Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Inseminasi buatan (IB) merupakan suatu teknik inseminasi pada ternak yang diterapkan
secara efisien pada peternakan yang maju (Toelihere, 1993). Menurut Sihombing (1997), periode
yang efektif untuk menginseminasi adalah sekitar 24 jam, antara 24 hingga 36 jam setelah
puncak berahi. Pejantan yang akan digunakan dalam IB harus teruji mutunya dalam hal
performans, fisik, kesehatan dan manajemen pemeliharaan memenuhi standar (Sihombing,
1997). Seekor babi jantan unggul, dengan IB dapat dipakai untuk melayani 2000 ekor betina per
tahun dengan keturunan 20.000 ekor.
Keberhasilan pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) pada ternak sangat tergantung dari
kualitas dan kuantitas semen yang digunakan. Teknik IB yang umum digunakan adalah
menggunakan semen beku pada ternak sapi dan semen cair pada ternak babi. Dalam proses
pembuatan semen beku nutrisi yang terdapat pada pengencer yang digunakan sangat berperan
penting untuk melindungi spermatozoa saat proses penurunan suhu agar tidak terjadinya kejutan
dingin pada spermatozoa.Fikar, (2010) menyatakan bahwa IB merupakan salah satu teknik
perkawinan buatan dengan menggunakan semen dari pejantan yang telah diseleksi dan tanpa
adanya kehadiran pejantan secara langsung dengan tujuan untuk memperoleh ternak yang
unggul dari segi kualitas maupun kwantitas serta menghindari perkawinan sedarah (inbreeding)
dan menghindari penularan penyakit
Dalam pelaksanaan IB, petugas inseminasi/inseminator haruslah

orang

yang

memiliki

keterampilan melakukan IB. Keterampilan tersebut dapat diperoleh dengan mengikuti


pelatihan-pelatihan pelaksanaan IB.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman mengenai
tahapan-tahapan prosesing semen cair ternak babi sampai pada tahap penyimpanan dan untuk
mengetahui bagaimana teknik inseminasi buatan pada ternak babi secara lengkap.

BAB II PEMBAHASAN
Seekor babi jantan unggul, dengan IB dapat dipakai untuk melayani 2000 ekor betina per
tahun dengan keturunan 20.000 ekor. kelemahan dari teknik IB adalah jika tidak dilakukan

dengan benar, maka akan menurunkan efisiensi reproduksi sehingga dalam pelaksanaannya
harus dilakukan secara terlatih dan terampil dan teknik IB tidak dapat digunakan untuk semua
jenis hewan (Toelihere, 1993). Babi betina yang akan diinseminasi adalah babi yang sedang
berahi.
Inseminasi Buatan pada babi terdiri dari beberapa tahap yakni persiapan pejantan,
persiapan alat tampung, pelaksaan penampungan semen, pemeriksaan semen segar secara
makroskopis dan mikroskopis, pengenceran semen (penyiapan bahan pengencer dan
pengenceran semen), evaluasi semen, pengolahan semen, pengepakan (packing), labeling, serta
yang terakhir adalah proses inseminasi itu sendiri.
2.1 Persiapan Pejantan
Tahapan ini dimulai dengan mencatat nama pejantan yang akan ditampung semennya dalam
buku catatan harian. Selanjutnya pejantan tersebut dimandikan sampai bersih kemudian bulu
didaerah prepotium dipotong agar tidak tertarik bersamaan saat melakukan rangsangan karena
dapatmenimbulkan rasa sakit pada penis pejantan saat penampungan.
2.2 Persiapan Alat Tampung
Beberapa peralatan yang disiapkan untuk proses penampungan adalah kain kasa, corong
karet, gelas erlenmeyer 100 ml, gelas tampung yang terbuat dari pipa, gunting, dan karet.
Langkah kerja dari persiapan/pemasangan alat tampung ini yaitu:
1. Siapkan alat dan bahan penampungan semen babi
2. Tabung erlenmeyer di masukkan ke dalam gelas tampung kemudian ditutup dengan penutup
gelas tampung dan dilanjutkan dengan memasukkan corong karet di atas gelas tamping
3. Di atas corong karet dilapisi/ditempati dengan kain kasa yang berukuran 7 cm sebanyak 2
lembar yang berfungsi untuk menyaring sperma
4. Apabiala kain kasa sudah terpasang maka kain tersebut diikat dengan karet yang sudah
disiapkan agar tidak terlepas dari ikatan gelas tampung dan selanjutnya di masukkan ke dalam
ruangan tampung lewat pintu khusus.
2.3 Pelaksanaan Penampungan Semen
Untuk mempermudah proses penampungan
menggunakan Dummy (Patung/boneka). Dalam

semen pada ternak

proses

penampungan,

babi maka harus


pejantan yang

masih dalam proses pelatihan akan menggunakan dummy yang bisa dipindah-pindah sesuai

kemauan pejantan,sedangkan pejantan yang sudah terlatih menggunakan Dummy yang otomatis
(tidak bisa dipindah-pindah).
Hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses penampungan semen adalah tidak boleh
memakai

cicin

atau memiliki kuku yang panjang

karena dapat mengakibatkan

rasa

sakit pada alat kelamin pejantan baik yang sudah terlatih maupun masih dalam proses dilatih.
Hal penting lain dalam penampungan semen adalah memegang penis dengan kuat menggunakan
3 jari tangan agar tidak terlepas. Langkah kerja untuk penampungan semen babi adalah sebagai
berikut:
1. Ternak jantan digiring dari kandangnya ke ruangan penampungan semen
2. Setelah ternak jantan dalam ruangan penampungan semen diarahkan atau dengan sendirinya
menaiki Dummy
3. Apabila pejantan lama menaiki Dummy, maka dilakukan rangsangan tubuh terutama pada
daerah scrotum dan penisnya dengan cara massage sampai penisnya keluar.
4. Penis yang keluar tersebut ditangkap dan ditarik secara perlahan-lahan
5. Penis dipegang dengan kuat sehingga tidak terlepas dan pada waktu bersamaan
dilakukanrangsangan pada ujung penis dengan menggunakan jari kelingking.
6. Gelas tampung didekatkan pada ujung penis pada saat terjadi ereksi karena pada saat itu
ternak akan tenang dan mengeluarkan semen.
7. Selama proses penampungan cairan bening pertama yang keluar langsung dibuang karena
tidak mengandung sperma dan apabila cairan sudah berwarna putih maka baru ditampung
dalam gelas tamping
8. Penampungan semen bisa berlangsung 7-10 menit dengan volume sperma yang
dihasilkan 200-300 cc sekali ejakulasi.
9. Semen yang telah ditampung dimasukkan ke dalam laboratorium melalui pintu khusus
untuk dievaluasi dan diproses lebih lanjut.