Anda di halaman 1dari 2

2.2.2.

Secara umum sanitasi tempat umum dapat dilihat dari :


1. Kualitas bangunan
a) Bahan bangunan dan konstruksinya bisa menentukan
apakah bangunan tersebut mudah rusak, terbakar,
lembab, panas, sebagai sarang serangga pembawa
penyakit, bising, kecelakaan, kebakaran, penyakit ISPA,
penyakit bawaan vektor.
b) Denah bangunan dan kecukupan ruang sesuai dengan
fungsinya.
2. Persyaratan kesehatan lingkungan dan bangunan
a) Bersih, kuat, mencegah sebagai tempat serangga dan
binatang mengerat tata ruang sesui dengan fungsinya
b) Kontruksi :
1. Lantai kuat, kedap air, rata, tidak licin, mudah
dibersihkan, lantai kontak air kemiringan 2-3%.
2. Dinding rata, mudah dibersihkan
3. Ventilasi : menjamin peredaran udara dalam ruang
denga baik, atau bisa diberi ventilasi mekanis
4. Atap tidak bocor, tidak menjadi genagan air
5. Langit-langit tinggi minimal 2,5 m, mudah
dibersihkan.
6. Pintu dapat mencegah masuknya serangga dan
tikus.
7. Pencahayaan ruangan sesuai dengan aktifitas
3. Persyaratan kesehatan ruang/ kamar
Bersih, tersedia tempat sampah, bebas dari serangga dan
tikus, udara tidak berbau (terutama H2S dan Amoniak), tidak
berasap, kadar debu kurang dari 0,26 mg/m3, suhu 18-28 C,
kelembaban 40% 70 %, Tingkat kebisingan sesuai dengan
fungsi ruangan.
4.Persyaratan kesehatan fasilitas sanitasi
a) Penyediaan air bersih kualitas dan kuantitas memenuhi
syarat, selalu tersedia pada setiap kegiatan secara
berkesinanbungan, sistem perpiupaan dan mempunyai
tekanan positif.
b) Pembuangan air limbah sistem tertutup, kedap air, lancar
dan diolah.
c) Tempat sampah kuat, ringan, tahan karat, tahan air,
mudah dibuka dan ditutup, sampah setiap hari dibuang,
ada tempat pengumpul sampah

5. Ada peralatan yang mencegah masuknya serangga dan


tikus.