Anda di halaman 1dari 28

SASARAN BELAJAR

LI 1.

Memahami dan Menjelaskan Sendi


LO 1.1. Memahami dan Menjelaskan Makroskopis Anatomi Persendian
LO 1.2. Memahami dan Menjelaskan Mikroskopis Anatomi

Persendian

LI 2.

Memahami dan Menjelaskan Asam Urat

LI 3.

Memahami dan Menjelaskan Arthritis

LI 4.

Memahami dan Menjelaskan Nonsteroid Antiinflamasi Drug (NSAID) dan Urikosurik

LI 1. Memahami dan Menjelaskan Sendi


Definisi Sendi
Hubungan satu tulang dengan tulang atau lebih tulang lainnya.Kadang sendi
merupakan hubungan antar tulang dengan ligamen.

Jenis-Jenis Sendi

Berdasarkan luas geraknya :


1. Synarthrosis : sendi yang tidak bergerak sama sekali.
Berdasarkan komposisi dari bahan yang mengisi pertemuan kedua sendi dibagi
menjadi :
a. Sutura, diantara tulang terdapat jaringan fibrosa yang tipis sekali, contoh:
sutura sagitalis, sutura lambdoidea, sutura coronoidea
b. Syndesmosis,
diantara
tulang
terdapat
jaringan
fibrosa
(ligamentum/membrana), contoh: syndesmosis radio-ulnaris. Ossa tibiafibula,
ossa metacharpalis.
c. Syncrondrosis ( articulation cartilagohyalin ), diantara tulang terdapat
persambungan tulang rawan, contoh: symphisis pubis, symphisis
manubriumsterni
d. Scindenlysis, satu tulang yang masuk ke dalam celah tulang
e. Gamphosis, tulang yang berbentuk seperti tanduk dan masuk ke dalam lubang
tulang, contoh: gigi dan geraham
2. Ampiarthrosis : sendi yang bergeraknya sedikit.
3. Diarthrosis ( synovial ) : sendi yang dapat bergerak bebas.
Berdasarkan jumlah tulang yang bersendi:
a. Art. Simplex : terdiri dari satu sendi
b. Art. Composita : terdiri lebih dari satu sendi
Berdasarkan bentuk permukaan sendi dan tipe pergerakan :
a. Arthroidea (gliding) disebut juga sendi luncur (sendi plana), merupakan
persendian yang memungkinkan gerak rotasi pada satu bidang datar. Kepala
sendi dan lekuk sendi rata. Bisa karena ampiathrosis Contoh: art.
Intercapales, art. Intertarsales, art. Sternoclavicularis, hubungan tulang
pergerlangan kaki.

Gambar 1. Sendi Luncur (Arthroidea)


b. Ginglymus (hing) disebut juga sendi engsel, merupakan persendian yang
memungkinkan gerakan satu arah. Antara permukaan konveks dan konkaf.
Contoh: art. Cubiti, art. Talocrurales, art. Interphalanges, sendi siku antara
tulang lengan atas dan tulang hasta.

Gambar 2. Sendi Engsel (Ginglymus)


c. Pivot (trochoidea) merupakan permukaan sendi vertical. Contoh: art. Atlanto
axialis, art. Trochoidea (radioulnaris proksimalis)

Gambar 3. Sendi vertical (Pivot)


d. Ellipsoidea (condyloidea) disebut juga sendi putar, merupakan persendian
yang memungkinkan gerakan berputar (rotasi). Permukaan sendi berbentuk
elip. Contoh: art. Radiocarpal, hubungan tulang tengkorak dengan tulang
belakang I (atlas).

Gambar 4. Sendi putar (ellipsoidea)


e. Spheroidea (a ball and socket) disebut juga sendi peluru, merupakan
persendian yang memungkinkan pergerakan ke segala arah. Kepala sendi
seperti bentuk bola masuk kedalam lekuk sendi yang dalam. Contoh: art.
Coxae, hubungan tulang lengan atas dengan tulang belikat.

Gambar 5. Sendi peluru (Spheroidea)


f. Sellaris (saddle) disebut juga sendi pelana, merupakan persendian yang
memungkinkan beberapa gerakan rotasi, namun tidak ke segala arah. Kepala

sendi dan lekuk sendi seperti orang duduk diatas plana kuda. Contoh: antara
trapezium dan metacarpal, hubungan tulang telapak tangan dan jari tangan.

Gambar 6. Sendi pelana (Sellaris)


Berdasarkan jumlah sumbu gerak
a. Bersumbu satu (monoaxial) : art.interphalanx, art.talocuralis
b. Bersumbu dua (biaxial) : art.radiocarpalis
c. Bersumbu tiga (triaxial) : art.glenohumerale, art.coxae
Fungsi Sendi
1. Suatu penghubung antara ruas tulang yang satu dengan ruas tulang lainnya
2. Engsel yang membuat anggota tubuh dapat bergerak dengan baik
3. Melindungi ujung tulang agar tidak aus dan memungkinkan pergerakan sendi
menjadi mulus/licin
4. Sebagai penahan beban dan peredam benturan
Fungsi lain dari sendi, yaitu:

Fleksi, gerakan yang mendekatkan bagian dari tulang yang membentuk sendi.
Fleksi : semua otot menyilang di depan sumbu gerak, M.biceps brachii, M.brachialis
(murni sebagai otot fleksor pada articulatio cubiti), M.pronator teres,
M.brachioradialis, M.flexor carpi radialis, M.flexor carpi ulnaris, M.palmaris longus
dan M.flexor digitorum superficialis. Otot-otot tersebut yang paling kuat bekerja
sebagai fleksor adalah : M.brachioradialis, kemudian diikuti M.biceps brachii caput
longum, M.brachialis dan paling kecil adalah M.pronator teres. Otot-otot fleksor
bekerja maksimal pada articulation cubiti pada sudut antara 90o-110o.

Ekstensi, gerak berlawanan dari fleksi.


Ekstensi : semua otot yang menyilang di belakang sumbu gerak, M.triceps brachii,
M.extensor carpi radialis longus dan brevis, M.extensor digiti minimi, M.extensor
carpi ulnaris, M.supinator dan M.anconeus.

Abduksi, gerak arah sisi menjauhi bidang sagittal

Aduksi, gerak yang berlawanan arah dengan abduksi/mendekati bidang sagittal

Endorotasi, gerak berputar lateral anterior medial

Eksorotasi, gerak berputar medial anterior lateral

Laterofleksi, gerak fleksi ke arah samping

Sirkumdiksi, gabungan gerak rotasi (fleksi, laterofleksi, ekstensi)

LO 1.1. Memahami dan Menjelaskan Makroskopis Anatomi Persendian

Makroskopik
Ekstremitas Superior
Gambar 7. Sendi ekstremitas
superior
1. Articulatio acromioclavicularis
Tulang :Merupakan suatu sendi
pars
acromialis
scapula
dengan
clavicula.
Jenis sendi : Articulatio plana,
permukaan sendi rata. Penguat
Ligamentum
acromioclaviculare.
2. Articulatio Humeri
Tulang : Caput humeri
dengan cavitas glenoidalis.
Jenis sendi : Articulatio
ball and socket),
seperti bentuk bola.
Penguat sendi : Ligamentum
glenohumerale
superior,
Ligamentum
glenohumerale
medial.
Gerak sendi : Fleksi, ekstensi,
abduksi, adduksi.

antara

karna
Sendi

kedua
:

spheroidea
(a
kepala
sendi

3. Articulatio cubiti
Merupakan Articulatio composita yang terdiri dari atas 3 sendi, yaitu
Articulatiohumero-ulnaris, Articlatio humero-radialis, dan Articulatio radioulnaris.
a. Articulatio humero-ulnaris dan Articulatio humero-radialis
Tulang : Antara incisura trochlearis ulna dan trochlearishumeri; dan fovea
articularis caput radii dan capitulum humeri.
Jenis sendi : Ginglymus dengan bersumbu satu.
Penguat sendi :Ligamentum colaterale ulnare, Ligamentum colateralle radiale.
Gerak sendi : Fleksi dan ekstensi.
b. Articulatio radio-ulnaris proximalis
Tulang : Incisura radialis ulna dan caput radii
Jenis sendi : Pivot/ trachloidea bersumbu satu, yaitu sumbuvertical yang
berjalan dari caput radii sampai processus styloideus ulnae.
Penguat sendi : Ligamentum anulare radii yang melekat pada ujungincisura
radialais dan ligamentum quadratum diantara collum radii dan
incisuraradialais ulna.
Gerak sendi : Supinasi & pronasi.

Extremitas inferior
Articulatio Sacro Iliaca

Atau persendian gelang panggul,


persendian antara os sacrum dengan os
Sendi
ini
merupakan
sendi
amphiartrosis, geraknya sedikit sekali.

Articulatio Coxae

Atau sendi paha. Persendian antara


dengan caput femoris.

merupakan
iliaca.

acetabulum os coxae

Articulatio Femore Patellaris

Persendian antara facies articularis os


femur dengan facies patellaris
femoris os patella.

Articulatio Genu

Atau sendi Lutut. Persendian antara


condyli medialis tibiae dengan facies
inferior condyli medialis femoris.

superior
articularis

Articulatio Tibio Fibularis

Persendian antara facies articularis


fibularis tibiae dengan facies articularis
fibulae.

articularis

capuli

Articulatio Talo Cruralis

Persendian antara articulation malleoli lateralis dengan facies melleolaris lateralis tali.

Articulatio Talo Calcanea

Pesendian antara os talus dengan os calcaneus.


Articulatio Talo Cruralis = sendi loncat bagian atas
ArticulatioTalo Tarsalis = sendi loncat bagian bawah
Articulatio Talo Calcanearis
Articulatio Talo Calcaneo Navicularis
Articulatio Tarsotransvera CHOPART, terdiri dari :
Articulatio Talovavicularis bagian depan
Articulatio Calcaneo Cubiodea

Articulatio Tarso Metatarsea : merupakan persendian antara os metatarsalea I V


dengan os coneiformea
Articulatio metacarpo Phalangea
Articulatio Inter Phalangea

LO 1.2. Memahami dan Menjelaskan Mikroskopis Anatomi Persendian

Sendi bersifat permanen dan dapat digolongkan berdasarkan ciri susunannya


menjadi 3 golongan utama:
1. Sendi fibrosa. Sendi ini dipersatukan oleh jaringan ikat padat fibrosa.
a. Sutura : Hanya terdapat pada tengkorak dan tidak bersifat permanen, karena
jaringan pengikat fibrosa dapat diganti tulang dikemudian hari, penyatuan
tulang dikemudian hari itu disebut sinostosis.
b. Sindesmosis : Sendi pada tulang yang dipersatukan oleh jaringan ikat fibrosa
yang lebih banyak daripada yang terdapat disutura, sendi macam ini seperti
sendi radio-ulnaris yang memungkinkan gerak dalam batas tertentu.
c. Gomfosis : Sendi khusus terbatas pada gigi, maksila, dan mandibular.
2. Sendi tulang rawan (kartilaginosa)
Sendi
tulang
rawan
disebut
sebagai
sendi
kartilaginosa
sekunder.Untuk membedakan
dengan
sendi kartilaginosa primer
yaitu pada sendidiantara badan-badan vertebra yang berdektan.Permukaan
tulang yang berhadapan dilapisi tulang rawan hialin secara erat
disatukan lempeng fibrokartilago.
Contoh sendi kartilago sekunder: simfisis (sendi dipubis).
3. Sendi Sinovial
Sebagian sendi kita adalah sendi sinovial.Pertemuan tulang yang berhadapan
dilapisi oleh tulang rawan sendi dan dibatasi oleh celah sempit yang berisi cairan
sinovial.Tulang rawan sendi dibentuk dari tulang rawan jenis hialin dan tulang
rawan sendi tidak memiliki saraf dan pembuluh darah.Simpai sendi untuk
menyatukan tulang, lapisan luar simpai jaringan ikat padat kolagen yang
menyatu dengan periostium untuk membungkus tulang, lapisan dalam simpai
membran sinovial.Membran sinovial menghasilkan cairan sinovial.Cairan
sinovial terbentuk dari hasil dialisis plasma darah dan limf.Unsur cairan sinovial
asam hialuronat yg berikatan dengan protein. Fungsi cairan sinovial untuk
pelumas dan nutrisi tulang rawan sendi.
Sinovium menghasilkan cairan sinovial yang berwarna kekuningan, bening, tidak
membeku, dan mengandung lekosit. Asam hialuronidase bertanggung jawab atas viskositas
cairan sinovial dan disintesis oleh pembungkus sinovial. Cairan sinovial mempunyai fungsi
sebagai sumber nutrisi bagi rawan sendi. Jenis sendi sinovial :
Ginglimus : fleksi dan ekstensi, monoaxis ;
Selaris : fleksi dan ekstensi, abd & add, biaxila ;
Globoid : fleksi dan ekstensi, abd & add; rotasi sinkond multi axial ;
Trochoid : rotasi, mono aksis ;
Elipsoid : fleksi, ekstensi, lateral fleksi, sirkumfleksi, multi axis.
Secara fisiologis sendi yang dilumasi cairan sinovial pada saat bergerak terjadi
tekanan yang mengakibatkan cairan bergeser ke tekanan yang lebih kecil. Sejalan dengan
gerakan ke depan, cairan bergeser mendahului beban ketika tekanan berkurang cairan
kembali ke belakang. (Price, 2005; Azizi, 2004).

LI 2. Memahami dan Menjelaskan Asam Urat


Definisi Asam Urat
Asam urat adalah produk akhir metabolisme purin pada primata yang tidak larut
dalam air, endapannya dalam bentuk kristal pada persendian dan ginjal menyebabkan
penyakit pirai.

Metabolisme Asam Urat


PRPP+Glutamin
Fosforibosilamin
IMP
GMP

Xantosin monofosfat

Guanosin

GDP
dGDP
dGTP

AMP

Adenil suksinat
ADP

Inosin

Guanin

Hipoxantin

GTP
Xantin

ATP

dADP

Sintesis RNA

dATP

Sintesis RNA
Asam urat

Sintesis DNA

Sintesis DNA

Ekskresi Asam Urat


Asam urat yang terbentuk dari hasil metabolisme purin akan difiltrasi secara bebas
oleh glomerulus dan diresorpsi di tubulus proksimal ginjal. Sebagian kecil asam urat yang
diresorpsi kemudian diekskresikan di nefron distal dan dikeluarkan melalui urin. Ekskresi
netto asam urat total pada manusia normal adalah 400-600 mg/24jam. Ekskresi ginjal asam
urat siang hari lebih besar dibanding malam hari(Rodwell, 1995).
Dua jalur utama sekresi asam urat yaitu melalui urikolisis dan ginjal. Urikolisis terjadi
di dalam usus oleh enzim bakteri dalam intestinal denganmengekspresikan 1/3 jumlah total
asam urat. Ginjal akan mengekskresikansisanya (Wyngaarden, 1982)
Ekskresi asam urat melalui ginjal tergantung pada kandungan purin dalammakanan.
Diet rendah purin dapat menurunkan kadar asam urat hingga 0,8mg/100 ml. Di lain pihak,
konsumsi makanan kaya purin akan mengakibatkanekskresi urin bisa mencapai 1000mg/hr
tanpa mengubah jumlah asam urat, uratyg mengalami urikolisis (Keller and Colombo, 1981).

Arthritis adalah peradangan pada satu atau lebiih persendian, yang disertai dengan rasa sakit,
kebengkakan, kekakuan dan keterbatasan gerak
Beberapa tipe arthritis adalah
!. osteoarthritis

2. autoimmune arthritis
3. gout arthritis
LI 3. Memahami dan Menjelaskan Gout Arthritis
Definisi Gout Arthritis
Artritis Gout adalah gangguan metabolisme asam urat yang menimbulkan
hiperurisemia, yaitu tingginya asam urat dalam darah. (P Umiyarni, 2011)
Gout adalah gangguan yang disebabkan oleh penimbunan asam urat, suatu produk
akhir metabolisme purin dalam jumlah berlebihan di jaringan. (Robbins, 2007)
Gout merupakan hasil dari akumulasi asam urat dengan pembentukan kristal asam
urat dalam sendi, terutama sendi metatarsofalangeal pertama (podagra). Ini mengakibatkan
artritis yang sakit sekali yang diobati dengan banyak jenis agen seperti allopurinol. (Swanson,
2012)

Etiologi Gout Arthritis


Gout primer: akibat langsung pembentukan asam urat tubuh yang berlebihan atau
akibat dari penurunan ekskresi asam urat
Gout sekunder: pembentukan asam urat tubuh yang berlebihan atau akibat dari
penurunan ekskresi asam urat akibat proses penyakit lain atau pemakaian obat
tertentu
1. Produksi asam urat dalam tubuh meningkat
Adanya gangguan metabolism purin bawaan (inborn error of purine metabolism)
akibat defisiensi enzim HGPRT. Kelainan ini bersifat x-linked dimana penderita
wanita biasanya asimptomatik.
Aktivitas berlebih enzim fosforibosil pirofosfat sintetase (PRPP-sintetase), juga
bersifat x-linked
Mengkonsumsi makanan yang berkadar purin tinggi (daging, jeroan, kepiting, kerang,
keju, kacang tanah, bayam, buncis, kembang kol, brokoli). Asam urat akan terbentuk
dari metabolism makanan tersebut
Akibat proses penyakit lain seperti hemolysis (mudah pecahnya sel darah merah),
leukemia (kanker sel darah putih), atau akibat dari pengobatan kanker (kemoterapi,
radioterapi)
2. Kurangnya pembuangan asam urat
Minum obat tertentu seperti pirazinamid (obat TB paru), HCT (obat diuretik),
betablocker seperti propranolol (obat darah tinggi)

Dalam keadaan kelaparan dan ketosis. Pada keadaan inim kekurangan kalori dipenuhi
dengan membakar lemak tubuh. Zat keton yang dihasilkan dari pembakaran lemak
akan menghambat keluarnya asam urat melalui ginjal. Akibatnya terjadi hiperurisemia
Olahraga yang terlalu berat dimana terjadi penumpukkan asam laktat sehingga
pengeluaran asam urat melalui ginjal berkurang
Mengkonsumsi alcohol yang dapat menghambat pengeluaran asam urat
3. Produksi asam urat berlebih, sedangkan pembuangannya terganggu

Patofisiologi Gout Arthritis


Peningkatan kadar asam urat serum dapat terjadi karena pembentukan berlebihan atau
penurunan ekskresi asam urat, atau keduanya. Untuk memahami mekanisme yang mendasari
gangguan pembentukan atau ekskresi asam urat, kita perlu membahas secara singkat sintesis
dan ekskresi normal asam urat. Asam urat adalah produk akhir metabolisme purin.
Peningkatan sintesis asam urat, suatu gambaran yang sering terjadi pada gout primer, terjadi
karena adanya abnormalitas pada pembentukan nukleotida purin. Sintesis nukleotida purin
terjadi melalui dua jalur, yang disebut jalur de novo dan jalur penghematan.

(Robbins, 2007)

Jalur de novo melibatkan sintesis purin dan kemudian asam urat dari prekursor
nonpurin. Substrat awal untuk jalur ini adalah ribosa-5-fosfat yang diubah melalui
serangkaian zat antara menjadi nukleotida purin (asam inosinat, asam guanilat, dan
asam adenilat). Jalur ini dikendalikan oleh serangkaian mekanisme regulasi yang
kompleks. Yang penting dalam pembahasan ini adalah (1) pengendalian umpan-balik
negatif enzim amidofosforibosiltransferase (amido-PRT) dan 5-fosforibosil-1pirofosfat (PRPP) sintetase oleh nukleotida purin dan (2) pengaktifan amido-PRT oleh
substratnya, PRPP.

Jalur penghematan mencerminkan suatu mekanisme yang basa purin bebasnya,


yang berasal dari katabolisme nukleotida purin, pemecahan asam nukleat, dan asupan
makanan digunakan untuk membentuk nukleotida purin. Hal ini terjadi dalam reaksi
satu-tahap; basa purin bebas (hipoxantin, guanin, dan adenin) berkondensasi dengan
PRPP untuk membentuk prekursor nukleotida purin dari asam urat (setiap asam
inosinat, asam guanilat, dan asam adenilat). Reaksi ini dikatalisis oleh dua transferase:
hipoxantin guanin fosforibosiltransferase (HGPRT) dan adenin fosforibosiltransferase
(APRT).
Asam urat dalam darah difiltrasi secara bebas oleh glomerulus dan hampir seluruhnya
diresorpsi dalam tubulus proksimal ginjal. Sebagian kecil asam urat yang diresorpsi
kemudian di sekresikan di nefron distal dan diekskresikan melalui urine. (Robbins, 2007)
Manifestasi Klinis Gout Arthritis
a. Gout Arthritis stadium akut
Radang sendi timbul sangat cepat dalam waktu singkat. Pasien tidur tanpa ada gejala
apa-apa. Pada saat bangun pagi terasa sakit yang hebat dan tidak dapat berjalan. Biasanya
bersifat monoartikuler dengan keluhan utama berupa nyeri, bengkak, terasa hangat, merah
dengan gejala sistemik berupa demam, menggigil dan merasa lelah. Lokasi yang paling
sering pada MTP-1 yang biasanya disebut podagra. Apabila proses penyakit berlanjut, dapat
terkena sendi lain yaitu pergelangan tangan/kaki, lutut, dan siku. Faktor pencetus serangan
akut antara lain berupa trauma lokal, diet tinggi purin, kelelahan fisik, stress, tindakan
operasi, pemakaian obat diuretik dan lain-lain.(Putra, 2009)
b. Stadium interkritikal
Stadium ini merupakan kelanjutan stadium akut dimana terjadi periode interkritik
asimptomatik. Walaupun secara klinik tidak dapat ditemukan tanda- tanda radang akut,
namun pada aspirasi sendi ditemukan kristal urat. Hal ini menunjukkan bahwa proses
peradangan masih terus berlanjut, walaupun tanpa keluhan.(Putra, 2009)
c. Stadium Gout Arthritis menahun
Stadium ini umumnya terdapat pada pasien yang mampu mengobati dirinya sendiri
(self medication). Sehingga dalam waktu lama tidak mau berobat secara teratur pada dokter.
Artritis gout menahun biasanya disertai tofi yang banyak dan poliartikular. Tofi ini sering
pecah dan sulit sembuh dengan obat, kadang-kadang dapat timbul infeksi sekunder. Lokasi
tofi yang paling sering pada aurikula, MTP-1, olekranon, tendon achilles dan distal digiti.
Tofi sendiri tidak menimbulkan nyeri, tapi mudah terjadi inflamasi disekitarnya, dan
menyebabkan destruksi yang progresif pada sendi serta dapat menimbulkan deformitas. Pada
stadium ini kadang-kadang disertai batu saluran kemih sampai penyakit ginjal menahun.
(Putra, 2009)
Anak-anak baik laki-laki maupun perempuan, memiliki kadar asam urat sama rendah,
tetapi pada orang dewasa, pria memiliki tingkat sodium urat lebih tinggi daripada wanita.
Jelas bahwa perbedaan ini akibat pengaruh dari sistem endokrin, namun mekanisme yang
tepat belum ditetapkan. Setelah menopause, nilai Sodium Urat perempuan naik ke tingkat
yang sebanding dengan laki-laki pada usia yang sama, meskipun terapi penggantian hormon
mungkin menipiskan peningkatan ini. Wanita postmenopause, khususnya mereka yang
menerima diuretik, dapat berkembang menjadi arthitis yg menyebabkan encok dan tofi di
Heberden dan Bouchard's node osteoarthritic mereka. Pasien Lansia dengan gout belum
diakui dapat berlanjut secara statis terhadap penyakit sendi seperti: simetris polyarticular,

inflamasi yang seperti rheumatoid arthritis, lengkap dengan nodul- nodul dan sebagainya.
(Luk, 2005)
(respiratory.usu.ac.id, Universitas Sumatera Utara)
Diagnosis dan Diagnosis Banding Gout Arthritis
Mengacu pada kriteria yang ditetapkan oleh The American Reumatism Association
(ARA) tahun 1977. Kriteria tersebut sebagai berikut:
a. Diagnosis pasti ditegakkan apabila ditemukan Kristal monosodium urat (MSU) pada
cairan sendi atau tofi
b. Ditemukan 6 dari 12 kriteria berikut:
1. Inflamasi maksimal pada hari pertama
2. Serangan antritis akut lebih dari satu kali
3. Artritis monoartikular (arthritis pada satu persendian)
4. Sendi yang terkena berwarna kemerahan
5. Pembengkakan dan sakit pada sendi mtp i
6. Serangan pada sendi mtp unilateral
7. Serangan pada sendi tarsal unilateral
8. Tofus
9. Hiperurisemia
10. Terdapat pembengkakan sendi asimetris pada gambaran radiologik
11. Terdapat kista subkortikal tanpa erosi pada gambaran radiologik
12. Pada pemeriksaan kultur bakteri cairan sendi hasilnya negative.
Diagnosis banding
1. Rheumatoid Arthritia
Rheumatoid arthritis (RA) adalah jenis arthritis kronis. Gejala awal RA meliputi
kelelahan, nyeri sendi, dan kekakuan. Gejala lain rheumatoid arthritis mungkin merasa seperti
flu, dengan perasaan sakit, nyeri otot, dan kehilangan nafsu makan. Penyebab rheumatoid
arthritis tidak diketahui, walaupun mungkin ada komponen genetik. Pengobatan awal
arthritis, dapat efektif meningkatkan prognosis dan dapat membantu mencegah kerusakan
tulang
sendi
yang
terkait
dengan
RA.
Diagnosa rheumatoid arthritis (RA), pada tahap awal, bisa sulit. Tidak ada tes
tunggal yang dapat dengan jelas mengidentifikasi rheumatoid arthritis. Sebaliknya, dokter
mendiagnosis rheumatoid arthritis berdasarkan faktor-faktor yang sangat terkait dengan
penyakit ini. American College of Rheumatology menggunakan daftar kriteria:
1. Kekakuan pagi hari di dalam dan sekitar sendi minimal satu jam.
2. Pembengkakan atau cairan di sekitar tiga atau lebih sendi secara bersamaan.
3. Setidaknya satu bengkak di daerah pergelangan tangan, tangan, atau sendi jari.
4. Arthritis melibatkan sendi yang sama di kedua sisi tubuh (arthritis simetris).
5. Rheumatoid nodul, benjolan pada kulit penderita rheumatoid arthritis. Nodul ini biasanya
di titik-titik tekanan dari tubuh, paling sering siku.

6. Jumlah faktor rematoid dalam darah abnormal.


7. X-ray tampak perubahan di tangan dan pergelangan tangan khas dari rheumatoid arthritis,
dengan kerusakan tulang di sekitar sendi yang terlibat.
2. Pseudogout
Pseudogout adalah suatu bentuk radang sendi yang ditandai dengan pembengkakan
mendadak pada satu atau beberapa sendi yang diakibatkan oleh penggumpalan Kristal
calcium pyrophosphate dehydrogenase crystal (CPPD). Kejadian ini dapat berlangsung
selama berhari-hari atau berminggu-minggu. Pseudogout biasanya terjadi pada orang dewasa
yang lebih tua, lebih sering mengenai perempuan dan paling sering mempengaruhi lutut.
Gejala-gejalanya mirip dengan gout, penyebab pseudogout tiba-tiba, sakit parah
dalam bersama, dipicu oleh kristal di lapisan sendi. Tapi tidak seperti gout, yang biasanya
mempengaruhi sendi jempol kaki, biasanya pseudogout mempengaruhi sendi besar
ekstremitas (lutut, pergelangan kaki dan tangan, siki dan bahu). Gejala pseudogout juga mirip
dengan arthritis rheumatoid seperti melibatkan beberapa sendi simetris, kekakuan pagi hari,
penebalan
sinovium
dan
peningkatan
laju
endap
darah.
3. Septic arthritis
Septic arthritis adalah infeksi yang sangat menyakitkan pada sendi. Bakteri atau jamur
dapat menyebar dari daerah lain dalam tubuh ke dalam sendi. Kadang-kadang bakteri hanya
menginfeksi sendi saja tanpa mengganggu daerah tubuh lain. Pada septic arthritis, kuman
menyusup ke dalam sendi dan menyebabkan nyeri yang parah disertai pembengkakan.
Biasanya kuman hanya menyerang satu sendi. Bakteri paling sering menyerang lutut,
meskipun sendi lain juga dapat terkena, termasuk pinggul, pergelangan kaki, siku,
pergelangan
tangan,
dan
bahu.
Anak-anak dan orang dewasa paling mungkin terserang septic arthritis. Jika diobati
dalam seminggu setelah gejala pertama muncul, kebanyakan penderitanya dapat benar-benar
pulih. Septic arthritis biasanya menyebabkan ketidaknyamanan dan kesulitan menggerakkan
sendi yang terkena. Tanda dan gejalanya antara lain:
1. Demam
2. Nyeri parah pada sendi yang terkena, terutama ketika menggerakkan sendi
3. Pembengkakan sendi yang terkena
4. Hangat di daerah sendi yang terkena
Pada anak-anak, gejala tambahannya dapat berupa;
1. Hilang nafsu makan
2. Detak jantung cepat (takikardia)
3. Lekas marah
Pada orang dewasa, septic arthritis paling sering menyerang sendi pada lengan
dan kaki, terutama lutut. Pada anak-anak, pinggul adalah sendi yang paling mungkin

terkena. Anak-anak dengan Septic arthritis pinggul sering memegang pinggulnya


dalam posisi yang sama dan mencoba menghindari perputaran sendi.
Septic arthritis terjadi ketika ada infeksi di tempat lain di tubuh, kemudian
menyebar melalui aliran darah ke sendi. Luka tusuk, suntikan obat atau pembedahan
yang dilakukan di dekat sendi juga memungkinkan bakteri masuk ke dalam ruang
sendi.
Lapisan sendi (sinovium) memiliki sedikit perlindungan dari infeksi. Setelah
mencapai sinovium, bakteri masuk dengan mudah dan dapat mulai menghancurkan
tulang rawan. Peradangan, tekanan sendi meningkat, dan berkurangnya aliran darah
dalam sendi merupakan reaksi tubuh terhadap bakteri, dan itu semua berkontribusi
pada kerusakan sendi.
4. Osteoarthritis
Osteoarthritis adalah suatu penyakit sendi ditandai dengan kerusakan dan hilangnya
kartilago artikular yang berakibat pada pembentukan osteofit, rasa sakit, pergerakan yang
terbatas, deformitas. Inflamasi dapat terjadi atau tidak pada sendi karena gesekan ujungujung tulang penyusun sendi. beberapa faktor resiko terjadinya osteoartritis adalah
sebagai berikut:
a Prevalensi dan beratnya OA semakin meningkat dengan bertambahnya umur
b Wanita lebih sering terkena OA lutut dan OA banyak sendi, dan lelaki lebih sering
terkena OA paha, pergelangan tangan dan leher
c Suku bangsa dan genetic
d Berat badan yang berlebihan juga mempengaruhi resiko timbulnya OA Karena
tulanganya lebih padat dank eras sehingga tak membantu mengurangi benturan beban
yang diterima oleh tulang rawan sendi.
Komplikasi Gout Arthritis
Sebab pada gout menahun tanpa adanya pengendalian kadar asam urat maka akan
terjadi komplikasi setelah 10 tahun dan timbul risiko cacat sendi seumur hidup. Sendi akan
hancur total karena pembengkakan parah.
Selain itu risiko kematian dini akan timbul disebabkan oleh keadaan terkait seperti
tekanan darah tinggi
pengapuran pembuluh darah (atherosklerosis)
payah ginjalkencing batu
gagal ginjal
kematian dini
Komplikasi lainnya pada gout arthritis dapat berupa:
Artritis tofus kronis terjadi setelah serangan berulang pengendapan urat dan artritis
akut. Endapan besar iregular natrium urat yang seperti kapur putih (tofus) ditemukan dalam
tulang rawan sendi dan kapsul sendi di dekatnya. Di tempat ini, endapan memicu reaksi
peradangan granulomatosa kronis. Oleh karena itu, tofus tampak di jaringan sebagai suatu
massa urat amorf atau kristalina yang dikelilingi oleh makrofag, limfosit, dan fibroblas. Sel
raksasa besar tipe benda asing berkumpul di sekitar kristal urat dan sering sangat menonjol.
Peradangan kronis persisten akhirnya menyebabkan fibrosis sinovium dan erosi tulang rawan

sendi. Hal ini dapat diikuti oleh fusi sendi (ankilosis). Tofus juga dapat terbentuk di tempat
lain, misalnya tendon, bursa, dan jaringan lunak lain serta terkadang di jantung dan organ
lain. Tofus subkutis besar dapat mengalami ulserasi.
Nefropati gout mencakup beberapa lesi berbeda. Pada pasien dengan hiperuresemia
berat dan hyperuricaciduria, dapat terjadi pengendapan kristal asam urat di dalam tubulus
ginjal dan menyebabkan penyumbatan. Ini adalah komplikasi yang sangat penting pada
pasien dengan gangguan mieloproliferatif. Para pasien ini mengekspresikan asam urat dalam
jumlah besar pada awal kemoterapi, saat terjadi lisis sel dan nukleus besar-besaran (sindrom
lisis tumor). Pada sedikit kasus, seiring dengan waktu, kristal urat dapat terbentuk di dalam
interstisium medula dan juga dapat memebentuk tofus. Pasien dengan gout juga dapat
mengalami mengalami batu ginjal asam urat yang dapat menimbulkan komplikasi uropati
obstruktif dan pielonefritis. Pada kasus lanjut, ginjal menciut dan mengalami pembentukan
jaringan parut akibat kombinasi atrofi tubulus, uropati obstruktif dan serangan rekuren
pielonefritis. (Robbins, 2007)

Pemeriksaan Penunjang Gout Arthritis


Pemeriksaan laboratorium
-

darah rutin
Urin rutin/protein
Urat dalam urin 24 jam (5 hari diet rendah purine) jika > 600mg = over
produksi
Asam urat darah
Ureum darah
Plasma lipid

Pemeriksaan radiologi
- Punched-out area pada permukaan sendi
- Erosi tulang
- Destruksi sendi
- Subkutaneus tophi
- Kalsifikasi tophi
- Pembengkakan asimetris periartikular
1

Pemerikasaan X-Ray
Sendi akan mengalami penyempitan dan destruksi pada permukaan sendi.
Tophi akan terlihat seperti pembengakakan jaringan lunak dan terjadi erosi
pada tepi tulang.
Pemeriksaan MRI
Tulang mengalami edema dan pembengkakan.
Gold standar untuk pemerikasaan Gout yaitu Aspirasi cairan sendi.

Advanced gout resulting in joint destruction from large erosions in first, fourth and
fifth rays. Notice the large "overhanging" edges.

Penatalaksanaan Gout Arthritis


Secara umum penanganan gout adalah dengan memberikan edukasi, pengaturan diet,
istirahat sendi dan pengobatan. Pengobatan dilakukan secara dini agar tidak terjadi kerusakan
sendi ataupun komplikasi lain, misalnya pada ginjal. Pengobatan bertujuan untuk
menghilangkan keluhan nyeri sendi dan peradangan dengan obat-obat, antara lain kolkisin,
obat anti inflamasi non steroid (OAINS), kortikosteroid, atau hormon ACTH. Obat penurun
asam urat seperti alopurinal atau obat urikosurik tidak boleh diberikan pada stadium akut.
Namun kepada pasien yang telah rutin mendapat obat penurun asam urat, sebaiknya tetap
diberikan.
Kolkisin dosis standar: arthritis gout akut secara oral 3-4 kali, 0,5-0,6 mg perhari max
6mg. OAINS juga bisa, dosis tergantung jenis apa yang diberikan. Disamping obat ini juga
mempunyai efek analgetik. Jenis yang paling sering dipakai indometasin. Dosisnya 1150-200
mg/hari selama 2-3 hari dilanjutkan 75-100 mg/hari sampai minggu berikutnyaa atau sampai
nyeri atau radang berkurang.
Kortikosterois dan ACTH diberikan apabila kolkisin dan OAINS tidak efektif atau
merupakan kontra indikasi. Pemberian kortikosteroid dapat berupa oral atau parenteral,
indikasinya untuk arthritis gout akut yang mengenai banyak sendi (poliartikular).
Pada stadiuminterkritik dan menahun, tujuan pengobatan untuk menurunkan kadar
asam urat, sampai kadar normal guna mencegah kekambuhan. Penurunan kadar asam urat
dilakukan dengan pemberian diet rendah purin dan pemakaian obat allopurinol bersama obat
urikosurik yang lain. (Ilmu Penyakit Dalam)

Prognosis Gout Arthritis


Lebih dari 50% orang-orang yang telah memiliki satu serangan gout arthritis akan
memiliki serangan kedua, biasanya dalam waktu enam bulan sampai dua tahun. Untuk orang
dengan penyakit yang lebih parah, pengobatan pencegahan jangka panjang sangat efektif
menurunkan asam urat, yang dapat mencegah serangan selama bulan ke tahun.
Sendi yang sakit dan dibebani dapat timbul rasa nyeri yang parah, gerakan sendi
berkurang, dan terjadi kekakuan. Berlanjut menjadi Low back pain lebih sering terjadi pada
usia lanjut. Mortalitas meningkat pada obesitas, komplikasi meliputi hipertensi, infark
miokard, diabetes melitus, resiko paska pembedahan, hernia, batu empedu, hernia hiatus,
varises vena, dan osteoarthritis. Pada wanita terjadi peningkatan insidensi hirsutisme dan
kanker payudara serta endometrium.

LI 4. Memahami dan Menjelaskan Nonsteroid Antiinflamasi Drug (NSAID) dan


Urikosurik
Farmakodinamik Nonsteroid Antiinflamasi Drug (NSAID) dan Urikosurik

NSAID

NSAID COX-nonselektif

NSAID COX-2-preferential

aspirin
indometasin
piroksikam
ibuprofen
naproksen
asam mefenamat

nimesulid
meloksikam
nabumeton
diklofenak
etodolak

NSAID COX-2-selektif

generasi 1:
selekoksib
rofekoksib
valdekoksib
parekoksib
eterikoksib

generasi 2:
lumirakoksib

NSAID (Non Steroidal Anti Inflamasi Drugs)

Obat antiinflamasi (anti radang) non steroid, atau yang lebih dikenal dengan sebutan
NSAID (Non Steroidal Anti-inflammatory Drugs) adalah suatu golongan obat yang memiliki
khasiat analgesik (pereda nyeri), antipiretik (penurun panas), dan antiinflamasi (anti radang).
Istilah "non steroid" digunakan untuk membedakan jenis obat-obatan ini dengan steroid, yang
juga memiliki khasiat serupa. NSAID bukan tergolong obat-obatan jenis narkotika.
Mekanisme kerja NSAID didasarkan atas penghambatan isoenzim COX-1
(cyclooxygenase-1) dan COX-2 (cyclooxygenase-2). Enzim cyclooxygenase ini berperan

dalam memacu pembentukan prostaglandin dan tromboksan dari arachidonic acid.


Prostaglandin merupakan molekul pembawa pesan pada proses inflamasi (radang).
A PARA AMINO FENOL
Para amino fenol terdiri dari fenastin dan asetaminofen (parasetamol)
Farmakodinamik: efek analgesic parasetamol menghilangkan/mengurangi nyeri pada kategori
ringan-sedang.
Efek anti inflamasi : lemah, parasetamol tidak digunakan sebagai antireumatik.
Parasetamol merupakan penghambat biosintesis PG yang lemah.
B SALISILAT (aspirin)
Salisilat obat untuk analgesik, antipiretik dan anti inflamasi. Aspirin dosis
terapi bekerja cepat dan efektif sebagai antipiretik. Pada dosis toksik obat ini justru
memperlihatkan efek piretik sehingga terjadi demam dan hiperhidrosis padakeracunan berat.
Untuk memperoleh anti inflamasi kadar plasma perludipertahankan 250 300 mcg/ml.
Kadar ini tercapai dosis aspirin oral 4 gram per hari untuk orang dewasa. Aspirin merupakan
obat standart untuk artritis rematoid.
C SALISILAMID
Efek analgesik antipiretik salisilamid lebih lemah dari salisilat.
D DIFUNISAL
Obat ini merupakan obat derival difluorefenil dari asam salisilat, tetapi in vivo tidak
diubah menjadi asam salisilat. Bersifat analgesik dan anti-inflamasi ttp hampir tidak bersifat
antipiretik.
E ASAM MEFENAMAT
Asam mefenamat termasuk dalam AINS COX 1 non selektif. Asam mefenamat
digunakan sebagai analgesik; sebagai anti inflamasi, asam mefenamat kurang efektif
dibandingkan aspirin.
F TURUNAN OKSIKAM
Yang termasuk dalam turunan oksikam yaitu piroxikam, meloxicam, dan tenoxicam.
a. PIROXICAM
Piroxicam termasuk dalam AINS COX 1 non selektif
b. MELOXICAM
Meloxicam termasuk dalam AINS COX 2 non selektif . meloxicam mirip piroxicam ,
mempunyai selektivitas COX 2 tidak terlalu tinggi disbanding coxib yang lain.
G TURUNAN PROPIONAT
Yang termasuk dalam turunan propionate antara lain ibuprofen, ketoprofen
a. IBUPROFEN
Ibuprofen termasuk dalam AINS COX 1 non selektif. Efek analgesiknya sama seperti
aspirinEfek anti inflamasinya terlihat dengan penggunaan pada dosis 1200 2400mg/hari.
b. KETOPROFEN

Derivat asam propionat ini memiliki efektivitas seperti ibuprofen dengan sifat antiinflamasi sedang.
c. NAPROKSEN
Naproksen termasuk dalam AINS COX 1 non selektif . naproksen Merupakan
salahsatu derivat asam propionat yang selektif dan insidan efek samping obat ini lebihrendah
dibandingkan derivat asam propionat lain. Interaksi obat sama sepertiibuprofen. Naproksen
bersama ibuprofen dianggap paling tidak toksik diantara derivatasam propionat.
H TURUNAN FENIL ASETAT
Yang termasuk turunan fenil asetat adalah indometasin.
a. INDOMETASIN
Indometasin termasuk dalam AINS COX 1 non selektif . indometasin
merupakanderivat indol asam asetat. Indometasin memiliki efek antiinflamasi dan analgesikantipiretik yang kira-kir asebanding dengan aspirin.
b. DIKLOFENAK
Dalam klasifikasi slelektivitas penghambatan COX , termasuk kelompok
preferentialCOX-2 inhibitor.
I. TURUNAN PIRAZOLON
Yang termasuk dalam turunan pirazolon salah satunya yaitu dipiron.
a. DIPIRON
Dipiron adalah derivate metansulfonat dari aminopirin yang larut dalam air
dandiberikan melalui suntikan : Fenil butazon, Oksifen butazon, Antipirin (fenazon)adalah 5okso-1-fenil-2,3-dimetilpirazolidin, Aminopirin (amidopirin) adalah derivate 4-dimetilamino
dari antipirin. Obat ini mempunyai efek analgesic dan antipiretik. Masih digunakan
untuk meredakan demam yang sukar diatasi dengan obat lain. Antipirin dan aminopirintidak
digunakan lagi.
J. NABUMETON
Nabumeton merupakan pro-drug. Data pada hewan coba menunjukkan
bahwanabutemon memperlihatkan sifat selektif menghambat iso-enzim prostaglandin
untuk peradangan tetapi kurang menghambat prostasiklin yang besifat sitoprotektif.
Dikatakan bahwa efek samping yang timbul selama pengobatan relatif lebih sedikit,terutama
efek samping terhadap saluran cerna. Penjelasannya ialah karena nabumetonmerupakan prodrug yang baru aktif setelah absorpsi dan mengalami konversi , jugakarena nabumeton tidak
bersifat asam.
K. KETOLORAC
Ketorolak adalah OAINS yang diperkenalkan untuk menggunakan sistemik,
terutamasebagi analgesik, bukan sebagai obat anti inflamasi (walaupun mempunyai sifat
khasOAINS). Obat ini merupakan analgesik yang efektif dan berhasil digunakan
untuk menggantikan morfin dalam beberapa situasi yang melibatkan nyeri pasca
operasiringan dan sedang. Obat ini paling sering diberikan secara intra musclar atauintravena,
tetapi juga tersedia bentuk dosis oral.

Urikosurik
Ada 2 kelompok obat penyakit pirai, yaitu obat yang menghentikan proses
inflamasiakut, misalnya kolkisin, fenilbutazon, oksifenabutazon, dan indometasin, dan
obat yang mempengaruhi kadar asam urat, misalnya probenesid, allopurinol, dan
sulfinpirazon.
1. Kolkisin
Adalah suatu anti-inflamasi yang unik yang terutama diindikasikan pada
penyakit pirai. Obat ini merupakan alkaloid Colchicum autumnale, sejenis bunga leli.
Sifat antiradang kolkisin spesifik terhadap penyakit pirai dan beberapa artritis,
untuk radang umum obat ini tidak efektif. Kolkisin tidak memiliki efek analgesic.
Pada penyakit pirai, kolkisin tidak meningkatkan ekskresi, sintesis atau radang asam
urat dalam darah. Obat ini berikatan dengan protein mikrotubular dan menyebabkan
depolimerasi dan menghilangnya mikrotubul fibrilar granulosit dan sel bergerak
lainnya. Hal ini menyebabkan penghambatan migrasi granulosit ke tempat radang
sehingga pelepasan mediator antiinflamasi ditekan. Kolkisin mencegah penglepasan
glikoproteindari leukosit pada pasien gout menyebabkan nyeri dan radang sendi.
2. Alopurinol
Alopurinol berguna untuk mengobati penyakit pirai karena menurunkan kadar
asam urat. Pengobatan jangka panjang mengurangi frekuensi serangan, menghambat
pembentukan tofi, memobilisasi asam urat dan mengurangi besarnya tofi. Mobilisasi
asam urat dapat ditingkatkan dengan memberikan urikosurik. Kegunaan obat ini
terutama untuk mengobati pirai kronik dengan insufisiensi ginjal dan batu urat dalam
ginjal, tetapi dosis awal harus dikurangi. Obat ini juga berguna untuk pengobatan pirai
sekunder akibat olisitemia vera, metaplasia myeloid, leukemia, limfoma, psoriasis,
hiperurisemia akibat obat, dan radiasi.
Obat ini bekerja dengan menghambat xantin oksidase, enzim uang mengubah
hipoxantin menjadi xantin dan selanjutnya menjadi asam urat. Alopurinol
menghambat sintesis purin yang merupakan precursor xantin.
3. Probenesid
Obat ini berefek mencegah dan mengurangi kerusakan sendi serta
pembentukan tofi pada penyakit pirai, tidak efektif untuk mengatasi serangan akut.
Obat ini juga berguna untuk pengobatan hipeuresemia sekunder.
Probenesid menghambat ekskresi renal dari sulfinpirazon, indometasin,
penisilin, PAS, sulfonamide, dan juga berbagai asam organic, sehingga dosis obat
harus disesuaikan bila diberikan bersamaan.
4. Etodolak
Merupakan NSAID kelompok asam piranokarboksilat dan obat ini merupakan
lebih selektif terhadap COX-2 dibandingkan dengan NSAID umumnya. Etodolak
menghambat bradikin yang diketahui merupakan salah satu mediator perangsang
nyeri.

Farmakokinetik Nonsteroid Antiinflamasi

Drug NSAID) dan Urikosurik

NSAID (Non Steroidal Anti Inflamasi Drugs)


A. PARA AMINO FENOL
Parasetamol diabsorbsi cepat dan sempurna melalui saluran cerna.
Konsentrasitertinggi dalam plasma dicapai dalam waktu jam dan masa paruh plasmaantara
1-3 jam. Dalam plasma 25% parasetamol terikat protein plasma. Obat inidisekresi melalui
ginjal, sebagian kecil sebagai parasetamol(3%) dan sebagian besar dalam bentuk
terkonjugasi.
B. SALISILAT (aspirin)
Pemberian oral salisilat akan larut pada bentuk utuh di lambung, tetapi sebagian besar
di usus halus bagian atas. Kadar puncak 2 jam p.o. setelah diabsorbsisalisilat menyebar ke
seluruh tubuh dan cairan transelular sehingga dalam caira sinovial, cairan spinal, cairan
peritoneal, liur dan air susu. Obat ini mudahmenembus sawar darah otak dan sawar uri.
C. SALISILAMID
Salisilamid jika masuk ke tubuh tidak diubah menjadi salisilat. Obat ini cepatdiserap
tubuh & cepat didistribusikan ke jaringan. Dosis analgesik antipiretik untuk orang dewasa 3
4 kali 300 600 mg sehari, untuk anak 65 mg/kg BB/ haridiberikan 6 kali/hari. Untuk
febris reumatik diperlukan dosis oral 3 6 kali 2 g sehari.
D. DIFUNISAL
Obat ini merupakan derivat diflurofenil dari asam salisilat, tetapi in vivo tidak diubah
menjadi asam salisilat. Setelah pemberian oral, keadaan puncak 2 3 jam.99% difunisal
terikat albumin plasma dan waktu paruh berkisar 8 12 jam.
E. ASAM MEFENAMAT
Asam mefenamat terikat sangat kuat pada protein plasma. Dengan demikian interaksi
terhadap obat antikoagulan harus diperhatikan. Dosis asam mefenamat adalah 2-3 kali 250500 mg sehari. Karena efek toksiknyamaka di Amerika Serikat obat ini tidak dianjurkan
untuk diberikan kepada anak dibawah 14 tahun dan wanita hamil, dan pemberian tidak
melebihi 7 hari.Penelitian klinis menyimpulkan bahwa penggunaan selam haid
mengurangikehilangan darah secara bermakna.
F. TURUNAN OKSIKAM
Yang termasuk dalam turunan oksikam yaitu piroxikam, meloxicam, dan tenoxicam.
a. PIROXICAM
Piroxicam termasuk dalam AINS COX 1 non selektif. Waktu paruh dalam plasma
lebih dari 45 jam sehingga dapat diberikan hanyasekali sehari. Absorpsi berlangsung cepat di
lambung; terikat 99% pada protein plasma. Obat ini menjalani siklus enterohepatik. Kadar
taraf mantap dicapaisekitar 7-10 hari dan kadar dalam plasma kira-kira sama dengan kadar di
cairansinovia.Frekuensi kejadan efek samping dengan piroxicam mencapai 11-46%, dan 412%dari jumlah pasien terpaksa menghentikan obat ini.
b. MELOXICAM

Meloxicam termasuk dalam AINS COX 2 non selektif . meloxicam mirip piroxicam ,
mempunyai selektivitas COX 2 tidak terlalu tinggi disbanding coxib yang lain. Obat ini
tergolong preferential COX 2 inhibitor cenderung menghambat COX 2
lebih dari COX 1 tetapi penghambatan COX 1 pada dosis terapi tetap nyata.
G. TURUNAN PROPIONAT
Yang termasuk dalam turunan propionate antara lain ibuprofen, ketoprofen
a. IBUPROFEN
Ibuprofen termasuk dalam AINS COX 1 non selektif. Absorbsi ibuprofen cepat
melalui lambung dan keadaan maksimal dalam plasma . Ekskresinya berlangsung caepat
danlengkap, kira-kira 90 persen dari dosis yang diabsorbsi akan diekskresi melaluiurin
sebagai metabolic atau kandidatnya.
b. KETOPROFEN
Derivat asam propionat ini memiliki efektivitas seperti ibuprofen dengan sifat antiinflamasi sedang. Absorpsi berlangsung baik dari lambung dan waktu paruh plasma sekkitar
2 jam.
c. NAPROKSEN
Absorpsi obat ini berlangsung baik melalui lambung dan kadar puncak plasmadicapai
dalam 2-4 jam. Bila diberikan dalam bentuk garam natrium naproksen,kadar puncak plasma
dicapai lebih cepat. Waktu paruh obat ini 14 jam, sehinggacukup diberikan 2 kali sehari.
Tidak terdapat kolerasi antara efektivitas dan kadar plasma. Ikatan obat ini dengan protein
plasma mencapai 98-99%. Ekskresiterutama dalam urin, baik dalam bentuk utuh maupun
sebagai konjugatglukuronida dan demitilat.

H. TURUNAN FENIL ASETAT


Yang termasuk turunan fenil asetat adalah indometasin.
a. INDOMETASIN
indometasin merupakanderivat indol asam asetat. Absorbsi indometasin setelah
pemberian oral cukup baik, 92-99 % indometasinterikat pada protein plasma.
Metabolismenya terjadi di hati. Indometasin diekskresi dalam bentuk asal maupun metabolit
dalam bentuk urin dan empedu.waktu paruh plasma kira-kira 2-4 jam.
b. DIKLOFENAK
Absropsi obat ini melalui saluran cerna berlangsung cepat dan lengkap. Obat initerikat
99% oada protein plasma dan mengalami efek metabolisme lintas pertama(first-pass) sebesar
40-50%. Walaupun waktu paruh singkat yakni 1-3 jam,diklofenak diakumulasi di cairan
sinovial yang menjelaskan efek terapi di sendi jauh lebih panjang dari waktu paruh obat
tersebut.
I. TURUNAN PIRAZOLON
Yang termasuk dalam turunan pirazolon salah satunya yaitu dipiron.
a. DIPIRON
Dipiron adalah derivate metansulfonat dari aminopirin yang larut dalam air
dandiberikan melalui suntikan : Fenil butazon, Oksifen butazon, Antipirin (fenazon)adalah 5okso-1-fenil-2,3-dimetilpirazolidin, Aminopirin (amidopirin) adalah derivate 4-dimetilamino
dari antipirin. Dosis : 3 x 0,3-1 gram sehariTersedia tablet 500mg dan larutan obat : suntik
500mg/ml

J. NABUMETON
Dengan dosis 1 gram/hari didapatkan waktu paruh sekitar 24 jam. Pada
kelompok usia lanjut, waktu paruh ini bertambah panjang dengan 3-7 jam.
K. KETOLORAC
Ketika digunakan dengan suatuopioid., ketorolac dapat menurunkan keperluan akan
opioid hingga 25-50 persen.Suatu sediaan ketorolac mata tersedia untuk peradangan pada
mata. Toksisitasnyaserupa dengan OAINS lain, meskipun toksisitas ginjalnya lebih sering
terjadi akibat penggunaan kronik.
Urikosurik
1. Kolkisin

Absorpsi melalui saluran cerna baik

Didistribusikan secara luas dalam jaringan tubuh

Kadar tinggi pada ginjal, hati, limpa, saluran cerna

Tidak terdapat pada otot rangka, jantung, dan otak

Sebagian besar eksresi melalui feses, 10-20% melalui urin, pada pasien
penyakit hati ekskresi melalui urin.

Dapat ditemukan dalam leukosit dan urin sedikitnya untuk 9 hari setelah suatu
suntikan IV.
2. Probenesid
Probenesid menghambat ekskresi renal dari sulfinpirazon, indometasin,
penisilin, PAS, sulfonamide, dan juga berbagai asam organic, sehingga dosis obat
harus disesuaikan bila diberikan bersamaan. Dosis probenesid 2 kali 250 mg/hari
selama seminggu diikuti dengan 2 kali 500 mg/hari.
3. Etodolak
Masa kerjanya pendek sehingga harus diberikan 3-4 kali sehari. Berguna
untuk analgesic, pascabedah. Dosis 200-400, 3-4 kali sehari.

Indikasi dan Kontra Indikasi Nonsteroid Antiinflamasi Drug (NSAID) dan


Urikosurik

NSAID (Non Steroidal Anti Inflamasi Drugs)


A. PARA AMINO FENOL
Parasetamol
digunakan
sebagai
analgesic
dan
antipiretik,
telah
menggantikan penggunaan salisilat. Parasetamol sebaiknya tidak diberikan terlalu lama
karenakemungkinan dapat menimbulkan nefropati analgesic. Parasetamol seringdikombinasi
dengan AINS untuk efek analgesic.
B. SALISILAT (aspirin)

Indikasi
rematik
Kontra indikasi
migraine).

: Salisilat dugunakan untuk nyeri kepala, sakit otot, sakit karena


: Salisilat kurang efektif untuk sakit gigi, dismenorhea, kram, kolik,

C. SALISILAMID
Indikasi salisilamid : amida asam salisilat yang memperlihatkan efek analgesik &
antipiretik mirip asetosal.
Kontraindikasi
: Obat ini menghambat glukorinidasi obat analgesik lain di hatiMis: Na
salisilat & asetaminofen.
D. DIFUNISAL
Obat ini bersifat analgesik & anti- inflamasi tetapi hampir tidak bersifatantipiretik.
E. TURUNAN OKSIKAM
Yang termasuk dalam turunan oksikam yaitu piroxikam, meloxicam, dan tenoxicam.
a. PIROXICAM
Indikasi
: Hanya untuk inflamasi sendi misalnya artritis reumatoid, osteoartritis,
spondilitisankilosa.
Kontraindikasi: Piroxikam tidak dianjurkan diberikan pada wanita hamil, pasien tukak
lambungdan pasien yang sedang minum antikoagulan.
b. MELOXICAM
Untuk pengobatan penyakit nyeri sendi seperti arthritis.
F. TURUNAN PROPIONAT
Yang termasuk dalam turunan propionate antara lain ibuprofen, ketoprofen
a. IBUPROFEN
Indikasi
: Untuk mengobati duktus arteriosus paten yang sedang menutup pada
bayi-bayi prematur. Pemberian bersama dengan warfarin perlu diwaspadai , karena
dapatmengakibatkan
gangguan
fungsi
trombosit
yang
memperpanjang
masa perdarahan.
Kontraindikasi: Obat ini dikontraindikasikan pada penderita polip hidung, angiodema
danreaktifitas
bronkospastik
terhadap
aspirin.
Pemberian
ibuprofen
mengantagonisasiinhibisi trombosit irreversible yang dipicu oleh aspirin, oleh karena
itu, terapidengan ibuprofen pada pasien dengan peningkatan kardiovaskuler dan
membatasiefek kardioproktektif milik aspirin.
G. TURUNAN FENIL ASETAT
Yang termasuk turunan fenil asetat adalah indometasin.
a. INDOMETASIN
Indikasi
: Indometasinnya diindikasikan untuk keadaan rematik, khususnya
untuk GOUTdan spondiditis arkeulosa.
Kontraindikasi: Karena toksisitasnya, indometisin tidak dianjurkan kepada anak,
wanita hamil,gangguan psikiatri dan pasien dengan penyakit lambung.
Penggunaannya kinidianjurkan hanya bila AINS lain kurang berhasil pada spondilitis
ankilosa, artritis pirai akut dan osteoartritistungkai. Indometasin tidak berguna pada
penyakit piraikronik karena tidak berefek urikosurik.
b. DIKLOFENAK

Pemakaian obat ini harus berhati-hati pada pasien tungkak lambung. Pemakaian
selama kehamilan tidak dianjurkan.
H. KETOLORAC
Ketorolak merupakan penggunaan sistemik, terutama sebagai analgesik, bukan
sebagai obat anti inflamasi (walaupun mempunyai sifat khasOAINS). Obat ini merupakan
analgesik yang efektif dan berhasil digunakan untuk menggantikan morfin dalam beberapa
situasi yang melibatkan nyeri pasca operasiringan dan sedang.
Urikosurik
Ada 2 kelompok obat penyakit pirai, yaitu obat yang menghentikan proses
inflamasiakut, misalnya kolkisin, fenilbutazon, oksifenabutazon, dan indometasin, dan
obat yang mempengaruhi kadar asam urat, misalnya probenesid, allopurinol, dan
sulfinpirazon.
1. Kolkisin
DRUG OF CHOICE penyakit pirai. Pemberian diberikan secepatnya (bila terlambat,
efektivitas berkurang) pada awal serangan dan diteruskan sampai gejala hilang atau
timbul efek samping yang menganggu, gejala penyakit umum menghilang 24-48 jam
setelah pemberian obat.
Sebagai profilaksis serangan penyakit pirai atau untuk mengurangi beratnya
serangan, dengan dosis kecil.
Mencegah serangan yang dicetuskan oleh obat urikosurik (probenesid dan
sufinpirazon) dan alupurinol.
Pemberian bersama-sama dengan alopurinol guna mencegah serangan akut.
2. Alopurinol
Obat ini terutama berguna untuk mengobati penyakit pirai kronik dengan
insufisiensi ginjal dan batu urat dalam ginjal, tetapi dosis awal harus dikurangi.
Bekerja dengan menurunkan kadar asam urat. Pengobatan jangka panjang
menurunkan frekuensi serangan, menghambat pembentukan tofi, memobilisasi asam
urat dan mengurangi besarnya tofi.
Bila diberikan bersamaan dengan merkaptopurin, dosis merkaptopurin harus
dikurangi sampai 25-35%, karena kerja alopurinol yang mengahambat oksidasi
merkaptopurin.
3. Probenesid
Indikasi
: Berefek mencegah dan mengurangi kerusakan sendi serta
pembentukan tofi pada penyakit pirai, tidak efektif pada serangan akut. Berguna untuk
pengobatan hiperuresemia sekunder. Probenesid tidak berguna bila laju GFR kurang
dari 30 mL/menit.
Kontraindikasi: Gangguan fungsi ginjal, ulkus peptik,