Anda di halaman 1dari 6

Tutupan Lahan

Secara
umum
jumlah
lahan
terbangun sampai
saat
ini
telah
berjumlah
9920
Ha atau sekitar
54,65
%
dari
seluruh luas Kota
Bandar Lampung,
sedangkan lahan
yang
belum
terbangun saat ini
memiliki
luas
sekitar
8230,89
Ha atau sekitar
45,35 %

Tata Guna Lahan Kota

Struktur Ruang Kota Bandar Lampung


2011-2030
Pusat Pelayanan
Primer,
untuk
peran Kota sebagai
PKN
Pusat Pelayanan
Sekunder,
yang
terdiri dari :
Pusat
Pelayanan
Kota
di
Tanjung
Karang Pusat dan
Teluk betung
Subpusat
pelayanan kota.
Pusat Lingkungan
Struktur
kota
terbagi ke dalam 7
(tujuh)
Bagian
Wilayah
Kota
(BWK)

Kawasan Strategis Kota Bandar


Lampung 2011-2030

Aspek Ekonomi :
Kawasan Perdagangan
Jasa Pusat Kota
Kawasan penataan
pesisir di Kecamatan
Panjang, Teluk Betung
Selatan, dan Teluk
Betung Barat
Kawasan Minapolitan di
Lempasing dan Pulau
Pasaran Kecamatan
Teluk Betung Barat
Aspek SDAdan
Teknologi :
Kawasan pendidikan ZA
Pagar Alam, Sukarame,
Pramuka dan Kemiling
Aspek lingkungan
hidup :
Kawasan tahura WAR
Batu Putu dan
Sukadanaham
Aspek sosial budaya :
Kawasan bersejarah
Situs budaya di
Kelurahan Kedamaian
dan Kelurahan Negeri
Olok Gading

Rencana Pola Ruang pada Kawasan


Strategis (draft RDTRK BWK E)

Rencana Tata Guna Lahan


RTBL/Skala Messo

Fungsi Perdagangan dan Jasa


Umum, dengan fasilitas seperti
Ruko, rukan, pusat perbelanjaan,
perkantoran, apartemen, hotel,
restoran, tempat hiburan.
Fungsi
Permukiman,
dengan
tipologi permukiman kepadatan
tinggi termasuk fungsi hunian
vertikal (apartemen, rusun).
Fungsi Fasilitas Umum

Untuk fungsi penunjang seperti


PKL perlu diwadahi pada lokasi
khusus, baik yang disediakan oleh
Pemerintah ataupun oleh swasta
sebagai
syarat
pembangunan
fungsi komersial yang mendorong
pergerakan dan magnet yang
tinggi.
Untuk lahan yang di HPL-kan
(Mangga
Dua
dskt),
perlu
dilakukan restrukturisasi/penataan
ulang demi menyediakan sarana
parkir dan ruang publik kawasan.