Anda di halaman 1dari 8

1.

hasil kebudayaan
1, grebek syawal
2, kitab bustanus salatin
3, makam raja2
4, masjid agung demak
5, masjid aceh Darussalam
2.

Jirat atau kijing, yaitu bangunan yang dibuat dari batu yang berbentuk
persegi panjang dengan arah lintang utara atau selatan.
Batu Nisan, yaitu tonggak pendek dari batu sebagai tanda kubur yang
biasanya di ujung utara dan selatan jirat.
Cungkup, yaitu bangunan mirip rumah yang terdapat di atas jirat.

3.

Kesustraan pada zaman Islam berkembang di sekitar Selat Malaka dan


Pulau Jawa. Berdasarkan sumber-sumbernya sastra dapat dibedakan menjadi
dua yaitu sastra yang dipengaruhi unsur lluar dari Persia atau Arab dan
kelanjutan dari sastra tersebut. Menurut cerita dan isinya, sastra dibedakan
menjadi:
a. Hikayat, yaitu karya sastra berupa cerita atau dongeng yang dibuat
sebagai wahana pelipur lara. Misalnya Hikayat Hang Tuah dan Hikayat
Amir Hamzah.
b. Babad, yaitu cerita berlatar belakang sejarah yang biasanya lebih berupa
cerita daripada uraian sejarah. Misalnya Babad Tanah Jawi dan Babad
Giyanti.
c. Syair, yaitu puisi lama yang tiap-tiap baitnya terdiri dari empat baris
yang berakhiran sama. Misalnya Syair Abdul Muluk dan Gurindam Dua
Belas.
d. Suluk, yaitu kitab-kitab yang menceritakan beberbagai hal mengenai
tasawuf. Di Pulau Jawa, suluk banyak menceritakan tentang Wali Songo
misalnya Suluk Sukarsa, Suluk Wujil, dan Suluk Malang Sumirang.

4. Kaligrafi adalah seni menulis Arab yang indah tanpa tanda garis (harakat).
Seni kaligrafi yang bernafaskan Islam merupakan rangkaian dari ayat-ayat
suci Al Quran. Tulisan tersebut dirangkai
sedemikian rupa sehingga membentuk gambar, misalnya binatang, daundaunan, bunga atau sulur, tokoh wayang dan sebagainya.
Contoh kaligrafi antara lain sebagai berikut. a. Kaligrafi pada batu nisan.

5.

b. Kaligrafi bentuk wayang dari Cirebon.


c. Kaligrafi bentuk hiasan.
Keraton berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan sebagai tempat
tinggal raja beserta keluarganya. Pada zaman kekuasaan Islam, didirikan
cukup banyak keraton sesuai dengan perkembangan kerajaan Islam.
Beberapa contoh keraton adalah sebagai berikut:
a. Keraton Cirebon
Keraton Cirebon didirikan oleh Fatahillah atau Syarif Hidayatullah
pada tahun 1636. Letaknya di kota Cirebon, Jawa Barat.
b. Istana Raja Gowa
Istana Raja Gowa terdapat di Sulawesi Selatan.
c. Istana Keraton Surakarta
Keraton Surakarta terbentuk berdasarkan perjanjian Giyanti pada tahun
1755. Keraton Surakarta sebelumnya merupakan wilayah Kerajaan
Mataram dengan rajanya Paku Buwono III.
d. Keraton Yogyakarta
Semula Keraton Yogyakarta merupakan wilayah Kerajaan Mataram,
kemudian berdasarkan perjanjian Giyanti pada tahun 1755 didirikan
kerajaan Yogyakarta dengan rajanya yang pertama Sultan
Hamengkubuwono I.
e. Istana Mangkunegaran
Istana Mangkunegaran merupakan bangunan kerajaan yang terbentuk
berdasarkan perjanjian Salatiga tahun 1757.

1. Itu karna banyak warga negara asing yang datang ke negara yang kita
tinggali dengan membawa keragaman negaranya. lalu mereka
memperkenalkannya kepada warga negara kita dan akhirnya banyak warga
negara kita yang mengenal dan mengerti keragaman budaya negara asing
tersebut.
2. 1. faktor sosial
2. faktor budaya
3. faktor politik
4. faktor ekonomi
5. faktor sejarah
6.faktor perdagangan

3.

Perbedaan yang ada pada setiap daerah di Indonesia merupakan suatu


anugerah dari Tuhan yang patut kita syukuri. Bhinneka Tunggal Ika oleh
para pendiri Negara dijadikan sebagai semboyan Negara sebagaimana
ditulis pada lambang Negara Burung Garuda. Beberapa sikap yang dapat
diterapkan untuk menghargai keberagaman antara lain sebagai berikut.
1.Toleransi
Sikap toleransi berarti menahan diri, bersikap sabar, membiarkan orang
berpendapat lain, dan berhati lapang terhadap orang-orang yang memiliki
pendapat berbeda. Toleransi sejati didasarkan sikap hormat terhadap
martabat manusia, hati nurani, dan keyakinan, serta keikhlasan sesama
apapun agama, suku, golongan, ideologi atau pandangannya.
Contoh berinteraksi dengan teman atau orang lain dalam bidang agama
misalnya menghargai teman yang sedang berpuasa dengan tidak makan dan
minum di depan teman, dalam bidang seni, misalnya menampilkan budaya
dari daerah masing-masing.
Contoh kebersatuan dan keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan jenis
kelamin dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika misalnya gotong royong,
mengunjungi teman yang sedang sakit, menolong teman yang sedang
mengalami
musibah.
2. Mempelajari dan menikmati kebudayaan daerah lain
Masyarakat Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa yang tersebar di
lebih dari 13 ribu pulau. Setiap suku bangsa memiliki budaya yang
berbeda-beda, seperti bahasa yang berbeda, adat istiadat serta tradisi, sistem
kepercayaan, dan sebagainya. Untuk menghargai keberagaman kita dapat
mempelajari
budaya
daerah
lain.
Dengan mempelajari budaya daerah lain kita dapat mengetahui kita bisa
mengetahui cara hidup suku lain. Beraneka ragamnya kebudayaan ini
disebabkan karena adanya faktor geografis yang berbeda di setiap
pulaunya, sehingga menimbulkan pola pikir dan pola kehidupan yang
berbeda pula. Pola pikir mereka menimbulkan suatu kebiasaan yang khas
untuk mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di yang ada
disekitarnya.
Pola kehidupan mereka pun di sesuaikan dengan keadaan lingkungannya
sehingga mereka bisa bertahan hidup di lingkungan tersebut. Mempelajari

Budaya daerah lain memudahkan kita untuk berinteraksi dengan orang


yang berasal dari tempat lain di Indonesia dengan kebudayaan yang
berbeda.
3. Menjadikan keberagaman sebagai kekayaan bukan kekurangan
Keberagaman kebudayaan adalah suatu kekayaan Negara yang sangat
berharga. Kekayaan yang perlu dijaga dan dilestarikan keberadaanya. Dan
sebagai warga Negara yang baik, kita wajib ikut serta dalam
melestarikannya.
Budaya daerah tidak hanya mengajarkan kepada kita tentang keseniankesenian tradisional maupun upacara-upacara adat dari berbagai daerah,
tetapi juga memberikan informasi tentang bagaimana keadaan sosial
masyarakat di daerah tersebut. Mengetahui bagaimana sifat seseorang akan
memudahkan kita untuk dapat bergaul dan berinteraksi secara akrab
dengannya.
Perbedaan bukanlah sesuatu yang harus kita tonjolkan karena kita semua
sebenarnya adalah sama, yaitu sama-sama makhluk Tuhan Perbedaan
hanyalah suatuanasa untuk menunjukkan keberadaan kita di dunia ini.
Janganlah suatu perbedaan membuat kita semakin jauh, dan bahkan
terpecah belah. Bhineka Tunggal Ika, walaupun kita berbeda, tetapi kita
tetap satu jua.
4.
5.
1.
2.

kapak genggam, kapak perimbas, monofacial, alat-alat serpih, chopper.


Chopper merupakan salah satu jenis kapak genggam yang berfungsi
sebagai alat penetak. Oleh karena itu, chopper sering disebut sebagai kapak
penetak. Mungkin kalian masih sulit membayangkan bagaimana cara
menggunakan chopper.

Misalnya, kalian akan memotong kayu yang basah atau tali yang besar, sementara
kalian tidak memiliki alat pemotong, maka kalian dapat mengambil pecahan batu yang
tajam. Kayu atau tali yang akan dipotong diletakan pada benda yang keras dan bagian
yang akan dipotong dipukul dengan batu, maka kayu atau tali akan putus. Itulah, cara
menggunakan kapak penetak atau chopper.
3.
4.
5.

dolmen-> meja dari batu yang berfungsi sebagai tempat meletakkan


saji-sajian untuk pemujaan.

menhir -> untuk memuja roh nenek moyang


punden berundak-> bangunan dari batu yang bertingkat-tingkat dan
fungsinya sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah
meninggal.
waruga->Waruga adalah peti kubur peninggalan budaya Minahasa pada
zaman megalitikum. Didalam peti pubur batu ini akan ditemukan berbagai
macam jenis benda antara lain berupa tulang- tulang manusia, gigi manuisa,
periuk tanah liat, benda- benda logam, pedang, tombak, manik- manik,
gelang perunggu, piring dan lain- lain
sarkofagus-> keranda batu atau peti mayat yang terbuat dari batu.
Bentuknya menyerupai lesung dari batu utuh yang diberi tutup.
Peti kubur -> peti mayat yang terbuat dari batu-batu besar. Kubur batu
dibuat dari lempengan/papan batu yang disusun persegi empat berbentuk
peti mayat yang dilengkapi dengan alas dan bidang atasnya juga berasal
dari papan batu.
6.

a. Seni bangun
Peninggalan-peninggalan sejarah ada beberapa jenisnya, seperti komplek
percandian, pemandian, keraton, makam. Candi adalah peninggalan berupa komplek
bangunan yang bersifat Hindu, sedangkan yang bersifat Budhis disebut Stupa, Stupika.
Diantara candi-candi Hindu, di Jawa Tengah terdapat
Disamping candi Hindu, juga terdapat banyak peninggalan yang bersifat Budhis.
Pada masa kerajaan Sriwijaya ditemukan candi Muara takus di daerah Jambi. Di Jawa
Tengah ada Stupa Borobudur, candi Mendut dan candi Pawon. Bangunanbangunan ini
berfungsi sebagai tempat ibadah. Sampai sekarang peninggalan-peninggalan tersebut
masih dipergunakan oleh umat Budha untuk pelaksanaan upacara memperingati hari
Waisak.
Peninggalan-peninggalan sejarah ada beberapa jenisnya, seperti komplek percandian,
pemandian, keraton, makam.
Candi adalah peninggalan berupa komplek bangunan yang bersifat Hindu, sedangkan
yang bersifat Budhis disebut Stupa, Stupika. Candi Prambanan merupakan peninggalan
yang bersifat Hindu sedangkan Stupa Borobudur bersifat Budha. Kedua monumen
tersebut terletak di Jawa Tengah.
b. Seni Rupa dan Seni Ukir.
Pengaruh India membawa perkembangan dalam bidang seni rupa dan seni ukir atau
pahat. Hal ini disebabkan adanya akulturasi. Misalnya relief yang dipahatkan pada
dinding candi Borobudur yang merupakan relief tentang riwayat Sang Budha. Relief ini
dikenal dengan Karma Wibangga yang dipahatkan dalam salah satu dinding Studa
Borobudur.

c. Seni Sastra dan Aksara


Hasil sastra berbentuk prosa atau puisi : isinya antara lain tentang tutur (pitutur : kitab
keagamaan), wiracarita (kepahlawanan), kitab Hukum (Undang-Undang).
Wiracarita yang terkenal di Indonesia yaitu Kitab Ramayana dan Mahabarata. Timbul
wiracarita gubahan pujangga Indonesia. Misalnya, Kitab Baratayuda yang digubah oleh
Mpu Sedah dan Mpu Panuluh.
Perkembangan aksara, perkembangan huruf Pallawa dari India ke Indonesia,
mengakibatkan berkembangnya karya-karya sastra. Misal, karya-karya sastra Jawa
kuno. Huruf Nagari (dari India) disertai huruf Bali kuno (dari Indonesia).
d. Sistem Kemasyarakatan.
Sistem kasta merupakan penggolongan masyarakat berdasarkan tingkat atau derajad
orang yang bersangkutan. Setiap orang sudah ditentukan kastanya. Sistem kasta ini
muncul dalam masyarakat Indonesia setelah ada hubungan dengan India. Terdapat
empat kasta yaitu kasta Brahmana, Ksatria, Weisya dan Sudra. Sistem kasta ini bukan
asli Indonesia.
e. Filsafat dan Sistem Kepercayaan.
Kepercayaan asli bangsa Indonesia adalah animisme dan dinamisme. percaya adanya
kehidupan sesudah mati, yakni sebagai roh halus. Kehidupan roh halus memiliki
kekuatan maka roh nenek moyang dipuja. Masuknya pengaruh India tidak
menyebabkan
pemujaan terhadap roh nenek moyang hilang. Hal ini dapat dilihat pada fungsi candi.
Fungsi candi di India sebagai tempat pemujaan. Di Indonesia, selain sebagai tempat
pemujaan, candi juga berfungsi sebagai makam raja dan untuk menyimpan abu jenazah
raja yang telah wafat.
Dapat terlihat adanya pripih tempat untuk menyimpan abu jenazah, dan diatasnya
didirikan patung raja dalam bentuk mirip dewa. Hal tersebut merupakan perpaduan
antara fungsi candi di India dengan pemujaan roh nenek moyang di Indonesia.
f. Sistem Pemerintahan
Pengaruh India di Indonesia dalam sistem pemerintahan, adalah adanya sistem
pemerintahan secara sederhana.
Setelah pengaruh India masuk, kedudukan pemimpin tersebut diubah menjadi raja serta
wilayahnya disebut kerajaan. Rajanya dinobatkan dengan melalui upacara Abhiseka,
biasanya namanya ditambah warman. Contoh: di Kerajaan Kutai, Taruma dan
sebagainya.
Bukti akulturasi di bidang pemerintahan, misalnya : raja harus berwibawa dan

dipandang punya kesaktian (kekuatan gaib), seperti para Raja disembah menunjukkan
adanya pemujaan Dewa Raja.
7.

Candi adalah peninggalan berupa komplek bangunan yang bersifat


Hindu, sedangkan yang bersifat Budhis disebut Stupa, Stupika. Diantara
candi-candi Hindu, di Jawa Tengah terdapat
Disamping candi Hindu, juga terdapat banyak peninggalan yang bersifat
Budhis. Pada masa kerajaan Sriwijaya ditemukan candi Muara takus di
daerah Jambi. Di Jawa Tengah ada Stupa Borobudur, candi Mendut dan
candi Pawon. Bangunanbangunan ini berfungsi sebagai tempat ibadah.
Sampai sekarang peninggalan-peninggalan tersebut masih dipergunakan
oleh umat Budha untuk pelaksanaan upacara memperingati hari Waisak.

8.

Pada zaman kerajaan Hindu-Buddha berkembang di Indonesia,


kebudayaan dan kesusastraan juga mengalami kemajuan, terutama pada
saat Kerajaan Majapahit. Karya-karya sastra peninggalan sejarah tersebut
berupa cerita tertulis yang dikarang oleh para pujangga. Beberapa karya
sastra di antaranya berupa kitab-kitab berikut ini.
a. Kitab Cilpa Sastra, merupakan peninggalan Kerajaan Syailendra
yang berisi dasar-dasar pokok membuat candi.
b. Kitab Arjuna Wiwaha, ditulis oleh Mpu Kanwa pada tahun 1030.
Kitab ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Kediri yang berisi
tentang perjuangan Airlangga dalam mempertahankan Kerajaan Kediri.
c. Kitab Smaradahana dikarang oleh Mpu Darmaja, pada masa
pemerintahan Raja Kameswara I, Kediri.
d. Kitab Bharatayuda dikarang oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh, pada
masa pemerintahan Raja Jayabaya, Kediri.
e. Kitab Krisnayana ditulis oleh Mpu Triyana.
f. Kitab Hariwangsa ditulis oleh Mpu Panuluh.
g. Kitab Negara Kertagama, ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun
1365. Kitab ini merupakan sumber sejarah Kerajaan Singasari dan
Majapahit. Di dalam kitab ini muncul istilah Pancasila.
h. Kitab Sutasoma, ditulis oleh Mpu Tantular. Kitab ini berisi tentang
hukum dan dijadikan dasar hukum di Kerajaan Majapahit. Dalam kitab

ini menekankan prinsip keadilan dan tidak membedakan rakyat biasa


dengan bangsawan. Jadi siapapun yang melanggar aturan atau undangundang harus mendapat hukuman yang sesuai.
Yupa/ prasasti adalah tugu batu yang berfungsi sebagai tugu peringatan.
Yupa/prasati menggunakan aksara pallawa atau bahasa sansekerta dan
menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah
kerajaan kerajaan pada masa Hindu-Budha.
10. No 6
9.