Anda di halaman 1dari 71

PENERAPAN METODE MIND MAPS DALAM

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR


SEJARAH ISLAM PADA SISWA KELAS V
SD NEGERI WINDUSARI I WINDUSARI MAGELANG
TAHUN PELAJARAN 2010/2011

SKRIPSI

Skripsi diajukan untuk Memperoleh Gelar


Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)

Disusun Oleh :
WINAHYU ENDAH ROCHANAWATI
NIM. 11409108

FAKULTAS TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SALATIGA
TAHUN 2011

Dra. Hj. S. Marfuah, M.Pd.


Dosen STAIN Salatiga

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Lamp : 1 eksemplar

Kepada:

Hal

Yth. Ketua STAIN Salatiga

: Naskah Skripsi
Winahyu Endah R.

Di Salatiga

Assalamualaikum Wr. Wb.

Setelah dikoreksi dan diperbaiki, maka skripsi Saudara:


Nama

Winahyu Endah Rochanawati

NIM

11409108

Jurusan

Tarbiyah

Program Studi :

Pendidikan Agama Islam (PAI)

Judul

Penerapan Metode Mind Maps dalam Peningkatan Prestasi

Belajar Sejarah Islam pada Siswa Kelas V SD Negeri


Windusari I Windusari Magelang Tahun Pelajaran 2010/2011
Sudah dapat diajukan dalam Sidang Munaqosah Skripsi.
Demikian surat ini harap menjadikan perhatian dan digunakan sebagaimana
mestinya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Salatiga, 10 Agustus 2011


Pembimbing

Dra. Hj. S. Marfuah, M.Pd.

ii

SKRIPSI
PENERAPAN METODE MIND MAPS DALAM PENINGKATAN
PRESTASI BELAJAR SEJARAH ISLAM PADA SISWA KELAS V
SD NEGERI WINDUSARI I WINDUSARI MAGELANG
TAHUN PELAJARAN 2010/2011

DISUSUN OLEH :
WINAHYU ENDAH ROCHANAWATI
NIM. 11409108

Telah dipertahankan di depan Panitia Dewan Penguji Jurusan Tarbiyah,


Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga, pada tanggal 24 Agustus
2011 dan telah dinyatakan memenuhi syarat guna memperoleh
gelar sarjana S1 Kependidikan Islam

Susunan Penitia Penguji


Ketua Penguji

: Dr. Imam Sutomo, M. Ag

________________________

Sekretaris Penguji

: Miftachur Rifah, M.Ag.

________________________

Penguji I

: Drs. Joko Sutopo

________________________

Penguji II

: Siti Rukhayati, M.Ag.

________________________

Penguji III

: Dra.Hj.S.Marfuah, M.Pd.

________________________

Salatiga, 24 Agustus 2011


Ketua STAIN Salatiga

Dr. Imam Sutomo, M. Ag


NIP. 19580827 198303 1 002
iii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama

Winahyu Endah Rochanawati

NIM

11409108

Jurusan

Tarbiyah

Program Studi

Pendidikan Agama Islam

Menyatakan bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya
saya sendiri, bukan jiplakan dari karya orang lain. Pendapat atau temuan orang
lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik
ilmiah.

Salatiga, 10 Agustus 2011

Winahyu Endah R.

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

1. Motto

Artinya: Dan bahwasanya seseorang manusia tiada memperoleh selain dari


apa yang diusahakannya, dan bahwa usahanya kelak akan
diperlihatkan (kepada-Nya). (QS. An-Najm : 39)

2. Tiada kesungguhan yang akan sia-sia.

Persembahan untuk :
1. Keluarga dan anak-anakku tersayang
2. Kepala Sekolah dan teman-teman guru yang selalu
memberi dorongan dan kesempatan untuk selalu belajar

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim,
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat, inayah
serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas di dalam penulisan
skripsi ini, kemudian sholawat serta salam penulis haturkan kepada Nabi
Muhammad SAW, beserta para sahabat-sahabatnya.
Dalam kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Dr Imam Sutomo, M.Ag. selaku Ketua STAIN Salatiga yang telah
memberi kesempatan untuk menyelesaikan skripsi ini.
2. Ibu Dra. Hj. S. Marfuah M.Pd. sebagai pembimbing skripsi ini yang telah
banyak membantu penulis dalam pembuatan skripsi ini.
3. Bapak dan ibu Dosen, yang telah memberikan pandangan dan dorongan
sehingga terwujudnya skripsi ini.
4. Bapak dan ibu karyawan jurusan Tarbiyah STAIN Salatiga, semoga Allah
SWT memberikan rahmat kepada beliau.
5. Ibu Kepala SDN Windusari I Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang,
yang telah memberikan izin pelaksanaan penelitian skripsi ini.
6. Keluarga tercinta yang telah banyak membantu dan memberi dorongan kepada
penulis.
7. Teman sejawat dan semua pihak yang telah membantu dan memberikan
motivasi dalam penyelesaian skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan, oleh
karena itu penulis mohon kritik dan saran yang membangun demi kemajuan.
Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis
khususnya dan sumbangan bagi dunia pendidikan pada umumnya.

Salatiga, 10 Agustus 2011


Penulis

vi

ABSTRAK

Rochanawati, Winahyu Endah. 2011. Penerapan Metode Mind Maps dalam


Peningkatan Prestasi Belajar Sejarah Islam pada Siswa Kelas V SDN
Windusari I Windusari Magelang Tahun Pelajaran 2010/2011.
Kata Kunci : Prestasi belajar Sejarah Islam, Mind Maps.
Prestasi belajar sejarah Islam di SDN Windusari I Windusari Magelang
masih kurang maksimal. Hal ini disebabkan karena kurang variatif dalam
penggunaan metode yang diberikan kepada siswa. Guru masih banyak
menggunakan metode ceramah dari pada penggunaan metode yang lain. Faktor
lain kurangnya guru dalam menggunakan sarana dan alat peraga yang telah ada di
sekolah.
Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah tentang bagaimana
penerapan metode mind map untuk meningkatkan prestasi belajar sejarah Islam
pada siswa kelas V SDN Windusari I. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian
tindakan kelas ini adalah: Mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar dan
motivasi siswa setelah mengikuti pembelajaran melalui Mind Maps.
Penelitian tindakan kelas ini menggunakan tehnik pengumpulan data,
yaitu tes, observasi dan catatan selama penelitian berlangsung. Tujuan penelitian
ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa dalam
pembelajaran sejarah Islam di SDN Windusari I melalui penerapan Mind Maps.
Kemampuan siswa dalam pembelajaran sejarah Islam pada kelas V di
SDN Windusari I setelah adanya penelitian ini, hal ini terbukti sebelum penelitian
atau pra siklus hasil yang dicapai pada tes adalah 65.89 %, siklus I 69.10 % dan
pada siklus II meningkat menjadi 75.53 %. Hasil ini menunjukkan adanya
peningkatan prestasi belajar sejarah Islam pada siswa kelas V setelah melalui
penerapan metode Mind Maps. Diharapkan penelitian memberikan masukan bagi
sekolah lain dan memberi dampak positif pada sekolah ini .

vii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

PERSETUJUAN PEMBIMBING

ii

PENGESAHAN KELULUSAN

iii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

KATA PENGANTAR

vi

ABSTRAK

vii

DAFTAR ISI

viii

DAFTAR TABEL

xi

DAFTAR LAMPIRAN

xii

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

B. Rumusan Masalah

C. Tujuan Penelitian

D. Manfaat Penelitian

E. Batasan Masalah

F. Hipotesis Tindakan

G. Definisi Istilah

H. Metode Penelitian

1. Tempat, Waktu, dan Subjek Penelitian

2. Rancangan Penelitian

viii

3. Instrumen Penelitian

11

4. Metode Pengumpulan Data

12

5. Teknik Analisis Data

12

I. Sistematika Penulisan
BAB II

BAB III

BAB IV

13

KAJIAN PUSTAKA
A. Peningkatan Pembelajaran

15

B. Motivasi Belajar

16

C. Metode Mind Maps

20

D. Hasil Belajar

22

E. Materi Pendidikan Agama Islam

23

PELAKSANAAN PENELITIAN
A. Gambaran Umum Lokasi dan Subjek Penelitian

26

B. Subjek Penelitian

28

C. Desain Penelitian

29

D. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I

30

E. Deskripsi Pelaksanaan Siklus II

33

F. Teknik Analisis Data

38

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Deskripsi Pra Siklus

39

B. Analisis data Penelitian Per Siklus

42

1. Siklus I

42

2. Siklus II

46

C. Pembahasan

51

ix

D. Peningkatan Pembelajaran Sejarah


BAB V

54

PENUTUP
A. Kesimpulan

56

B. Saran

56

C. Penutup

58

DAFTAR PUSTAKA

59

LAMPIRAN-LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP PENULIS

DAFTAR TABEL

1. Tabel Materi PAI ........................................................................................ 24


2. Tabel Keadaan Siswa ................................................................................

27

3. Tabel Keadaan Guru .................................................................................

27

4. Tabel Lembar Observasi ..........................................................................

37

5. Tabel 1. Hasil tes formatif pra Siklus .......................................................

40

6. Tabel 2. Rentang nilai pra tindakan

.........................................................

41

7. Tabel 3. Hasil tes formatif Siklus I ...........................................................

43

8. Tabel 4. Rekapitulasi Hasil tes Siklus I ....................................................

44

9. Tabel 5. Lembar Observasi Siklus I .........................................................

45

10. Tabel 6. Hasil tes formatif Siklus II .........................................................

47

11. Tabel 7. Rekapitulasi Hasil tes Siklus II ..................................................

48

12. Tabel 8. Lembar Observasi Siklus II .......................................................

49

13. Tabel 9. Rekapitulasi table rata-rata hasil tes pra Siklus, Siklus I dan II....

54

14. Tabel 10. Peningkatan hasil observasi Siklus I ke Siklus II .....................

55

xi

DAFTAR LAMPIRAN

1. Surat izin Penelitian


2. Surat keterangan pelaksanaan penelitian
3. Silabus Pendidikan Agama Islam
4. Rencana Pelaksanaan Pelajaran
5. Soal tes formatif sejarah Islam Siklus I
6. Kunci jawaban tes formatif sejarah Islam Siklus I
7. Soal tes formatif sejarah Islam Siklus II
8. Kunci jawaban tes formatif sejarah Islam Siklus II
9. Lembar observasi proses pembelajaran sejarah Islam Siklus I
10. Lembar observasi proses pembelajaran sejarah Islam Siklus II
11. Dokumentasi
12. Gambar Mind Maps

xii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat
manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu
kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari pentingnya
peran agama bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi nilai-nilai
agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang
ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah
maupun masyarakat.
Pendidikan Agama bertujuan untuk peningkatan potensi spiritual dan
membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup
etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan Agama.
Peningkatan potensi spiritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan
penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam
kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi
spiritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi
yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan
martabatnya sebagai makhluk Tuhan.
Sebagaimana tertuang dalam Standar Kelulusan (SKL) Pendidikan
Agama Islam Tingkat Sekolah Dasar (Lampiran Permendiknas No. 23 Tahun

2006), disebutkan bahwa siswa mampu menceritakan kisah nabi-nabi serta


mengambil teladan dari kisah tersebut dan menceritakan kisah tokoh orangorang tercela dalam kehidupan Nabi (Lamp Peraturan Mendiknas No. 22 Th
2006, Hal 11). Ini menandakan betapa pentingnya Pendidikan Islam untuk
generasi umat Islam selanjutnya. Kompetensi dasar yang tersebut diatas dalam
materi sejarah Islam siswa harus mampu menceritakan kembali materi yang
telah disampaikan oleh guru.
Selama ini guru merasakan banyak hambatan dalam pembelajaran
sejarah Islam untuk mencapai kompetensi dasar ataupun untuk mencapai nilai
kognitif yang tuntas, karena pembelajaran yang dilaksanakan guru selama ini
dengan menggunakan beberapa metode seperti ceramah, tanya jawab, diskusi
maupun pemberian tugas kurang berhasil, boleh dikatakan siswa dalam
menerima materi dengan metode tersebut jenuh dan membosankan apalagi
disampaikan dengan metode yang tidak variatif, sehingga siswa kurang
memperhatikan dalam proses pembelajaran, disamping itu banyak siswa yang
sudah banyak membaca buku- buku tentang sejarah Islam di rumah namun
kadang mereka justru merasa mampu dan bisa tetapi dalam penilaian mereka
tidak memperoleh skor yang ideal.
Menurut Tony buzan Mind Maps adalah cara baru untuk belajar dan
berlatih yang cepat dan ampuh dan Mind Maps adalah cara membuat catatan
yang tidak membosankan.1
1

Busan Tony, Mind Maps, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2007, hlm.4

Berdasarkan uraian di atas, judul yang diambil oleh peneliti dalam


penelitian ini adalah Penerapan metode Mind Maps dalam peningkatan
prestasi belajar sejarah Islam pada siswa kelas V SD Negeri Windusari I
Windusari Magelang Tahun Pelajaran 2010/2011.

B. Rumusan Masalah
Secara umum permasalahan dalam penelitian ini adalah sejauh
manakah efektivitas penggunaan metode Mind Maps dapat meningkatkan
pembelajaran Agama Islam di SD Windusari I.
Masalah umum tersebut selanjutnya dapat diperinci sebagai berikut :
1. Bagaimana penerapan pembelajaran Mind Maps dapat meningkatkan
motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran sejarah Islam?
2. Bagaimana penerapan metode Mind Maps dapat meningkatkan aktifitas
siswa dalam belajar sejarah ?
3. Apakah penerapan pembelajaran sejarah melalui metode Mind Maps
dapat meningkatkan prestasi belajar siswa?

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini sebagai berikut:
1. Untuk mendeskripsikan pembelajaran sejarah dengan Mind Maps dapat
meningkatkan motivasi siswa.
2. Untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas dalam pembelajaran sejarah
dengan diterapkannya metode Mind Maps.
3. Untuk mengatahui metode pembelajaran Mind Maps dapat meningkatkan
prestasi belajar siswa.

D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritik
Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa melalui
Mind Maps dalam pembelajaran Agama Islam dan dapat memberikan
sumbangan berupa pengembangan ilmu pembelajaran yang berkaitan
dengan aspek hafalan dan ingatan khususnya dalam materi sejarah
sehingga keterampilan ingatan dan hafalan siswa dapat ditingkatkan.
2. Manfaat Praktis
Penulis mengharapkan dengan hasil penelitian ini dapat:
a. Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai
dengan materi Agama Islam.
b. Meningkatkan motivasi pada pelajaran Agama Islam.
c. Mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan bidang
studi Agama Islam.

E. Batasan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang diatas, maka pembatasan masalah
dalam pembelajaran sangat diterapkan agar pembahasan tidak meluas, maka
pembatasan masalah ini meliputi:
1. Penelitian ini hanya diterapkan pada siswa Kelas V SD Negeri Windusari I
Windusari Magelang Tahun Pelajaran 2010/2011.
2. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei semester genap tahun pelajaran
2010/2011.
3. Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan mengenal sahabat Abu
Bakar As- Shidiq dan Umar bin Khattab.

F.

Hipotesis Tindakan
1. Penerapan metode Mind Maps dapat meningkatkan perhatian siswa dalam
mata pelajaran sejarah Islam.
2. Pembelajaran melalui metode Mind Maps dapat meningkatkan aktivitas
siswa dalam belajar sejarah Islam.
3. Penerapan pembelajaran melalui metode Mind Maps dapat meningkatkan
prestasi dan perolehan nilai yang ideal.

G. Definisi Istilah / Operasional


Peneliti mengambil judul Penerapan metode Mind Maps dalam
peningkatan prestasi belajar sejarah Islam pada siswa kelas V SD Negeri
Windusari I Windusari Magelang Tahun Pelajaran 2010/2011.
Maka untuk memperjelas istilah Pembelajaran adalah upaya untuk
membelajarkan siswa. Dalam pengertian ini secara implisit dalam

pembelajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan


metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.2 Sedangkan
belajar adalah berusaha (berlatih dsb) supaya mendapat suatu kepandaian.3
Sedangkan

Motif

adalah

daya

dalam

diri

seseorang

yang

mendorongnya untuk melakukan sesuatu, atau keadaan seseorang yang


menyebabkan kesiapan-kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku
atau perbuatan. Sedangkan motivasi dipandang sebagai dorongan mental
yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku
belajar.4
Sedangkan menurut Sugihartono dkk motivasi diartikan sebagai suatu
kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu dan yang
memberi arah dan ketahanan pada tingkah laku tersebut.5
Menurut Koeswara

disebutkan bahwa dalam motivasi terkandung

adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan dan


mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar.6
Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk
berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu.
Pengertian Metode adalah cara yang teratur dan terpikir baik-baik
untuk mencapai sesuatu maksud.7 Dalam buku Quantum Teaching, Peta
2
3

Uno,Hamzah B, Model Pembelajaran, Jakarta, PT Bumi Aksara, 2007, hlm. 83.


Poerwodarminto WJS, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka,1976,

hlm. 108.
4

Dimyati &Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta, Rineka Cipta, 2006, hlm.

80.
5

Sugihartono dkk, Psikologi Pendidikan, Yogyakarta, UNY Press, 2007, hlm. 20.
Dimyati & Mudjiono, Belajar dan Mengajar, Jakarta, Rineka Cipta, 2006, hlm. 80.
7
Poerwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta,Balai Pustaka, 1976, hlm.
6

649.

pikiran adalah metode mencatat kreatif yang memudahkan kita mengingat


banyak informasi.8
Sedangkan pengertian Mind Maps adalah :9
1. Cara mudah menggali informasi dari dalam dan dari luar otakmu.
2. Cara baru untuk belajar dan berlatih yang cepat dan ampuh.
3. Cara membuat catatan yang tidak membosankan.
4. Cara terbaik untuk mendapatkan ide baru dan merencanakan proyek.
H. Metode Penelitian
Dalam penelitian tindakan ini menggunakan bantuan guru sebagai
peneliti, penanggung jawab penuh penelitian tindakan adalah praktisi (guru).
Tujuan utama dari penelitian tindakan ini adalah meningkatkan hasil
pembelajaran di kelas dimana guru secara penuh terlibat dalam penelitian
mulai dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.
Penelitian ini akan dihentikan apabila ketuntasan belajar secara
klasikal telah mencapai 75% atau lebih. Jadi dalam penelitian ini, peneliti
tidak tergantung pada jumlah siklus yang harus dilalui.
1. Tempat, Waktu, Subyek Penelitian
a. Tempat Penelitian
Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam
melakukan penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian
ini bertempat di SD Negeri Windusari I Windusari Magelang Tahun
Pelajaran 2010/2011.
8

Bobbi de Porter, dkk, Quatum Teaching, Bandung, Mizan Media Utama, 2002, hlm.
175.
9
Buzan, Tony. Mind Maps, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2007, hlm.4

b. Waktu Penelitian
Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau
saat penelitian ini dilangsungkan. Penelitian ini dilaksanakan pada
bulan Mei semester genap tahun 2010 / 2011.
c. Subyek Penelitian
Subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas V SD Negeri
Windusari I Windusari Magelang yang berjumlah 28 siswa terdiri dari
12 putra dan 16 putri, dengan pokok bahasan mengenal sahabat Rasul.
2. Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Dalam buku pedoman penelitian tindakan kelas yang disusun oleh Tim
Pengajar Penelitian Pendidikan UNY bahwa PTK adalah sebagai bentuk
investigasi yang bersifat reflektif, kolaboratif dan spiral, yang memiliki
tujuan untuk melakukan perbaikan-perbaikan terhadap sistem, cara kerja,
proses, isi kompetensi, atau situasi.10
Adapun tujuan utama dari PTK adalah untuk memperbaiki dan
meningkatkan kondisi serta kualitas pembelajaran di kelas; sedangkan
manfaat PTK dalam pembelajaran adalah untuk mengembangkan dan
melakukan inovasi pembelajaran.11
Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan,
maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan
Taggart dalam bukunya Suharsimi Arikunto yaitu berbentuk spiral dari sklus
10

Tim Pengajaran Penelitian Pendidikan UNY Press, 1998, hlm. 9.


E.Mulyasa, Menjadi Guru Profesional, Bandung, PT Remaja Rosdakarya 2007, hlm.
55.

11

yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana),
action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi).12

Putaran 1
Refleksi

Rencana
awal/rancangan
Putaran 2

Tindakan/
Observasi

Refleksi

Rencana yang
direvisi

Tindakan/
Observasi

Refleksi

Rencana yang
direvisi

Tindakan/
Observasi

Gambar 3.1 Alur PTK

Langkah pada siklus berikutnya adalah perencanaan yang sudah


direvisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus 1
dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan.
Siklus spiral dari tahap-tahap penelitian tindakan kelas dapat dilihat
pada gambar berikut.
Penjelasan alur di atas adalah:

12

Arikunto Suharsimi, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta, Bumi Aksara, 2006, hlm. 16.

10

1. Rancangan/rencana awal, sebelum mengadakan penelitian peneliti


menyusun rumusan masalah, tujuan dan membuat rencana tindakan,
termasuk

di

dalamnya

instrumen

penelitian

dan

perangkat

pembelajaran.
2. Kegiatan dan pengamatan, meliputi tindakan yang dilakukan oleh
peneliti sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa serta
mengamati hasil atau dampak dari diterapkannya metode pembelajaran
model Mind Maps.
3. Refleksi, peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil atau
dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar pengamatan
yang diisi oleh pengamat.
4. Rancangan/rencana yang direvisi, berdasarkan hasil refleksi dari
pengamat membuat rancangan yang direvisi untuk dilaksanakan pada
siklus berikutnya.
Observasi dibagi dalam dua putaran, yaitu putaran 1 dan 2 dimana
masing-masing putaran dikenai perlakuan yang sama (alur kegiatan yang
sama) dan membahas satu sub pokok bahasan yang diakhiri dengan tes
formatif pada akhir masing-masing putaran. Dibuat dalam dua putaran
dimaksudkan
dilaksanakan.

untuk

memperbaiki

sistem

pengajaran

yang

telah

11

3. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari:
a. Silabus
Yaitu seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan
pembelajaran pengelolahan kelas, serta penilaian hasil belajar.
b. Rencana Pelajaran
Yaitu merupakan perangkat pembelajaran yang digunakan sebagai
pedoman guru dalam mengajar dan disusun untuk tiap putaran. Masingmasing Rencana Pelajaran berisi kompetensi dasar, indikator,
pencapaian hasil belajar, tujuan pembelajaran khusus, dan kegiatan
belajar mengajar.
c. Lembar Kegiatan Siswa
Lembar kegiatan ini yang dipergunakan siswa untuk membantu
proses pengumpulan data hasil eksperimen.
d. Lembar Observasi Kegiatan Belajar Mengajar
1. Lembar observasi pengolahan metode pembelajaran Mind Maps,
untuk

mengamati

kemampuan

guru

dalam

mengelola

pembelajaran.
2. Lembar observasi aktivitas siswa dan guru, untuk mengamati
aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran.

12

e. Tes formatif
Tes ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai. Tes formatif ini diberikan setiap akhir putaran. Bentuk soal
yang diberikan adalah pilihan ganda (objektif) sebanyak 20 soal dan
uraian sebanyak 10 soal.
4. Metode Pengumpulan Data
Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui
observasi pengolahan metode pembelajaran Mind Maps, observasi
aktivitas siswa dan guru, dan tes formatif.
5. Teknik Analisis Data
Untuk mengetahui keefektifan suatu metode dalam kegiatan
pembelajaran

perlu

diadakan

analisa

data.

Pada

penelitian

ini

menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode


penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai
dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui prestasi
belajar yang dicapai siswa juga untuk memperoleh respon siswa terhadap
kegiata pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran.
Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan
siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan
cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir
putaran.
Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu:
1. Untuk menilai ulangan atau tes formatif

13

Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa, yang


selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut
sehingga diperoleh rata-rata tes formatif dapat dirumuskan:

X
N

Dengan

: X

= Nilai rata-rata

= Jumlah semua nilai siswa

= Jumlah siswa

2. Untuk ketuntasan belajar


Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan
dan secara klasikal. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar
mengajar kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, yaitu seorang siswa
telah tuntas belajar bila telah mencapai skor 75% atau nilai 75, dan
kelas disebut tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 75% yang
telah mencapai daya serap lebih dari sama dengan 75%. Untuk
menghitung persentase ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai
berikut:

Siswa. yang.tuntas.belajar x100%


Siswa

I. Sistematika Penulisan
Dalam penulisan penelitian tindakan kelas ini penulis menyusun
sistematika penulisan sebagai berikut :

14

Bab I

Pendahuluan berisi tentang, Latar Belakang Masalah, Rumusan


Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Batasan Masalah,
Hipotesis Tindakan, Kerangka Berfikir, Definisi Istilah, Metode
Penelitian dan Sistematika Penulisan.

Bab II

Kajian Pustaka yang berisi tentang Peningkatan Pembelajaran,


Motivasi Belajar, Metode Mind Maps, Hasil Belajar dan Materi
Pendidikan Agama Islam.

Bab III

Pelaksanaan Penelitian yang berisisi tentang : Gambaran Umum


dan Subjek Penelitian,

Desain penelitian, Deskripsi siklus I,

Deskripsi siklus II, dan Teknik Analisis Data.


Bab IV

Hasil Penelitian dan Pembahasan yang berisi tentang Deskripsi Pra


siklus, Deskripsi Persiklus, Pembahasan Siklus I dan Siklus II dan
peningkatan Pembelajaran sejarah Islam.

Bab V

Penutup yang berisi tentang kesimpulan dan saran .

15

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Peningkatan Pembelajaran
Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Pengertian ini
secara implisit dalam pembelajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan,
mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.
Sependapat dengan pernyataan tersebut pembelajaran menurut Sudjana
dan Sugiharto dkk, pembelajaran merupakan setiap upaya yang dilakukan
dengan sengaja oleh pendidik yang dapat menyebabkan peserta didik
melakukan kegiatan belajar.13 Sedangkan belajar

menurut Cagne dalam

bukunya Dimyati belajar merupakan kegiatan yang kompleks. Hasil belajar


berupa kapabilitas. Setelah belajar orang memiliki ketrampilan, pengetahuan,
sikap, dan nilai.14 Dan menurut Hamzah B. Uno belajar pada hakekatnya
merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar untuk menghasilkan suatu
perubahan, menyangkut pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan nilai-nilai.15
Dalam Islam sejarah telah membuktikan bahwa wahyu Allah yang
pertama kali turun adalah perintah membaca, sedang membaca adalah
merupakan awal dari kegiatan pembelajaran, firman Allah :16

13

Sugiharto dkk, Psikologi Pendidikan, Yogyakarta, UNY Press, 2007, hlm. 80.
Dimyati & Mujiono, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta, Rineka Cipta, 2006, hlm. 10
15
Hamzah.B Uno, Model Pembelajaran, Jakarta, Bumi Aksara, 2007, hlm .54.
16
Depag RI, Al-Quran dan terjemahnya, Pelita, Jakarta, 1980, hlm. 1079.
14

16

Artinya :
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Pasal 1 Undangundang No. 20 tahun 2003 tentang pendidikan nasional


menyebutkan bahwa

pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik

dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.17


Jadi pembelajaran adalah proses yang disengaja yang menyebabkan
siswa belajar pada suatu lingkungan belajar untuk melakukan kegiatan pada
situasi tertentu.
B. Motivasi Belajar
a.

Pengertian Motivasi
Motif adalah daya dalam diri seseorang yang mendorong untuk
melakukan sesuatu, atau keadaan seseorang yang menyebabkan kesiapankesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan,
motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan
mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar.18

80.

17

Depdiknas, Lamp Per Mendiknas, Jakarta, Diknas, 2007, hlm. 2

18

Dimyati & Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta, Rineka Cipta, 2006, hlm.

17

Sedangkan motivasi diartikan sebagai dorongan yang berorientasi


pada pemenuhan harapan atau pencapaian tujuan. Dalam proses belajar,
motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai
motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.
Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang
untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu.
b.

Macam-macam Motivasi
Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Motivasi primer
Jenis motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. Yang
umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani manusia.19
Menurut Syaeful Bahri ada beberapa strategi dalam mengajar
untuk membangun motivasi belajar.
Strategi tersebut adalah sebagai berikut:20
a. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar.
b. Menjelaskan secara konkret kepada anak didik apa yang dapat
dilakukan pada akhir pengajaran.
c. Memberikan ganjaran terhadap prestasi yang dicapai anak didik
sehingga dapat merangsang untuk mendapat prestasi yang lebih
baik di kemudian hari.
d. Membentuk kebiasaan belajar yang baik.
19
20

Ibid, hlm. 86.


Djamarah Syaeful Bahri & Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, Rineka
Cipta, 2006, hlm. 48.

18

e. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual


maupun kelompok.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi primer
adalah motivasi yang timbul dari dalam individu yang fungsinya tidak
perlu dirangsang dari luar. Seseorang yang memiliki motivasi intrinsik
dalam dirinya maka secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang
tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya.
Jenis motivasi yang dipelajari. Hal ini berbeda dengan motivasi
primer. Artinya dorongan yang timbul dari rangsangan dari luar.21
1. Motivasi Sekunder
Beberapa cara membangkitkan motivasi sekunder dalam
menumbuhkan motivasi instrinsik antara lain:
a. Kompetisi (persaingan): guru berusaha menciptakan persaingan
diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya,
berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya
dan mengatasi prestasi orang lain.
b. Pace Making (membuat tujuan sementara atau dekat): Pada awal
kegiatan belajar mengajar guru, hendaknya terlebih dahulu
menyampaikan kepada siswa Tujuan Instruksional Khusus yang
akan dicapai sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk
mencapai Tujuan Instruksional Khusus tersebut.

21

Dimyati & Mujiono, 2006, Belajar dan Mengajar, Jakarta, Rineka Cipta, hlm. 88

19

c. Tujuan yang jelas: Motif mendorong individu untuk mencapai


tujuan. Makin jelas tujuan, makin besar nilai tujuan bagi individu
yang bersangkutan dan makin besar pula motivasi dalam
melakuakan sesuatu perbuatan.
d. Kesempurnaan untuk sukses: Kesuksesan dapat menimbulkan rasa
puas, kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri, sedangkan
kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya. Dengan demikian,
guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada anak
untuk meraih sukses dengan usaha mandiri, tentu saja dengan
bimbingan guru.
1) Minat yang besar: Motif akan timbul jika individu memiliki
minat yang besar.
2) Mengadakan penilaian atau tes. Pada umumnya semua siswa
mau belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. Hal ini
terbukti dalam kenyataan bahwa banyak siswa yang tidak
belajar bila tidak ada ulangan. Akan tetapi, bila guru
mengatakan bahwa lusa akan diadakan ulangan lisan, barulah
siswa giat belajar dengan menghafal agar ia mendapat nilai
yang baik. Jadi, angka atau nilai itu merupakan motivasi yang
kuat bagi siswa.
Dari uraian di atas diketahui bahwa motivasi ekstrinsik adalah
motivasi yang timbul dari luar individu yang berfungsinya karena

20

adanya perangsang dari luar, misalnya adanya persaingan, untuk


mencapai nilai yang tinggi, dan lain sebagainya.

C. Metode Mind Maps


Sebagian besar orang mencatat dengan hanya menggunakan sebagian
kecil dari otak kita, sistem membuat catatan standar menggunakan kalimat,
frase, daftar dan garis, serta angka atau bilangan, menurut Tony Buzan dalam
Tehnik Optimalisai Daya Ingat dikatakan, untuk membuat catatan dengan baik
anda perlu melanggar tradisi aturan di atas dan menggunakan kedua sisi otak
anda.22 Menurut Rose dan Nicholl dalam Bobbi DePorter dkk, orang belajar
dengan cara yang berbeda-beda, yaitu Pelajar Visual, Auditorial dan
Kinestetik. Pelajar Visual gemar membuat banyak simbol dan gambar dalam
catatan mereka.23 Dan Peta pikiran sangat cocok dan tepat bagi peserta didik
yang memiliki gaya belajar Visual. Karena pelajar Visual belajar terbaik saat
mereka mulai dengan gambaran keseluruhan , melakukan tinjauan umum
mengenai bahan pelajaran akan sangat membantu.
Sedangkan pengertian Mind Maps adalah :
1.

Cara mudah menggali informasi dari dalam dan dari luar otakmu.

2.

Cara baru untuk belajar dan berlatih yang cepat dan ampuh.

3.

Cara membuat catatan yang tidak membosankan.

4.

Cara terbaik untuk mendapatkan ide baru dan merencanakan proyek.24

hlm.167.

22

Buzan, Tony. Tehnik Optimalisasi Daya Ingat, Yogyakarta, Ikon Teralitera, 2002,

23

Boobi Deporter, dkk. Quantum Teaching, Bandung, Mizan Media Utama, Hlm. 168
Busan Tony, Mind Maps, 2007, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, hlm 4

24

21

Dalam buku Quantum Teaching Peta pikiran adalah metode mencatat


kreatif yang memudahkan kita mengingat banyak informasi.25 Metode ini
sangat baik digunakan untuk pembelajaran yang materinya banyak dan
memerlukan catatan yang tidak membosankan.
Langkah langkah :
1.

Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.

2.

Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh


siswa/sebaliknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban.

3.

Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang.

4.

Tiap kelompok menginventaris/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi

5.

Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya


dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru.

6.

Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru


memberi bandingan sesuai kensep yang diberikan guru.

25

175.

Bobbi DePorterdkk,2002, Quatum Teaching, Bandung, Mizan Media Utama, hlm.

22

Gambar Mind Maps26

D. Hasil Belajar
Hasil belajar siswa adalah suatu perilaku.Pada saat orang belajar, maka
responnya menjadi lebih baik. Menurut Gagne belajar adalah suatu perubahan
yang terjadi dalam disposisi atau kapabilitas seseorang, dalam kurun waktu
tertentu, dan bukan semata-mata sebagai proses pertumbuhan.27
Hasil belajar yang diukur pada pembelajaran yang berlandaskan
kurikulum 2004 meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor. Maka
26

Busan Tony, Mind Maps, 2007, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, hlm. 4

27

Dimyati & Mujiono, 2006, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta, Rineka Cipta, hlm. 10

23

guru tidak hanya menilai siswa dari aspek intelektual tetapi kemampuan
sosial, sikap siswa selama proses belajar mengajar serta keaktifan siswa dalam
kegiatan pembelajaran juga dinilai oleh guru. Siswa yang telah mengalami
pembelajaran diharapkan memilki pengetahuan dan ketrampilan baru serta
perbaikan sikap sebagai hasil dari pembelajaran yang telah dialami siswa
tersebut. Pengukuran hasil belajar bertujuan untuk mengukur tingkat
pemahaman siswa dalam menyerap materi. Sebaiknya hasil belajar yang telah
dinilai oleh guru diberitahukan kepada siswa agar siswa mengetahui kemajuan
belajar yang telah dilakukannya serta kekurangan yang masih perlu diperbaiki.
Penilaian hasil belajar pada akhirnya sebagai bahan refleksi siswa mengenai
kegiatan belajarnya dan refleksi guru terhadap kemampuan mengajarnya serta
mengevaluasi pencapaian target kurikulum.

E. Materi Pendidikan Agama Islam.


Materi Pendidikan Agama Islam untuk kelas V semester II seperti yang
tercantum dalam buku Pendidikan Agama Islam yang diterbitkan dari Tiga
serangkai karangan MA Maksum adalah sebagai berikut :

24

Standar
Kompetensi
Al-Quran
6.Mengartikan AlQuran surah
pendek pilihan

Akidah
7.Mengenal rasulrasul Allah swt.

Tarikh
8.Menceritakan
kisah sahabat
nabi.

Akhlak
9.Membiasakan
perilaku terpuji.

Kompetensi Dasar

Alokasi Waktu

6.1 Membaca Q.S.


al-Maun dan alFil
6.2 Mengartikan Q.S
al-Maun dan alFil

15 jam pelajaran
(5x pertemuan)

7.1 Menyebutkan
nama-nama rasul
aallah swt.
7.2 Menyebutkan
nama-nama rasul
ulul azmi dari
para rasul.
7.3 Membedakan
nabi dan rasul.

12 jam pelajaran
(4x pertemuan)

8.1 Menceritakan
kisah Khalifah
Abu Bakar asSiddiq r.a.
8.2Menceritakan
kisah Khalifah
Umar bin
Khattab r.a.

12 jam pelajaran
(4 x pertemuan)

9.1Meneladani kisah
Khalifah Abu
Bakar as-Siddiq
r.a.
9.2Meneladani kisah
Khalifah Umar
bin Khattab r.a.
10.1 Mernyebutkan
Fikih
10.Mengenal puasa
ketentuanwajib
ketentuan puasa
Ramadhan.
10.2 menyebutkan
hikmah puasa
Ramadhan

12 jam pelajaran
(4 x pertemuan)

15 jam pelajaran
(5x pertemuan)

Keterangan

1 kali
pertemuan 3
jam pelajaran

25

Materi yang dijadikan subyek penelitian tindakan kelas adalah Tarikh:


8. Menceritakan kisah sahabat nabi, 8.1 Menceritakan kisah Khalifah Abu
Bakar as-Shiddiq ra. Dan 8.2. Menceritakan kisah Khalifah Umar bin Khattab
ra.
1. Kisah Kholifah Abu Bakar As shiddiq ra. Terdiri dari kisah beliau sebelum
masuk Islam, berjuang dalam Islam, diangkat menjadi kholifah dan
alangkah-langkah beliau menghadapi kaum murtad.
2. Kisah kholifah Umar bin Khottob. Meliputi, biografi Umar bin Khottob ra,
kisah masuknya Islam, terpilihnya menjadi kholifah kedua, perjuangan
beliau dalam Islam.

26

BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Gambaran Umum Lokasi dan Subjek Penelitian


Tempat penelitian ini adalah di SD Negeri Windusari I Windusari
Magelang.
1. Visi Sekolah : Terdepan dalam prestasi, teladan dalam akhlak mulia.
2. Misi Sekolah :
a. Melaksanakan pembelajaran secara aktif, kreatif, efektif
menyenangkan sehingga seluruh

siswa dapat

dan

berkembang secara

optimal sesuai dengan potensinya.


b. Menumbuhkembangkan semangat keunggulan secara intensif kepada
seluruh warga sekolah.
c. Menumbuhkembangkan kehidupan normative, agamis, nasionalis.
d. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran yang dianut dan juga
budaya bangsa sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak.
e. Menerapkan manajemen partisipasi dengan melibatkan seluruh warga
sekolah dan kelompok kepentingan yang terkait.

27

3. Keadaan Siswa
Keadaan siswa pada semester II tahun 2010 adalah sebagai berikut :
No

Kelas

Jumlah

1.

12

11

23

2.

II

10

12

22

3.

III

13

11

24

4.

IV

19

26

5.

12

16

28

VI

14

10

24

Jumlah

80

67

147

4. Keadaan Guru
No

Nama

NIP

Jabatan

Gol/Ruang

1.

Subini

19561221.197802.2.007

KS

IV/a

2.

Sunarni

19600707.198304.2.004

GK

IV/a

3.

Winahyu ER

19580811.198405.2.001

GA

IV/a

4.

Tri Wijiningsih

19660104.198608.2.002

GK

IV/a

5.

Hindun AB

19620625.198306.2.001

GK

III/d

6.

Hartoyo

19620704.198405.1.004

OR

III/c

7.

Suyitno

19621002.199311.1.001

GK

III/b

8.

Sih Sita P

19840903.200903.2.007

GK

II/b

9.

Pas Binasih

19880119.200903.2.004

GK

II/b

10.

Kuni Muslimah

G.Map

11.

Dwi Indrayani

G.Map

12.

Nur Endah

G.Map

13.

Suyoto

19620505.198702.1.003 Penjaga

II/b

28

5.

Susunan Komite Sekolah


Ketua

1. M.Basir
2. Muhtarom

Bendahara

1. Warmanto
2. Sunarni

Sekretaris

1. Ikhwan
2. Tri Wijingsih

Anggota

1. Supardi
2. Amin Wahyudi
3. Toyib
4. Slamet Sugino

B. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah penerapan metode Mind Maps pada
siswa kelas V SD Negeri Windusari I Tahun Ajaran 2010/2011.
Kelas V yang terdiri dari 28 siswa, yaitu 12 siswa putra dan 16 siswa
putri. Dalam penelitian ini memilih siswa kelas V SD Negeri Windusari I
karena

berdasarkan pengalaman peneliti yang juga sebagai pengampu mata

pelajaran pendidikan agama Islam di kelas tersebut, bahwa materi sejarah


rata-rata memiliki nilai yang rendah, sehingga penerapan Mind Maps
diterapkan dan digunakan sebagai subjek penelitian. Adapun pelaksanaan
penelitian tindakan kelas untuk siklus I adalah pada hari Senin, 16 Mei 2011,
sedangkan siklus II pada hari senin, 23 Mei 2011.

29

C. Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang
merupakan bentuk kajian yang sistematis dan reflektif dilakukan oleh guru
untuk meningkatkan pembelajaran dan kualitas siswa, dan penelitian ini
dilakukan oleh guru dengan tidak mengubah situasi dan jadwal yang telah
ada, dengan demikian jika guru melakukan beberapa penelitian tindakan
tidak akan mengganggu jadwal yang telah ada.28

Perencanaan

Refleksi

Siklus I

Perencanaan Ulang

Tindakan

Refleksi

Pengamatan

Siklus II

Tindakan

Pengamatan

Dari gambar diatas penelitian tindakan kelas ini dibagi menjadi dua
siklus. Tiap siklusnya terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, tindakan,
pengamatan, dan refleksi.
Dalam siklus I ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal siswa
terhadap pembelajaran sejarah melalui penerapan metode Mind Maps. Setelah
dilakukan refleksi terhadap proses tindakan siklus I maka akan mendapat
permasalahan yang muncul dalam kelas tersebut.
28

Arikunto Suharsimi, 2006, Penelitian tindakan kelas, Bumi Aksara, Jakarta, hal 6

30

Sehingga untuk memecahkan masalah tersebut perlu dilakukan


perencanaan ulang, tindakan ulang, pengamatan ulang, dan refleksi ulang
pada siklus II. Sedangkan siklus II bertujuan untuk mengetahui adanya
peningkatan pembelajaran sejarah melalui penerapan metode Mind Maps
setelah dilakukan perbaikan pada siklus II.

D. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I.


1. Perencanaan
Dalam tahap ini yang perlu dipersiapkan adalah perencanaan yang
baik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik pula, dan
hasilnyapun memuaskan. Pada perencanaan ini terdapat langkah-langkah
yang harus dilakukan dalam pembelajaran sejarah tentang mengenal
sahabat-sahabat Rasul melalui penerapan metode Mind Maps, yaitu 1)
Menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan tindakan yang akan
dilakukan, yaitu pembelajaran sejarah melalui penerapan metode Mind
Maps, 2) Membuat dan menyusun instrumen yang terdiri dari tes dan non
tes, dan 3) Melakukan kolaborasi dengan guru mata pelajaran pendidikan
Agama Islam.

31

2. Tindakan
Pada tahap tindakan ini guru dalam mengajar harus sesuai dengan
rencana pembelajaran yang sudah dibuat. Dalam proses tindakan ini
dibagi kedalam 3 tahap, yaitu : pendahuluan, inti, dan penutup.
a. Pendahuluan
Pada

tahap

ini

guru

menciptakan

kondisi

siswa

agar

pembelajaran berjalan dengan baik dan sebelum kegiatan berlangsung


guru mempersiapkan alat peraga yang diperlukan yaitu gambar Mind
Maps. Dan setelah ini guru menyampaikan tujuan dan manfaat dari
pembelajaran yaitu materi sejarah tentang sahabat nabi Abu bakar As
Shidiq dan Umar bin Khattab.
b. Inti
Pada tahap ini, guru menjelaskan materi yang disampaikan yaitu
mengenal sahabat nabi Abu bakar As shidiq dan Umar bin Khattab
melalui pendekatan Mind Maps. Setelah itu guru menjelaskan pula
cara membuat catatan sesuai dengan teknik Mind Maps, setelah itu
guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk mencoba
membuat catatan materi yang telah disampaikan kedalam gambar
Mind Maps. Setelah selesai kegiatan ini memeriksa hasil kerja
kelompok siswa dan memberikan tes secara tertulis.

32

c. Penutup
Pada tahap ini, guru

bersama siswa merefleksi terhadap

pembelajaran yang telah dilakukan. Guru membagikan lembar jurnal


kepada siswa untuk diisi dan di dalam jurnal tersebut terdapat
pertanyaan kepada siswa yang mengacu pada tes skala sikap yang
menilai sikap siswa selama pembelajaran berlangsung.
3. Pengamatan
Dalam tahap pengamatan atau obsevasi ini, guru mengamati setiap
siswa dengan dibantu oleh satu orang guru. Pengamatan ini dilakukan
selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung.
Pada saat melakukan pengamatan guru mencatat siswa yang aktif,
pasif, tidak memperhatikan ataupun berbicara sendiri

atau bahkan

mengantuk selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung.


Pada tahap ini membutuhkan ketelitian dan kecermatan, karena
akan menjadi bahan acuan pada tahap siklus selanjutnya. Pengambilan
data adalah berdasarkan tes tertulis dan tes skala sikap .
4. Refleksi
Pada tahap refleksi ini dapat dilihat dari hasil tes, pengamatan dan
jurnal yang telah dibuat. Jika hasilnya masih belum memenuhi batas
ketuntasan belajar yang ingin dicapai, baik itu tentang hasil tes tertulis
maupun skala sikap masih belum baik dan tuntas terhadap pembelajaran
yang telah dilakukan maka dapat digunakan sebagai bahan perbaikan pada
siklus II. Dan hal-hal yang positif pada siklus I tetap harus dipertahankan.

33

Sedangkan kekurangan pada siklus I harus ditindak lanjuti sebagai bahan


acuan perbaikan pada siklus II.

E. Deskripsi Pelaksanaan Siklus II.


1. Perencanaan
Setelah melakukan refleksi pada siklus I, maka guru perlu memilih
strategi pembelajaran yang sesuai pada siklus II. Yang dimulai dengan
perencanaan pada siklus II, perencanaan ini merupakan penyempurnaan dari
siklus I. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan pada siklus II adalah
sebagai berikut : 1) Menyusun perbaikan rencana pembelajaran sejarah
melalui penerapan metode mind maps, 2) Menyusun instrumen yang terdiri
dari tes dan non tes, dan 3) Melakukan perbaikan kolaborasi dengan teman
guru dengan cara sharing atau bertukar pikiran.
2. Tindakan
Tindakan yang dilakukan dalam penelitian pada siklus II ini adalah
perbaikan dari siklus I, yaitu memperbaiki kekurangan-kekurangan dan
hal-hal yang menjadi hambatan pada cara membuat Mind Maps. Hal ini
dapat dilakukan dengan cara memperhatikan dan melihat Mind Maps yang
dibuat oleh teman siswa lain dengan tehnik pembuatan Mind Maps yang
benar. Dan berusaha untuk membuat dengan tehnik yang benar pada proses
pembelajaran pada siklus II. Tindakan yang dilakukan pada tahap ini yaitu
pendahuluan, inti, dan penutup.

34

a. Pendahuluan.
Pada tahap pendahuluan ini, guru mengadakan appersepsi untuk
merangsang pembelajaran yang akan disampaikan, dan menanyakan
kembali materi yang telah diajarkan pada pertemuan yang telah lalu.
Siswa diminta untuk lebih memperhatikan dan berkonsentrasi dalam
kegiatan pembelajaran ini terutama dalam kegiatan membuat gambar
Mind Maps.
b. Inti
Pada tahap ini lebih ditekankan pada perbaikan pada siklus I,
yaitu menjelaskan kembali materi sejarah Islam dengan pendekatan
metode Mind Maps, yaitu menerangkan materi pembelajaran, dan cara
membuat catatan melalui gambar Mind Maps. Selama kegiatan tersebut
berlangsung hendaknya siswa memperhatikan dan berkonsentrasi dan
setelah selesai siswa diminta untuk membaca kembali gambar yang
telah dibuat yang utuk selanjutnya siswa mengerjakan tes yang telah
diberikan oleh guru.
c. Penutup
Pada

tahap penutup, peneliti bersama-sama dengan siswa

mengadakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung dan


membuat simpulan terhadap pembelajaran Sejarah Islam melalui
pendekatan metode Mind Maps. Siswa diminta untuk mengisi lembar
jurnal skala sikap yang telah dipersiapkan oleh guru, dalam jurnal

35

tersebut terdapat penilaian skala sikap siswa terhadap pembelajaran hari


itu.
3. Obsevasi atau Pengamatan

Pengamatan pada siklus II bertujuan untuk mengamati perubahan


tindakan dan sikap siswa pada kegiatan belajar mengajar berlangsung
dengan cara membuat catatan yang dipakai sebagai data. Pengamatan
dilakukan pada siswa ketika membuat catatan melalui gambar Mind Maps
dengan benar dan yang membuat dengan tidak benar, yaitu pengamatan
melalui observasi langsung saat itu juga dengan tujuan agar kelemahan atau
hambatan yang terjadi pada siklus I tidak terjadi lagi pada siklus II.
Pengamatan dapat dilakukan dengan cara observasi langsung, Dalam
observasi pengambilan data dilakukan terhadap semua tindakan dan
perubahan-perubahan yang terjadi pada siklus II. Data diambil dari sejauh
manakah perubahan yang terjadi pada pembelajaran Sejarah Islam melalui
metode Mind Maps dengan data tes dan non tes.
4. Refleksi
Refleksi pada siklus II ini bertujuan untuk membuat simpulan dari
pelaksanaan kegiatan dan tindakan serta sikap siswa yang terjadi selama
pembelajaran pada siklus I. Dengan adanya refleksi, guru dapat
mengetahui peningkatan dan perubahan perilaku siswa terhadap
pembelajaran Sejarah Islam melalui pendekatan metode Mind Maps
setelah dilakukan perbaikan pada siklus I.

36

Variabel dalam penelitian ini yaitu pembelajaran sejarah dan


penggunaan metode Mind Maps.
Pembelajaran sejarah di kelas V semester II adalah menceritakan kisah
sahabat nabi yaitu kisah Khalifah Abu Bakar As-siddiq r.a. dan khalifah
Umar bin Khattab r.a, maka materi yang diambil adalah pembelajaran
sejarah.
Tindakan yang dilakukan dalam pembelajaran sejarah adalah guru
menerangkan terlebih dahulu materi kepada siswa kemudian guru memberi
penjelasan tentang cara merangkum materi melalui pendekatan Mind Maps,
hal ini bertujuan agar siswa lebih mudah untuk mempelajari kembali materi
yang telah diajarkan. Target dalam penelitian ini adalah mengungkap
rendahnya kemampuan siswa dalam pembelajaran sejarah sehingga dapat
dicari pemecahannya untuk meningkatkan kemampuan pembelajaran sejarah
dengan batas ketuntasan belajar 7,5. Pada akhir pembelajaran guru
memberikan evaluasi kemampuan siswa dan memahami materi yang telah
diajarkan. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengetahui sejauh mana siswa
mampu memahami pembelajaran sejarah tersebut.
Instrumen pada penelitian ini adalah tes dan nontes. Instrumen tes
berisi soal 20 soal pilihan ganda dan 5 soal isian sedangkan nontes adalah
observasi siswa pada saat pembelajaran berlangsung dan dokumentasi.
Dalam instrumen tes terdapat soal yang harus dikerjakan oleh siswa
setelah pembelajaran selesai. Soal tes terdiri dari soal pilihan ganda
sebanyak 20 soal dan soal isian 5. Tiap soal pilihan ganda mempunyai skor

37

nilai 1, sedangkan soal isian mempunyai skor nilai 2. Sehingga skor nilai 30
dibagi 3 menjadi 10.
Dalam observasi atau pengamatan peneliti menggunakan lembar
pengamatan sebagai berikut :

Lembar Observasi
No
1

Aspek

Skor

Perhatian siswa

penuh terhadap

penjelasan guru

2
1

2.

Siswa aktif dalam

kegiatan tanya

jawab dengan guru

2
1

3.

Siswa antusias dan

serius dalam

pembelajaran

2
1

4.

Siswa aktif dalam

kegiatan diskusi

kelompok

2
1

Keterangan :

Sangat baik
Baik
Cukup
Kurang

:4
:3
:2
:1

Jumlah Siswa

Persentase

38

F. Teknik Analisis Data


Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif.
1. Teknik Kuantitatif
Teknik kuantitatif dipakai untuk menganalisis data kuantitatif yang
diperoleh dari hasil tes pembelajaran sejarah pada siklus I dan siklus II.
Hasil tes ditulis secara persentase dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Merekap nilai yang diperoleh siswa
b. Menghitung nilai rata-rata
c. Menghitung persentase
Persentase ditulis dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

P=

X 100 %

NXS
Keterangan :
P
K
N.
S

: Nilai Persentase
: Nilai Kumulatif satu kelas
: Nilai Maksimal soal tes
: Jumlah Responden

39

BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Pra siklus


Hasil pratindakan yaitu kemampuan mengingat materi tentang sahabat
Abu Bakar As-Shiddiq dan Umar bin Khattab sebelum dilakukan tindakan
penelitian. Hasil tes pra tindakan berfungsi untuk mengetahui keadaan awal
kemampuan siswa setelah pembelajaran diberikan kepada siswa siswa kelas V
SD Windusari I tahun ajaran 2010/2011. Kriteria penilaian pada pra tindakan
meliputi

dua

aspek,

yaitu

tes

untuk

kategori

pemahaman/ingatan terhadap materi pembelajaran

penilaian

dan non

aspek

tes untuk

mengetahui kemampuan, keaktifan, kesungguhan siswa dalam mengikuti


proses belajar mengajar.
Berikut ini adalah hasil tes setelah materi pembelajaran disampaikan.

40

Tabel 1
Hasil Tes formatif pra siklus
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.

Nama
Fatkhul Karimah
Imam Ridho
Sabdo Ainun Najib
Aulia Fitri Hapsari
Siti Madinatul M.
Komarudin
Hati Nur Rani
Masrur
Siti Rukoyah
Nurul Salimah
Nur Rohmat H.
Risqi Cahyaningsih
Muh Helmi Azis
Nurul Arofah
M.Zaenul Ikhsan
Dwi Qurota Aini
Indah Tri Utami
Trima Wiranti
Hani Solikhati
Tamamul Ilham
Eka Agustina E.
Isti Hani
Alwi Junaedi
Refa Aji S.
Nayla Salsabila
Aldila P.
Ahmad Reza
Ajik Pangestu
Jumlah

Keterangan:

Nilai
60
60
50
70
75
60
60
65
65
70
60
65
70
70
70
80
60
65
80
70
65
80
50
80
80
65
50
50
1845
65.89 %

Tuntas
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
18

T
TT
Jumlah siswa yang tuntas
Jumlah siswa yang belum tuntas
Klasikal

Tidak Tuntas
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
10

: Tuntas
: Tidak Tuntas
: 18
: 10
: Belum tuntas

41

Tabel . 2
Rentang nilai Pra tindakan
No

Rentang Nilai

Jumlah Siswa

Rata-rata

0 39

40 49

0 %

50-59

14.28 %

60-69

12

39.28 %

70 79

25.00 %

80 -89

17.85 %

90 100

- %

28

100 %

65.89 %

Jumlah

Data pada tabel tersebut di atas menunjukkan bahwa kemampuan siswa


kelas V SD Windusari I dalam materi sejarah tentang sahabat nabi Abu Bakar
As-shiddiq dan Umar bin Khattab secara individu dengan skor 50 59 dicapai
oleh 4 siswa atau 14.28 %. Dengan skor 60 69 diacapai oleh 12 siswa atau
39.28 %, dengan skor 70 79 dicapai oleh 7 siswa atau 25 %, dengan skor 80
dicapai oleh 5 siswa dengan 17.85 %, dan nilai 90 keatas tak satupun yang
memperoleh nilai ini.
Dari 28 siswa yang mendapat nilai tuntas dalam pembelajaran ini adalah
hanya 18 siswa sedang yang belum tuntas adalah 10 siswa dengan nilai ratarata kelas adalah 65.89 %, sedangkan nilai ketuntasan belajar adalah 70. Maka
dapat dikatakan bahwa keadaan siswa sebelum tindakan dilakukan mempunyai
nilai yang rendah dalam materi pembelajaran ini .

42

Data penelitian yang diperoleh berupa hasil uji coba item butir soal, data
observasi berupa pengamatan pengelolaan metode pembelajaran Mind Maps
dan pengamatan aktivitas siswa dan guru pada akhir pembelajaran serta data
tes formatif siswa pada setiap siklus.
Data hasil uji coba item butir soal digunakan untuk mendapatkan tes
yang betul-betul mewakili apa yang diinginkan. Data ini selanjutnya dianalisis
tingkat validitas, reliabilitas, taraf kesukaran, dan daya pembeda.
Data lembar observasi diambil dari dua pengamatan yaitu data
pengamatan pengelolaan metode pembelajaran Mind Maps yang digunakan
untuk mengetahui pengaruh penerapan metode pembelajaran Mind Maps
dalam meningkatkan prestasi. Sedangkan data tes formatif untuk mengetahui
peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran
Mind Maps.

B. Analisis Data Penelitian Persiklus


1. Siklus I
a. Tahap Perencanaan
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran
yang terdiri dari rencana pelajaran 1, LKS 1, soal tes formatif 1, dan
alat-alat pengajaran yang mendukung.
b. Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan
Pelaksanaan

kegiatan

belajar

mengajar

untuk

siklus

dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2011 di Kelas V dengan jumlah

43

siswa 28 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun
proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran yang telah
dipersiapkan. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan
pelaksanaan belajar mengajar.
Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif I
dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam
proses belajar mengajar yang telah dilakukan.
Adapun data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut:
Tabel. 3
Hasil tes formatif siklus 1
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.

Nama
Fatkhul Karimah
Imam Ridho
Sabdo Ainun Najib
Aulia Fitri Hapsari
Siti Madinatul M.
Komarudin
Hati Nur Rani
Masrur
Siti Rukoyah
Nurul Salimah
Nur Rohmat H.
Risqi Cahyaningsih
Muh Helmi Azis
Nurul Arofah
M.Zaenul Ikhsan
Dwi Qurota Aini
Indah Tri Utami
Trima Wiranti
Hani Solikhati
Tamamul Ilham
Eka Agustina E.

Nilai
70
65
65
80
85
60
65
65
70
80
65
65
70
70
70
80
60
65
80
70
65

Tuntas
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V

Tidak Tuntas
V
V
-

44

22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.

Isti Hani
Alwi Junaedi
Refa Aji S.
Nayla Salsabila
Aldila P.
Ahmad Reza
Ajik Pangestu
Jumlah

Keterangan:

80
55
80
80
65
60
50
1935
69.10 %

T
TT
Jumlah siswa yang tuntas
Jumlah siswa yang belum tuntas
Klasikal

V
V
V
V
22

V
V
V
6

: Tuntas
: Tidak Tuntas
: 22
:6
: Belum tuntas

Tabel. 4
Rekapitulasi Hasil Tes Siklus I
No
1
2
3

Uraian
Nilai rata-rata tes formatif
Jumlah siswa yang tuntas belajar
Persentase ketuntasan belajar

Hasil Siklus I
69.10
22
78.57

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan metode


metode pembelajaran Mind Maps diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar
siswa adalah 69.10 dan ketuntasan belajar mencapai 78.57 % atau ada 22
siswa dari 28 siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa
pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa
yang memperoleh nilai 65 hanya sebesar 65.89 % lebih kecil dari persentase
ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. Hal ini disebabkan karena

45

siswa masih merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksudkan dengan
metode pembelajaran Mind Maps.
Pemerolehan data yang bersifat nontes pada proses pembelajaran sejarah
dengan pendekatan Mind Maps pada siklus I diperoleh dari hasil observasi
yang dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil tersebut
dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel .5
Lembar Observasi Siklus I
No

Aspek

Perhatian siswa
penuh terhadap
penjelasan guru

2.

Siswa aktif dalam


kegiatan tanya
jawab dengan
guru
Siswa antusias
dan serius dalam
pembelajaran

3.

4.

Skor

Jumlah Siswa

Persentase

4
3
2
1
4
3
2
1
4
3
2
1
4
3
2
1

4
5
11
8
3
7
10
8
5
7
11
5
3
7
10
8

14.28 %
17.85 %
39.28 %
28.57 %
10.71 %
25.00 %
35.71 %
28.57 %
17.85 %
25.00 %
39.28 %
17.85 %
10.71 %
25.00 %
35.71 %
28.57 %

Siswa aktif dalam


kegiatan diskusi
kelompok

Keterangan

: Sangat baik
Baik
Cukup
Kurang

=4
=3
=2
=1

46

2. Siklus II
a. Tahap perencanaan
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran
yang terdiri dari rencana pelajaran 2, LKS 2, soal tes formatif II, dan
alat-alat pengajaran yang mendukung.
b. Tahap kegiatan dan pelaksanaan
Pelaksanaan

kegiatan

belajar

mengajar

untuk

siklus

II

dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2011 di Kelas V dengan jumlah


siswa 28 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun
proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan
memperhatikan revisi pada siklus I, sehingga kesalahan atau
kekurangan pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus II.
Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan
belajar mengajar.
Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif II
dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa selama
proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Instrument yang
digunakan adalah tes formatif II. Adapun data hasil penelitian pada
siklus II adalah sebagai berikut.
Hasil tes kemampuan siswa setelah pembelajaran disampaikan
pada tes siklus II dapat dilihat pada tabel di berikut ini:

47

Tabel .6
Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus 2
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.

Nama
Fatkhul Karimah
Imam Ridho
Sabdo Ainun Najib
Aulia Fitri Hapsari
Siti Madinatul M.
Komarudin
Hati Nur Rani
Masrur
Siti Rukoyah
Nurul Salimah
Nur Rohmat H.
Risqi Cahyaningsih
Muh Helmi Azis
Nurul Arofah
M.Zaenul Ikhsan
Dwi Qurota Aini
Indah Tri Utami
Trima Wiranti
Hani Solikhati
Tamamul Ilham
Eka Agustina E.
Isti Hani
Alwi Junaedi
Refa Aji S.
Nayla Salsabila
Aldila P.
Ahmad Reza
Ajik Pangestu
Jumlah

Keterangan:

Nilai
80
75
70
90
90
65
70
65
70
80
65
65
70
85
90
90
65
65
90
75
75
85
60
90
90
65
75
60
2115
75.53 %

Tuntas
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
26

T
TT
Jumlah siswa yang tuntas
Jumlah siswa yang belum tuntas
Klasikal

Tidak Tuntas
V
V
2

: Tuntas
: Tidak Tuntas
: 26
:2
: Belum tuntas

48

Tabel 7
Rekapitulasi Hasil Tes Siklus II
No
Uraian
1 Nilai rata-rata tes formatif
2 Jumlah siswa yang tuntas belajar
3 Persentase ketuntasan belajar

Hasil Siklus II
75.53
26
92.85 %

Dari tabel di atas diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa


adalah 75.53 dan ketuntasan belajar mencapai 92.85 % atau ada 26 siswa
dari 28 siswa sudah tuntas belajar. Hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus
II ini ketuntasan belajar secara klasikal telah megalami peningkatan baik
dari siklus I. Adanya peningkatan hasil belajar siswa ini karena setelah guru
menginformasikan bahwa setiap akhir pelajaran akan selalu diadakan tes
sehingga pada pertemuan berikutnya siswa lebih termotivasi untuk belajar.
Selain itu siswa juga sudah mulai mengerti apa yang dimaksudkan dan
diinginkan guru dengan menerapkan metode metode pembelajaran Mind
Maps.
Perolehan data yang bersifat non-tes pada proses pembelajaran sejarah
Islam dengan pendekatan Mind Maps pada siklus II diperoleh dari hasil
observasi yang dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung.
Hasil tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.

49

Tabel 8
Lembar Observasi Siklus II
No

Aspek

Skor

Jumlah Siswa

Persentase

Perhatian siswa
penuh terhadap
penjelasan guru

2.

Siswa aktif
dalam kegiatan
tanya jawab
dengan guru
Siswa antusias
dan serius dalam
pembelajaran

4
3
2
1
4
3
2
1
4
3
2
1
4
3
2
1

7
12
6
3
8
12
6
2
9
14
3
2
6
12
8
2

25.00 %
42.85 %
21.42 %
10.71 %
28.54 %
42.85 %
21.42 %
7.14 %
32.14 %
50.00 %
10.71 %
7.14 %
21.42 %
42.85 %
28.54 %
7.14 %

3.

4.

Siswa aktif
dalam kegiatan
diskusi
kelompok

Keterangan

: Sangat baik
Baik
Cukup
Kurang

:4
:3
:2
:1

c. Refleksi
Pada tahap ini akan dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik
maupun yang masih kurang baik dalam proses belajar mengajar
dengan penerapan metode pembelajaran Mind Maps. Pembelajaran
yang dilakukan pada siklus II ini merupakan tindakan perbaikan dari
siklus I. Pada siklus I kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa
masih banyak dan kesulitan tersebut dicarikan jalan keluarnya untuk
diterapkan pada pembelajaran siklus II. Dari data-data yang telah
diperoleh dapat diuraikan sebagai berikut:

50

1) Selama proses belajar mengajar kami telah melaksanakan semua


pembelajaran dengan baik. Meskipun ada beberapa aspek yang
belum sempurna, tetapi persentase pelaksanaannya untuk masingmasing aspek cukup besar. Nilai rata-rata kelas V SD Windusari
kecamatan Windusari kabupaten Magelang pada siklus II
mengalami peningkatan dari siklus I. Nilai rata-rata pada siklus II
adalah 75.53 dan termasuk katagori baik, yang semula pada siklus
I hanya 69.10 dan termasuk katagori cukup.
2) Berdasarkan data hasil pengamatan diketahui bahwa siswa aktif
selama proses belajar berlangsung. Hal ini dapat diketahui dari
perilaku siswa yang sebelumnya tidak mengikuti pembelajaran
dengan baik, pada siklus II ini mulai mengikuti dan melaksanakan
pembelajaran dengan baik. Dengan demikian secara keseluruhan
siswa mampu mengikuti pembelajaran dengan baik.
3) Berdasarkan

hasil

dokumentasi,

siswa

memperhatikan

pembelajaran tarikh melalui pendekatan Mind Maps dengan penuh


konsentrasi. Saat mereka secara kelompok membuat catatan
dengan Peta Pikiran / Mind Maps dapat berjalan dengan baik. Dan
saat mereka mengerjakan soal tes yang diberikan guru siswa dapat
mengerjakan dengan baik dan dengan hasil yang baik pula.
4) Hasil belajar siswa pada siklus II adalah 75.53. nilai tersebut telah
mencapai batas ketuntasan yaitu 70. mencapai ketuntasan.

51

d. Revisi Pelaksanaan
Pada siklus II guru telah menerapkan metode pembelajaran Mind
Maps dengan baik dan dilihat dari aktivitas siswa serta hasil belajar
siswa pelaksanaan proses belajar mengajar sudah berjalan dengan
baik. Maka tidak diperlukan revisi terlalu banyak, tetapi yang perlu
diperhatikan untuk tindakan selanjutnya adalah memaksimalkan dan
mepertahankan apa yang telah ada dengan tujuan agar pada
pelaksanaan proses belajar mengajar selanjutnya penerapan metode
pembelajaran Mind Maps dapat meningkatkan proses belajar mengajar
sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

C. Pembahasan
Penelitian tindakan kelas terdiri atas dua siklus dan masing-masing
siklus melalui empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan
refleksi. Siklus II dilakukan sebagai perbaikan pembelajaran dari siklus I.
hasil penelitian diperoleh dari data tes dan non tes pada siklus I maupun
suklus II. Berdasarkan dari siklus I dan siklus II, dapat diketahui peningkatan
kemampuan pembelajaran sejarah Islam melalui pendekatan Mind Maps.
Pratindakan dilakukan untuk mengetahui kemampuan dasar siswa
dalam pembelajaran sejarah Islam. Proses pembelajaran

pratindakan ini

dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab, nilai rata-rata yang telah
dicapai pada saat pratindakan adalah 65.89 dan dari pengamatan kami sebagai

52

guru dan peneliti diketahui bahwa siswa kurang berminat dalam pembelajaran
ini karena membosankan dengan metode ceramah dan tanya jawab.
Pada siklus I ini awal pembelajaran dilakukan dengan cara
mengkondisikan agar siap mengikuti pembelajaran sejarah Islam, setelah itu
peneliti menyiapkan media berupa gambar Mind Maps

dan menjelaskan

tujuan pembelajaran sejarah Islam melalui pendekatan Mind Maps. Setelah


selesai materi disampaikan kepada siswa, secara kelompok siswa membuat
catatan dan guru menjelaskan kembali tentang cara membuat catatan sesuai
dengan tehnik Mind Maps. Setelah kegiatan pembelajaran selesai siswa
mengerjakan soal tes yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian,
berdasarkan hasil tes dan non-tes siklus I guru dapat mengetahui kelemahankelemahan yang dialami oleh siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Pembelajaran pada siklus II hampir sama dengan proses pembelajaran
pada siklus I, kami meneliti rata-rata kesalahan pada pembuatan catatan yang
sesuai dengan tehnik Mind Maps, rata-rata siswa membuat hampir sama
dengan catatan biasa, kemudian siswa membaca dan mempelajari kembali
catatan yang telah dibuat oleh siswa, setelah itu siswa mengerjakan soal tes
yang telah disediakan, selama proses pembelajaran kami dan dibantu seorang
guru mengamati kegiatan siswa selama proses pembelajaran, yang kemudian
data ini tercatat dalam data non-tes.
1. Ketuntasan Hasil belajar Siswa
Melalui

hasil

peneilitian

ini

menunjukkan

bahwa

metode

pembelajaran Mind Maps memiliki dampak positif dalam meningkatkan

53

prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya
pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan
belajar meningkat dari sklus I dan II ) yaitu masing-masing 65.10 %, 75.53
%, . Pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai.
2. Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran
Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses
metode pembelajaran Mind Maps dalam setiap siklus mengalami
peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa
yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada
setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.
3. Aktivitas Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran
Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses
pembelajaran Agama Islam pada bahasan sejarah yang paling dominan
adalah

bekerja

dengan

menggunakan

alat/media,

mendengarkan/

memperhatikan penjelasan guru, dan diskusi antar siswa/antara siswa


dengan guru. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa dapat
dikategorikan aktif. Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran
telah melaksanakan langah-langkah metode pembelajaran Mind Maps
dengan baik. Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul di antaranya
aktivitas membimbing dan mengamati siswa dalam mengerjakan kegiatan
LKS/menemukan

konsep,

menjelaskan/melatih

menggunakan

alat,

memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab di mana prosentase untuk


aktivitas di atas cukup besar.

54

D. Peningkatan Pembelajaran Sejarah


Kegiatan pratindakan dilaksanakan sebelum tindakan siklus I. Hal ini
dilakukan untuk mengetahui kondisi awal tentang pembelajaran sejarah Islam.
Proses pembelajaran pada pratindakan ini dilakukan dengan pembelajaran
dengan tidak menggunakan pendekatan Mind Maps. Nilai rata-rata yang
diperoleh yaitu 65.89. Berdasarkan dari pengamatan dapat diketahui bahwa
siswa kurang berminat.
Pembelajaran

siklus

dan

siklus

II

selalu

diawali

dengan

mengkondisikan siswa agar siap mengikuti proses pembelajaran sejarah.


Kegiatan inti pembelajaran diawali dengan penjelasan tentang cara membuat
catatan dengan tehnik Mind Maps dengan benar. Selanjutnya siswa membuat
gambar Mind Maps secara kelompok, dan di akhir pembelajaran guru
memberikan soal tes untuk dikerjakan siswa secara individu.
Secara lengkap peningkatan pembelajaran sejarah siwa kelas V SD
Windusari I dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 9
Rekapitulasi tabel rata-rata hasil tes pra siklus, siklus I dan II
Pra Siklus
65.89

Siklus I
69.10

Siklus II
75.53

Peningkatan
9.64 %

Rekapitulasi hasil observasi siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel
berikut ini.

55

Tabel 10
Peningkatan hasil Observasi siklus I ke siklus II
No

Aspek

Skor

Perhatian
siswa penuh
terhadap
penjelasan
guru
Siswa aktif
dalam
kegiatan
tanya jawab
dengan guru
Siswa
antusias dan
serius dalam
pembelajaran
Siswa aktif
dalam
kegiatan
diskusi
kelompok

4.

S. I

S.II

4
3
2
1

4
5
11
8

7
12
6
3

4
3
2
1

3
7
10
8

4
3
2
1
4
3
2
1

5
7
11
5
3
7
10
8

S.I. %

S.II. %

Peningkatan

14.28 %
17.85 %
39.28 %
28.57 %

25.00 %
42.85 %
21.42 %
10.71 %

10.72 %

8
12
6
2

10.71 %
25.00 %
35.71 %
28.57 %

28.54 %
42.85 %
21.42 %
7.14 %

17.83 %

9
14
3
2
6
12
8
2

17.85 %
25.00 %
39.28 %
17.85 %
10.71 %
25.00 %
35.71 %
28.57 %

32.14 % 14.29 %
50.00 %
10.71 %
7.14 %
21.42 % 10.71 %
42.85 %
28.54 %
7.14 %

56

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan di kelas V SD
Windusari

selama dua siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta

analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:


1. Pembelajaran dengan Mind Maps memiliki dampak positif dalam
meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan
perhatian belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu, siklus I (14.28 %),
siklus II (25.00 %).
2. Penerapan metode pembelajaran Mind Maps mempunyai pengaruh positif,
yaitu dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa yang ditunjukan hasil
observasi dengan siswa selama pembelajaran berlansung, dari data
obsevasi tentang aktifitas belajar siswa pada siklus I (10.71 %) dan pada
siklus II menjadi ( 21.42 % ).
3. Penerapan pembelajaran sejarah Islam dengan melalui Mind Maps dapat
meningkatkan prestasi belajar siswa, hal ini dapat dilihat dari data pra
siklus hanya 65.89 , pada siklus I 69.10 dan pada siklus II meningkat
menjadi 75.53.

B. Saran
Dari hasil penelitian yang diperoleh dan dari uraian sebelumnya agar
proses belajar mengajar Agama Islam lebih efektif dan lebih memberikan hasil

57

yang optimal bagi siswa, maka saran yang dapat diberikan dalam penelitian
ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk Guru
a.

Untuk melaksanakan model Mind Maps memerlukan persiapan yang


cukup matang, sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih
topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan model Mind Maps dalam
proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal.

b. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, guru hendaknya


lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pembelajaran, walau
dalam taraf yang sederhana, di mana siswa nantinya dapat menemukan
pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa
berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.
2. Untuk Siswa
a. Siswa hendaknya menggunakan pembelajaran melalui pendekatan Mind
Maps merupakan cara yang tepat untuk membuat catatan yang tidak
membosankan.
b. Siswa hendaknya selalu mengikuti pembelajaran dengan baik dan selalu
membuat Mind Maps untuk semua pelajaran.
3. Untuk Peneliti
Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian ini
hanya dilakukan di SD Windusari I Windusari Magelang Tahun Pelajaran
2010/2011.

58

C. Penutup
Dengan mengucapkan rasa syukur Alhamdulillah penulis panjatkan
kehadirat Allah SWT, yang senantiasa memberikan rahmat, hidayah dan
inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena
itu penulis mengharapkan saran serta kritik dari berbagai pihak, khususnya
pembaca guna memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dan kiranya
dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengetahuan langkah dalam penulis
selanjutnya.
Akhirnya, semoga Allah senantiasa memberikan ilmu yang
bermanfaat kepada penulis dan seluruh hamba-Nya di dunia sampai akhirat.
Amin.

59

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.


Buzan, Tony. 2002. Tehnik Optimalisasi Daya Ingat. Yogyakarta: Ikon Teralitera.
Bobbi De Porter, Mark Reardon, dan Sarah Singer. 2002. Quantum Teaching.
Bandung: Kaifa.
Buzan, Tony. 2007. Mind Maps. Jakarta: PT Gramedia.
Depag. 1981. Al-Quran dan Terjemahnya. Jakarta: Pelita.
Dimyati & Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah, Syaeful Bahri, dan Zain Aswan. 2006. Strategi Belajar Mengajar.
Jakarta: PT Rineka Cipta.
Hamzah, B Uno. 2007. Model Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
E. Mulyasa. 2007. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Sughiharto Dkk. 2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
Joni, T Raka dkk. 1998. Konsep Dasar Penelitian Tindakan Kelas. Depdikbud.
Yogyakarta
Tim Pengajar Penelitian Pendidikan UNY. 1998. Pedoman Penelitian Tindakan
Kelas. FIP. UNY. Yogyakarta
Tim Penyusun Biro Skripsi. 2009. Pedoman Penyusunan Skripsi. STAIN:Salatiga.
Roestiyah. 2007. Strategi Belajar Mengajar. Rineka Cipta: Jakarta
Yuni Wartono. 2006. Pendidikan Agama Islam. CV Grahadi: Surakarta.
Poerwodarminto, W.J.S. 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai
Pustaka.