Anda di halaman 1dari 23

Mezbah Keluarga

KHOTBAH MINGGU 16 OKTOBER 2011


BACA

: Yesaya 56:1-8

Nats
: Ay. 7, mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan
Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban
bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas
mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.
Tema

: Mezbah keluarga

Bapak, Ibu dan Saudara yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus,
1.
Minggu ini kita memasuki minggu yang ke 2 dalam bulan keluarga. Dalam
minggu-minggu ini kita masih akan menyoroti kehidupan keluarga kita.
2.
Suatu kenyataan bahwa membangun sebuah keluarga bukanlah perkara
yang mudah. Keluarga seperti sebuah biduk (perahu kecil) ditengah samudra
yang diombang-ambingkan oleh angin dan gelombang. Banyak orang yang tidak
mampu mempertahankan biduk keluarganya dan akhirnya karam ditengah
samudra kehidupan.
3.
Kalau kita mengingat akan awal dari terbentuknya sebuah keluarga, yaitu
bahwa keluarga adalah sebuah komunitas/lembaga yang dibentuk oleh Allah
sendiri untuk mewujudkan kehendakNya. Kita ingat bahwa Allah menciptakan
laki-laki dan perempuan dan mempersatukan mereka dalam pernikahan (menjadi
satu daging), dan memerintahkan mereka untuk memenuhi bumi, untuk
mengusahakan bumi dan memeliharanya. Dalam melaksanakan kehendakNya
itu Allah mengawalinya dari sebuah keluarga, oleh sebab itu keluarga adalah
tonggak-tonggak utama dalam mewujudkan kehendak Allah demi terwujudnya
damai sejahtera di bumi ini. Maka keberlangsungan kehidupan keluarga yang
kokoh, kuat tahan terhadap gelombang sangat penting dan sangat diperlukan.

Kej.1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar


dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung
di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata
yang merayap di bumi."
1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut
gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya
mereka.Kej.2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan
ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman
Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

4.
Tetapi apa yang terjadi, bahwa keluarga-keluarga itu telah kehilangan
kendali dan keluar dari jalurnya; keluarga-keluarga itu telah kehilangan
identitasnya sebagai tonggak utama mandataris Allah dalam mengelola bumi ini.
Dan kalau hal ini dibiarkan maka berakhirlah kehidupan manusia.
Bukti: Keluarga terbentuk bukan dalam rangka melaksanakan kehendak Allah,
tetapi karena akibat dosa/nafsu (misal: karena kehamilan diluar nikah); Keluarga
tidak dijalani sebagaimana Allah kehendaki, yaitu dengan dasar kasih dan
sebagai mandataris Allah dalam mendatangkan damai sejahtera, tetapi dijalani
dengan dasar keserakahan, keuntungan diri, kekerasan/kebebasan yang tak
terkendali dan dengan tujuan untuk mencari kesenangan, kepuasan dan
kekayaan.
5.
Tetapi Allah tidak membiarkan itu terjadi, Allah telah memulihkan itu
semua di dalam Tuhan Yesus Kristus, sehingga Ia telah memanggil keluargakeluarga baru di dalam persekutuan yang baru pula, yaitu di dalam terang
kasihNya. Dan Tuhan menghendaki supaya keluarga-keluarga itu terus memiliki
persekutuan yang indah diantara anggota keluarga itu maupun persekutuan
dengan Tuhan.
6.
Bagaimana supaya persekutuan yang indah itu terus terjalin ? maka
diperlukan yang namanya mezbah keluarga.
7.
Mengapa tema ini masih saya angkat di dalam khotbah saya, karena
ternyata sebagian besar dari keluarga-keluarga kita masih belum menerapkan
mezbah keluarga ini di dalam keluarganya. Banyak orang yang menganggap
bahwa mezbah keluarga tidak penting.Ilustrasi: ada seorang pendeta yang
menanyai jemaatnya apakah mereka sudah melakukan mezbah keluarga
ini. Pendeta: Apakah Bapak sudah melakukan mezbah keluarga di keluarga
Bapak?, jawab jemaat itu, belum pernah. Pendeta itu bertanya lagi,
Apakah Bapak akan berdoa kalau Bapak mengetahui bahwa anak bapak hari ini
akan kecelakaan lalu-lintas dan terluka?. JemaatO, ya jelas saya akan
berdoa., Pendeta Apakah Bapak akan berdoa kalau Bapak tahu bahwa istri
bapak akan sakit dan harus menjalani operasi?. Jemaat O ya pasti saya akan
berdoa. Pendeta Apakah Bapak pernah tahu bahwa anak, atau istri anda akan
terluka dan sakit?. Jemaat saya tidak pernah tahu.Pendeta, Kalau tidak
pernah tahu mengapa Bapak tidak berdoa supaya selamat?.
8.

Mezbah adalah tempat korban dipersembahkan.

9.
Mezbah keluarga adalah kegiatan penyembahan kepada Allah yang
dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh anggota keluarga.
"Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi Tuhan; Lalu Allah memberkati Nuh dan anakanaknya" [Kejadian 8:20 dan 9:1].
Tradisi mendirikan Mezbah bagi Tuhan : Mezbah Nuh [Kej 8:20]; Mezbah Abraham
[Kej 12:7,8; 13:18; 22:9], Mezbah Ishak [Kej 26:25], Mezbah Yakub [Kej 33:20;
35:1,3,7] dan masih banyak lagi.

10. Tujuan mezbah keluarga adalah untuk menempatkan Kristus sebagai yang
utama di dalam keluarga; membawa masuk keluarga kita dalam kerajaan Allah
(kehidupan yang dipimpin oleh Allah)
11. Melalui mezbah keluarga ini keluarga dibangun didalam persekutuan yang
intim antara anggotanya:

Ada komunikasi di antara anggota keluarga

Ada keterbukaan di antara anggota keluarga

Ada kedekatan dan kehangatan di antara anggota keluarga

Ada pemecahan persoalan bersama

Ada kasih yang tercurah

12. Melalui mezbah keluarga ini keluarga dibangun didalam persekutuan yang
intim antara keluarga itu dengan Allah:

Ada komunikasi dengan Tuhan di dalam doa

Ada keterbukaan dengan Tuhan

Ada penyerahan diri

Ada tuntunan Tuhan melalui firmanNya

Ada jawaban atas pergumulan keluarga melalui firmanNya dan solusi


bersama

Ada berkat yang luar biasa

13. Melalui mezbah keluarga ini keluarga diingatkan bahwa Kristus adalah
sebagai yang utama di dalam keluarga.
Melalui mezbah keluarga ini keluarga diingatkan bahwa Kristus hadir dan tinggal
di dalam keluarga itu.
14. Bagaimana kita memulai?

Milikilah keberanian untuk memulai

Langkah yang pertama kali menentukan langkah-langkah selanjutnya

Miliki komitmen bersama diantara anggota keluarga.

Membangun Mezbah Keluarga


25/07/2014 BY PDT. NAFTALI UNTUNG, M.TH. LEAVE A COMMENT
Mazmur 4:1-9; 5:1-13
Membangun mezbah keluarga artinya menghadirkan Tuhan dalam komunitas
keluarga melalui ibadah. Mezbah keluarga ini perlu dilakukan oleh setiap
keluarga karena mengandung berkat- berkat Allah yang luar biasa (Matius 18:1920).
Alkitab memberikan kesaksian bagaimana para Nabi telah melakukan kegiatan
ini ( membangun mezbah keluarga) dan mereka mengalamai lawatan Tuhan dan
berkat- barkatnya. Abraham seorang hamba Tuhan yang memiliki komitmen
yang kuat terhadap nezbah Keluarga, Alkitab berkata setiap Abraham
menempati tempat baru bersama keluarganya ada dua hal yang Ia lakukan,
yakni membuka kemah untuk berteduh dan membuka mezbah untuk memanggil
nama Tuhan (Kejadian 12:7-9;13:17-18), demikian juga Nuh (Kejadian6:9-10;
8:20-22) Ayub (Ayub 1:4-5) Daud dan hamba-hamba Tuhan lainnya sehingga
mereka terberkati dengan luar biasa.
Ada tiga hal penting yang perlu kita pahami waktu kita membangun mezbah
Tuhan :
A. Pada waktu kita membangun mezbah, kita sedang membangun keintiman
dengan Tuhan, meninggikan Tuhan, dan memanggil nama Dia yang besar dalam
tumah tangga. Pada waktu kita melakukan hal ini, kita sedang menyadari betapa
pentingnya kehadiran Tuhan dalam rumah tangga.
B. Pada waktu kita membangun mezbah keluarga kita sedang melindungi
keluarga kita dari berbagai serangan kuasa gelap dan tempat kita menyadari
akan kekurangan dan kelemahan dan meminta ampun, seperti yang dilakukan
oleh Ayub (Ayub 1:4-5). Siapakah yang mengajar anak-anak untuk meminta
ampun akan kesalahan dan dosa-dosanyadalam keluarga?Jawabannya adalah
kepala keluarga (imam). Demikianlah yang dilakukan Ayub.
C. Pada waktu kita membangun mezbah keluarga kita sedang membangun
kesehatian antara anggota keluarga, kita sedang menaruh seluruh pengharapan
dan masa depan dalam Tuhan. Intinya mezbah keluarga sebagai tempat
mencurahkan seluruh keberadaan pergumulan hidup dihadapan Tuhan bersama
keluarga.

Kalau kita memahami kebenaran dan berkat yang sangat luar biasa tentang
pentingnya mezbah keluarga kita akan memiliki kerinduan untuk
membangunnya dan akan tetap mempertahankannya sampai kita berjumpa
dengan Tuhan. Selamat membangun mezbah Tuhan dalam setiap keluraga.

MEMBANGUN MEZBAH DOA DALAM KELUARGA

Keluarga adalah sesuatu yang berharga bagi Allah. Ada beberapa contoh dalam
Alkitab bahwa Allah menyelamatkan keluarga umat-Nya dari pembinasaan
orang-orang fasik yang Allah lakukan. Nuh beserta istri dan anak serta
menantunya diselamatkan dari air bah, Lot beserta istri dan anaknya juga
diselamatkan dari pemusnahan Sodom dan Gomora. Selain itu, Allah memberkati
keluarga Abraham dan juga keluarga Yakub. Kita juga memperoleh gambaran
mengenai ibadah keluarga yang dilakukan oleh orang-orang beriman ini. Karena
itu ibadah keluarga merupakan aktivitas penting dan melalui ibadah keluarga,
Tuhan berkenan mencurahkan berkat-Nya.

Apakah artinya mezbah keluarga ? Bagaimana kita saat ini memahami dan
menerapkan mezbah keluarga ini ? Menurut arti kata-nya, mezbah adalah
tempat korban dipersembahkan. Mezbah Doa dalam keluarga berarti pusat
dimana keluarga bersama berdoa. Doa artinya komunikasi dua arah dengan
Sang Pencipta. Mezbah Doa dalam keluarga berarti tempat kebersamaan
keluarga untuk hidup berpusat dan dipimpin oleh Tuhan dalam segala aspek
kehidupan. Mezbah pertama yang dicatat Alkitab adalah mezbah yang didirikan
oleh Nuh (Kej.8:20; 9:1). Melalui mezbah inilah Nuh mempersembahkan korban
yang merupakan suatu penyembahan kepada Tuhan. Yang menarik untuk kita
perhatikan disini adalah mezbah ini didirikan oleh Nuh, tetapi sebagai respon
atas perbuatan Nuh, Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya. Jadi mezbah yang
didirikan Nuh bukanlah mezbah pribadi tetapi mezbah keluarga.

Mengapa Mezbah keluarga itu penting?

1. Mezbah keluarga membuat hidup kita diarahkan kepada Tuhan. Setiap


hari, keluarga kita mempunyai waktu khusus buat Tuhan. Dengan
demikian hidup kita relatif terlindung dari dosa dan perpecahan keluarga.
2. Mezbah keluarga membuat anggota keluarga diikat satu sama lain dalam
kasih Kristus. Bila ada perselisihan, ibadah keluarga mempercepat
pemulihan suasana harmonis dalam rumah tangga.
3. Mezbah keluarga membuat anggota keluarga bertumbuh secara rohani.
Anak-anak akan mempunyai kenangan indah bagaimana mereka
dibimbing oleh orangtua mereka dalam hal iman dan Firman Tuhan.
4. Anak-anak dalam keluarga yang secara rutin menerapkan mezbah
keluarga akan lebih mudah diajar dan lebih peka terhadap kebenaran.
Mereka secara kritis akan bertanya mengenai arti rohani dari
pengalaman-pengalaman mereka. Dampaknya, kita pun memiliki lebih
banyak kesempatan untuk menjelaskan kebenaran dan memahami apa
yang mereka pikirkan.
5. Persekutuan keluarga membuat seluruh anggota keluarga lebih kuat untuk
menghadapi tekanan hidup. Ini dapat terjadi karena ketika kita bersekutu
bersama, setiap anggota keluarga memiliki kesempatan untuk saling
memperhatikan dan saling mendukung.

Mezbah keluarga lebih mudah dilakukan bila kita dapat mengupayakan relasi
keluarga yang harmonis. Orangtua yang takut akan Tuhan dan anak-anak yang
dididik sejak usia sangat muda di dalam Tuhan merupakan modal penting dalam
membangun suasana ibadah dalam keluarga. Selamat berbakti melalui
keluarga!

Mezbah Keluarga
Sumber: Gema Sion Ministry
"Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi Tuhan; Lalu Allah memberkati Nuh dan anakanaknya" [Kejadian 8:20 dan 9:1].
[block:views=similarterms-block_1]
Menurut arti kata-nya, mezbah adalah tempat korban dipersembahkan. Mezbah
pertama yang dicatat Alkitab adalah mezbah yang didirikan oleh Nuh. Melalui
mezbah inilah Nuh mempersembahkan korban yang merupakan suatu
penyembahan kepada Tuhan. Yang menarik untuk kita perhatikan disini adalah
mezbah ini didirikan oleh Nuh, tetapi sebagai respon atas perbuatan Nuh, Allah
memberkati Nuh dan anak-anaknya. Jadi mezbah yang didirikan Nuh bukanlah
mezbah pribadi tetapi mezbah keluarga.
Apakah artinya mezbah keluarga? Bagaimana kita saat ini memahami dan
menerapkan mezbah keluarga ini? Secara sederhana, mezbah keluarga adalah
suatu tindakan yang diambil oleh seorang bapa untuk memimpin seluruh
anggota keluarga agar menyembah Tuhan bersama-sama. Yang perlu
digarisbawahi adalah pengertian menyembah Tuhan bersama-sama. Menyembah
Tuhan bersama-sama bukanlah berarti masing-masing anggota keluarga
melayani Tuhan secara pribadi, mengadakan saat teduh dan meditasi firman
sendiri-sendiri. Kalau demikian, ini berarti masing-masing anggota keluarga
mendirikan mezbah pribadi.
Mezbah keluarga haruslah didirikan oleh seorang bapa, karena dialah yang harus
memimpin seluruh anggota keluarga menyembah dan melayani Tuhan secara
bersama-sama. Memang tidak mudah bagi seorang bapa untuk mendirikan
mezbah keluarga. Sebelum Nuh mendirikan mezbah keluarga, ia telah lebih

dahulu mendapat kasih karunia dimata Tuhan [ Kej. 6:8 ]. Nuh dan seluruh
keluarganya juga telah melihat perbuatan Tuhan yang besar dengan
menyelamatkan mereka dari air bah. Setelah melalui semua perkara ini, barulah
Nuh dapat mendirikan mezbah keluarga.
Seorang bapa haruslah benar-benar pemimpin rohani bagi keluarganya. Bapa
haruslah memiliki dan menanamkan tujuan, misi dan visi yang jelas, agar
seluruh anggota keluarga dapat menyembah dan melayani Tuhan bersama-sama
sebagai suatu tim. Yang umumnya kita lihat pada keluarga-keluarga Kristen
adalah masing-masing anggota melayani Tuhan secara sendiri-sendiri, atau
kalaupun mereka melayani Tuhan ditempat yang sama, kepemimpinan seorang
ayah tidak terlihat didalam keluarga itu. Keluarga itu bukan merupakan suatu tim
pelayan. Sebenarnya, keluarga adalah tim pelayan dengan kepemimpinan
seorang bapa. Keluarga seperti ini benar-benar satu, dalam arti hanya memiliki
satu mezbah yaitu mezbah keluarga. Kebanyakan keluarga Kristen memiliki
banyak mezbah pribadi, yaini memang lebih baik dari pada tidak ada mezbah
sama-sekali. Tetapi yang kita bicarakan adalah mezbah keluarga yang didirikan
oleh seorang bapa, dimana sebagai responnya Tuhan memberkati dan
mempersatukan seluruh anggota keluarga. Semoga keluarga-keluarga Kristen
memiliki hanya satu mezbah yaitu mezbah keluarga.

Membangun Mezbah Keluarga


Ketika Allah mencurahkan air bah atas dunia ini dan ketika air bah itu surut dan
Nuh dan yang lainnya keluar dari bahtera, apa yang dilakukan oleh Nuh ketika
keluar dari bahtera tersebut?.. Nuh mendirikan mezbah. Nuh memiliki arti selalu
mengucap syukur, karena Nuh mengalami keselamatan / mujizat dari Allah,
maka ia mengucap syukur (mendirikan mezbah), Allah sangat disenangkan oleh
sikap Nuh.
Sebuah nama pasti memiliki sebuah harapan yang tujuannya agar anak kita bisa
sesuai dengan harapan sesuai dengan nama yang diberikan kepadanya, adanya
yang memberi nama Slamet dengan tujuan agar anaknya selalu selamat baik
didunia maupun akhirat, ada yang memberi nama anak kita Giok dengan tujuan
agar anak kita menjadi anak yang mulia, ada yang memberikan nama Untung,
agar anak kita selalu beruntung dimanapun berada.
Mezbah merupakan suatu tempat dimana diletakkan suatu korban bakaran atas
ucapan syukur oleh seseorang, mezbah biasanya terbuat dari batu, karena kokoh
dan tahan panas.
Mezbah keluarga merupakan waktu dimana seluruh anggota keluarga berkumpul
bersama mendekatkan diri dengan Tuhan secara bersama-sama.

Mezbah keluarga tidak bisa dilakukan sendiri, tapi harus seluruh isi keluarga,
ketika mujizat dinyatakan atas diri kita, itu bukan bicara mengenai diri kita
sendiri, tetapi juga generasi (anak) kita yang akan datang.
Dengan adanya mezbah keluarga, Tuhan memberkati dan mempersatukan
seluruh anggota keluarga, karena membangun mezbah keluarga adalah kunci
membangun sebuah keluarga yang kuat dalam Tuhan.

Bagaimana membangun mezbah keluarga?


Dalam Ulangan 6:7, dikatakan : "haruslah engkau mengajarkannya berulangulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di
rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring
dan apabila engkau bangun.".
Ayat tersebut berbicara soal keharusan (wajib), agar hal itu menjadi bagian dari
hidup kita dan apa yang dituliskan Ulangan 6:7 dijadikan dasar dari pendidikan
Kristen.
orang yang kuat hari ini bukanlah yang banyak mendengarkan Firman Allah,
tetapi yang melakukan, mengapa harus diajarkan ke anak kita?
Jika ajarkan berulang-ulang, maka firman itu tidak akan habis dan akan melekat
dalam diri anak kita. Terkadang sebagai orang tua, kita banyak memberikan
nasehat kepada anak kita, namun nasehat tersebut hanya angin lalu (anak tidak
berubah dan masih hidup lama), hanya 1 cara, yaitu ajarkan berulang-ulang.
Firman Allah lebih ampuh daripada nasehat.
1. Firman Allah harus dimulai dari orang tua dulu, percuma jika kita memberikan
firman Allah kepada anak kita namun kita sendiri tidak memahami akan firman
itu, sama halnya kita memberikan pengetahuan (pelajaran) kepada anak kita
namun kita sendiri kurang ilmu akan pelajaran tersebut.
2. Firman Allah menjadi jembatan untuk mengajar orang tua kepada anak-anak.
dengan Firman Allah yang disampaikan orangtua kepada anak, menjadikan
kesenjangan terhapus dan bisa mengubahkan (menanamkan anak sejak dini),
sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, yang anak kita bandel menjadi
takut akan Tuhan (karena sudah ditanam firman Allah kepada diri anak kita).
Firman Allah juga yang menjadikan anak kita dashyat dalam Tuhan, dan firman
Allah menjadi prioritas daripada pelajaran-pelajaran yang lain.
Amsal 1:7 berkata : "Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi
orang bodoh menghina hikmat dan didikan.".
Ada keterbatasan kita sebagai orang tua untuk mengubah sikap anak-anak kita,
namun firman Allah yang ditanam dalam diri setiap anak kita itu tidak terbatas,
Ia akan menjadi pedoman untuk anak kita tidak melenceng dari setiap perintah
Allah (takut akan Tuhan).

Ada beberapa manfaat membangun mezbah keluarga dalam keluarga kita :


1. Jalur penghubung yang penting dalam interaksi keluarga.
Dengan berkumpulnya sebuah keluarga, akan tercipta suatu interaksi /
komunikasi antar masing-masing anggota secara positif.
2. Keluarga berakar kuat dalam iman dan Firman Tuhan.
Kuat dalam hidup, Alkitab berkata bahwa setiap air mata kita ditampung dalam
kirbat oleh Tuhan, untuk apa Tuhan menampung air mata kita dalam kirbat?.. air
mata dijadikan suatu yang dipakai Tuhan untuk mendengar doa-doa kita,
menyampaikan pesan kita, karena ternyata hasil dari sebuah penelitian,
mengatakan bahwa air mata mempunyai bentuk yang berbeda dan bisa
menangkap sebuah pesan, misalnya air mata sukacita, kecewa, dukacita, dll.

Hal yang harus direncanakan dalam mezbah keluarga :


1. Mezbah Keluarga melibatkan kerjasama, partisipasi setiap anggota keluarga
yang memerukan pengabdian dan pengorbanan pribadi. dengan kata lain, tidak
bisa dilakukan seorang diri.
2. Tetapkan waktu yang nyaman dan tepat.. lebih mudah menetapkan waktu
untuk berwisata daripada mezbah keluarga, menetapkan waktu yang tepat juga
berbicara waktu seluruh anggota keluarga dapat mengikuti mezbah keluarga.
3. Rencanakan acara dengan baik namun tidak terlalu formil, bisa dimulai dari
diskusi singkat masing-masing keluarga mengenai cinta kasih Tuhan Yesus, lalu
memuji Tuhan dan berdoa.
4. Durasinya disesuaikan usia dan tingkat kerohanian anggota keluarga, jangan
sampai durasi yang terlalu lama malah membuat anggota keluarga menjadi
jenuh.

Siapa yang berinisiatif membuat mezbah keluarga, mezbah keluarga harus


terlebih dahulu berakar dalam hati para orang tua, seorang ayah sebagai kepala
keluarga harus mengambil inisiatif untuk merencanakan dan memupuk mezbah
keluarga.

Hambatan dalam membangun mezbah keluarga :


1. Kekurangan waktu karena kesibukan
2. Meremehkan pentingnya mezbah keluarga, hanya mengandalkan kekuatan
sendiri dan merasa tidak perlu membangun mezbah keluarga, kita tahu bahwa

saat ini terjadi banyak kesenjangan, ada kalanya kita bisa menjadi seorang
hamba Tuhan yang luar biasa, namun diluar itu anak kita adalah seorang
pemabuk, penjudi, dll. Oleh karena itu jangan remehkan mezbah keluarga,
jadikan mezbah keluarga ini untuk menutup kesenjangan tersebut.

Kesimpulan :
Mezbah keluarga akan membuat Tuhan merespon untuk memberkati dan
mempersatukan seluruh anggota keluarga.
Amin

By Agus Saputra, S.Kom., M.M.

MEMBANGUN MEZBAH KELUARGA


Yosua 24 : 14 15
Ketika diperhadapkan pada pilihan, apakah memenuhi kebutuhan jasmani
ataukah kebutuhan rohani sebagai prioritas, maka kalau mau jujur hal yang
terakhir itu bukanlah prioritas. Jangan salah paham, tidak ada maksud
mengatakan bahwa kebutuhan jasmani itu tidak penting. Bahkan piramida teori
Maslow tentang kebutuhan manusia menempatkan kebutuhan fisik sebagai hal
yang paling mendasar. Alkitabpun tidak membantah akan hal ini, namun firman
Tuhan mengajarkan pada kita agar hidup kita jangan hanya berfokus pada
kebutuhan jasmani saja, kebutuhan rohanipun penting untuk diperhatikan,
misalkan kebutuhan akan firman Tuhan dan beribadah kepadaNya (Mat 4:4, 6:33)
Dalam bacaan kita dari Yosua 24:14-15, firman Tuhan juga menegaskan akan
kebenaran itu.

1. Dasar panggilan untuk membangun kehidupan beribadah, ay 2-3


Yosua berkata: oleh sebab itu. Oleh sebab apa? Oleh sebab campur tangan
Tuhan yang begitu nyata dalam perjalanan kehidupan umat Israel: berkatberkatNya, pertolongan, perlindungan, pemeliharaan-Nya atas mereka, maka
Israel dipanggil untuk membangun kehidupan ibadahnya kepada Tuhan. Artinya,
ibadah Israel kepada Tuhan menjadi sebuah ungkapan syukur mereka atas
segala sesuatu yang Tuhan sudah perbuat dalam kehidupan mereka.
Tetapi benarkah hanya itu satu-satunya alasan? Tidak, karena dalam ay 2-3
disebutkan bahwa Allah ternyata juga peduli dengan kebutuhan dan kehidupan
rohani umatNya, sehingga Dia memanggil Abraham keluar dari lingkungan
penyembahan berhala yang dilakukan leluhurnya untuk pergi ke tanah perjanjian
dan membangun kehidupan ibadah yang benar (bnd Kej 12:7-8). Inilah alasan
yang lebih penting dan utama, bahwa Allah peduli dengan hidup kerohanian
anak-anakNya dan rindu untuk bersekutu dengan umatNya. Bagaimana dengan
kita? Dasar panggilan beribadah seperti apa yang kita pahami dalam kehidupan
ibadah kita?
2. Sikap dan motivasi yang dituntut dalam ibadah
Sesudah umat Israel memahami alasan yang mendasari hidup ibadah mereka
kepada Tuhan, maka Yosua selanjutnya berbicara tentang sikap dan motivasi
umat Israel dalam beribadah.
a. takut akan Tuhan
kata takut di sini tentu bukan dalam arti negatif yakni rasa takut karena ada
ancaman, sesuatu yang membahayakan hidupnya. Tetapi takut yang dimaksud
di sini, maknanya positif yakni penyataan respek atau hormat kepada Tuhan kita
yang memang layak disembah.
b. beribadah kepada Tuhan dengan tulus ikhlas
Kata ibadah di sini bisa berarti melayani dan menyembah. Artinya dalam
ibadah, kita bukan hanya menyembah Dia tetapi juga secara aktif bersama
seluruh umat melaksanakan pekerjaan/pelayanan untuk menyembah dan
memuliakanNya. Dalam ibadah itu, kita dituntut untuk bersikap tulus ikhlas,
artinya secara keseluruhan kita harus memiliki kejujuran, sikap yang benar untuk
menyembah Dia tanpa motivasi yang keliru, seperti ingin dipuji orang atau ingin
meninggikan diri sendiri. Hal ini menjadi standard Allah bagi setiap kita umatNya
dalam menyembah Dia.
c. beribadah kepada Tuhan dengan setia
Kata setia di sini berarti tetap teguh atau stabil. Jadi jika dikatakan Yosua
bahwa umat Israel harus beribadah pada Tuhan dengan setia artinya hal itu
harus dilakukan dengan keteguhan hati, bukan mendua hati. Huruf mandarin
untuk kata setia (zhng) sangat tepat menggambarkan hal ini. Setia itu
artinya hati seseorang tetap di tengah, tidak menyimpang ke kiri atau ke kanan.

Demikian juga sikap hati kita dalam beribadah kepada Tuhan, tidak boleh
mendua hati dengan menyembah ilah lain.
Maka berdasarkan panggilan Allah serta sikap dan motivasi yang seharusnya
dalam beribadah kepada Tuhan itulah, Yosua dan segenap anggota keluarganya
tidak mau berpaling dari keyakinannya bahwa beribadah kepada Tuhan adalah
sesungguhnya merupakan pilihan yang terbaik. Kiranya kita dan keluarga kita
juga memiliki keyakinan yang sama dengan Yosua dan keluarganya dalam
membangun hidup peribadahan kita kepadaNya.

MEZBAH KELUARGA
Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah
pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek
moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang
negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah
kepada TUHAN!" ( Yosua 24:15 )
Bangsa Israel sudah berhasil memasuki negri Kanaan yang dijanjikan Allah. Atas
keberhasilan ini mereka mulai melupakan Tuhan,Allah Yahweh yang telah

memimpin dan memberkati mereka. Dalam prakteknya, mereka terjatuh dalam


godaan untuk menyembah kepada ilah (allah) orang Mesir yang pernah
disembah nenek moyang mereka atau kepada allah orang Amori yang
disembah oleh rakyat lokal. Dalam persimpangan iman itulah, Yosua
menghimbau mereka kembali beribadah kepada Allah Yahweh, namun Yosua
tidak memaksakan kehendaknya. Dia menghargai kehendak bebas orang Israel
sama seperti Allah menghargainya. Namun sebagai pemimpin umat, Yosua
mengumumkan tekadnya dengan tegas tanpa kompromi.
Perhatikan kalimat terakhir.. kami akan beribadah kepada TUHAN !. Itu tekad
Yosua dan seisi keluarganya. Ayat di atas diucapkan oleh Yosua di depan seluruh
rakyat Israel sebagai tekad imannya yang bulat tanpa bisa ditawar-tawar.
Indahnya, sebagai seorang kepala keluarga dia tahu jelas tanggung jawabnya
untuk memimpin seisi keluarganya setia beribadah kepada TUHAN yang hidup,
yang sudah menyelamatkan dan memberkati hidupnya.
Setiap tahun kita merayakan Hari Ibu dan Hari Ayah ataupun Hari Orang
Tua. Biarlah ayat di atas mengingatkan setiap orang tua untuk memimpin seisi
keluarganya untuk mengenal Kristus sebagai Juruselamat dan juga memimpin
seisi keluarganya bertumbuh dewasa dalam iman, kebenaran, kasih dan
pelayanan yang setia pula. Adalah tidak benar, kalau seorang ayah atau ibu
Kristen berkata : Saya sih membiarkan anak-anak apa maunya. Mereka bebas
memilih apakah mereka mau menjadi seorang Kristen, Islam, Budhis, atau apa
saja.
Sekilas, kelihatannya cukup dewasa atau demokratis namun sama sekali
tidak bijaksana. Jika seorang ayah atau ibu tahu bahwa keselamatan dan hidup
kekal hanya ada dalam Kristus, mengapa tidak bertekad memimpin anakanaknya mengenal Kristus dan bertumbuh dalam Firman-Nya?
Sebagai orang tua, seorang ayah atau ibu bertanggung jawab atas semua
kebutuhan seluruh isi keluarganya termasuk kebutuhan rohani. Sebab itu, tekad
Yosua hendaklah menjadi tekad para orang tua untuk membangun keluarga yang
beriman dan bertumbuh dalam Tuhan dengan setia. Salah satu cara untuk
mencapainya, adalah dengan membangun mezbah keluarga ( family altar).
Artinya, menyediakan waktu yang khusus secara berkala untuk beribadah
bersama dalam keluarga dengan membaca Alkitab,berdoa, memuji Tuhan, dan
belajar membangun relasi yang akrab secara vertikal dan horizontal.
Dalam zaman yang modern dan serba sibuk ini tampaknya membangun mezbah
keluarga tidaklah gampang. Jangankan jemaat biasa, keluarga majelis, aktivis,
bahkan keluarga para rohaniawan pun mengalami kesulitan mencari waktu
bersama anak-anak mereka duduk bersama memikirkan Firman Tuhan dan
berdoa bersama. Banyak sekali alasannya. Si kecil tidak ada waktu yang tetap, si
remaja terlalu banyak kegiatan, yang muda banyak urusan pribadi, sang ayah
terlalu sibuk dan lain sebagainya

Lalu, apakah karena hal ini sulit, lalu kita stop dan putus asa untuk mencoba?
Jelas tidak! Di bawah ini ada beberapa tips untuk memulai mezbah keluarga
yang sederhana :
Jangan pakai waktu yang lama. Cukup 15 menit saja. Boleh di pagi atau malam
hari.
Gunakan buku Santapan Hariansebagai penuntun. Yang seorang baca bagian
Alkitab, yang lainnya membaca renungannya. Tentunya bahan renungan yang
lain bisa juga digunakan (seperti Renungan Harian (Our Daily Bread), Sabda Bina
Umat (SBU) oleh gereja GPIB, dsb . Bisa pula bahannya diselang-seling agar ada
variasi yang kreatif.
Doa bersama boleh dipimpin ayah, ibu, atau bergiliran. Anggota keluarga boleh
mengusulkan pokok-pokok doa. Kalau bisa, gunakan papan doa/daftar doa,
sehingga dapat dicek apakah doa-doanya sudah dijawab Tuhan.
Yang menjadi pemimpin adalah ayah, atau ibu (jika ayah absen). Tanyakan anakanak jika ada sesuatu yang tidak dimengerti. Jika mengalami kesulitan, boleh
tanyakan kepada hamba Tuhan. Jangan malu untuk bertanya.
Waktu untuk mezbah keluarga sangat penting dan indah. Hal ini merupakan
sarana untuk membangun iman, kerohanian, pengetahuan, kasih, dan
komunikasi dengan Allah dan dengan sesama anggota keuarga. Semua ini
menuntut harga yang harus dibayar yaitu : kesabaran, sikap positif, dan pantang
putus asa. Mari kita mulai, yuk !

MEZBAH KELUARGA DALAM PUJIAN PENYEMBAHAN


Matius 18:19-20, "Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu
di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan
dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang
berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
Tuhan menyatakan hadirat-Nya secara nyata ketika sebuah keluarga berkumpul
bersama, berdoa dan memuji Tuhan. Dia akan menyatakan kemuliaan-Nya.
Kemuliaan Tuhan inilah yang dapat memulihkan sebuah keluarga.
Apa itu kemuliaan Tuhan?
1. Kemuliaan Tuhan adalah manifestasi dari hadirat-Nya. Tuhan datang
sendiri lewat hadirat-Nya. Untuk menjamin kita dapat masuk ke dalam
hadirat Allah adalah oleh darah Yesus yang menguduskan kita (Ibrani
10:19)
Kalau hadirat Tuhan datang, maka keluarga akan diberkati, bahagia, dan dibawa
kepada tujuan Tuhan. Pujian, penyembahan dan doa bersama keluarga itu akan
menolong kita untuk dapat memasuki destini Ilahi. Sebab rumah tangga yang
tidak dibangun menurut destini ilahi akan berada dalam jalan yang salah: ada
penderitaan, duka cita dan luka-luka. Ini bukan kehendak Allah. Sebab itu kita
harus menghadirkan Tuhan di dalam rumah tangga kita.
2. Kemuliaan Tuhan adalah atmosfir alam kekekalan. Dalam rumah tangga
kita bisa mengalami surga, mengalami kerajaan Allah (Rom 14:17).
Sehingga pergumulan berat apapun dapat dihadapi karena ada damai dan
sukacita dalam rumah tangga. Itulah sebabnya kita butuh Tuhan
menyatakan hadirat-Nya. Naikkan pujian penyembahan kepada Tuhan,
maka Tuhan akan menyatakan kemuliaannya sehingga atmosfir kekekalan
(=surga) itu akan datang dalam rumah tangga kita. Akan ada kuasa
perlindungan dan berkat Tuhan.
Kita membutuhkan kemuliaan hadirat Tuhan karena:
1. Keadaan kita akan diubahkan.
Khotbah belum tentu dapat merubah hidup seseorang, tetapi kemuliaan hadiratNya pasti mengubahkan hidup kita. Dalam Kisah Rasul 16 berkata ketika Paulus
dan Silas ada di dalam penjara, dianiaya dan disiksa, namun mereka
memutuskan untuk memuji dan menyembah Tuhan. Mereka membangun
mezbah, sehingga Tuhan datang lewat kemuliaan-Nya dan kelepasan terjadi. Ada
pertobatan jiwa-jiwa (kepala penjara)
Sebab itu, setiap hati yang terluka dan teraniaya akan dipulihkan dan
dibebaskan oleh Tuhan ketika seseorang itu berdoa, memuji dan menyembah

Tuhan. Jangan mau lagi mengasihani diri sendiri, namun harapkanlah kemuliaan
hadirat Tuhan dalam hidup anda, maka Tuhan akan mengubahkan hidup anda,
mengubahkan keluarga dan suami.
2. Roh pewahyuan mulai bekerja.
Timbul rasa lapar dan haus untuk mengenal Tuhan. Ada pewahyuan yang baru
tentang Tuhan. Iman akan bertumbuh, pengetahuan akan meningkat, sehingga
kebenaran Tuhan akan memerdekakan kita.
3. Kita akan memiliki roh yang luarbiasa.
Kita akan memiliki roh yang unggul dan diatas rata-rata, sehingga apa pun yang
kita kerjakan akan menghasilkan hal yang "unggul". Yang keluar dari mulut kita
adalah kata-kata yang baik, yang mulia dan sopan. Kita akan mudah menahan
diri, sabar dan gampang mengampuni. Dampaknya adalah keluarga yang
harmonis dan tenteram. Tidak ada perceraian lagi, tidak ada masalah yang tidak
bisa diselesaikan oleh suami, isteri dan anak-anak.

PENTINGNYA MESBAH DAN DOA DALAM KELUARGA

Mesbah adalah lambang dari kehadiran Allah dalam hidup kita. Mesbah adalah
lambang kedekatan kita dengan Allah. Mesbah adalah lambang penyerahan diri
kita kepada Allah. Mesbah adalah tempat kita mempersembahkan korban yang
berkenan kepada Allah. Mesbah adalah lambang dari pemberkatan Allah dalam
keluarga. Doa adalah sarana untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Doa adalah
sarana Allah bekerja dengan cara yang ajaib. Doa adalah sarana di mana Allah
menjawab setiap kebutuhan keluarga. Jadi, mesbah dan doa dalam keluarga
menjadi sangat penting dan strategis.

Dalam Kejadian 8:19-20; 12:6-7; 26:25, mengisahkan tentang bagaimana


keluarga-keluarga dalam kitab tersebut membangun mesbah dan doa dalam
keluarga. Salah satu rahasia kesuksesan, berkat dan penyertaan Tuhan dalam
kehidupan para pahlawan iman adalah mezbah doa. Nuh, Abraham, Ishak dan
Yakub selalu mem-prioritaskan membangun mezbah kemanapun mereka pergi,
bahkan sebelum mereka membangun tempat tinggal (Kej 8:19-20; 12:6-7;
26:25). Mezbah doa berbicara mengenai kehidupan doa, pujian dan perenungan
Firman yang dilakukan bersama di dalam keluarga.

Mengapa mesbah dan doa dalam keluarga itu menjadi penting? Ini adalah
pertanyaan mendasar yang harus ada dalam setiap keluarga. Dan berikut ini
beberapa alasan kuat sehingga mesbah dan doa dalam keluarga menjadi
penting.

1. Bukti dari kehadiran Allah dalam keluarga.


Mezbah dan doa dalam keluarga adalah sarana kehadiran Allah dalam keluarga.
Alasan para tokoh iman membuat mezbah adalah agar Tuhan hadir, menyertai
dan menjawab doa-doa mereka. Jika Allah hadir, Dia akan menjadi Kepala yang
mengatur, memimpin dan memberkati keluarga kita. Kehadiran Tuhan akan
mengubah keadaan seburuk apapun menjadi indah dan penuh mujizat. Karena
itu kita pun harus membangun mezbah doa, di mana Allah dapat hadir dan

memberkati keluarga kita (Mat.18:19-20). Sudahkah keluarga Anda memiliki


mezbah doa?

2. Bukti kesatuan dan kesehatian dalam Tuhan.


Mezbah dan doa dalam keluarga adalah wadah untuk mempersatukan dan
membina keluarga dalam terang Tuhan. Tuhan Yesus berkata bahwa keluarga
yang terpecah-pecah tidak akan bertahan menghadapi kesulitan apapun (Mark
3:25). Tetapi kesatuan yang kuat akan mendatangkan kemenangan. Mezbah dan
doa dalam keluarga merupakan sarana yang paling tepat untuk mempersatukan
roh dalam keluarga (Ef 4:3). Di sinilah ayah-ibu dan anak bersatu dalam doa dan
menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman hidup mereka.
3. Bukti perlindungan dan pembelaan Tuhan atas keluarga.
Mezbah dan doa dalam keluarga sebagai bukti bahwa Allah melindungi kita dari
serangan Iblis atas keluarga. Bila keluarga kita tidak berdoa maka Iblis akan
menyerang dan berusaha menghancurkannya. Kehancuran keluarga, kesulitan
ekonomi, sakit penyakit dan kenakalan remaja terutama sekali disebabkan oleh
pekerjaan Iblis. Hal ini tidak bisa diatasi dengan pendidikan, nasihat ahli ekonomi
ataupun psikiater. Melainkan perlu kuasa supranatural yang berasal dari Allah.
Untuk itulah perlunya mesbah dan doa peperangan dan syafaat yang dapat
mematahkan serangan Iblis atas keluarga kita (Ef.6:12 dan Maz.91:14-15). Sadari
kerugian yang Anda alami akibat dari mengabaikan mezbah dan doa dalam
keluarga. Mari kita bangun kembali mesbah dan doa dalam keluarga kita mulai
hari ini.

Mari Adakan Mezbah Keluarga


Minggu Pagi di Tawangsari, 4 Juli 2010
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini
sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh
Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam
nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Matius 18:19-20)
Minggu lalu saya mempromosikan bahwa pelajaran topik pelajaran Sekolah
Minggu kelas Dewasa adalah tentang mezbah keluarga. Merry, hari Rabu lalu
dalam acara jam doa menyampaikan Firman Tuhan mengenai mengenai mezbah
keluarga. Tema minggu ini bukanlah mengenai mezbah keluarga dan saya sudah
mengumpulkan bahan pada hari Senin-Jumat yang akan saya sampaikan pada
hari ini. Hari Sabtu pagi saya berdoa dan berbicara dengan Tuhan mengenai
persoalan-persoalan yang dialami jemaat. Saya bertanya pada Tuhan, Kenapa
orang-orang yang setia justru menghadapi persoalan-persoalan yang besar?,
Kenapa keluarga-keluarga yang mengasihi Engkau malahan mengalami nasib
hidup yang buruk?, Bukankah seharusnya mereka bersinar?. Menunjukkan
diri sebagai anak-Mu yang diberkati?, Apa yang harus aku dan mereka lakukan
sehingga mereka hidup dalam kemenangan?. Dalam pergumulan tersebut saya
merasa Tuhan berkata: Mezbah Keluarga. Itulah alasan mengapa saya yakin
hari ini Tuhan mau berbicara kepada kita mengenai mezbah keluarga. Dan saya
akan menyampaikannya dalam khotbah hari ini.
Saudara-Saudara, siapakah diantara kita yang tidak menginginkan kemenangan
dalam hidup. Kemenangan itu bukan berarti kita mengalahkan orang lain secara
fisik, emosional, maupun materi. Namun kita hidup dalam kesejahteraan karena
berhasil mengatasi tantangan hidup. Siapakah yang tidak menginginkan
kehidupan keluarga yang harmonis, kecukupan secara ekonomi, memiliki anakanak yang manis dan baik, serta kehidupan yang penuh makna dan indah?
Tentunya kita semua menginginkannya.
Tetapi bukankah semuanya ini belum terjadi dalam kehidupan kita? Justru
keharmonisan keluarga kita sedang diambang kehancuran, godaan-godaan
semakin besar, relasi dipenuhi dengan luka dan kekecewaan, ekonomi semakin
sulit, pada waktu kecil anak bandel, waktu besar ia melawan, sungguh kita hidup
dalam masalah besar. Semuanya ini membuktikan bahwa kita tidak mampu
mengalahkan persoalan dengan kekuatan kita sendiri. Kita memerlukan Allah.
Mungkin Saudara sudah berdoa. Namun kemenangan juga belum tiba. Masalah

datang dengan luar biasa, mari kita berdoa dengan cara yang luar biasa juga.
Bukan doa sendirian, melainkan doa bersama. Mengapa doa bersama? Apa yang
didapat dari doa bersama?
1. Doa yang sepakat mendatangkan pengabulan dari Bapa (Ayat 19)
Teks Matius 18:19 ini sesungguhnya dikatakan dalam membahas persoalan
domba yang hilang (Mat 12:12-14), domba yang hilang itu berarti seorang yang
hidup dalam dosa (Matius 18:15-18). Jadi nats Matius 18:19 sesungguhnya
menyatakan doa bersama dalam konteks kehidupan berjemaat dan bagi mereka
yang terhilang.
Namun yang terpenting dari kehidupan doa bersama ini adalah kesepakatan .
Dalam bahasa saya kesehatian. Sehati berarti berdoa dengan beban, dan
perasaan yang sama. Kebersamaan untuk menyandarkan hidup dan
menyerahkan permohonan mereka di kaki Bapa. Janji bagi doa yang sepakat
adalah Tuhan akan mengabulkan segala sesuatu yang diminta. segala sesuatu
itu berarti segala sesuatu yang sejalan dengan rencana dan kehendak Allah.
Tahun lalu saya sesungguhnya pernah mengkhotbahkan topik ini. Dalam khotbah
saya tahun lalu saya menyampaikan sebuah kesaksian tentang sebuah keluarga
di Solo. Kisah ini dituturkan oleh pendeta yang melayani keluarga tersebut
sebagaimana terdapat dalam renungan harian Spirit yang saya sudah lupa
nomor edisinya. Berikut kesaksiannya:
Mengawali tahun 2008 ini, tepatnya 1 Januari. Di gereja tempat saya melayani,
seorang Bapak mengisahkan pertolongan Tuhan atas keluarganya. Keluarga ini
selama empat tahun selalu saja ribut dan ribut. Isterinya terus mengomel. Tiada
hari tanpa mengomel. Berhentinya hanya pada saat tidur saja. Sebagai manusia
biasa, suami sangat tertekan dengan kondisi demikian. Kalau sehari-dua hari
tidak masalah. Tapi, masalahnya hal ini terus dilakukan bertahun-tahun. Bapak
yang berprofesi sebagai penjual bakso ini secara manusia tidak tahan atas
omelan isteri yang sama sekali tidak membangun. Tidak berlebihan jika
dikatakan, hati wanita itu terbuat dari batu. Kerasnya luar biasa.
Pemicu keributan adalah masalah ekonomi. Rupanya, ketika memulai usaha
bakso tersebut, mereka meminjam uang dari rentenir. Akibatnya, mereka terlilit
utang yang luar biasa. Setiap hari setidaknya Rp. 380.000, -- Rp. 400.000,- harus
disetor kepada rentenir tersebut. Padahal, untung dari jualan bakso tidaklah
sebanyak itu. Utang terus bertambah, hidup tambah susah. Puncaknya, isteri
mulai goyah imannya. Bunuh diri mulai terlintas dalam pikirannya. Pergi kedukun
menjadi pilihan lain. Syukurlah suami mengingatkan bahwa semua itu bukan
solusi yang bijaksana.
Pemicu lainnya adalah tidak punya rumah. Sudah lama berdoa untuk
mendapatkan rumah, namun tidak kunjung tiba juga. Utang ke Bank untuk
mendapatkan rumah, uangnya dapat tapi rumahnya telah dibeli orang. Daftar
kekecewaan bertambah lagi.
Walau sering geger, namun keluarga unik ini selalu mengadakan mezbah
keluarga. Setiap jam 04.00 WIB, suami sudah bangun untuk menyembah Tuhan.
Isteri juga demikian. Pasangan ini setia memulai harinya dalam hadirat Tuhan.
Mereka berdoa memohon berkat Tuhan. Dalam doa, mereka meminta rumah
supaya dapat mengembangkan usaha bakso tersebut.
Tanggal 16 Desember 2007, Tuhan membuat kejutan di luar prediksi. Ketika ada

acara sepeda bersama Artis ibu kota di kota Surakarta. Suami ingin ikut acara
itu, namun untuk membayar tiket seharga Rp. 30.000,- saja tidak mampu. Tuhan
kirim burung gagak. Seseorang membelikan tiket untuk Bapak yang cinta
Tuhan itu. Siapa nyana, dari tiket itu mereka dapat hadiah rumah bernilai jutaan
rupiah sebagai hadiah utama. Ikut sepeda bersama artis, tiket dibelikan orang,
namun hadiah utamanya diperoleh keluarga yang setia kepada Tuhan tersebut.
Mendapatkan rumah itu bukan kebetulan, sebab ribuan peserta mengingininya.
Tapi, Tuhan tahu kalau keluarga itu sangat membutuhkan. Awal tahun ini,
pengalaman iman bersama Tuhan mereka peroleh, diawali dengan melatih diri
mengadakan mezbah keluarga."
Saudara-saudara, apakah hidupmu atau keluargamu sedang menghadapi
masalah besar yang secara manusia masalahmu tidak dapat engkau atasi?
Cobalah untuk membangun mezbah keluarga. Mezbah pada zaman perjanjian
lama dibangun untuk mempersembahkan korban kepada Allah, dan kemudian
mereka melanjutkan dengan ucapan syukur dan permohonan. Hari ini kita tidak
perlu lagi membangun mezbah dalam arti fisik untuk mengadakan pengorbanan,
sebab Kristus telah mati menjadi korban sekali untuk selamanya. Kita tinggal
datang kepada-Nya dengan leluasa. Alangkah baik bila diiringi dengan doa yang
sepakat.
Mari bangunlah mezbah keluarga. Doa bersama dengan keluarga. Bila memang
setiap hari sulit untuk dilakukan karena kesibukan, mulailah seminggu sekali. Jika
seminggu sekali tetap sulit, dua minggu sekali. Paling tidak lakukanlah langkah
awal untuk membangun mezbah keluarga.
2. Dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Yesus, Ia hadir (ayat 20)
Pertanyaan yang muncul dalam benak kita membaca ayat 20 ini adalah: apakah
Yesus tidak hadir dalam hidup atau doa kita pribadi? Tentunya ia hadir. Ia hadir
dalam hidup kita secara personal, namun dalam doa bersama, Ia hadir dalam
relasi. Ia hadir dalam kehidupan personal seorang suami, atau istri, atau anak,
namun ia juga perlu hadir dalam relasi diantara semuanya. Dalam ayat 20 ini
Yesus menjanjikan kehadirannya dalam relasi ketika 2-3 orang berkumpul dalam
nama Yesus.
Saudara-saudara, mengasihi dan menjalin hubungan yang konsisten tanpa Yesus
adalah perihal yang mustahil. Tanpa Yesus, dan ketika kita mengalihkan
pandangan dari Yesus, relasi-relasi kita diisi dengan kepahitan, kekecewaan, dan
luka.
Ada cerita seorang pasangan muda membuat perjanjian. Si istri membawa
sebuah kaleng dan menunjukkan kepada suami. Ia berkata, Janganlah kau
membuka kaleng ini sampai aku menyuruhnya. Si suami menaati perjanjian ini
sampai usia mereka menginjak lanjut. Singkat cerita si istri kemudian sakit keras.
Ia memanggil suaminya dan meminta untuk membuka kaleng tersebut. Ketika
dibuka terdapat tiga taplak meja dan uang yang sangat banyak. Si istri berkata,
Kalau hatiku kecewa aku membuat taplak meja, dan inilah taplak meja itu. Si
suami bangga karena selama puluhan tahun pernikahan mereka, si istri hanya
kecewa tiga kali. Kemudian si suami bertanya, Apa maksud dari uang yang
banyak ini?. Si istri menjawab, Aku menjual taplak meja yang lainnya

Saudara-saudara, betapa manusia tidak dapat memberikan kasih yang sejati.


Oleh karena itu hanya Yesus yang dapat mengikat kasih dalam sebuah keluarga.
Beberapa hari yang lalu saya mendapat undangan pernikahan dari seorang
sahabat. Di dalam undangan tersebut terdapat penggalan sebuah puisi yang
menarik. Coba saya akan membacakan dan menerjemahkan:
I love you not as I want to (aku mencintaimu bukan karena aku yang
menginginkannya)
But God wats me to (tetapi Tuhan yang menginginkan aku untuk melakukannya)
If you seek love on me alone you will find nothing (Jika kamu mencari cinta
dariku, kamu tidak akan menemukan apa-apa)
But if you seek GODs love through me you will find everything (Tetapi jika kamu
mencari cinta Tuhan dalam hidupku kamu akan menemukan segalanya)
Because it takes three to make a true dan perfect love (Oleh karena itu kamu
memerlukan 3 untuk membuat sebuah cinta sejati dan sempurna).
God, you, and me (Tuhan, kamu, dan aku)
Saudara-saudara, kita membutuhkan satu pribadi tambahan agar hubungan
pasangan, keluarga, maupun gereja dapat berjalan indah dalam kasih. Pribadi itu
adalah Yesus. Oleh karena itu marilah kita mengadakan mezbah keluarga agar
kehadiran Yesus dalam relasi menjadi sedemikian nyata.
Untuk menutup khotbah saya, saya ingin bercerita mengenai perjalanan saya
hari Jumat lalu ke Kediri. Di Kediri saya menyempatkan diri untuk mampir dalam
acara pameran budaya simpang lima Gumul. Saya masuk ke stand batik. Saya
tertarik untuk membeli kaos bergambar tokoh wayang. Saya membeli (dibelikan
tepatnya) kaos dengan gambar Gatotkaca, menggambarkan seorang satria
muda, otot kawat balung wesi. Kemudian juga membeli kaos bergambar Semar
untuk seorang Bapak Rohani yang berulang tahun yang menggambarkan
sebagai tokoh sakti yang rendah hati, sederhana, dan pengayom. Kemudian
disana kami mendiskusikan seorang tokoh bernama Kresna. Seorang bapak
bercerita mengenai arti kata Kresna. Kresna berarti terapkan, lakukan,
ejawantahkan. Apalah gunanya sebuah ilmu jika tidak kresna: dilakukan,
diejawantahkan.
Hari ini kita belajar mengenai mezbah keluarga. Semuanya ini tidaklah berguna
jika tidak di kresna. Mulailah membangun mezbah keluarga dan biarlah
kehadiran Allah semakin nyata dalam hidup Saudara. Tuhan memberkati.