Anda di halaman 1dari 4

II.

PENYEBAB
Stuart dan Laraia (2002), menyatakan ada bebarapa teori yang di kembangkan untuk
menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan antara lain :
a Factor Predisposisi
Teori yang dikembangkan untuk menjelaskan penyebab ansietas diantaranya:
Teori Psikoanalitik : perilaku didasarkan pada awal perkembangan dan
resolusi konflik perkembangan yang tidak adekuat. Pertahanan ego tidak
dapat mengontrol ansietas. Gejala timbul akibat upaya mengatasi ansietas
dan berhubungan dengan konflik yang tidak terselesaikan. ansietas adalah
konflik emosional antara 2 elemen kepribadian yaitu Id yang mewakili
dorongan insting dan impuls primitive, serta superego yang mencerminkan
hati nurani dan dikendalikan oleh norma budaya . Ego atau Aku berfungsi
untuk menengahi keduanya dan fungsi dari ansietas adalah mengingatkan

ego bahwa ada bahaya


Teori Interpensonal : ansietas timbul dan dialami secara interpersonal.
Rasa takut yang mendasar adalah takut terhadap penolakan. Sesorang
membutuhkan rasa aman dan kepuasan yang diperoleh melalui hubungan
interpersonal yang positif. ansietas timbul dari perasaan takut terhadap
ketidaksetujuan dan penolakan interpersonal. Ansietas juga berhubungan
dengan perkembangan trauma, seperti perpisahan, kehilangan, serta harga

diri rendah rentan mengalami ansietas


Teori Pelaku : perilaku dipelajari karena penyimpangan terjadi karena
individu telah membentuk kebiasaan perilaku yang tidak diinginkan.
Perilaku dapat dipelajari dan tidak dipelajari namun terkadang, perilaku
menyimpang akan terus dilakukan untuk mengurangi ansietas. ansietas
merupakan produk frustasi yang mengganggu kemampuan individu untuk
mencapai tujuan yang diinginkan. Ahli teori juga mengatakan bahwa jika
individu sejak kecil telah terbiasa dihadapkan pada ketakutan yang
berlebihan akan lebih sering menunjukkan ansietas pada kehidupan
selanjutnya. Selain itu ahli teoti juga mengemukakan hubungan antara
konflik dan ansietas, dimana konflik menyebabkan ansietas sehingga
menimbulkan perasaan tidak berdaya yang akhirnya akan meningkatkan

konflik yang dirasakan


Kajian Keluarga : gangguan ansietas biasanya terjadi dalam keluargadan
terkadang juga tumpang tindih antara gangguan ansietas dan depresi.

Kajian Biologis : penggunaan obat-obat sepertibenzodiazepin serta obatobatan yang meningkatkan neurogulator inhibisi asam gama-aminobutirat
(GABA) berperan dalam mekanisme biologis yang akan berhubungan
dengan ansietas. Selain itu kesehatan umum individu serta riwayat ansietas
keluarga juga memiliki efek nyata terhadap predisposisi ansietas yang juga
mungkin akan disertai gangguan fisik yang selanjutnya menurunkan

kemampuan individu dalam mengatasi stressor.


b Factor presipitasi, dibedakan menjadi :
i Factor internal
Ancaman terhadap integritas fisik meliputi disability fisiologis yang
akan terjadi atau penurunan kemampuan untuk melakukan aktivitas

ii

hidup sehari-hari
Ancaman terhadap system diri dapat membahayakan identitas, harga

diri dan fungsi social yang terintegritas pada individu


Factor eksternal
Usia, seseorang yang mempunyai usia lebih muda lebih beresiko dapat

terjadi kecemasan
Jenis kelamin, panic merupakan salah satu gangguan pada kecemasan.
Gangguan ini lebih sering terjadi pada perempuan dari pada laki-laki,
Perempuan memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi. Perempuan
memiliki kepekaan dengan emosinya yang pada akhirnya peka juga
pada perasaan cemasnya. Perempuan memandang suatu masalah

dengan detail sedangkan laki-laki lebih global dan tidak detail


Lingkungan dan situasi, seseorang yang berada pada lingkungan baru
lebih merasa cemas dari pada saat berada di lingkungan yang biasanya
dia tempati hal ini diakibatkan oleh factor adaptasi yang kurang

Sedangkan menurut ,Sheilla Videback : 2008 faktor predisposisi dari anxietas


yaitu :
a

Teori Biologi
- Teori Neurokimial
Asam gama-amino butirat ( GABA ) merupakan neurutransmiter amino butirat
merupakan neurotransmiter asam amino yang diyakini sebagai agen aniansietas alami dalam tubuh yang mampu mengurangi eksitabilkitas sel
sehingga mengurangi frekuensi bangkitan neuron. GABA tersedia pada 1/3
sinaps saraf, terutama sinaps di sistem limbik dan lokus seruleus tempat

neurotransmiter norepinefrin diproduksi yang menstimulasi fungsi sel. Karena


GABA mengurangi ansietas sedangkan norepinefrin meningkatkan ansietas,
maka
-

diperkirakan

bahwa

masalah

pengaturan

neurotransmitter

ini

menimbulkan gangguan ansietas


Genetic
Ansietas dapat memiliki komponen yang diwariskan karena kerabat tingkat
pertama

individu

yang

mengalami

peningkatan

ansietas

memiliki

kemungkinan lebih tinggi mengalami ansietas. Pada hal ini kemungkinan


diakibatkan karena adannya gangguan pada kromosom 13 yang dikatakan
terlibat dalam hubungan genetik yang mengakibatkan timbulnya gangguan
b

rasa panik, sakit kepala hebat dan masalah ginjal serta prolaps katup mitral
Teori Psikodinamik
- Intrapsikis / Psikoanalitis
Freud memandang ansietas alamiah seseorang sebagai stimulus untuk perilaku.
Ia menjelaskan mekanisme pertahanan sebagai upaya manusia untuk
mengendalikan kesadaran terhadap ansietas.
Misalnya jika seseorang memiliki [pikiran dan perasaan yang tidak tepat
sehingga meningkatkan ansietas ia merepresi ( proses penyimpanan impuls
yang tidak tepat kedalam alam bawah sadar sehingga impuls tersebut tidak
dapat diingat kembali ) pikiran dan perasaan tersebut, namun memori ini dapat
teringat kembali sehingga dapat menganggu pikiran serta perasaan orang
tersebut. Individu yang mengalami ansietas diyakini menggunakan secara
-

berlebihan salah satu pola tertentu dari mekanisme pertahanan tersebut


Teori Interpersonal
Harry stack berpendapat bahwa ansietas timbul dari masalah masalah dalam
huibungan interpersonal. Pada umunya, ansietas muncul dari kebutuhan
individu tersebut untuk menyesuaikan diri dengan norma dan nilai kelompok
budayanya. Semakin tingi tingkat ansietas, semakin rendah kemampuan untuk
mengomunikasikan dan menyelesaikan maslaah dan semakin besar pula

kesempatan untuk terjadi gangguan ansietas


Teori Perilaku
Ahli teori perilaku memandang ansietas sebagai sesuatu yang dipelajari
melalui pengalaman individu. Sebaliknya, perilaku dapat diubah atau dibuang
melalui pengalaman baru. Ahli teori perilaku percaya bahwa individu dapat
memodifikasi perilaku maladaptif tanpa memahami penyebab perilaku
tersebut. Mereka menyatakan bahwa perilaku yang menganggu dan
berkembang serta menganggu kehidupan individu dapat ditiadakan atau

dibuang melalui pengalaman berulang byang dipandu oleh seorang terapis


yang terlatih