Anda di halaman 1dari 1

Konsep

Dasar

Asumsi
Tingkah
Laku
Konsep
Dasar
5)

PSIKOANAL

Pendekatan Psikoanalisa merupakan pendekatan yang banyak mempengaruhi timbulnya pendekatan-pendekatan lain.
Psikoanalisa disebut dengan psikologi dalam, karena segala tingkah laku manusia bersumber pada dorongan yang terletak jauh di dalam ketidaksad

1)

Sejarah

2)
3)
4)

Asumsi Pribadi yang Sehat,


Ialah Ego berperan secara optimal, berpengaruh besar
mengendalikan id dan super ego dan menciptakan perilaku yang
adaptif dengan keadaan lingkungan.
Asumsi Pribadi yang Bermasalah,
Dinamika yang tidak efektif, ego gagal menjalankan fungsi
integrative psikis,
belajar kurang tepat dari masa lau.
Konflik antara id, ego, super ego,
Kecemasan moral, dan kecemasan neurotik.
Konflik kateksis dan anti kateksis, semakin tinggi konflik kedunya
semakin tinggi pula tingkat kecemasan.

anan : Regresi, Pembentukan Reaksi, Fiksasi, Pengalihan, Represi, Proyeksi, Introyeksi dan Sublimasi.
an : Oral, Anal, Phallic, Laten, dan Genital.
ik, Realistik, dan Moralistik.

a. Memperkuat peran ego sehingga individu mampu


menampilkan perilaku yang adaptif dan
didasarkan pada realitas dan bukan dari hal-hal
yang mengedepankan insting dan tidak rasional
semata.

Mental : Concious (ide yang disadari), Unconcious (ide yang tak disadari), Preconcious (ide yang tidak disadari tapi dapat dipangil ke kesadaran).
an : Id (prinsip kesenangan), Ego (prinsip realita), Super Ego (prinsip moralistik)
ian : Seks dan Agresi
Manusia sebagai makhluk yang deterministik. Tingkah laku manusia ditentukan oleh kekuatan irasional, motivasi bawah sadar, dorongan, dan insting, serta kejadian psikoseksual selama 6 tahun pertama kehidupan. Adanya insting tak hidup dan hid

b. Membawa

Toko
h
a.
b.
c.
d.
e.

f.

a.
b.
c.
d.
e.

Teknik analisis kepribadian


Hipnotis
Asosiasi Bebas
Analisis Resistensi
Analisis Transferensi

f.

Interpretasi

Teknik Spesifik

Memandang manusia terlalu deterministik


Terlalu menekankan masa kanak-kanak
Mengangap kehidupan sehari-hari seolah-olah
Secara historis sebagi sistem pertama
ditentukan oleh masa lalu.
psikoterepi
yang
berisi
teori
Cenderung meminimalkan rasionalitas.
kepribadian,
sitem
filsafat,
dan
Kurang menyertakan konsep-konsep seperti
metode psikoterapi.
ketaksadaran,
mekanisme-mekanisme
pertahanan ego dan pengaruh yang kritis dari Juga memandang pengaruh dan
hubungan
alam
bawah
sadar
kehidupan masa lalu terhadap kepribadian
manusia
dalam
mempengaruhi
seseorang.
tingkah
laku
serta
mampu
Data
penelitian
empiris
kurang
banyak
menunjukan
bukti-bukti-bukti
mendukung sistem dan konsep psikoalanalisis,
adanya unconscious.
seperti konsep tentang energi psikis yang
Menemukan hipnoterapy.
menentukan tingkah laku manusia.

Kelebihan

Kekurangan

a.
b.

c.

hal-hal /masalah yang berada di level


ketidaksadaran ke level kesadaran sehingga
masalah tersebut dapat diatasi secara lebih
rasional dengan metode terapi.

Hakikat
dan
Tujuan
Konsein
g
a.

b.

Tahapan
Konseling
Terapi dimulai dari pembicaraan degan konseli sampai ke
pelepasan emosi dan kemudian menuju ke proses
penyingkapan materi kenirsadaran.
Pembukaan pengembangan transferensi, bekerja melalui
tranferensi-resolusi transferensi.
Menerapkan teknik-teknik konseling dalam pendekatan
psikoanalisis : teknik analisis kepribadian, hipnotis,
asosiasi
bebas,
analisis
resistensi,
analisis
tranferensi, interpretasi.

c.

d.
e.

f.

Bersikap anonim (tidak mengekspose dirinya dan jarang


menunjukkan reaksi)
Membina hubungan baik, mendengarkan dan memahami
agar konseli bebas mengekpresikan pikiran-pikiran
yang sulit.
Menerima dan percaya pada apa pun perasaan konseli
terhadap konselor merupakan refleksi perasaan
dari significant other.
Analisis perasaan konseli merupakan esensi terapi.
Berupaya agar konseli memperoleh insight
Membantu konseli menemukan kebebasan bercinta,
bekerja, bermain, kesadaran diri, kejujuran dan
hubungan pribadiyang efektif, dapat mengatasi
kecemasan dengan cara realistis dan dapat
mengendalikan perilaku impulsif dan irasional.

Peran & Fungsi


Konselor