Anda di halaman 1dari 4

B.

KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN


1. Pengkajian (data subjektif dan objektif)
Pengkajian yang sistematis meliputi pengumpulan data,analisa data dan penentuan masalah.
Pengumpulan data diperoleh dengan cara intervensi,observasi, dan pemeriksaan fisik . Kaji
data menurut Cyndi Smith Greenberg,1992 adalah :
1. Identitas klien.
2. Riwayat keperawatan.
2.1.Awal kejadian: Awalnya suhu tubuh meningkat,anoreksia kemudian timbul diare.
2.2.Keluhan utama : Feses semakin cair,muntah,bila kehilangan banyak air dan elektrolit terjadi
gejala dehidrasi,berat badan menurun. Turgor kulit berkurang,selaput lendir mulut dan bibir
kering,frekwensi BAB lebih dari 4 kali dengan konsistensi encer.
3. Riwayat kesehatan masa lalu.
4. Riwayat penyakit keluarga.
5. Diagnosis Medis dan Terapi : Gastroenteritis Akut dan terapi obat antidiare, terapi intravena,
dan antibiotic.
5. Pengkajian Pola Gordon (Pola Fungsi Kesehatan).
1. Persepsi Kesehatan : pasien tidak mengetahui penyebab penyakitnya, higienitas pasien
sehari-sehari kurang baik.
2. Nutrisi metabolic : diawali dengan mual,muntah,anopreksia,menyebabkan penurunan berat
badan pasien.
3. Pola eliminasi : akan mengalami perubahan yaitu BAB lebih dari 4 kali sehari,BAK sedikit
atau jarang.
4. Aktivitas : akan terganggu karena kondisi tubuh yang lemah dan adanya nyeri akibat
distensi abdomen yakni dibantu oleh orang lain.
5. Tidur/istirahat : akan terganggu karena adanya distensi abdomen yang akan menimbulkan
rasa tidak nyaman.
6.

Kognitif/perceptual : pasien masih dapat menerima informasi namun kurang

berkonsentrasi karena nyeri abdomen.


7. Persepsi diri/konsep diri : pasien mengalami gangguan konsep diri karena kebutuhan
fisiologis nya terganggu sehingga aktualisasi diri tidak tercapai pada fase sakit.
8. Seksual/reproduksi : mengalami penurunan libido akibat terfokus pada penyakit.
9. Peran hubungan : pasien memiliki hubungan yang baik dengan keluarga dan peran pasien
pada kehidupan sehari-hari mengalami gangguan.

10. Manajemen koping/stress : pasien mengalami kecemasan yang berangsur-angsur dapat


menjadi pencetus stress. Pasien memiliki koping yang adekuat.
11. Keyakinan/nilai : pasien memiliki kepercayaan, pasien jarang sembahyang karena gejala
penyakit.
6. Pemerikasaan fisik.
-

Inspeksi : mata cekung,ubun-ubun besar,selaput lendir,mulut dan bibir kering,berat badan


menurun,anus kemerahan.

Perkusi : adanya distensi abdomen.

Palpasi : Turgor kulit kurang elastis

Auskultasi : terdengarnya bising usus.


7. Pemeriksaan penunjang.
Pemeriksaan tinja,darah lengkap dan duodenum intubation yaitu untuk mengetahui penyebab
secara kuantitatif dan kualitatif.

2. Diagnosis Keperawatan yang mungkin muncul


a.

Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan aktif ditandai dengan
kulit kering, peningkatan suhu tubuh, haus, kelemahan, membrane mukosa kering,
peningkatan hematokrit.

b. Diare berhubungan dengan kontaminan ditandai dengan nyeri abdomen, sedikitnya tiga kali
buang air besar cair per hari, ada dorongan.
c.

Disfungsi motilitas gastrointestinal berhubungan dengan makan kontaminan ditandai dengan


nyeri abdomen, distensi abdomen, diare, perubahan bising usus, mual, muntah.

d. Mual berhubungan dengan iritasi lambung ditandai dengan melaporkan mual, rasa asam di
mulut, peningkatan salivasi, keengganan terhadap makanan.
e. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera kimia ditandai dengan perubahan selera makan,
mengekspresikan perilaku, perilaku berjaga-jaga atau melindungi area nyeri, melaporkan
nyeri secara verbal
f.

Kesiapan meningkatkan keseimbangan cairan ditandai dengan dehidrasi, turgor jaringan


baik, tidak ada haus berlebihan, membrane mukosa lembab.

g.

Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan factor biologis
ditandai dengan nyeri abdomen, diare, bising usus hiperaktif, ketidakmampuan mencerna
makanan, kurang minat pada makanan, membrane mukosa pucat.

h. Hipertermia berhubungan dengan peningkatan laju metabolism ditandai dengan peningkatan


suhu tubuh di atas kisaran normal, kulit terasa hangat.

i.

Ansietas berhubungan dengan perubahan dalam status kesehatan ditandai dengan gelisah dan
menyadari gejala fisiologis.

j.

Defisiensi Pengetahuan berhubungan dengan tidak familier dengan informasi, kurang


pajanan ditandai dengan ketidakakuratan mengikuti perintah.

k.

Risiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan lembab.

3. Rencana Asuhan Keperawatan (terlampir)


4. Evaluasi
DIAGNOSIS KEPERAWATAN
Diare

berhubungan

dengan

EVALUASI

kontaminan S : pasien tidak mengeluh nyeri abdomen

ditandai dengan nyeri abdomen, sedikitnya tiga berlebihan

saat

eliminasi

dan

dorongan

kali buang air besar cair per hari, ada dorongan. berkurang
O : karakteristik feses berbentuk dan tidak
cair, tidak terdapat nanah/darah, berwarna
kuning kecoklatan.
A : terapi hidrasi dilanjutkan sampai keadaan
umum pasien baik.
P : anjurkan pasien untuk menjaga pola makan
pasca kesembuhan.
Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera S : pasien tidak mengeluh nyeri dan tidak
kimia ditandai dengan perubahan selera makan, mengeluh gangguan tidur.
mengekspresikan perilaku, perilaku berjaga- O :

pasien tidak meringis, dan tidak

jaga atau melindungi area nyeri, melaporkan memegangi daerah yang nyeri.
nyeri secara verbal

A : terapi farmakologi dihentikan, terapi


nonfarmakologi dilanjutkan.
P

ajarkan

keluarga

pasien

terapi

nonfarmakologi.
Hipertermia berhubungan dengan peningkatan S : pasien tidak gelisah dan tidak merasa
laju metabolism ditandai dengan peningkatan demam.
suhu tubuh di atas kisaran normal, kulit terasa O : suhu tubuh saat dikaji dalam rentang
hangat.

normal.
A : antipiretik dihentikan. Berikan kompres
terlebih dahulu, apabila demam kembali
muncul.
P : edukasikan pasien untuk tidak mandi atau

kontak dengan air terlalu sering.