Anda di halaman 1dari 3

III.

HAMA TANAMAN HORTIKULTURA


1.Penggulung Daun Pisang (Erionata thrax)
C. Bioekologi
Dewasa

Terbang mlam dan pgi hari, makan nektar bunga pisang

Perkawinan pada saat penerbangan

Sayap: coklat gelap dengan cendela kuning keemasan


Telur : Pada daun belum rusak, berkelompok (25 butir)
Larva

Larva
muda
membuat
irisan
melintang
daun
pisangmenggulung

Memakan daun dari dalam gulungan, gulungan membesar

Larva tua meghasilkan lilin


Pupa

Berwarna kuhijauan, berlapis lilin, dalam gulungan daun

Ukurran 60 mm, probocis panjang.

Siklus: 5-6 minggu


D. Musuh alami
Parasitoid:

telur:Ooencyrtus (encyrtidae), Agiommatus (pteromalid),


Anastatus (Eupelmidae). Spesies tersebut secara bersamasama tingat paratisisnya mencapai 50-70%.

Larva: Apanteles (Braconidae) : parasitasi <10%

Pupa: Brachymera (Chalcidaeidae) dan Xantopimpla


(Ichneumonidae)
E. PENGENDALIAN
FISIk-MEKANIS
Daun disobeki
Pengambilan larva untuk dimusnahkan
2. ULAT PENGOROK DAUN/PENGGEREK UMBI KENTANG
(Pthorimaea operculella)
Ordo : Lepidoptera
Famili: Gelechiidae
TELUR

Berukuran kecil

Bentuk bulat panjang

Diletakkan di bawah permukaan daun atau pada permukaan


umbi yang muncul di permukaan tanah.

Telur diletakkan tunggal.

Seekor ngengat betina dapat menghasilkan 150 200 butir


telur.

LARVA

Larva berwarna putih abu-abu dengan corak merah muda,


kepalanya hitam dengan pelindung seperti perisai.

Panjang tubuh 11 mm.

Lama stadium 10 16 hari.


PUPA

Pupa terdapat dalam lubang gerekan.

Selama penyimpanan, pupa terdapat pada bagian luar umbi,


biasanya pada mata tunas atau pada rak gudang
penyimpanan.

Lama stadium 6 9 hari.


NGENGAT

Berwarna coklat kelabu.

Berukuran 10 15 mm.

Aktif malam hari (nocturnal).

Pada sian hari bersembunyi di bawah daun, atau pada rak-rak


di gudang penyimpanan.

Lama hidup ngengat betina 7 16 hari, ngengat jantan 3 9


hari.
GEJALA SERANGAN

Awalnya merupakan hama pengorok daun dan batang


kentang.

Larva dapat melanjutkan perkembangannya dalam umbi


kentang yang disimpan.

Daun yang terserang terlihat berwarna merah tua dan tampak


adanya jalinan seperti benang yang membungkus ulat kecil
berwarna kelabu.

3.

Kadang daun menggulung karena ulat merusak permukaan


daun sebelah atas dan bersembunyi dalam gulungan.

Serangan pada umbi dapat dilihat dengan adanya kotoran


berwarna coklat tua pada kulit umbi.

Bila dibelah terlihat alur-alur lubang gerekan.


PENGENDALIAN
1. Penggunaan bibit yang sehat.
2. Secara kultur teknis:
Menimbun atau membumbun umbi kentang dari permukaan
tanah pada saat umur tanaman 60 hst untuk menghindari ulat
tidak masuk umbi.
membersihkan dan memusnahkan sisa tanaman kentang
yang ada di kebun.
Secara biologis menggunakan parasitoid Pristomerus sp dan
Diadegma sp.
4. Secara kimiawi, AE 2 ekor larva/tanaman. Pengamatan
dilakukan setiap minggu. Dosis sesuai anjuran.
5. Penyimpanan digudang dilakukan dengan cara menabur
serbuk daun tembelekan setebal 2 cm pada permukaan umbi
kentang atau dengan insektisida Sevin 5 D sebanyak 1,5
kg/ton bibit kentang.

3. Ulat daun Kubis (Plutella macullipennis)


A. KLASIFIKASI :
B. ARTI PENTING
Hama utama tan. Kubis di daearah tropis dan subtropis, dapat
menyebabkan kehilangan hasil sampai 100% apabila tdk dikendalikan
C. MORFOLOGI DAN BIOLOGI
- Imago
Ngengat kecil, warna coklat, pada sayap terdapat gambaran 3 berlian
(diamond back moth)
Panjang tubuh 5,0-6,5 mm rentang syp 9-12 mm
Lama hidup betina 7-15 hr, jantan 2-12 hr
Sifat aktif sore/malam hari (nocturnal)
- Telur
Uk. 0,6x0,3 mm, btk oval kuning muda, diletakkan pd. Permukaan
daun secara tunggal/kelompok, menetas 2-4 hr, 300 tlr/imago
- Larva
Btk. Silindris, hijau muda, uk. 2-10 mm, kepala kuning, tdpt garis
memanjang sepanjang tubuhnya, larva bila tersentuh akan
menjatuhkan diri dgn air liurnya, mengalami 4 instar: I (4 hr), II (2
hr), III (3 hr), IV (3 hr), stadia larva 5-9 hr.
- Pupa
Dibawah permukaan daun, hijau terbungkus kokon putih, panjang 6
mm, warna pupa jelang keluar imago warna coklat, stadia pupa 6 hr.
D. GEJALA SERANGAN
Larva baru menetas menggerek jaringan permukaan bawah daun dan
meninggalkan lap.tipis (transparan), apabila larva makin besar (instar
III) hampir seluruh daun digerek habis hanya tinggal tulang daun,
umumnya serangan berat terjadi pada musim kemarau
E. TANAMAN INANG
Teutama tanaman cruciferae : kubis, lobak, sawi, petsai
F. PENGENDALIAN
-Sanitasi, disekitar tan. Kubis bersih dari gulma, terutama tan.
cruciferae
-Kultur teknik, rotasi tanam, tumpang sari dengan tomat dan jagung
-Hayati, Diadegma semiclausum, Angitia eucerophaga (parasit larva &
pupa)
Bacillus thuringiensis (patogen)
-Kimia
Ambang ekonomi 5 larva instar III/IV /10 tan.
4. Ulat Hati Kubis (Crocidolomia pavonana)
A. KLASIFIKASI
B. MORFOLOGI & BIOLOGI
-Imago
Berupa ngengat, warna coklat keabuan, pada sayap depan terdapat
gambaran hitam dg bintik putih ditengahnya, panjang tubuh jantan 1114 mm betina 8-18 mm, stadia imago 16-24 hr.
-Telur

Diletakkan dibawah permukaan daun secara berkelompok ditutup


sekresi hijau, satu induk meletakkan 11-18 klp telur, tiap klpk terdapat
30-80 telur, stadia telur 4-5 hr.

berkembang cepat. Sedangkan curah hujan yang tinggi


menyebabkan populasi menjadi rendah. Populasi TTK
meningkat dengan cepat pada suhu 200C dan kelembaban
relatif 90%. Suhu diatas 300C disertai kelembaban yang
rendah dapat membunuh telur dan nimfa TTK.
-Larva
D. TANAMAN INANG
Mengalami 4 instar (9-10 hr)
TTK bersifat polifag, mampu menyerang tanaman dari berbagai jenis.
Larva instar I, hijau muda, kepala hitam, tubuhnya ditutupi benang Di Indonesia TTK dijumpai menyerang cabai, tomat, karet, teh. Di
halus dari mulutnya, uk. 1,7x0,3 mm.
Afrika Selatan menyerang jeruk dan kapas. Tanaman inang alternatif
Larva instar II, hijau pucat, kepala coklat kemerahan, pada tbh bagian TTK selama tidak ada tanaman pokok adalah: Vigna sinensis,
ventral tdpt garis hijau, larva sdh bergerak aktif, uk. 8,6x0,9 mm
Phaseolus radiates, P. tribolius, Solanum nigrum. Di Bangladesh TTK
Larva instar III, hijau muda, kepala kemerahan, bag. ventral grs hijau ditemukan menyerang yute (Chorcorus capsularis; C. olitorius),
membujur dg bintik kecoklatan mulai tampak, makin aktif, uk. kentang, terong, mangga, papaya, dahlia, dan melati.
13,1x1,4 mm, stadia 2,1 hr.
E. GEJALA SERANGAN
Larva instar IV, hijau muda, kepala & kaki kecoklatan, grs hijau Gejala serangan secara umum adalah terjadinya perubahan warna
semakin tajam, menjelang prepupa larva makin lamban & tdk aktif (kecoklatan), perubahan bentuk (keriting, menggulung), penebalan
makan, uk. 17,5x2,6 mm, stadia 2,5 hr.
jaringan dan matinya pucuk tanaman. Daun-daun berguguran sampai
- Pupa
tanaman gundul.
Warna kemerahan, terletak dalam tanah, uk.3,05 mm, pupa bakal F. PENGENDALIAN
imago betina lebih besar dan abdomennya lebih gemuk, stadia 12 hr.
Beberapa akarisida yang efektif terhadap TTK adalah: sulfur 20 kg/ha
-Siklus hidup 22-32 hr.
mampu menimbulkan mortalitas tungau sebesar 97,98%, Phorate 2,25
C. GEJALA SERANGAN
kg b.a/ha, Phosalone 0,438 kg b.a/ha, monokrotofos o,5 kg b.a/ha,
Larva instar I makan bagian bawah daun & tinggal epidermis daun flufalinat 0,1 kg b.a/ha, sevisulf 0,2%.
bagian atas, larva masih berkelompok, larva mulai instar II, menyebar

Pemangkasan
& masuk kedalam krop kubis menuju titik tumbuh, apabila daun

Pengendalian hayati
membuka nampak lubang dan titik tumbuh habis dimakan.
D. TANAMAN INANG
2. PENGGEREK BUAH KOPI (Hypothenemus hampei )
Kubis, sawi, lobak, petsai
B. Morfologi dan biologi
E. PENGENDALIAN

Imago (serangga dewasa): kumbang berwarna hitam


-Mekanis, mengambil langsung larva dan kelompok telur
kecoklatan, panj tubuh betina 2 mm & jantan 1,3 mm
-Kultur teknis, rotasi tanam

Larva : berwarna putih agak kekuningan


-Hayati, Chelonus sp., Sturmia sp., Mesochorus sp. (Diptera,

Stadium telur : 5- 9 hari, Larva: 10-26 hari, pre pupa : 2 hari


parasitoid), Apenteles sp. (Hymenoptera, parasitoid)
dan pupa : 4-9 hari, lama hidup imago betina rata-rata : 156
-Kimia
hari, imago jantan rata-rata: 103 hari

Lama perkembangan telur s/d imago : 25 35 hari


IV. HAMA TANAMAN PERKEBUNAN
C. Gejala Serangan
1.Tungau teh kuning (Polyphagotarsonemus latus banks.)
a. Pada buah terdapat lubang bekas gerekan (buah kopi yang bijinya
B. MORFOLOGI
- Imago bertubuh lunak, transparan, berkaki tipis,bergerak cepat. mulai mengeras)
bentuk dan ukuran Imago jantan dan betina berbeda. Jantan ukuran b. Apabila buah dibelah terdapat alur bekas gerekan
setengah imago betina dan mempunyai kaki lebih panjang. jantan c. Serangan pd buah muda menyebabkan gugur buah & pada buah
uk.120x70 m, melebar pada daerah dekat pasangan kaki ketiga dan yang cukup tua menyebabkan biji kopi cacat berlubang dan bermutu
mengecil kearah posterior. terdapat bulu-bulu pada ujung kaki rendah
keempat. Warna mula keputihan/kemerahan kemudian kuning muda. D. Pengendalian

Kultur teknis
Betina oval, Permukaan dorsal tubuh menggembung sedangkan ventral
-Memutus daur hidup hama dg cara melakukan tindakan petik
datar. Warnanya mula transparan merah muda kemudian berubah
bubuk,lelesan dan rempesan.
menjadi merah tua atau coklat.
-Pengaturan naungan utk menghindari kondisi pertanaman terlalu
- Telur TTK berwarna putih transparan, berbentuk oval panjang 80 m
gelap
dan lebar 60 m.
-Penggunaan klon tan. Yang masak serentak, spt Arabika var.
-Larva yang baru keluar dari telur berwarna putih berkaki tiga pasang.
USDA731 & USDA 762. Robusta: Kombinasi klon BP42, 358 & 409
Sebelum menjadi imago, larva melalui stadia nimfa dan pupa.

Hayati
-Pupa berbentuk gelondong yang statis.
C. BIOLOGI
-Aplikasi jamur entomopatogen: Beauveria bassiana dg dosis 2,5 kg
Telur menjadi imago 6,5-8 hari, lama hidup imago jantan 5-9 hr biakan padat/ha, 3 kali penyemprotan (aplikasi per musim panen
sedangkan betina 8-13 hr.
-Pemanfaatan parasitoid Cephalomia stephanoderes

Betina bertelur sebanyak 40 telur. suhu 23,7 0C merupakan

Kimiawi
titik optimum peletakan telur, sedangkan suhu 12-14 0C dan - menggunakan insektisida yang mempunyai sifat persisten rendah &
33-350C merupakan titik minimum dan maksimumnya.
kontak

Telur diletakkan secara terpisah pada lubang dangkal bagian


3. Penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella)
ventral daun pucuk. Telur menetas setelah 30-36 jam.

Larva yang baru keluar langsung mengisap cairan tanaman B. Arti Penting
-produksi turun 60-80% (US$ 200 juta/tahun)
inangnya. Lama stadium Larva 12-17 jam. Pada stadium
-menurunkan mutu,biji menjadi lengket, kecil, cacat dan berwarna
pupa tubuhnya berubah bentuk menjadi gelondong yang
statis. Pupa menempatkan diri di sepanjang tulang daun hitam, kandungan lemak turun (kematian jaringan plasenta biji shingga
biji tidak dapat berkembang sempurna)
utama, lateral dan sub lateral daun.
-Serangan pd buah muda akan mengalami masak dini sehingga buah

Sebagian telur (78%), imago (65%) ditemukan pada pucuk


tidak
dapat dipanen
daun cabang sekunder dari bagian tengah tanaman sampai ke
bagian atas tanaman. Sebagian telur (11,9%) dan imago -Luas serangan mencapai 348.000 ha atau 57% dari luas areal kakao
C.Tan.Inang:
(21,7%) ditemukan pada daun pucuk cabang primer
rambutan, mangga, sirkaya, langsat, duku, cempedak, dan jeruk.

Laju pertumbuhan populasi TTK dipengaruhi oleh suhu,


D. Morfologi dan Biologi
curah hujan, keadaan populasi awal dan kondisi
Telur
pertumbuhan tanaman inang. Suhu yang tinggi dan
ukuran
: 0,5x0,2 mm
kelembaban yang sedang menyebabkan populasi TTK

warna : Jingga
bentuk : Pipih agak oval
stadium : 6-7 hari
Larva
warna putih kekuningan hingga hijau muda
panjang larva: 11 mm
lama stadium: 15-18 hari
Kepompong
Warna : kuning kecoklatan, panjang 6-7 mm, lebar 1,5mm, lama
stadium 5-8 hari,
berada dalam kokon yg tipis berwarna putih.
Imago/Ngegat
Ukuran : panjang 7 mm, lebar 2 mm, lama satadium : 7
hari, ngengat betina bertelur 50-100 butir, bersifat nocturnal (aktif
hingga pukul 20.30)
E. Gejala Serangan
1. Buah masak lebih awal, yg ditandai warna belang kuning
2. Terdapat lubang masuk dan keluar larva
3. Bila buah digoyang tidak berbunyi dan biasanya buah lebih
berat
4. Bila buah terserang ringan, jika dibelah tampak biji berwarna
hitam dan tidak saling melekat, tetapi bila buah terserang
berat biji warna hitam dan saling melekat.
5.
Biji tidak berkembang dan ukurannya lebih kecil/kisut dan
tidak bernas.
F. Pengendalian
Pengendalian dilakukan dg menerapkan PHT yang komponennya
meliputi:
a. Pemangkasan yg diikuti dg pemupukan berimbang
b. Sanitasi kebun
c. Penguburan kulit buah
d. Panen sering (seminggu sekali)
e. Pembrongkosan/penyelubungan buah
f. Pemanfaatan agensia hayati

Sistem lubang gerek dapat 130 mm. Jantan jarang


ditemukan. Jamur yang tumbuh menyebabkan perubahan
warna jadi kemerahan pada kayu dan hitang di sekitar
lubang.
PENGENDALIAN

Pangkas ranting/batang yang terserang.

Sumbat batang tanaman dengan kapas atau kain yang sudah


dicelupkan dengan insektisida
2. Ulat-jati Endoclita sericeus (Sw)
BIOMORFOLOGI

Larva muda berwarna kream,

Larva yang sudah agak besar berubah menjadi hitam dengan


cincin berwarna terang
dan segmen dada pertama
mengandung khitin sangat tebal.

Hidup Nocturnal

Pupa di dalam lubang dan ditutup benang-benang putih.

Larvanya nocturnal.

Ngengat melipat sayapnya dan punya kaki depan berbulu


lebat, bersifat Polyfagus.
PENGENDALIAN

Pangkas ranting/batang yang terserang.

Sumbat batang tanaman dengan kapas atau kain yang sudah


dicelupkan dengan insektisida

JENIS HAMA ALBASIA


Penggerek Batang Xystrocera festiva Thooms
Biomorfologi

Larvanya berwarna kuning panjang sekitar 5 cm.

Pupa terdapat di dalam lubang

Kumbang muncul pada pagi hari dan aktif pada siang hari

Betina hidup hanya 4 hari dan menghasilkan 200 telur,


Jenis-jenis
agensia
hayati,

Telur berkelompok, hijau muda , oval ( 2 x 1 mm).


antara lain:
.Gejala Serangan
1. Semut hitam (Dolichoderus thoracicus)

Kulit kayu mati dan gugur, tampak lubang gerekan berbentuk


2. Semut gramang (Anoplolepis longipes)
oval.
3. Semut rangrang (Oecophylla smaragdigma)

Ranting2, pucuk tanaman dan batang pohon mati.


4. Jamur entomopatogen Beauveria bassiana dan Paecilomyces
fumosoroseus

Gejala Serangan bercak gelap pada batang,


5. Nematoda Steinernema spp.

Terdapat kotoran dan cairan getah keluar dari lubang kecil,


Penyebaran semut hitam dpt dilakukan dg membuat sarang buatan,
mongering dan berubah jadi gelap.
terbuat dr daun kakao kering yg dimasukkan kedalam tas kresek atau

kulit kayu, cambium dan xylem muda rusak


hanya diikat saja, kemudian diletakkan di atas jourget (pertemuan

Lubang rongga tidak beraturan, berisi kotoran di bawah kulit


antara batang utama dan batang primer)
kayu.

Bila akan berpupa larva menggali lubang sedalam 20 cm


V. HAMA TANAMAN HUTAN
menuju ke xylem.
1. JATI

Kumbang aktif pada siang hari dan makan pada kulit kayu.
1. Bubuk jati (Xyleborus destruens Bldf)

Hama ini menghasilkan bau yang sengak.


Biomorfologi

Betina hidup hanya 4 hari Perkembangan di Bogor

Panjang 3-4 mm ,
berlangsung 6-8 bulan.

Kumbang berwarna coklat tua


PENGENDALIAN
Gejala Serangan

bila terserang sumbat batang tanaman dengan kapas atau

Kumbang membuat lubang masuk melingkar menuju ke atas


kain yang sudah dicelupkan dengan insektisida.
melingkari batang

Pilih benih yang akan ditanam tidak terserang hama penyakit

Lubang keluar cairan kental dan kotoran.


/ virus / bakteri bawaan