxapine, imipramine, loferamine, iprindole,
protriptyline dan trimipramine.
Selektif serotonin reuptake inhibitor (SSRI)
Diduga SSRI meningkatkan 5-HT di celah sinaps, pada awalnya akan
meningkatkan aktivitas autoreseptor yang justru menghambat pelepasan 5HT sehingga kadarnya turun dibanding sebelumnya. Tetapi pada pemberian
terus menerus autoreseptor akan mengalami desensitisasi sehingga hasilnya
5-HT akan meningkat dicelah sinaps di area forebrain yang menimbulkan
efek terapetik. Contoh obat-obat yang tergolong SSRI diantaranya
adalah fluoxetine, paroxetine, dan sertraline
Monoamine oxidase inhibitor (MAO inhibitor)
MAOIs secara nonselektif mengeblok MAO A dan B isoenzym dan
memiliki efek antidepresan yang mirip dengan antidepresan trisiklik.
Namun, MAOIs bukan obat pertama terapi antidepresan karena pasien yang
menerima harus disertai dengan diet rendah tiramin untuk mencegah krisis
hipertensi karena MAOIs membawa resiko interaksi obat dengan obat lain.
MAOI tidak bersifat spesifik dan akan menurunkan metabolisme
barbiturate, analgesic opioid dan alkohol. Meclobamid menghambat MAO
A secara selektif dan reversible, relative aman dengan efek samping utama
pusing,

insomnia

dan

mual.

Contoh

obat-obat

MAOIs

diantaranya phenelzine, dan tranylcypromine.


Yang harus diperhatikan saat Anda mengkonsumsi antidepresan:

1. Pastikan dokter tahu tentang masalah kesehatan pasien yang lainnya


agar ia tahu apakah obat yang akan dipengaruhinya bisa
mempengaruhi penyakit yang lain atau tidak.
2. Jangan mengkonsumsi obat lain tanpa berbicara dengan dokter
terlebih dahulu.
3. Jangan minum alkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang

Penyebab suatu kondisi depresi meliputi:


a. Faktor organobiologis karena ketidakseimbangan neurotransmiter di
otak terutama serotonin
b. Faktor psikologis karena tekanan beban psikis, dampak pembelajaran
perilaku terhadap suatu situasi sosial
c. Faktor sosio-lingkungan misalnya karena kehilangan pasangan hidup,
kehilangan pekerjaan, paska bencana, dampak situasi kehidupan seharihari lainnya
Menurut Diagnostic and Statistical Manual IV - Text Revision (DSM IVTR) (American Psychiatric Association, 2000), seseorang menderita
gangguan depresi jika: A. Lima (atau lebih) gejala di bawah telah ada
selama periode dua minggu dan merupakan perubahan dari keadaan biasa
seseorang; sekurangnya salah satu gejala harus (1) emosi depresi atau (2)
kehilangan minat atau kemampuan menikmati sesuatu.
1. Keadaan emosi depresi/tertekan sebagian besar waktu dalam satu hari,
hampir setiap hari, yang ditandai oleh laporan subjektif (misal: rasa
sedih atau hampa) atau pengamatan orang lain (misal: terlihat seperti
ingin menangis).
2. Kehilangan minat atau rasa nikmat terhadap semua, atau hampir semua
kegiatan sebagian besar waktu dalam satu hari, hampir setiap hari
(ditandai oleh laporan subjektif atau pengamatan orang lain)
3. Hilangnya berat badan yang signifikan saat tidak melakukan diet atau
bertambahnya berat badan secara signifikan (misal: perubahan berat
badan lebih dari 5% berat badan sebelumnya dalam satu bulan)

4. Insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari


5. Kegelisahan atau kelambatan psikomotor hampir setiap hari (dapat
diamati oleh orang lain, bukan hanya perasaan subjektif akan
kegelisahan atau merasa lambat)
6. Perasaan lelah atau kehilangan kekuatan hampir setiap hari
7. Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah yang berlebihan atau
tidak wajar(bisa merupakan delusi), dan mengganggap bahwa sumber
dari setiap masalah adalah dirinya
8. Berkurangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, atau sulit
membuat keputusan, hampir setiap hari (ditandai oleh laporan subjektif
atau pengamatan orang lain)
9. Berulang-kali muncul pikiran akan kematian (bukan hanya takut mati),
berulang-kali muncul pikiran untuk bunuh diri tanpa rencana yang jelas,
atau usaha bunuh diri atau rencana yang spesifik untuk mengakhiri
nyawa sendiri
Gejala-gejala tersebut juga harus menyebabkan gangguan jiwa yang
cukup besar dan signifikan sehingga menyebabkan gangguan nyata dalam
kehidupan sosial, pekerjaan atau area penting dalam kehidupan seseorang.
Cara menanggulangi depresi berbeda-beda sesuai dengan keadaan
pasien, namun biasanya merupakan gabungan dari farmakoterapi dan
psikoterapi atau konseling. Dukungan dari orang-orang terdekat serta
dukungan spiritual juga sangat membantu dalam penyembuhan.

DIAZEPAM
Diazepam adalah obat anti cemas dari golongan benzodiazepin, satu
golongan dengan alprazolam (Xanax), klonazepam, lorazepam, flurazepam,
dll.

Diazepam dan benzodiazepin lainnya bekerja dengan meningkatkan efek


GABA (gamma aminobutyric acid) di otak. GABA adalah neurotransmitter
(suatu senyawa yang digunakan oleh sel saraf untuk saling berkomunikasi)
yang menghambat aktifitas di otak. Diyakini bahwa aktifitas otak yang
berlebihan

dapat

menyebabkan

kecemasan

dan

gangguan

jiwa

lainnya.Diazepam tidak boleh dijual bebas, tetapi harus melalui resep


dokter.
Diazepam terutama digunakan untuk terapi konvulsi rekuren, misalnya
status epileptikus. Obat ini juga bermanfaat untuk terapi bangkitan parsial
sederhana misalnya bangkitan klonik fokal dan hipsaritmia yang refrakter
terhadap terapi lazim. Diazepam dapat efektif pada bangkitan lena karena
menekan 3 gelombang paku dan ombak yang terjadi dalam 1 detik.
Untuk mengatasi bangkitan status epileptikus, disuntikkan 5-20 mg
diazepam IV secara lambat. Dosis ini dapat diulang seperlunya dengan
tenggang waktu 15-20 menit sampai beberapa jam. Diazepam dapat
mengendalikan 80-90 % pasien bangkitan rekuren.
Efek samping diazepam yang paling sering adalah mengantuk, lelah, dan
ataksia (kehilangan keseimbangan). Walaupun jarang, diazepam dapat
menyebabkan reaksi paradoksikal, kejang otot, kurang tidur, dan mudah
tersinggung. Bingung, depresi, gangguan berbicara, dan penglihatan ganda
juga merupakan efek yang jarang dari diazepam. Efek samping obat ini
berat dan berbahaya yang menyertai penggunaan diazepam IV ialah
obstruksi saluran nafas oleh lidah, akibat relaksasi otot. Disamping ini dapat
terjadi depresi nafas sampai henti nafas, hipotensi , henti jantung, dan
kantuk.
Diazepam dapat menyebabkan ketergantungan, terutama jika digunakan
dalam dosis tinggi dan dalam jangka waktu lama. Pada orang yang
mempunyai ketergantungan terhadap diazepam, penghentian diazepam
secara tiba-tiba dapat menimbulkan sakau (sulit tidur, sakit kepala, mual,
muntah, rasa melayang, berkeringat, cemas, atau lelah). Bahkan pada kasus
yang lebih berat, dapat timbul kejang. Oleh karena itu, setelah penggunaan

yang lama, diazepam sebaiknya dihentikan secara bertahap, dan sebaiknya


di bawah pengawasan dokter.

IV.

ALAT DAN BAHAN


1. Syring 1 mL
2. Tabung silinder gelas tinggi 20 cm , diameter 10 cm
3. Timbangan mencit
4. NaCl Fisologis
5. Mencit putih jantan
6. Diazepam 5 mg

V.

PROSEDUR
Pada percobaan ini digunakan tabung silinder gelas dengan tinggi 20 cm

dan diameter 10 cm yang berisi air dengan ketinggian sekitar

1
3

pada

suhu 250C. setiap kelompok diberi masing masing 5 ekor mencit, pada
masing masing mencit dimasukkan ke dalam tabung silinder kaca yang
tadi telah disiapkan selama 2 x 3 menit dan dibiarkan berenang untuk
mengadaptasikan diri dengan lingkungan. Lalu mencit tadi keringkan
dengan menggunakan tissue sampai benar benar kering.
Lalu dilakukan tes berenang dilakukan terhadap mencit yang dibagi
menjadi tiga kelompok yaitu kelompok control negatif, kelompok obat uji
diazepam 5 mg dan kelompok obat uji diazepam 10 mg.lalu masing
masing mencit diberikan diberikan obat uji secara ontraperitonial dan 30
mrnit kemudian mencit dimasukkan ke dalam tabung silinder yang berisi air.
Mencit akan berenang secara aktif. Pada saat saat tertentu mencit akan
menunjukkan sikap yang pasif , sama sekali tidak bergerak menunjukkan
bahwa mencit tersebuut mengalami keputusaan yang dianggap menyerupai
keadaan depresi.
Pada saat itu , lamanya mencit tidak bergerak dicatat setiap 3 menit
selama waktu pengamatan 15 menit.
Dta dianalisis berdasarkan analisis varians dan untuk mengetahui
perbedaan yang akan perlakuan bahan uji dan control data dianalisis dengan
students test. Data yang disajikan dalam bentuk table atau grafik.

VI.

DATA PENGAMATAN
Kontrol (-)
Mencit ke-/Bobot

t 3'

Jumlah Gerakan
t 6'
t 9'
t 12'

t 15'

Jumlah

1 = 19,08 gr
2 = 20,44 gr
3 = 18,02 gr
4 = 16,70 gr
5 = 17,95 gr

180
66
115
403
92

207
60
98
318
61

182
59
64
246
87

148
65
52
186
49

145
52
53
108
20

Rata-Rata

171,2

148,8

127,6

100

75,6

t 15'

U1= Diazepam 5mg


Mencit ke-/Bobot

t 3'

Jumlah Gerakan
t 6'
t 9'
t 12'

1 = 22,27 gr
2 = 19,43 gr
3 = 20,14 gr
4 = 20,48 gr
5 = 20,98 gr

271
183
240
265
237

258
40
162
264
186

254
29
155
263
83

219
5
134
255
71

208
0
122
165
32

Rata-Rata

239,2

182

156,8

136,8

105,4

Jumlah Gerakan
t 6'
t 9'
t 12'
46
10
8
16
8
23
93
36
8
18
15
12
15
8
6
37,6
15,4
11,4

t 15'
6
13
6
11
6
8,4

U2= Diazepam 10mg


Mencit ke-/Bobot
1 = 23,08 gr
2 = 23,97 gr
3 = 20,70 gr
4 = 22,78 gr
5 = 19,54 gr
Rata-Rata

t 3'
59
15
145
28
38
57

623,2
Jumlah

820,2
Jumlah

129,8

A. KONTROL NEGATIF ( - )
Perhitungan Bobot
a.

19,08 g
0,5=0,48
ml
20 g

b.

20,44 g
0,5=0,51
ml
20 g

c.

18,02 g
0,5=
0,45 ml
20 g

d.

16,70 g
0,5=0,42ml
20 g

e.

17,95 g
0,5=0,45 ml
20 g

B. U1 = Diazepam 5mg
1. Perhitungan dosis Diazepam 5mg :
Diazepam 5mg = 5mg x 0,0026 = 0,013 mg/0,5 ml untuk 20gr mencit
Bobot tablet diazepam 5mg = 270 mg
Maka diazepam 5mg =

270 mg
5 mg

x 0,013 mg

= 0,702 mg/0,5 ml
= 7,02 mg/5 ml
2. Bobot mencit dan penyuntikan caffein per-oral pada mencit :
a.

22,27 g
0,5=0,56
ml
20 g

b.

19,43 g
0,5=0,49
ml
20 g

c.

20,14 g
0,5=
0,5 ml
20 g

d.

20,48 g
0,5=0,51ml
20 g

e.

20,98 g
0,5=0,52ml
20 g

3. Data dan Inhibisi Hambat


% Hambat Antidepresan ( Diazepam 5mg ) :

Kontrol Positif Kontrol Negatif


100
Kontrol Negatif
820,2623,2
100
623,2

31,61 %

C. U2= Diazepam 10 mg
1. Perhitungan dosis diazepam 10 mg :
Diazepam 10mg = 10mg x 0,0026 = 0,026 mg/0,5 ml untuk 20gr mencit
Bobot tablet diazepam 5mg = 270 mg
Maka diazepam 10mg =

270 mg
5 mg

x 0,026 mg

= 1,404 mg/0,5 ml
= 14,04 mg/5 ml
2. Perhitungan bobot :
a.

23,08 g
0,5=0,58
ml
20 g

b.

23,97 g
0,5=0,6
ml
20 g

c.

20,70 g
0,5=
0,52 ml
20 g

d.

22,78 g
0,5=0,57 ml
20 g

19,05 g
0,5=0,49 ml
20 g

e.

3. Data dan Inhibisi Hambat


% Hambat Antidepresan ( Diazepam 10 mg ):
=

Kontrol Positif Kontrol Negatif


100
Kontrol Negatif

129,8623,2
100
623,2
79,17 %

D. Grafik

Grafik Uji Antidepresi


300
250
200

Kontrol Negatif
Diazepam 5 mg

Jumlah Gerakan 150


100

Diazepam 10 mg

50
0
0 1 2 3 4 5 6
Mencit

VII.

PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini dilakukan percobaan pengujian efek antidepresi
pada hewan mencit. Mencit yang digunakan adalah mencit jantan,
digunakan mencit jantan karena hewan mencit jantan memiliki hormone

yang lebih stabil atau konstan dibandingkan dengan mencit betina yang
memiliki masa esterus sehingga ketika obat masuk akan dipengaruhi oleh
hormon.
Sebelum percobaan dimulai mencit diadaptasikan terlebih dahulu, proses
adaptasi dilakukan untuk membandingkan sikap mencit pada saat sebelum
dan sesudah diberi obat uji sehingga dapat diketahui aktivitas obat dari
antidepresi.
Obat uji yang digunakan adalah diazepam. Mekanisme obat diazepam
adalah bekerja pada sistem GABA, yaitu dengan memperkuat fungsi
hambatan neuron GABA. Reseptor benzodiazepine dalam seluruh sistem
saraf pusat, terdapat dengan kerapatan yang tinggi terutama dalam korteks
otak frontal dan oksipital di hipokampus dan dalam otak kecil. Pada reseptor
ini benzodiazepine akan bekerja sebagai antagonis. Terdapat kolerasi tinggi
antara aktivitas farmakologi berbagai benzodiazepine dengan afinitasnya
pada tempat ikatan. Dengan adanya interaksi benzodiazepine, afinitas
GABA terhadap reseptornya akan meningkat, dan dengan ini kerja GABA
akan meningkat. Dengan aktifnya reseptor GABA, saluran ion klorida akan
terbuka sehingga ion klorida akan lebih banyak yang mengalir masuk ke
dalam sel. Meningkatnya jumlah ion klorida menyebabkan hiperpolarisasi
sel bersangkutan dan sebagai akibatnya, kemampuan sel untuk dirngsang
berkurang.
Pada pemberian obat dipilih cara intraperitonial karena cara ini efisien
dan memiliki bioavabilitas yang sama dengan intravena tetapi lebih mudah
dilakukan dibandingkan dengan intravena, khususnya terhadap mencit.
Sedangkan dibandingkan dengan cara oral,
Bioavaibilitas secara intraperitonial lebi besar . Setelah 15 menit harus
didiamkan terlebih dahulu setelah diberikan obat diharapkan obat telah
bekerja dengan maksimal.
Pada data pengamatan untuk uji kontrol didapatkan jumlah rata-rata
sebesar 623.2 dan untuk uji I dengan menggunakan diazepam 5 mg
didapatkan jumlah rata-rata sebesar 820.2 dan untuk uji II dengan

menggunakan diazepam 10 mg didapatkan jumlah rata-rata sebesar 129.8.


dari data pengamatan ini terdapat selisih yang lumayan besar antara kontrol
negatif, uji I dan uji II, ini menandakan terjadi penurunan gerakan yang
diakibatkan obat diazepam dengan dosis dua kali lipat dari dosis seharusnya.
Sedikitnya jumlah rata-rata uji II dibandingkan dengan uji I artinya aktifitas
obat uji dengan dosis dua kali lipat dapat menekan depresi pada mencit.
Perbandingan antara kelompok kontrol negative dan kelompok uji 1
lebih besar kelompok uji 1 hal ini dikarenakan kesalahan pada saat
pembacaan gerakan kaki mencit yang diuji dan penyuntikan obat yang tidak
benar sehingga obat tidak masuk semua kedalam pembuluh darah.
Parameter depresi yang diukur paada mencit adalah banyaknya gerakan
mencit ketika dimasukkan ke dalam tabung berisi air. Parameter jika mencit
mengalami depresi adalah ketika mengalami peningkatan gerakan yang
tinggi, jadi ketika mencit bersifat diam atau statis artinya sudah mengalami
ketenangan, berarti obat uji yang diberikan telah memberi efek.

VIII. KESIMPULAN
a. Parameter jika mencit mengalami depresi adalah ketika mengalami
peningkatan gerakan yang tinggi, jadi ketika mencit bersifat diam atau
statis artinya sudah mengalami ketenangan, berarti obat uji yang
diberikan telah memberi efek.
b. Mekanisme obat diazepam adalah bekerja pada sistem GABA, yaitu
dengan memperkuat fungsi hambatan neuron GABA.
c. Junlah gerakan kaki mencit pada kontrol negative sebanyak 623,2 kali ,
uji 1 dengan diazepam 5 mg sebanyak

820,2 kali dan % inhibisi

hambatan 31,61 % sedangkan pada uji 2 dengan diazepam 10 mg


sebanyak 129,8 kali dan % inhibisi hambatan -79,17% .
IX.

DAFTAR PUSTAKA
Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2002.
Farmakologi Dan Terapi Edisi 4. Jakarta: Universitas Indonesia
Press.
Muhtadi, Ahmad, Anas Subarnas, Sri Adi Sumiwi. 2004. Penuntun
Praktikum Farmakologi. Jatinangor: Laboratorium Farmakologi,
Jurusan Farmasi FMIPA UNPAD
Mutchler, Ernst. 1991. Dinamika Obat Edisi Kelima.Bandung : ITB
Tjay, Hoan Tan dan Kirana Rahardja. 2002. Obat-obat Penting Khasiat,
Penggunaan, dan Efek-efek Sampingnya. Edisi kelima. Cetakan
kedua. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia

Anda mungkin juga menyukai