Anda di halaman 1dari 5

KONFIGURASI GEOLISTRIK

Konfigurasi Wenner

Keunggulan dari konfigurasi Wenner ini adalah ketelitian pembacaan


tegangan pada elektroda MN lebih baik dengan angka yang relatif besar karena
elektroda MN yang relatif dekat dengan elektroda AB. Disini bisa digunakan alat
ukur multimeter dengan impedansi yang relatif lebih kecil.
Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mendeteksi homogenitas
batuan di dekat permukaan yang bisa berpengaruh terhadap hasil perhitungan.
Data yang didapat dari cara konfigurasi Wenner, sangat sulit untuk menghilangkan
factor non homogenitas batuan, sehingga hasil perhitungan menjadi kurang
akurat. Dalam hal ini, elektrode arus dan elektrode potensial mempunyai jarak
yang sama yaitu C1P1= P1P2 = P2C2 = a. Jadi jarak antar elektrode arus adalah
tiga kali jarak antar elektrode potensial. Perlu diingat bahwa keempat elektrode
dengan titik datum harus membentuk satu garis.
Dari gambar, dapat diperoleh besarnya Faktor Geometri untuk Konfigurasi
Wenner adalah

Sehingga pada konfigurasi Wenner berlaku hubungan

Konfigurasi Schlumberger
Pada konfigurasi Schlumberger idealnya jarak MN dibuat sekecilkecilnya, sehingga jarak MN secara teoritis tidak berubah. Tetapi karena
keterbatasan kepekaan alat ukur, maka ketika jarak AB sudah relatif besar maka

jarak MN hendaknya dirubah. Perubahan jarak MN hendaknya tidak lebih besar


dari 1/5 jarak AB.

Kelemahan dari konfigurasi Schlumberger ini adalah pembacaan tegangan


pada elektroda MN adalah lebih kecil terutama ketika jarak AB yang relatif jauh,
sehingga diperlukan alat ukur multimeter yang mempunyai karakteristik high
impedance dengan akurasi tinggi yaitu yang bisa mendisplay tegangan minimal 4
digit atau 2 digit di belakang koma. Atau dengan cara lain diperlukan peralatan
pengirim arus yang mempunyai tegangan listrik DC yang sangat tinggi.
Sedangkan keunggulan konfigurasi Schlumberger ini adalah kemampuan
untuk mendeteksi adanya non-homogenitas lapisan batuan pada permukaan, yaitu
dengan membandingkan nilai resistivitas semu ketika terjadi perubahan jarak
elektroda MN/2. Faktor geometri dapat dicari menggunakan rumus: ab2

Sehingga secara umum faktor geometri untuk konfigurasi Schlumberger adalah


2

AB MN
k =
4 MN

Konfigurasi Dipole-dipole
Pada konfigurasi Dipole-dipole, dua elektrode arus dan dua elektrode
potensial ditempatkan terpisah dengan jarak na, sedangkan spasi masing-masing
elektrode a. Pengukuran dilakukan dengan memindahkan elektrode potensial pada

suatu penampang dengan elektrode arus tetap, kemudian pemindahan elektrode


arus pada spasi n berikutnya diikuti oleh pemindahan elektrode potensial
sepanjang lintasan seterusnya hingga pengukuran elektrode arus pada titik terakhir
di lintasan itu. Adapun Kelebihan dan kekurangannya yaitu :
1. Kemampuan penetrasi yang lebih dalam sehingga mampu medeteksi batuan
lebih dalam.
2. Tidak praktis dibandingkan konfigurasi Wenner atau Schlumberger.

Sehingga berdasarkan gambar, maka faktor geometri untuk konfigurasi Dipoledipole adalah

Sehingga berlaku hubungan

Konfigurasi Wenner-Schlumberger
Menurut Sumanovac F. dkk (2007), Konfigurasi Wenner-Sclumberger
mempuyai penetrasi maksimum hingga kedalaman 90 meter sedangkan
konfigurasi Wenner hanya mencapai 80 m. Variabel n merupakan kelipatan untuk
menunjukkan

tingkat

lapisan

yang

teramati.

Adapun

Kelebihan

dan

kekurangannya yaitu :
1. Mampu mendeteksi adanya non homogenitas lapisan batuan pada permukaan.
2. Pembacaan tegangan pada elektroda MN, lebih kecil, terutama ketika jarak
AB jauh.

Faktor geometri dari konfigurasi elektroda Wenner-Schlumberger adalah

Dimana a adalah jarak antara elektroda P1 dan P2, serta n adalah perbandingan
antara jarak elektrode C1-P1 dengan P1-P2 (misal 3a, maka n=3). Sehingga, nilai
resistivitas semu dirumuskan

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2009. Konfigurasi Geolistrik. Available at http://www.academia.edu/7
142505/geofisika_metode_geolistrik_konfigurasi_schlumberger
Mahendra. 2011. Konfigurasi Dalam Geolistrik. Available at http://mahendradwis.tumblr.com/post/34217416621/konfigurasi-dalam-geolistrik#sthash.Q5
6dGQ0d.dpuf
Yuni. 2010. Geolistrik. Available at http://yunirwangeography.blogspot.co.id /
2013/04/nirwan-geolistrik.html