Anda di halaman 1dari 4

Aspek Dasar dalam Arsitektur

Arsitektur lahir dari kebutuhan yang merupakan bidang multi disiplin yang mencakup
berbagai hal didalamnya termasuk sains, humaniora, politik, sejarah, filsafat maupun
kesenian. Mengutip Vitruvius, "Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya,
dan dilengkapi dengan proses belajar, dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut
sebagai karya seni". Vitruvius adalah seorang penulis Romawi, arsitek, dan insinyur militer
selama abad ke 1 sebelum masehi.
Sebuah karya desain arsitektur tidak sekedar hanya wujud ruang dan wadah rupa,
yang mempunyai nilai tatanan ruang dan rupa yang secara estetika dapat dinikniati dan secara
struktural/konstruksi dapat dibangun. Pada dasarnya, ilmu arsitektur digunakan untuk
menciptakan sebuah ruang berdasarkan tiga prinsip dasar.
1. All these must be built withdue reference to durability (fimitas), convience
(utilitas), and beauty (venustas).. (Vitruvius : Ten Books on Architecture. Book
I. Chapter III.)
Menurut Vitruvius di dalam bukunya De Architectura (yang merupakan sumber
tertulis paling tua yang masih ada hingga sekarang), bangunan yang baik haruslah memilik 3
prinsip dasar yang dikenal dengan istilah Kekuatan (Firmitas), Kegunaan (Utilitas) dan
Keindahan / Estetika (Venustas). Dengan ketiga prinsip tersebut, suatu bangunan dengan
arsitektur yang baik dapat menyatakan kebijaksanaan atau tingginya peradaban.

Firmitas (Kekuatan)
Durability will be assured when foundations are carried down to the solid ground
and materials wisely and liberally selected; (Vitruvius : Ten Books on
Architecture. Book I. Chapter III.)

Bangunan dapat dikatakan kokoh apabila dapat menyalurkan beban ke tanah dengan
baik dan juga pemilihan material yang tepat. Dapat dianalisa dengan beberapa kriteria yaitu;
Sistem penyaluran beban ke tanah dengan baik.
Sistem konstruksi berkaitan dengan struktur, material, teknologi dan ilmu
pengetahuan dalam teknik pembangunannya (proses).
Struktur disesuaikan dengan kebutuhan (lokasi, iklim, tradisi, dll) terhadap
bangunan itu sendiri.
Bangunan memiliki ketahanan terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.

Memiliki fungsinya masing-masing serta lama masa pakai/kekuatan dapat


diukur.
Dapat mempertahankan fungsi dan bentuk.

Utilitas (Fungsi)
convenience, when the arrangement of the apartments is faultless and presents no
hindrance to use, and when each class of building is assigned to its suitable and
appropriate exposure;.. (Vitruvius : Ten Books on Architecture. Book I. Chapter III.)

Sedangkan, pada utilitas yang ditekankan adalah pengaturan ruang yang baik
didasarkan pada fungsi, hubungan antar ruang, dan teknologi bangunan (pencahayaan,
penghawaan, dan lain sebagainya). Arsitektur juga harus memenuhi prasyarat
berlangsungnya fungsi-fungsi kehidupan di dalam bangunan, secara terus-menerus dan
berkelanjutan. Ini adalah soal masukan dan luaran ke dalam bangunan, menyangkut air,
listrik, jalur-jalur informasi (telkom dan Internet), pengolahan limbah, aliran udara, jarakjarak minimal perlindungan fisik dari kondisi alam dan sebagainya. Analisa Utilitas sebagai
berikut ;
Dapat memenuhi kebutuhan aktivitas manusia didalamnya secara maksimal.
Pemenuhan kebutuhan Utilitas primer (fungsi utama dari bangunan) dan
sekunder (melengkapi fungsi dari bagian primer)
Penerapan fungsi arsitektur dalam pembagian ruang, dan tiap bagian ruang
memiliki fungsi masing-masing.
Fungsi rumah sebagai tempat
ketenangan, dan keamanan.

berlindung,

merasakan

kenyamanan,

Venustas ( Keindahan)
and beauty, when the appearance of the work is pleasing and in good taste, and
when its members are in due proportion according to correct principles of symmetry.
(Vitruvius : Ten Books on Architecture. Book I. Chapter III.)

Venustas meliputi seni, keindahan, dan tampak. Aspek seni menjadi salah satu poin
penting dalam proses perancangan sebuah karya arsitektur, terutama yang terkait dengan

nilai-nilai estetika pada sebuah bangunan. Proporsi dan simetri merupakan faktor yang
dianggap Vitruvius mempengaruhi keindahan. Secra visual keindahan bangunan dapat
dijabarkan sebagai berikut ;
Proporsi dan simetri
Keindahan dalam arsitektural dipengaruhi oleh lingkungan dan sosial budaya
lingkungan
Keindahan menonjolkan dapat karakter, suasana, dan komunikasi
Keindahan sesuai pada prinsip-prinsip estetika yaitu balance, harmoni,
komposisi, unity, ritme, hirarki, dsb.
Keindahan dapat dirasakan secara visual maupun non visual
Penerapan keindahan dalam arsitektur diwujudkan melalui pengolahan massa,
warna, proporsi, lokasi, pengolahan site, dsb

Selain hal tersebut, keindahan dapat dinilai melalui pengenalan latar belakang arsitek
dan gaya atau langgam arsitektur yang membalut bangunan tersebut. Karena keindahan
bersifat subjektif dan tidak dapat dibanding-bandingkan.
Ketiga prinsip dasar apabila diterapkan mencakup keawetan ( Firmitas) ketika dapat
menjamin kekuatan bangunan, pengamanan terhadap keselamatan pengguna; Kegunaan
(Utilitas), ketika dapat berlangsung fungsi-fungsi kehidupan di dalam bangunan, secara terusmenerus dan dapat mewadahi kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan, Keindahan
(Venustas) ketika menghasilkan karya yang menyenangkan, cita rasa yang indah, ketika
bagian-bagiannya proporsional menurut kebenaran prinsip-prinsip simetri dan suatu bangunan
dengan arsitektur yang baik dapat menyatakan kebijaksanaan atau tingginya peradaban.

Daftar Pustaka
Morgan, Morris Hicky. Vitruvius; The Ten Books on Architecture. New York: Dover
Publication, 1960.
Ching, D.K Francis. ARSITEKTUR : Bentuk , Ruang, dan Tatanan. Jakarta: Erlangga, 2000.
Elfendes, Rudi. Teori Arsitektur Vitruvius. Academia.edu.
http://download.portalgaruda.org/teori-vitruvius/ - diakses pada 7 September 2015

https://richardbetekenengdotcom.wordpress.com/tag/de-architectura/
September 2015

diakses

pada

http://tjikoetra.blogspot.co.id/2009/02/duc-in-altum-de-architectura.html - diakses pada 7


September 2015
https://id.scribd.com/doc/172706886/Analisis-3-Prinsip-Dasar-Vitruvius-Pada-ArsitekturRumah-Itami#download diakses pada 28 September 2015