Anda di halaman 1dari 15

Penanganan

Penanganan
Pelanggaran
Pelanggaran
Pemilihan
Pemilihan GBW
GBW
(Gubernur-Bupati-Walikota)
(Gubernur-Bupati-Walikota)

Oleh:
Oleh:
Bawaslu Provinsi Sumatera Utara
Bawaslu Provinsi Sumatera Utara
Divisi PP
Divisi PP

Dasar Hukum

UU No. 15/2011 ttg Penyelenggara


Pemilu(pasal 73 ayat 4 butir a dan
b)
UU No. 8/2015 j.o UU No.1/2015 ttg
pemilihan G B W.(pasal 134)
Perbawaslu No.11/2014 ttg
pengawasan Pemilu

Pengertian

Pelanggaran Pemilihan adalah tindakan


yang bertentangan atau tidak sesuai
dengan peraturan per-UU-an terkait
Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.

Penindakan adalah serangkaian proses


Penanganan pelanggaran yang meliputi
temuan, penerimaan laporan,
pengumpulan alat bukti, klarifikasi,
pengkajian, dan/atau pemberian
rekomendasi, serta penerusan hasil kajian
atas temuan/laporan kepada instansi
yang berwenang untuk ditindaklanjuti.

Tindak Lanjut Temuan

Laporan Hasil Pengawasan dituangkan


dalam Formulir model A (vide : PerBawaslu
11/2014)
Hasil Pengawasan yang mengandung
temuan dugaan pelanggaran diputuskan
menjadi temuan dugaan pelanggaran oleh
Pengawas Pemilu melalui Rapat Pleno.
Berdasarkan Keputusan Pengawas Pemilu
temuan dugaan pelanggaran diteruskan
kepada bidang penanganan pelanggaran
selambat-lambatnya 7 hari sejak
ditemukan dugaan pelanggaran dengan
mengisi formulir model A-2.
4

Prinsip Penerimaan Laporan

Pengawas Pemilu mempunyai


tugas dan wewenang untuk
menerima laporan pelanggaran
Pemilihan berdasarkan pada
tempat terjadinya pelanggaran
yang dilaporkan.

Laporan pelanggaran yang


disampaikan kepada Bawaslu
diteruskan kepada Pengawas
Pemilihan yang berwenang.
5

Pelapor

WNI yang memiliki hak


pilih pada pemilihan
setempat.

Pemantau Pemilihan
Gubernur, Bupati atau
Walikota.

Peserta Pemilihan GBW.


6

Laporan Pelanggaran

Laporan Pelanggaran disampaikan


kepada Pengawas Pemilihan sesuai
wilayah kerjanya paling lambat 7
(tujuh) hari sejak
diketahui/ditemukannya
pelanggaran.

Laporan dugaan Tindak Pidana


Pemilihan GBW yang diterima oleh
Pengawas Pemilihan paling lama 1 X
24 Jam disampaikan kepada Sentra
Gakkumdu.
7

Formulir Penerimaan Laporan

Pelapor mengisi dan menandatangani formulir


penerimaan laporan Pelanggaran Pemilu (Model
A-1).
Formulir Laporan Pelanggaran memuat:
Nama dan alamat pelapor;
Waktu dan tempat peristiwa;
Nama dan alamat terlapor;
Nama dan alamat saksi-saksi;
Uraian kejadian; dan
Tandatangan pelapor.
Pelapor menyertakan Fotocopy
Identitas/Pasport.
8

Bukti Pelaporan

Pada saat penyerahan laporan,


Pelapor akan diberikan sebuah tanda
terima, Formulir Model A-3.

Pengawas Pemilihan memberikan


bukti tanda penerimaan laporan
pelanggaran Pemilu tersebut.

Pengawas Pemilihan dalam waktu


1X24 jam segera menyampaikan
laporan dugaan Tindak Pidana
Pemilihan kepada Sentra Gakkumdu.
9

Waktu Penanganan
Pelanggaran
Pengawas Pemilihan mengkaji setiap

temuan/laporan yang diterima dan


memutuskan untuk menindaklanjuti atau
tidak menindaklanjuti paling lama 3 hari
setelah laporan diterima.
Dalam hal Pengawas Pemilihan memerlukan
keterangan tambahan dari pelapor untuk
melengkapi laporan, keputusan dilakukan
paling lama 5 hari setelah laporan diterima.
Pengawas Pemilihan dapat mengundang
pihak pelapor dan terlapor maupun pihak
terkait lainnya untuk dimintakan
keterangannya dalam klarifikasi atas laporan
yang diterima.
10

Penanganan Dugaan
Pelanggaran
Setelah temuan atau laporan dugaan

pelanggaran memenuhi syarat formal dan


materil, petugas penerima laporan melakukan
pemberkasan laporan dugaan pelanggaran.

Berkas temuan atau laporan dugaan


pelanggaran dilakukan pengkajian sebagaimana
formulir Kajian dugaan pelanggaran Model A-8.

Kajian bersifat rahasia selama belum


diputuskan dalam rapat pleno.

Penomoran formulir Model A-8, menggunakan


penomoran yang sama dengan nomor dalam
formulir Model A.1 untuk Laporan dugaan
pelanggaran atau formulir Model A.2 untuk
Temuan dugaan pelanggaran.
11

Klarifikasi

BA klarifikasi menggunakan formulir


model A-7.
BA klarifikasi dibuat rangkap dan
dibubuhi tanda tangan di atas
materai.
Pihak terklarifikasi dan klarifikator
membubuhkan paraf setiap halaman
dan menandatangani BA Klarifikasi.
Pengawas Pemilu/pengklarifikasi
menyerahkan salinan BA klarifikasi
kepada pihak terklarifikasi.
12

Hasil Kajian

Hasil Kajian terhadap


Temuan/Laporan dugaan
pelanggaran dituangkan dalam
formulir A-9.
Kategori hasil kajian :
a. Pelanggaran Pemilu.
b. Bukan pelanggaran Pemilu.
c. Sengketa Pemilu.

13

Jenis-jenis Pelanggaran Pemilihan

Pelanggaran Kode Etik


Penyelenggara Pemilu;

Pelanggaran Administrasi
Pemilihan; dan/atau

Tindak Pidana Pemilihan


Gubernur, Bupati dan
Walikota.

14

Terimakasih
Atas
Perhatiannya
SALAM
AWASLU..

15