Anda di halaman 1dari 61

Referat ICU

Isnawan Widyayanto
Moderator : DR. dr. Retnaningsih, SpS(K), KIC

William Stewart, 1967


Surgeon General USA

has come to close the


The time
book on infectious disease

Alexander Fleming, 1945


Inventor of Penicillin

It is not difficult to make microbes resistant to


penicillin in the laboratory by exposing them to
concentrations not sufficient to kill them There is
the danger that the ignorant man may easily
underdose himself and by exposing his microbes
to non-lethal quantities of the drug make

Bakteri sensitif

Antibiotik

Bakteri resisten SUPERBUG

ICU

MRSA, VRE, ESBL,


KPC, VRSA, dll

Outline
I. Mikrobiologi

II. Antibiotik
III.Resistensi
Bakteri
IV. MDRO
(Multidrugresistant
Organisms)

A. Sejarah Mikrobiologi
B. Bakteri
C. Isolasi dan Identifikasi Bakterii
C.1. Kultur Bakteri
C.2. Pewarnaan Bakteri
C.3. Uji Diferensiasi Biokimiawi Bakteri
D. Tes Sensitivitas terhadap Antibiotik
A. Sejarah Antibiotik
B. Penggolongan Antibiotik Berdasar mekanisme
Kerja
C. Kelas Antibiotik
A. Perkembangan Resistensi Antibiotik
B. Cara Bakteri Mendapatkan Resistensi
C. Mekanisme Bakteri Menjadi Resisten
D. Penyebaran Bakteri Resisten

A. Definisi
B. Kepentingan Klinis MDRO
C. Patogen MDRO
C.1. MRSA (Methicillin-resistant Staphylococcus
aureus)
C.2. VRE (Vancomycin-resistant Enterococcus)
C.3. ESBL (Extended-spectrum -lactamase)
producing Enterobacteriaceae
C.4. CRE (Carbapenem-resistant enterobacteriaceae
D. Resistensi dalam Unit Rawat Intensif
D. Upaya memerangi Resistensi

Sejarah Mikrobiologi
Kesadaran akan keberadaan
mikroorganisme
Abiogenesis Vs Biogenesis
Mikroorganisme sebagai penyebab
penyakit
Germ Theory of Disease
Kampanye antiseptik
Perkembangan vaksin

History of Microbiology
John Nedham
Theory
Generatio
Spontanea
Lazzaro
Spalanzan
i
Menentan
g
abiogenes
is

Antony van
Leeuwenhoek
Father of
microbiology

Ignaz
Semmelweiz
Penggagas
Hand
Hygiene

Fransis Louis
Pasteur
Fermentasi

Edward Jenner
Father of
Immunology

1600

1674

1700

17451767 1798

Robert Koch
Germ Theory of
Disease

18001840 1857

1876 190
0

Antony

van

Leeuwenhoek

Bukan ilmuwan atau peneliti


Pekerjaan utama sebagai wine tester
Membuat mikroskop sederhana
Menemukan materi bergerak-gerak
animalcule
Mengirim hasil penemuannya ke British Royal
Society
Mendeskripsikan bakteri, protozoa, spermatozoa

Abiogenesis Vs Biogenesis
John Nedham Generatio spontanea

Lazzaro Spalanzani

Louis Pasteur

John Tyndal

Edward Jenner
Seorang dokter bedah
Wabah smallpox (variola) 60 % populasi deadly!

Saat itu untuk mendapatkan imunitas smallpox


dengan inokulasi material smallpox dari pasien
namun berbahaya
Jenner mengamati ibu2 pemerah susu
sapi rata2
tidak terkena smallpox
mengapa?

Hipotesis Jenner : Seorang yang pernah terkena


cowpox imun terhadap smallpox

Dia melakukan percobaan untuk membuktikan


hipotesisnya.

Robert Koch
Mempelajari antrax
Penemu The Germ Theory of Disease
Koch yang menyatakan bahwa :
Penyebab penyakit infeksi adalah
mikroorganisme
4 Postulat Koch untuk menuduh organisme :

Untuk kepentingan melalui postulatnya, ia


mengembangkan teknik kultur dan isolasi (ex:
media agar, cawan petri, dll).
Koch menemukan agen penyebab antrax, typus,
tuberculosis, dipteri, kholera, tetanus.

Louis Pasteur

Ahli kimia
Peran mikroba dalam fermentasi anggur
Pasteurisasi menyisakan mikroba yang diinginkan
Percobaan Pasteur untuk mendukung Koch :
Imunitas

Mati
Kenapa tidak mati?

Bakteri dari biakan lama (lemah) mampu induksi imunitas

Ukuran dan Bentuk Bakteri

Struktur bakteri

Struktur Dinding bakteri


Lipopolisakarida

Asam lemak rantai panjang

Peptidoglikan

Gram positif

Gram negatif

Pewarnaan Gram

Mycobacteria

Pewarnaan Ziehl-Neelsen

Proses Isolasi dan Identifikasi


Kuman
KULTU
R
PEWARNAAN
UJI BIOKIMIA
UJI ANTIGEN+DNA/RNA

UJI SENSITIVITAS
ANTIBIOTIK

Kultur

Nutrient
agar

Blood
agar

Chocolate

Pewarnaan
Sederhana
1 zat warna
Diferensial
>1 zat warna

Pewarnaan
Gram

Pewarnaan Gram

Uji Diferensiasi Biokimiawi

Uji Katalase

Uji motilitas
Uji Indol

Uji Methyl red

Uji Urease

Uji Voges Proskaeuer

Uji Oksidase

Fermentasi karbohidrat

Uji Koagulase

MRSA

VRE

ESBL

TES SENSITIVITAS TERHADAP ANTIBIOTIK

Metode Kirby-Bauer
Media kultur Mueller-Hinton

History of Antibiotic

Alexander Fleming
Penisilin

Vankomi
sin

Gerhard
Sulfonami
Domagk
d
Streptom
isin
Tetrasikli
n
Klorampe
nikol

Daptomisi
Imipenem
n
Ceftriaks
LinezolideTelavanc
Metronid
on
Cefotaksi
in
azol
Cefepim
m
Metisilin Amoksisil Lefofloksa
?
in
sin
?
Trimetopr Ciprofloks
im
asin
?
Ampisilin Moksifloks
Cefalot
asin
?
in
Piperasilin

Eritromi
sin

1900

195
1928 1938 1942194 194
5
9
8
Golden periode of
Antibiotics

196
0

196
4

2000

Alexander Fleming

Peneliti brilian Inggris


Karyanya ttg deskripsi Staphylococcus
Ceroboh, laboratoriumnya sering berantakan
Sehabis liburan panjang cawan kultur
Staphylococcus terkontaminasi jamur
dibuang

Percobaan pada tikus


berhasil
Publikasi tahun 1929
tidak diperhatikan
Kesulitan produksi
penisilin dalam jumlah
produksi.
Fleming meninggalkan
penelitian penisilin.

Gerhard Domagk
Ahli kimia Jerman
Mengembangkan sulfonamid dari senyawa
kristal sulfanilamide
Antibiotik efektif pertama melawan infeksi
Dipasarkan dengan nama PRONTOSIL

Pengembangan kembali penisilin


Tahun 1939 Howard Florey dan Erns Boris Chain dari
Oxford melanjutkan percobaan penisilin.
Mampu menghasilkan penisilin dalam bentuk bubuk
kering yang stabil produksi besar-besaran dalam
industri.

Propaganda pasukan sekutu


Dalam PD II

Mekanisme kerja antibiotik

Kelas antibiotik

Kelas antibiotik
PENISILIN
CEPHALOSPORIN

CARBAPENEM

MONOBACTAM

PENISILIN
Natural penicillins
Penicillinase-resistant
penicillins
Aminopenicillins
Carboxypenicillins
Ureidopenicillins
Beta-lactam +
beta-lactamase
inhibitor

Penicilin G
Oxacillin, Methicillin
Ampicillin, Amoxicillin
Ticarcillin
Piperacillin
Amoxicillin + clavulanic acid
(Augmentin)
Ampicillin + sulbactam (Unasyn
)
Ticarcillin
+
clavulanic
acid
(Timentin)
Piperacillin + tazobactam
(Zosyn)

CEPHALOSPORIN

Generasi
pertama
Generasi
kedua
Generasi
ketiga

Generasi
keempat
Generasi
kelima

Cephalothin, Cefazolin, Cefadroxil,


Cephalexin, Cephradine,
Cefoclor, Cefotetan, Cefoxitin
Cefprozil, Cefuroxime
Cefdinir, Cefditoren
Cefixime, Cefoperazone
Ceftazidime, Ceftibuten
Ceftizoxime, Ceftriaxone, Cefotaxim

Cefepime

Ceftaroline
Ceftobiprole

CARBAPENEM

Imipenem
Meropenem
Ertapenem
Doripenem
Faropenem

MONOBACTAM

Aztreonam

Vancomycin
Teicoplanin
Telavancin
Dalbavancin
Oritavancin

Daptomycin
Polymyxin
B
Colistin

Streptomyc
in
Gentamicin
Kanamycin
Amikacin
Tobramycin
Netilmicin
Neomycin

Erythromyc
in
Azithromyci
n
Clarithromy
cin

Tetracyclin
e
Oxytetracy
cline
Minocycline
Doxycyclin

Chlorampheni
col
Thiamphenico
l

Sulfacetamide
Sulfadiazine
Sulfadimethoxine
Sulfamethizole
Sulfamethoxazole
Sulfasalazine
Sulfisoxazole
TrimethoprimSulfamethoxazole
(Co-trimoxazole)

Nalidixic acid
Ciprofloxacin
Levofloxacin
Moxifloxacin
Enoxacin
Garenoxacin
Norfloxacin
Ofloxacin
Lomefloxacin

Linezolid

Laju Resistensi
Antibiotik

Cara bakteri mendapatkan


resistensi
Transfer gen vertikal

Transfer gen horizontal

Konjugasi

Transformasi

Transduksi

Penyebaran Bakteri Resisten

Mekanisme bakteri menjadi


resisten

MDRO
Definisi : Mikroorganisme, terutama bakteri,
yang resisten terhadap setidaknya satu agen
antibiotik dalam 3 atau lebih kelas antibiotik.
Meskipun
nama
MDRO
tertentu
menggambarkan resistensi terhadap satu
agen (misalnya, MRSA/ Methicillin-Resistant
Staphylococcus aureus, VRE/ VancomycinResistant Enterococci), patogen ini sering
resisten terhadap sebagian besar agen
antimikroba.

PATOGEN
MDRO

Methicillin-resistant
Staphylococcus aureus (MRSA)
MRSA dideteksi pertama thn 1961, selang
satu tahun sejak metisilin diproduksi.
MRSA resisten terhadap penisilin dan
cepalosporin.
Strain yang tidak resisten dinamakan
MSSA (methicillin-sensitive
Staphylococcus aureus)
Vankomisin menjadi terapi pilihan.
1990-an terdeteksi VISA (vancomycinintermediate Staphylococcus aureus ) dan
2002 muncul VRSA (vancomycin-resistant
Staphylococcus aureus ).
Linezolid juga menjadi pilihan, namun
telah dilaporkan kasus resisitensi.

Vancomycin-resistant
Enterococcus
(VRE)

Enterococci adalah bakteri aerob


coccus Gram-positif.
Enterococcus faecalis dan
Enterococcus faecium merupakan
yang paling berhubungan dengan
penyakit pada manusia.
Vankomisin diperkenalkan pada tahun
1956 dan VRE baru dilaporkan 1980an.
Glikopeptida hanya efektif terhadap
gram-positif, karena tidak dapat
melewati membran luar gram-negatif.
Pilihan terapi dengan lactam,
linezolid, daptomisin.

Extended-spectrum -lactamase
(ESBL) producing
Enterobacteriaceae

Enterobacteriaceae adalah gramnegatif ; Salmonella, Escherichia coli,


Yersinia pestis, Klebsiella, Shigella,
Proteus, Enterobacter, Serratia.
Enterobacteriaceae (terutama Escheria
dan Klebsiella) memiliki laktamase
hidrolisis cincin laktam antibiotik .
Umumnya laktamase resisten thd
penisilin, ESBL resisten thd penisilin,
cepalosporin dan monobactam.
Terapi pilihan carbapenem, namun
isolat yang resisten juga telah
dilaporkan.

Multidrug-resistant Pseudomonas
aeruginosa
Gram negatif motil yang menghasilkan
fluorescent, non-fermenter
Terutama sebagai patogen opurtunistik.
Penyebab umum VAP.
Secara intrinsik resisten karena
membentuk kapsul, mekanisme effluks,
dan menghasilkan cephasporinase.
Dapat memperoleh gen resistensi
ekspresi betalactamase.
Pilihan terapi seringkali terbatas
Fluorokuinolon dan Carbapenem
digunakan jika resisten terhadap beta
laktam.

Multidrug-resistant Acinetobacter
Gram negatif, non-fermenter,
aerobik .
Bakteri ini patogen nosokomial
utama, biasanya menyebabkan
infeksi serius pada pasien
immunocompromised, terutama
pasien critically ill.
Faktor intrinsik resisten :
permeabilitas membran yang rendah,
mekanisme effluks, cephalosporinase.
Dihubungkan dengan VAP, ISK, infeksi
kulit dan jaringan lunak,
gastroointestinal, SSP.
Pilihan terapi dengan carbapenem,
amikasin, colistin.

Carbapenem-resistant
enterobacteriaceae
(CRE)

Superbug baru
Merupakan spesies dalam
famili enterobactericea
yang resisten terhadap
carbapenem yang
dipertimbangkan sebagai
obat terakhir
Kasusnya masih jarang
Angka mortalitasnya lebih
tinggi dibanding MRSA

Patogen resisten lain yang


penting adalah :
VRSA (vancomysin-resistant Staphylococcus
aureus)
Drug-resistant Clostridium difficile
Drug-resistant Neisseria gonorrhoeae
Drug-resistant Campylobacter
Drug-resistant Salmonella Typhi
Drug-resistant Shigella
Drug-resistant Streptococcus pneumonia
Clindamycin-resistant Group B
Streptococcus
Erythromyci-resistant Group B
Streptococcus

Mengapa ICU angka MDRO


tinggi?
Pasien
Penyakit yang mendasari berat
Status gizi buruk
Status imunitas jelek

Critically ill patients


Perangkat medis invasif Mortalitas
:
Kateter kemih
Kateter intravaskuler
Ventilator mekanik

Lama rawat
Antibiotic overuse

Morbidita
s

Upaya Memerangi
Resistensi
1

Preventing Infection, Preventing the


Spread

Tracking Resistance
Patterns

3
4

Antibiotic Stewardship
Developing New Antibiotics and
Diagnostic Test

1 Mencegah infeksi dan penyebarannya

Etika batuk

Hand hygiene

APD

2 Survei prevalensi dan pola resistensi


Sampel
Kultur negatif
Kultur positif

Identifikasi
(Pewarnaan, Uji biokimiawi)

Uji sensitivitas
antibiotik

Pola resistensi

Gram positif/ negatif


Aerob/ anaerob
Basil, kokkus, kokkobasil
Fermeneter/ nonfermenter

Contoh hasil kultur dan


sensitivitas
Kasus
ESBL

Escheria Coli

Sensitif

Resisten

Kasus Enterococcus =
VRE
Enterococcus Sp

3 Pemakaian

antibiotik dengan bijak

Menggunakan antibiotik hanya pada kecurigaan


infeksi bakteri.
Pemeriksaan kultur sebelum pemberian antibiotik
Menggunakan antibitik dengan dosis yang benar.
Pemilihan antibiotik empiris berdasarkan data pola
sensitivitas pada sarana kesehatan setempat.
Menggunakan antibiotik yang tepat (antibiotik
spektrum luas harus segera diganti dengan
antibiotik sesuai dengan hasil kultur).
Berkomitmen dan bertanggungjawab terhadap
penggunaan antibiotik.

4 Pengembangan antibiotik dan tes diagnostik baru

Terima Kasih atas Perhatiannya