Anda di halaman 1dari 6

PEMBAHASAN

A. KEJADIAN ALAM SEMESTA


Teori yang berlaku pada abad 20 adalah bahwa alam semesta mempunyai
ukuran yang tidak terbatas, ada tanpa awal dan terus ada untuk selama-lamanya.
Pandangan ini disebut Model Alam Semesta Statis, yaitu menolak adanya Pencipta.
1.

Meluasnya Alam Semesta


Hubble menemukan penemuan, yaitu bahwa bintang dan galaksi tidak hanya

bergerak menjauhi kita, tetapi juga bergerak menjauh di antara mereka. Kesimpulan
yang dapat ditarik adalah bahwa alam semesta bertambah luas secara tetap.
Alam semesta dapat bergerak mundur dalam hal waktu, maka alam semesta
berasal dari titik tunggal. Titik tunggal mengandung pengertian, yaitu semua zat
atau unsur yang ada di alam semesta, mempunyai volume nol dan kerapatan tak
terbatas. Alam semesta terjadi karena adanya ledakan dahsyat dari titik tunggal yang
bervolume nol. Ledakan luar biasa ini disebut Ledakan Dahsyat Big Bang.
Teori Ledakan Dahsyat Big Bang membuktikan alam semesta diciptakan dan
ketiadaan, dengan kata lain alam semesta diciptakan oleh Allah.
2.

Penciptaan Zat
Atom merupakan unsur pembentuk zat. Menjadi ada setelah terjadinya

ledakan dahsyat. Atom-atom ini kemudian berkumpul bersama-sama membentuk


alam semesta dengan bintang, bumi, dan matahari. Selanjutnya atom-atom tersebut
membentuk kehidupan di bumi.
3.

Radiasi Latar Kosmos


Tahun 1948 George Gamov menyatakan bahwa setelah terbentuknya alam

semesta, ada limpahan radiasi di alam semesta yang tertinggal karena ledakan dahsyat
yang tersebar merata di alam semesta. Tahun 1965 Arno Penzia dan Robert Wilson
menemukan gelombang radiasi yang disebut Radiasi Latar

Kosmos, yaitu

dipancarkan dari sumber tertentu tetapi merambati seluruh ruang angkasa.


B. SUNNATULLAH DI ALAM SEMESTA
1. Keseimbangan yang Luar Biasa
Jika kita melihat susunan alam semesta yang sangat tertata dengan teratur
setelah terjadinya ledakan, tentu pasti ada tenaga supranatural yang mengatur ini
1

semua karena dari ledakan tersebut terdapat gerakan-gerakan yang sangat terkontrol.
Suatu ledakan umumnya menyebabkan pergerakan partikel yang tidak teratur dan
terkontrol, namun ledakan penciptaan alam ini berbeda dengan ledakan umumnya.
Pada ledakan ini partikel-partikel yang menumpuk atau menyatu bekerja sama
membentuk galaksi-galaksi. Tentu hal tersebut membutuhkan keseimbangan yang luar
biasa yang tidak dapat dijangkau oleh manusia.
Keseimbangan lain dapat dilihat dari penciptaan alam yang dapat dihuni
(Bumi). Syarat pembentukan planet yang dapat dihuni ini begitu banyak dan begitu
rumit sehingga tidak mungkin planet ini terbentuk secara kebetulan. Karena manusia
tidak mungkin menciptakan matahari, angin, air, dan sumber daya-sumber daya
lainnya. Maka dapat disimpulkan Allah menata Bumi kita dengan sangat teratur dan
penuh pertimbangan yang matang agar dapat dihuni oleh makhuk-makhlukNya.
Tingkat perluasan setelah ledakan pun sangat membutuhkan keseimbangan.
Menurut Fisikawan Paul Davies, jika tingkat perluasan setelah terjadinya ledakan
tersebut berbeda walau hanya dengan rasio 1 :

1.000.000 .0002

tidak akan

terbentuk planet yang dapat dihuni. Perluasan ini sangat mendekati nilai kritis di mana
alam semesta akan melepaskan gravitasinya sendiri dan bertambah luas selamalamanya. Bila diperlamat sedikit, kosmos ini akan jatuh. Bila dipercepat sedikit
bahan-bahan kosmos tersebut akan seluruhnya terpencar.

2. Desain dengan Suatu Tujuan


Alam semesta dengan desainnya yang luar biasa juga pasti memiliki tujuan.
Desain Allah sangatlah sempurna. Akal manusia tidak akan ada yang mampu
menandinginya untuk mendesain alam semesta sedemikian rupa. Tujuan Allah
menciptakan Bumi ini adalah sebagai tempat manusia melakukan perbuatan yang
mencerminkan ketaqwaannya pada Allah, apakah manusia tersebut beramal baik
ataukah beramal buruk untuk dipertanggungjawabkan di hari akhir nanti. Bumi juga
diciptakan untuk menunjukkan kebesaran Allah karena telah diciptakan dan di desain
sedemikian rupa untuk kehidupan manusia. Manusia pun diuji selama tinggal di muka
bumi ini, apakah manusia akan bersyukur dengan nikmat yang telah diciptakan
ataukah manusia justru mengkufuri nikmat tersebut.
2

Keseimbangan dan desain alam semesta membuktikan keberadaan Sang


Pencipta (Allah) dengan pengetahuan, kebijakan, dan kekuatan yang tiada batas untuk
menciptakan, mengendalikan, dan mengatur alam semesta secara berkesinambungan.

C. AKHIR DARI ALAM SEMESTA


Hari kiamat akan datang secara tiba-tiba tatkala tak seorang pun
mengharapkannya. Diawali dengan kiamat kecil (qiyamat shughra), yaitu kematiankematian dari seorang per seorang, dan akhirnya terjadinya kiamat besar (qiyamat
kubra), yaitu hancurnya jagad raya beserta isinya.
Hari kiamat berawal dari peniupan sangkakala (al-Muddatstsir: 8 - 10).
Peniupan sangkakala itu diikuti dengan gempa dahsyat dan gemuruh keras
yang memekakkan telinga. Dalam kekacauan dan hiruk-pikuk ini, gunung-gunung
mulai goncang dan berguguran dengan bumi di bawahnya (al-Zalzalah: 1-8).
Kejadian di hari kiamat besar Allah memberitahukannya dalam Al-Quran:
Dan, apabila datang suara yang memekakkan telinga (tiupan sangkakala
yang kedua), pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya,
dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai
urusan yang cukup menyibukkannnya (Abasa: 33-37).
Ilmu pengetahuan pun mendukung akan kebenaran adanya hari kiamat.
Matahari dapat dijadikan pembuktian. Bahwa dalam proses masa, matahari akan
padam dengan sendirinya yang tentu membawa musnahnya pula makhluk hidup di
bumi ini di mana mereka menggantung hidupnya pada sinar matahari.
Hukum fisika juga mendukung, bahwa daya rotasi dan revolusi benda-benda
langit suatu waktu akan berakhir, serta gaya gravitasi yang mendatangkan
keseimbangan terhadap benda-benda langit juga ada saatnya hilang. Jika sudah terjadi
demikian,

maka

benda-benda

langit

seluruhnya

akan

bertabrakan

saling

menghancurkan satu sama lain.


1.

2.

Hal-hal yang wajib diimani sehubungan dengan hari akhir:


Alam kubur
Setelah manusia mengakhiri kehidupannya di alam dunia ini, selanjutnya ia
akan menuju alam kubur, menanti sampai tibanya hari kebangkitan.
Kiamat dan tanda-tandanya
3

Peristiwa hari kiamat diawali dengan beberapa tanda yang dilukiskan Al3.

Quran pada banyak ayat .


Hari kebangkitan
Setelah kiamat tiba saatnya manusia dibangkitkan dan peristiwa ini sangat

4.

mengherankan di kalangan orang-orang musyrik.


Hari berkumpulnya kembali
Setelah manusia dibangkitkan lalu dikumpulkan di padang mahsyar guna

5.

mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Hari perhitungan
Pada masa ini semua manusia menantikan keputusan hakim semesta alam,
Hakim yang Maha Adil, mengadili dan memutuskan segala aktivitas manusia
yang telah diperbuatnya di dalam dunia ini. Dan bagaimana pula keadaan
manusia di hadapan Allah yang masa satu hari di akhirat sama dengan lima

6.

puluh ribu tahun di dunia.


Shirath (Jembatan)
Setelah selesai hari perhitungan tibalah saatnya manusia diberikan balasan
aktivitasnya kemudian ditentukan jalan yang harus dilalui oleh setiap manusia
sesuai dengan perbuatannya. Di antara mereka ada yang jatuh dari shirat
menuju neraka Jahannam dan ada yang selamat sampai surga bersama dengan

7.

malaikat-malaikat.
Surga dan neraka
Inilah yang terakhir yang wajib diimani sehubungan dengan hari akhir yang
merupakan tujuan akhir dari perjalanan panjang semenjak kehidupan di dunia.
Dan bagi mereka yang menyerahkan diri, perbutan, hidup dan matinya bagi
Allah maka surgalah yang pantas baginya. Akan tetapi yang mengingkari
semua ini dan menghambakan dirinya kepada selain Allah nerakalah tempat
kembali yang pantas baginya.
Hikmah iman pada hari akhir:

1. Adanya rasa kebencian yang dalam kepada kemaksiatan dan kebejatan moral
yang mengakibatkan murka Allah di dunia dan di akhirat.
2. Menyejukkan dan menggembirakan hati orang-orang mukmin dengan segala
kenikmatan akhirat.
3. Senantiasa memotivasi untuk beramal kebajikan dengan ikhlas mengharap
ridho Allah semata.
4. Menjauhkan diri dari asumsi-asumsi dunia dan memikirkan kehidupan akhirat
yang kekal.

PENUTUP

KESIMPULAN
Jadi setelah pembahasan isi dari makalah di atas, dapat kami simpulkan bahwa:

Allah menciptakan alam semesta ini memiliki beberapa tujuan, di antaranya:


- mengetahui seberapa besar ketaqwaan manusia terhadap Allah, yang
-

temasuk di dalamnya amal shalih atau amal syaiah.


alam semesta sebagai tempat tinggal makhluk ciptaan Allah.
sebagai bukti kebesaran dan keagungan Allah.
untuk menguji rasa syukur manusia, apakah lebih banyak bersyukur atau

malah akan kufur.


Allah menciptakan alam semesta melalui berbagai proses dan akhirnya kelak
akan dihancur leburkan di hari kiamat, hal tersebut membuktikan bahwa:
5

selain Allah tidak ada yang kekal.


untuk memberikan tanggung jawab kepada manusia atas segala perilaku
yang telah diperbuatnya untuk dipertanggung jawabakan dihadapan Allah
kelak.

SARAN
Semua ini adalah pengajaran buat seluruh manusia,bahwa jangankan hidupnya ini
tidak kekal, alam semesta pun demikian pula. Tujuannya agar manusia hidup di dunia ini
untuk menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya, yaitu amal shalih dan takwa kepada Allah
SWT untuk menemui Allah dalam keridhaannya pada hari akhirat kelak.

DAFTAR PUSTAKA

Tim dosen PAI. 2012. Buku Daras Pendidikan Agama Islam. Malang : Pusat Pembinaan
Agama (PPA) Universitas Brawijaya.
Saefudin. 2009. Iman Kepada Hari Akhir. www.saefudin.info/2009/05/iman-kepada-hariakhir.html