Anda di halaman 1dari 3

Home

IDAI Mail

IDAI Network

Login

Contact

Book Navigation
http://idai.or.id/lo Masuk

o
o

Public
Klinik
Articles
IDAI+
Pengasuhan
Keluhan
Anak
Anak
Imunisasi
ASI
Review
Seputar
Kesehatan
Anak
Professional
Rekomendasi
Resources
Guideline
Growth
Chart
&
Consensus
Pediatric
Ethic
Drug
Dose
Format
ICD
Rujukan
Continuing
CPD
Online+
Professional
Development
Multidisciplinary
Online
Symposium
Learning Program
Case
Lecture
Illustration
Notes
Maintenance
Archives
Credits
Publications
Ajar
Buku
Jurnal
IDAI
IDAI+
Paediatrica
Sari
Pediatri
Indonesiana
Buletin
International
IDAI
Journal
Link
Registry
IDAI
Store
About
Message
IDAI
From
The
President
IDAI
Statement
Research
Grant
History
Structure+
of
IDAI
Pengurus
IDAI
Cabang
Pusat
By
Laws+
Badan
Pelengkap
Compendium
AD/ART
Distribution
Strategic
of
IDAI
Plan
Member
Directory
Website
Committee
of
IDAI
Return to Content

Professional Resources
Rekomendasi
Guideline & Consensus
Growth Chart
Pediatric Drug Dose
Ethic
Format Rujukan
ICD
Growth Chart
13 May 2013

Kurva Pertumbuhan WHO


Pada tahun 2006, WHO mengeluarkan sebuah kurva pertumbuhan standar yang
menggambarkan pertumbuhan anak umur 0-59 bulan di lingkungan yang diyakini dapat
mendukung pertumbuhan optimal anak. Untuk membuat kurva pertumbuhan ini, WHO
melakukan penelitian multisenter pada tahun 1997 sampai 2003 dengan tujuan untuk
menggambarkan pertumbuhan anak yang hidup di lingkungan yang tidak memiliki faktor
penghambat pertumbuhan. Data dikumpulkan dari 6 negara yaitu Brazil, Ghana, India,
Norwegia, Oman dan Amerika. Penelitian ini terdiri atas dua bagian; pertama adalah penelitian
longitudinal (subyek diikuti dari lahir sampai usia 2 tahun); dan kedua adalah penelitian crosssectional (pada anak usia 1,5 sampai 5 tahun). Panjang badan diukur pada posisi tidur telentang
untuk anak usia 0-2 tahun dan setelah usia 2 tahun tinggi badan diukur sebagai tinggi berdiri.
a. Penelitian longitudinal
Pada awal penelitian terdapat 1737 subyek yang memenuhi kriteria penelitian, namun data yang
digunakan adalah data 882 subyek yang menyelesaikan penelitian ini. Subyek diberi makan

sesuai dengan rekomendasi WHO yaitu mendapat ASI sampai usia 12 bulan dan mendapat
makanan tambahan setelah berumur 6 bulan. Ibu subyek penelitian tidak merokok.
b. Penelitian cross-sectional
Subyek diambil dari strata demografik yang sama dengan subyek penelitian longitudinal.
Terdapat 6669 subyek usia 18-71 bulan yang masing-masing dinilai dalam satu kali pengukuran.
IDAI telah menetapkan untuk skrining pertumbuhan anak dengan umur sampai 5 tahun dapat
menggunakan kurva pertumbuhan WHO.
CARA MENGGUNAKAN GRAFIK PERTUMBUHAN WHO
1.

Tentukan umur, panjang badan (anak di bawah 2 tahun)/tinggi badan (anak di atas 2
tahun), berat badan.

2.

Tentukan angka yang berada pada garis horisontal / mendatar pada kurva. Garis
horisontal pada beberapa kurva pertumbuhan WHO menggambarkan umur dan panjang
/ tinggi badan.

3.

Tentukan angka yang berada pada garis vertikal/lurus pada kurva. Garis vertikal pada
kurva pertumbuhan WHO menggambarkan panjang/berat badan, umur, dan IMT.

4.

Hubungkan angka pada garis horisontal dengan angka pada garis vertikal hingga
mendapat titik temu (plotted point). Titik temu ini merupakan gambaran perkembangan
anak berdasarkan kurva pertumbuhan WHO.

CARA MENGINTERPRETASIKAN KURVA PERTUMBUHAN WHO


1.

Garis 0 pada kurva pertumbuhan WHO menggambarkan median, atau rata-rata

2.

Garis yang lain dinamakan garis z-score. Pada kurva pertumbuhan WHO garis ini
diberi angka positif (1, 2, 3) atau negatif (-1, -2, -3). Titik temu yang berada jauh dari
garis median menggambarkan masalah pertumbuhan.

3.

Titik temu yang berada antara garis z-score -2 dan -3 diartikan di bawah -2.

4.

Titik temu yang berada antara garis z-score 2 dan 3 diartikan di atas 2.

5.

Untuk menginterpretasikan arti titik temu ini pada kurva pertumbuhan WHO dapat
menggunakan tabel berikut ini.

Catatan :
1.

Anak dalam kelompok ini berperawakan tubuh tinggi. Hal ini tidak masih normal.
Singkirkan kelainan hormonal sebagai penyebab perawakan tinggi.

2.

Anak dalam kelompok ini mungkin memiliki masalah pertumbuhan tapi lebih baik jika
diukur menggunakan perbandingan beratbadan terhadap panjang / tinggi atau IMT
terhadap umur.

3.

Titik plot yang berada di atas angka 1 menunjukan berisiko gizi lebih. Jika makin
mengarah ke garis Z-skor 2 resiko gizi lebih makin meningkat.

4.

Mungkin untuk anak dengan perawakan pendek atau sangat pendek memiliki gizi
lebih.

5.

Hal ini merujuk pada gizi sangat kurang dalam modul pelatihan IMCI (Integrated
Management of Childhood Illness in-service training. WHO, Geneva, 1997).