Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Narkoba ialah zat-zat alami maupun kimiawi yang apabila dimasukkan ke
dalam tubuh baik secara Oral (minum, hirup, hisap, sedot) maupun secara
injeksi/suntikan dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan dan
prilaku seseorang
Menurut undang-undang no.22/1997 tentang Narkotika, Narkotika adalah
zat/obat yang berasal dari tanaman atau bukan baik sintetis maupun semi
sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan sampai
menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak
dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan
remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa.
Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka
suram atau bahkan hancurlah masa depannya.
Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend
dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua
kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan
remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan
bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia
remaja.
B. Tujuan Penulisan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk lebih mengetahui tentang
pengertian, jenis-jenis dan bahaya dari narkoba.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Narkoba
Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan
Adiktif lainnya. Terminologi narkoba familiar digunakan oleh aparat penegak
hukum; seperti polisi (termasuk didalamnya Badan Narkotika Nasional),
jaksa, hakim dan petugas Pemasyarakatan. Selain narkoba, sebutan lain yang
menunjuk pada ketiga zat tersebut adalah Napza yaitu Narkotika,
Psikotropika dan Zat Adiktif. Istilah napza biasanya lebih banyak dipakai oleh
para praktisi kesehatan dan rehabilitasi. Akan tetapi pada intinya pemaknaan
dari kedua istilah tersebut tetap merujuk pada tiga jenis zat yang sama.
Menurut UU No.22 Tahun 1997 tentang Narkotika disebutkan
pengertian Narkotika adalah Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari
tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat
menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa,
mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan
ketergantungan.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan
narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan
saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan
perilaku.
Bahan adiktif lainnya adalah zat atau bahan lain bukan narkotika dan
psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak dan dapat menimbulkan
ketergantungan.
Meskipun demikian, penting kiranya diketahui bahwa tidak semua jenis
narkotika dan psikotropika dilarang penggunaannya. Karena cukup banyak
pula narkotika dan psikotropika yang memiliki manfaat besar di bidang
kedokteran dan untuk kepentingan pengembangan pengetahuan.
Menurut UU No.22 Tahun 1997 dan UU No.5 Tahun 1997, narkotika
dan psikotropika yang termasuk dalam Golongan I merupakan jenis zat yang
dikategorikan illegal. Akibat dari status illegalnya tersebut, siapapun yang
memiliki,

memproduksi,

menggunakan,

mendistribusikan

dan/atau

mengedarkan narkotika dan psikotropika Golongan I dapat dikenakan pidana


sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
B. Jenis-Jenis Narkotika
1. Opioid (Opiad)
Opioid atau opiat berasal dari kata opium, jus dari bunga opium,
Papaver somniverum, yang mengandung kira-kira 20 alkaloid opium,
termasuk morfin. Nama Opioid juga digunakan untuk opiat, yaitu suatu
preparat atau derivat dari opium dan narkotik sintetik yang kerjanya
menyerupai opiat tetapi tidak didapatkan dari opium. opiat alami lain atau
opiat yang disintesis dari opiat alami adalah heroin (diacethylmorphine),
kodein (3-methoxymorphine), dan hydromorphone (Dilaudid).
a. Efek Samping Yang Ditimbulkan :
Mengalami pelambatan dan kekacauan pada saat berbicara,
kerusakan penglihatan pada malam hari, mengalami kerusakan pada
liver dan ginjal, peningkatan resiko terkena virus HIV dan hepatitis
dan penyakit infeksi lainnya melalui jarum suntik dan penurunan
hasrat dalam hubungan sex, kebingungan dalam identitas seksual,
kematian karena overdosis.
b. Gejala Intoksitasi (Keracunan) Opioid :
Konstraksi pupil (atau dilatasi pupil karena anoksia akibat
overdosis berat) dan satu (atau lebih) tanda berikut, yang berkembang
selama, atau segera setelah pemakaian opioid, yaitu mengantuk atau
koma bicara cadel ,gangguan atensi atau daya ingat.
Perilaku maladaptif atau perubahan psikologis yang bermakna
secara klinis misalnya: euforia awal diikuti oleh apatis, disforia, agitasi
atau retardasi psikomotor, gangguan pertimbangaan, atau gangguan
fungsi sosial atau pekerjaan ) yang berkembang selama, atau segera
setelah pemakaian opioid.
c. Gejala Putus Obat :
Gejala putus obat dimulai dalam enam sampai delapan jam
setelah dosis terakhir. Biasanya setelah suatu periode satu sampai dua
minggu pemakaian kontinu atau pemberian antagonis narkotik.
Sindroma putus obat mencapai puncak intensitasnya selama hari
kedua atau ketiga dan menghilang selama 7 sampai 10 hari setelahnya.

Tetapi beberapa gejala mungkin menetap selama enam bulan atau


lebih lama.
d. Gejala Putus Obat Dari Ketergantungan Opioid Adalah :
kram otot parah dan nyeri tulang, diare berat, kram perut, rinorea
lakrimasipiloereksi, menguap, demam, dilatasi pupil, hipertensi
takikardia

disregulasi

temperatur,

termasuk

pipotermia

dan

hipertermia.
Seseorang dengan ketergantungan opioid jarang meninggal
akibat putus opioid, kecuali orang tersebut memiliki penyakit fisik
dasar yang parah, seperti penyakit jantung.
Gejala residual seperti insomnia, bradikardia, disregulasi
temperatur, dan kecanduan opiat mungkin menetap selama sebulan
setelah putus zat. Pada tiap waktu selama sindroma abstinensi, suatu
suntikan tunggal morfin atau heroin menghilangkan semua gejala.
Gejala penyerta putus opioid adalah kegelisahan, iritabilitas, depresi,
tremor, kelemahan, mual, dan muntah.
Turunan Opioid (Opiad) yang sering disalahgunakan adalah:
a. Candu
Getah tanaman Papaver Somniferum didapat dengan menyadap
(menggores) buah yang hendak masak. Getah yang keluar berwarna
putih dan dinamai "Lates". Getah ini dibiarkan mengering pada
permukaan buah sehingga berwarna coklat kehitaman dan sesudah
diolah akan menjadi suatu adonan yang menyerupai aspal lunak.
Inilah yang dinamakan candu mentah atau candu kasar. Candu kasar
mengandung

bermacam-macam

zat-zat

aktif

yang

sering

disalahgunakan. Candu masak warnanya coklat tua atau coklat


kehitaman. Diperjual belikan dalam kemasan kotak kaleng dengan
berbagai macam cap, antara lain ular, tengkorak,burung elang, bola
dunia, cap 999, cap anjing, dsb. Pemakaiannya dengan cara dihisap.

Gambar 2.1
Candu
b. Morfin

Gambar 2.2
Morfin
Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. Morfin
merupakan alkaloida utama dari opium (C17H19NO3). Morfin
rasanya pahit, berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam
bentuk cairan berwarna. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan
disuntikkan
2. Kokain

Gambar 2.3
Kokain
Kokain adalah zat yang adiktif yang sering disalahgunakan dan
merupakan zat yang sangat berbahaya. Kokain merupakan alkaloid yang
didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari
Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya
dikunyah-kunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek
stimulan.
Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya
untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek
vasokonstriksifnya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu
narkotik, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif dan efek
merugikannya telah dikenali.
Nama lain untuk Kokain : Snow, coke, girl, lady dan crack (kokain
dalam bentuk yang paling murni dan bebas basa untuk mendapatkan efek
yang lebih kuat).
a. Efek Samping Yang Ditimbulkan :
Kokain digunakan karena secara karakteristik menyebabkan
elasi, euforia, peningkatan harga diri dan perasan perbaikan pada tugas
mental dan fisik. Kokain dalam dosis rendah dapat disertai dengan
perbaikan kinerja pada beberapa tugas kognitif.
b. Gejala Intoksitasi Kokain :
Pada penggunaan Kokain dosis tinggi gejala intoksikasi dapat
terjadi, seperti agitasi iritabilitas gangguan dalam pertimbangan
perilaku seksual yang impulsif dan kemungkinan berbahaya agresi
peningkatan aktivitas psikomotor Takikardia Hipertensi Midriasis.

c. Gejala Putus Zat:


Setelah menghentikan pemakaian Kokain atau setelah intoksikasi
akut terjadi depresi pascaintoksikasi (crash) yang ditandai dengan
disforia,

anhedonia,

kecemasan,

iritabilitas,

kelelahan,

hipersomnolensi, kadang-kadang agitasi.


Pada pemakaian kokain ringan sampai sedang, gejala putus
Kokain menghilang dalam 18 jam. Pada pemakaian berat, gejala putus
Kokain bisa berlangsung sampai satu minggu, dan mencapai
puncaknya pada dua sampai empat hari.
Gejala putus Kokain juga dapat disertai dengan kecenderungan
untuk bunuh diri. Orang yang mengalami putus Kokain seringkali
berusaha mengobati sendiri gejalanya dengan alkohol, sedatif,
hipnotik, atau obat antiensietas seperti diazepam (Valium).
C. Jenis-Jenis Psikotropika
Adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetris, bukan narkotika,
yang bersifat atau berkhasiat psiko aktif melalui pengaruh selektif pada
susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas
mental dan perilaku.
Zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang
susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan
timbulnya halusinasi (mengkhayal), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan
alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek
stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya.
Pemakaian Psikotropika yang berlangsung lama tanpa pengawasan dan
pembatasan pejabat kesehatan dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk,
tidak saja menyebabkan ketergantungan bahkan juga menimbulkan berbagai
macam penyakit serta kelainan fisik maupun psikis si pemakai, tidak jarang
bahkan menimbulkan kematian.
Sebagaimana Narkotika, Psikotropika terbagi dalam empat golongan
yaitu Psikotropika gol. I, Psikotropika gol. II, Psyko Gol. III dan Psikotropik
Gol IV. Psikotropika yang sekarang sedang populer dan banyak
disalahgunakan adalah psikotropika Gol I, diantaranya yang dikenal dengan
Ecstasi dan psikotropik Gol II yang dikenal dengan nama Shabu-shabu.

1. Ecstasy

Gambar 2.4
Ectasy
Rumus

kimia

XTC

adalah

3-4-Methylene-Dioxy-Methil-

Amphetamine (MDMA). Senyawa ini ditemukan dan mulai dibuat di


penghujung akhir abad lalu. Pada kurun waktu tahun 1950-an, industri
militer Amerika Serikat mengalami kegagalan didalam percobaan
penggunaan MDMA sebagai serum kebenaran. Setelah periode itu,
MDMA dipakai oleh para dokter ahli jiwa. XTC mulai bereaksi setelah
20 sampai 60 menit diminum. Efeknya berlangsung maksimum 1 jam.
Seluruh tubuh akan terasa melayang. Kadang-kadang lengan, kaki dan
rahang terasa kaku, serta mulut rasanya kering. Pupil mata membesar dan
jantung berdegup lebih kencang. Mungkin pula akan timbul rasa mual.
Bisa juga pada awalnya timbul kesulitan bernafas (untuk itu diperlukan
sedikit udara segar). Jenis reaksi fisik tersebut biasanya tidak terlalu
lama. Selebihnya akan timbul perasaan seolah-olah kita menjadi hebat
dalam segala hal dan segala perasaan malu menjadi hilang. Kepala terasa
kosong, rileks dan "asyik". Dalam keadaan seperti ini, kita merasa
membutuhkan teman mengobrol, teman bercermin, dan juga untuk
menceritakan hal-hal rahasia. Semua perasaan itu akan berangsur-angsur
menghilang dalam waktu 4 sampai 6 jam. Setelah itu kita akan merasa
sangat lelah dan tertekan.

2. Shabu-shabu
Shabu-shabu adalah nama gaul dari Methamphetamine, berbentuk
kristal seperti gula pasir atau seperti vetsin (bumbu penyedap makanan).
Ada beberapa jenis antara lain : Chystal, Coconut, Gold River.

Gambar 2.5
Shabu-shabu
Ciri Pengguna Shabu-shabu :
Setelah menggunakannya, pemakai akan terlihat bersemangat, tapi
juga cenderung Paranoid (suka curiga), terkesan tidakbisa diam, tidak
bisa tidur karena cenderung untuk terus beraktivitas, tapi tetap akan sulit
berfikir dengan baik.
D. Jenis Narkoba menurut efeknya
Dari efeknya, narkoba bisa dibedakan menjadi tiga:
1. Depresan, yaitu menekan sistem sistem syaraf pusat dan mengurangi
aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa
membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa
mengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda, dan
berbagai turunannya seperti morphin dan heroin. Contoh yang populer
sekarang adalah Putaw.

2. Stimulan, merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta


kesadaran. Jenis stimulan: Kafein, Kokain, Amphetamin. Contoh yang
sekarang sering dipakai adalah Shabu-shabu dan Ekstasi.
3. Halusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau
mengakibatkan halusinasi. Halusinogen kebanyakan berasal dari tanaman
seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur-jamuran. Selain
itu ada jugayang diramu di laboratorium seperti LSD. Yang paling banyak
dipakai adalah marijuana atau ganja.
E. Jenis-Jenis Bahan Berbahaya Lainnya
Adalah zat, bahan kimia dan biologi, baik dalam bentuk tunggal maupun
campuran yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara
langsung atau tidak langsung yang mempunyai sifat, karsinogenik,
teratogenik, mutagenik, korosif dan iritasi.
Bahan berbahaya ini adalah zat adiktif yang bukan Narkotika dan
Psikotropika atau Zat-zat baru hasil olahan manusia yang menyebabkan
kecanduan.
1. Minuman Keras
Adalah semua minuman yang mengandung Alkohol tetapi bukan
obat. Minuman keras terbagi dalan 3 golongan yaitu:
a) Gol. A berkadar Alkohol 01%-05%
b) Gol. B berkadar Alkohol 05%-20%
c) Gol. C berkadar Alkohol 20%-50%

Gambar 2.6
Minuman Keras

10

Beberapa jenis minuman beralkohol dan kadar yang terkandung di


dalamnya :
a) Bir,Green Sand 1% - 5%
b) Martini, Wine (Anggur) 5% - 20%
c) Whisky, Brandy 20% -55%.
Efek Samping Yang Ditimbulkan :
Efek yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi alkohol dapat
dirasakan segera dalam waktu beberapa menit saja, tetapi efeknya
berbeda-beda, tergantung dari jumlah / kadar alkohol yang dikonsumsi.
Dalam jumlah yang kecil, alkohol menimbulkan perasaan relax, dan
pengguna akan lebih mudah mengekspresikan emosi, seperti rasa senang,
rasa sedih dan kemarahan.
Bila dikonsumsi lebih banyak lagi, akan muncul efek sebagai
berikut: merasa lebih bebas lagi mengekspresikan diri, tanpa ada perasaan
terhambat menjadi lebih emosional (sedih, senang, marah secara
berlebihan) muncul akibat ke fungsi fisik - motorik, yaitu bicara cadel,
pandangan menjadi kabur, sempoyongan, inkoordinasi motorik dan bisa
sampai tidak sadarkan diri. kemampuan mental mengalami hambatan,
yaitu gangguan untuk memusatkan perhatian dan daya ingat terganggu.
Pengguna biasanya merasa dapat mengendalikan diri dan
mengontrol tingkahlakunya. Pada kenyataannya mereka tidak mampu
mengendalikan diri seperti yang mereka sangka mereka bisa. Oleh sebab
itu banyak ditemukan kecelakaan mobil yang disebabkan karena
mengendarai mobil dalam keadaan mabuk.
Pemabuk atau pengguna alkohol yang berat dapat terancam masalah
kesehatan yang serius seperti radang usus, penyakit liver, dan kerusakan
otak. Kadang-kadang alkohol digunakan dengan kombinasi obat - obatan
berbahaya lainnya, sehingga efeknya jadi berlipat ganda. Bila ini terjadi,
efek keracunan dari penggunaan kombinasi akan lebih buruk lagi dan
kemungkinan mengalami over dosis akan lebih besar.
2. Nikotin

11

Gambar 2.7
Nikotin
Adalah obat yang bersifat adiktif, sama seperti Kokain dan Heroin.
Bentuk nikotin yang paling umum adalah tembakau, yang dihisap dalam
bentuk rokok, cerutu, dan pipa. Tembakau juga dapat digunakan sebagai
tembakau sedotan dan dikunyah (tembakau tanpa asap).
Walaupun kampanye tentang bahaya merokok sudah menyebutkan
betapa berbahayanya merokok bagi kesehatan tetapi pada kenyataannya
sampai saat ini masih banyak orang yang terus merokok. Hal ini
membuktikan bahwa sifat adiktif dari nikotin adalah sangat kuat.
Efek Samping Yang Ditimbulkan:
Secara perilaku, efek stimulasi dari nikotin menyebabkan
peningkatan perhatian, belajar, waktu reaksi, dan kemampuan untuk
memecahkan
menurunkan

maslah.
ketegangan

Menghisap
dan

rokok

meningkatkan

menghilangkan

perasaan

mood,
depresif.

Pemaparan nikotin dalam jangka pendek meningkatkan aliran darah


serebral tanpa mengubah metabolisme oksigen serebtral.
Tetapi pemaparan jangka panjang disertai dengan penurunan aliran
darah serebral. Berbeda dengan efek stimulasinya pada sistem saraf pusat,
bertindak sebagai relaksan otot skeletal. Komponen psikoaktif dari
tembakau adalah nikotin. Nikotin adalah zat kimia yang sangat toksik.
Dosis 60 mg pada orang dewasa dapat mematikan, karena paralisis
( kegagalan ) pernafasan.

12

F. Penyalahgunaan Narkoba
Kebanyakan zat dalam

narkoba

sebenarnya

digunakan

untuk

pengobatan dan penefitian. Tetapi karena berbagai alasan - mulai dari


keinginan untuk coba-coba, ikut trend/gaya, lambang status sosial, ingin
melupakan persoalan, dll. Maka narkoba kemudian disalahgunakan.
Penggunaan terus menerus dan berianjut akan menyebabkan ketergantungan
atau dependensi, disebut juga kecanduan. Tingkatan penyalahgunaan biasanya
sebagai berikut:
1. coba-coba
2. senang-senang
3. menggunakan pada saat atau keadaan tertentu
4. penyalahgunaan
5. ketergantungan
G. Dampak penyalahgunaan Narkoba
Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang
telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang
akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya
kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti
jantung, paru-paru, hati dan ginjal.
Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada
jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi
pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik,
psikis maupun sosial seseorang.
1. Dampak Fisik:
a. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang,
halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi
b. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti:
infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah
c. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses),
alergi, eksim
d. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi
pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru

13

e. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu


tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
f. Dampak

terhadap

padaendokrin,

kesehatan

seperti:

reproduksi

penurunan

fungsi

adalah

gangguan

hormon

reproduksi

(estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual


g. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan
antara

lain

perubahan

periode

menstruasi,

ketidakteraturan

menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)


h.

Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian


jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit
seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada
obatnya

i. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over


Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk
menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian
2. Dampak Psikis:
a. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
b. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
c. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
d. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
e. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri
3. Dampak Sosial:
a. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
b. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
c. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram
Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik
akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat
(tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa
keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata
fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan
untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.

14

H. Bahaya bagi Remaja


Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anakanak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan
remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa.
Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka
suram atau bahkan hancurlah masa depannya.
Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti
trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua
kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan
remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan
bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia
remaja.
Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para
remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah
terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian.
Bangsa

ini

akan

kehilangan

remaja

yang

sangat

banyak

akibat

penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja


sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.
I. Apa Yang Masih Bisa Dilakukan
Banyak yang masih bisa dilakukan untuk mencegah remaja menyalahgunakan
narkoba dan membantu remaja yang sudah terjerumus penyalahgunaan
narkoba. Ada tiga tingkat intervensi, yaitu
1. Primer, sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk
pendidikan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan
melalui keluarga, dll. Instansi pemerintah, seperti halnya BKKBN, lebih
banyak berperan pada tahap intervensi ini. kegiatan dilakukan seputar
pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi KIE yang ditujukan
kepada remaja langsung dan keluarga.
2. Sekunder, pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya
penyembuhan (treatment). Fase ini meliputi: Fase penerimaan awal
(initialintake) antara 1 - 3 hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan

15

mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi komplikasi medik, antara 1 - 3


minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan
adiktif secara bertahap.
3. Tertier, yaitu upaya untuk merehabilitasi merekayang sudah memakai dan
dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas Fase
stabilisasi, antara 3-12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke
masyarakat, dan Fase sosialiasi dalam masyarakat, agar mantan
penyalahguna

narkoba

mampu

mengembangkan

kehidupan

yang

bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling,


membuat kelompok-kelompok dukungan, mengembangkan kegiatan
alternatif, dll.

16

BAB III
PENUTUP
A.

Kesimpulan
Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anakanak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan
remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa.
Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka
suram atau bahkan hancurlah masa depannya.
Pada masa remaja, biasanya memiliki keinginan untuk mencoba-coba,
mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Oleh
karena itu diharapkan para remaja untuk dapat menghindari narkoba untuk
menghindari dampak buruk yang ditimbulkan dari narkoba itu sendiri.

B.

Saran
Hindari narkoba sedini mungkin, jangan pernah mendekati apalagi
menggunakannya dengan alasan coba-coba. Perbanyak kegiatan yang bersifat
positif seperti olahraga dan kegiatan keagamaan agar dapat terhindar. SAY
NO TO NARKOBA!!

17

MAKALAH NARKOBA
Tugas Mata Pelajaran Penjaskes

DISUSUN OLEH:

2015

18

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi
Muhammad SAW yang telah membawa kita semua ke jalan kebenaran yang
diridhoi Allah SWT.
Maksud penulis membuat makalah ini adalah untuk dapat lebih memahami
tentang Narkoba.
Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis
yang membuat dan umumnya bagi yang membaca makalah ini. Amin.

Sukabumi, September 2015


Penulis

19

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .....................................................................................i
DAFTAR ISI ...................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................................1
B. Tujuan Penulisan ........................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Narkoba....................................................................................2
B. Jenis-Jenis Narkotika..................................................................................3
C. Jenis-Jenis Psikotropika..............................................................................7
D. Jenis Narkoba menurut efeknya..................................................................10
E. Jenis-Jenis Bahan Berbahaya Lainnya........................................................10
F. Penyalahgunaan Narkoba...........................................................................13
G. Dampak penyalahgunaan Narkoba.............................................................13
H. Bahaya bagi Remaja...................................................................................15
I. Apa Yang Masih Bisa Dilakukan................................................................16
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.................................................................................................17
B. Saran...........................................................................................................17

20
ii

Anda mungkin juga menyukai