Anda di halaman 1dari 58

PROSEDUR

DIAGNOSIS

PENDAHULUAN
Anamnesis
Pemeriksaan Mata Rutin
Pemeriksaan Penunjang
Diagnosis
Penatalaksanaan

ANAMNESIS

Berpedoman pada Fundamental four, tdd :

Identitas pasien
Keluhan utama
Riwayat penyakit sekarang
Riwayat penyakit terdahulu
Riwayat keluarga
Riwayat sosial ekonomi

Keluhan Utama
Keluhan umum penderita penyakit mata :

Gangguan penglihatan

Kabur perlahan-lahan/mendadak, disertai silau, berair,


terasa kering
Melihat bayangan hitam seperti nyamuk, bintik hitam dll

Kelainan penampakan

Ada benjolan
Mata merah
Bola mata menonjol
Kelopak mata jatuh

Ada sensasi di mata

Mata dempet saat bangun tidur


Ngeres seperti ada benda asing
Silau, takut kena sinar
Perih, sepet, terasa kering
Nyeri seperti ditusuk-tusuk
Keluar kotoran mata
Gatal, berair

Riwayat Penyakit Sekarang


Berpedoman pada Basic seven :
Onset sejak kapan? mendadak/perlahan?
Lokasi unilateral/bilateral?
Kronologis
Kuantitas terus menerus/hilang timbul?
Kualitas mengganggu pekerjaan?
Faktor memperberat/memperingan
Keluhan penyerta

Riwayat Penyakit Terdahulu

Riwayat memakai kacamata / lensa kontak


Obat-obatan dosis, frekwensi, durasi
respon thd terapi sebelumnya
Riwayat alergi
Riwayat penyakit sistemik Hipertensi, DM
Trauma & operasi pada mata

Riwayat Keluarga

Riwayat penyakit yang sama pada keluarga,


misalnya glaukoma, katarak

Riwayat Sosial Ekonomi

Pekerjaan
Lingkungan

PEMERIKSAAN MATA RUTIN


Visus (Visual Acuity)
Fungsi otot ekstraokuler
Segmen anterior mata senter, lup, slit
lamp biomikroskop
Tekanan bola mata
Segmen posterior mata

Pemeriksaan Eksternal

Inspeksi

Palpasi

Kepala & wajah


Orbita & kedudukan bola mata
Kelopak mata & bulu mata
Sistem lakrimal
Pembesaran kelenjar limfa
Tumor, massa dll

Auskultasi

Dgn stetoskop pd sinus frontalis misal : fistula carotid


cavernosus, arteriovenous malformation

Kelainan pada Segmen Anterior Mata :

Palpebra

Tumor

Infeksi

Hordeolum
Kalazion
Nevus pigmentosus
Veruka vulgaris
Xantelasma
Moluska kontagiosum
Meibomitis
Ulkus

Sikatrik
Vulnus ekskoriatum, appertum
Hematom
Vesikel

MEIBOMITIS

Margo palpebra
Enteropion
Ekteropion
Skuama
Collaret
Sleeves

Bulu mata
Poliosis
Trikiasis
Diktiasis
Madarosis

Konjungtiva Palpebra

Hiperemi
Papil
Folikel
Membran
Pseudomembran
Litiasis
Sikatrik
Hematom
Hordeolum interna
Granuloma

Konjungtiva Bulbi

Injeksi konjungtiva & silier


Khemosis
Perdarahan subkonjungtiva
Xerosis konjungtiva, bitot spot
Pterigium
Pinguekula
Pseudopterigium
Ulkus konjungtiva

CVI & PCVI

Limbus

Folikel
Herbert peripheral pits
Neovaskularisasi
Trantas dots
Pannus

Kornea

Infiltrat punctata,dendritik,geografik,filamen
Keratik presipitat
Erosi kornea
Ulkus kornea bentuk, ukuran, batas, tepi, odem
Edema kornea
Descementocele
Descement fold
Simblefaron
Sikatrik nebula, makula, leukoma, leukoma
adderent

Keratitis Herpes Simplex

Simblefaron

Bilik Mata Depan

Flare
Sel
Hipopion
Hifema

Iris & Pupil

Sinekia anterior
Sinekia posterior
Oklusi pupil
Seklusio pupil
Iris bombe
Koepe nodul
Busaca nodul

Sklera & Episklera

Nodule
Episkleritis
Skleritis
Nekrosing
Non nekrosing

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Sensibilitas kornea
Tes flouressin
Tes dry eye
Tes Anel
Pemeriksaan Gram & KOH

Sensibilitas Kornea

Menggunakan kapas yang dipelintir ujungnya, disentuhkan


pada lateral kornea pasien
Dibandingkan antara kedua mata & dilihat adanya reflek
mengedip, berair, sakit

Tes Flouresin

Teteskan cairan flouresin atau sentuhkan kertas flouresin


steril pada mata pasien, kmd bilas dengan cairan fisiologis
Lihat ada tidaknya warna hijau pd kornea (atau slit lamp
dgn filter biru)
Hasil : warna hijau defek pd epitel kornea

Tes Flouresin

Tes Dry Eye

Jenis Pemeriksaan :

Tear Meniscus produksi lapisan aqueous


Break Up Time melihat fungsi fisiologi mata
Rose Bengal melihat sel mati kornea &
konjungtiva
Schirmer Test
Schimer I Fungsi sekresi lakrimal
Schimer II Refleks sekresi kelenjar lakrimal

Ferning Test menilai komponen musin

SCHIMER TES

ROSE BENGAL

Tes Anel

Fungsi : sistem ekskresi lakrimal


Langkah-langkah :

Penderita posisi tidur, teteskan pantokain


Siapkan spuite 1 cc yang ujungnya ditumpulkan,
isi dgn larutan fisiologis
Suruh penderita melihat ke atas
Masukkan spuite tegak lurus kmd horisontal ke
arah nasal masukkan lar fisiologis
Bila saluran utuh cairan dirasakan di
kerongkongan

FERNING
TES
TIPE I

TIPE II

TIPE III

TIPE IV

Pemeriksaan GRAM

Fungsi : untuk mengetahui jenis kuman penyebab


Langkah-langkah :

Ambil sekret mata dgn lidi kapas steril atau kerokan kornea
dgn spatula, buat hapusan pd obyek glass
Fiksasi dgn api bunsen
Teteskan kristal violet, biarkan 1-3 mnt lalu bilas dgn air
mengalir
Teteskan dgn larutan lugol, biarkan - 1 mnt lalu bilas dgn
air mengalir
Teteskan dgn alkohol 96%, biarkan - mnt lalu bilas
dgn air mengalir
Terakhir teteskan dgn air fuchsin biarkan 1-2 mnt, lalu
bilas dgn air mengalir, keringkan kmd lihat di mikroskop

Pemeriksaan KOH

Fungsi : mendeteksi adanya jamur


Langkah-langkah :

Teteskan 1 tetes KOH 10% pada obyek glass


Ambil kerokan kornea
Tempelkan pada KOH di obyek glass
Tutup dengan cover glass
Periksa dibawah mikroskop dengan pembesaran
100-400x

Hasil

: KOH + Hypae & spora jamur

Hypae & spora

Anterior chamber depth assessment

Likely shallow if

2/3 of nasal iris in


shadow

ANATOMI MATA

Anatomy

Extraocular movements

Medial
Lateral
Upward
Downward

Ocular Motility
Rt superior
rectus
Lt inferior
oblique

Lt superior
rectus
Rt inferior
oblique

Rt lateral rectus
Lt medial rectus

Lt lateral rectus
Rt medial rectus

Rt inferior
rectus
Lt superior
oblique

Lt inferior rectus
Rt superior
oblique

ANAMNESIS, PEMERIKSAAN OPHTHALMOLOGY


PEMERIKSAAN PENUNJANG
DIAGNOSIS

FUNDUSCOPY
DIREK

REFRAKSI

Emetropia : sinar yg sejajar dgn sumbu mata tanpa


akomodasi dibiaskan tepat pada retina
Ametropia : sinar yg sejajar dgn sumbu mata tanpa
akomodasi dibiaskan tidak tepat pada retina. Tdd :

MIOPIA
: sinar yang sejajar dengan sumbu mata
tanpa akomodasi dibiaskan di depan retina
Etiologi : - Sumbu mata panjang (miopia axial)
- Daya pembiasan kuat (miopia refraktif)
- Spasme akomodasi

HIPERMETROPIA : Sinar yang sejajar dengan sumbu


mata tanpa akomodasi dibiaskan di belakang retina
Etiologi : - Sumbu mata pendek (Hipermetropia axial)
- Daya pembiasan lemah (Hipermetropia refraktif)

ASTIGMATISME : Sinar yang sejajar dengan sumbu


mata tanpa akomodasi dibiaskan di retina tidak pada satu
titik melainkan pada banyak titik

PRESBIOPIA : kemunduran akomodasi krn


sklerose/elastisitas lensa menurun krn usia

Kelemahan otot akomodasi


Elastisitas lensa berkurang

REFRAKSI

AKOMODASI

TERIMA KASIH..