Anda di halaman 1dari 126
STANDAR OPERASI DAN PROSEDUR PENGELOLAAN SPBU PERTAMINA Edisi I - 2004
STANDAR OPERASI DAN PROSEDUR PENGELOLAAN SPBU PERTAMINA Edisi I - 2004

STANDAR OPERASI DAN PROSEDUR PENGELOLAAN SPBU PERTAMINA

Edisi I - 2004
Edisi I - 2004
SERVICE CENTER SAFETY SERVICE CENTER SAFETY
SERVICE CENTER
SAFETY
SERVICE CENTER SAFETY

Keselamatan tidak dapat terjadi begitu saja. Keselarnatan konsumen dan Anda sendiri adalah bagian yang paling penting dari pelayanan pelanggan. Selalu perhatikan gejala-gejala bahaya. Bila Anda melihatnya langsung tangani atau laporkan kepada manajer SPBU. Ikuti tips-tips pada halaman berikut untuk menjamin keselamatan konsumen Anda, pekerja Anda, dan Anda sendiri. Juga ikuti panduan mengenai keselamatan yang dapat Anda temukan pada bagian lain dari manual ini.

Pencegahan Kebakaran

1. PERINGATAN ! Siapapun dilarang merokok didalam area SPBU. Apabila Anda merokok, merokoklah hanya pada area yang diijinkan pada SPBU. Area merokok berada jauh dari pompa BBM dan tidak terlihat oleh pelanggan. Secara sopan minta konsumen Anda yang merokok untuk merokok di luar SPBU.

2. Penggunaan api secara terbuka seperu korek api dan obor juga dilarang.

3. Ketidakpatuhan pada petunjuk keselamatan ini akan berakibat pada pengenaan tindakan disiplin termasuk pemecatan.

4. Ketahuilah Ietak pemadam api dan kotak P3K serta ketahui pulalah cara penggunaannya.

5. Tinjaulah informasi mengenai prosedur pencegahan kebakaran.

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

Tips-Tips Keselamatan

lkuti tips-tips keselamatan berikut ini apabila Anda bekerja pada SPBU Anda :

1. Berikan perintah secara jelas dan dengarkan respon-respon yang timbul.

2. Pandu kendaraan secara hati-hati menuju pompa yang tepat, dengan berdiri pada sisi jalan dan gunakan kedua belah tangan untuk memberikan petunjuk yang jelas.

3. Hati-hati terhadap Iubang pada jalan. Perhatikan konsumen apabila mereka keluar dari kendaraannya dan pandulah mereka ke ruang tunggu bila mereka meninggalkan kendaraanya.

4. Ada kemungkinan jalan licin jadi berjalanlah secara hati-hati dan bersihkan tumpahan minyak sesegera mingkin.

5. Jangan mengisi BBM untuk kendaraan apabila mesin kendaraan dalam keadaan menyala.

6. Jangan berdiri pada jalur kendaraan pada saat kendaraan memasuki dan meninggalkan SPBU.

7. Jangan berdiri pada kursi, drum oli, kardus dan lain-lain. Gunakan selalu tangga.

8. Jangan menggunakan perhiasan.

9. Berhati-hatilah dalam menangani produk-produk kimiawi pada SPBU.

10. Ketahuilah dimana daftar Nomor Telpon Penting dan Nomor Telepon Darurat diletakkan.

11. Bacalah rencana komunikasi keadaan bahaya dan diskusikan dengan manajer SPBU.

12. Kajilah material MSDS dan diskusikan dengan manajer SPBU. Ketahuilah bagaimana membaca dan mengartikan informasi pertolongan pertama.

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL) BAB 1 KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN

BAB 1

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL) PT PERTAMINA (PERSERO) 1 Tanggung Jawab Tanggung jawab

PT PERTAMINA (PERSERO)

1 Tanggung Jawab

Tanggung jawab secara keseluruhan atas pelaksanaan dari kebijakan PT PERTAMINA (PERSERO) berada pada pengusaha SPBU termasuk

aspek keselamatan, kesehatan kerja dan lindungan lingkungan (K3LL) di SPBU. Berdasarkan tanggung jawab tersebut, setiap pengusaha SPBU harus :

a. Memahami standar dan kebijakan keselamatan, kesehatan kerja dan lindungan lingkungan PT PERTAMINA (PERSERO).

b. Memastikan setiap karyawan SPBU telah terlatih dan memahami prosedur kerja dengan baik.

c. Memastikan bahwa seluruh peraturan keselamatan dipahami oleh seluruh karyawan SPBU.

d. Memastikan seluruh tanda-tanda peringatan dan rambu-rambu yang diperlukan di lingkungan SPBU dalam keadaan baik dan dapat terlihat dengan jelas.

e. Menyediakan dan memastikan bahwa seluruh peralatan pemadam kebakaran dan lindungan lingkungan dalam keadaan siap pakai.

f. Bertanggung jawab bila terjadi kecelakaan di SPBU untuk memastikan bahwa penyebab dan kondisi yang muncul dari masing-masing kecelakaan, kejadian atau bencana telah dinvestigasi dan dilakukan tindakan yang tepat agar tidak terulangi kembali.

g. Membuat catatan di safety log book sesegera mungkin setelah kecelakaan.

h. Memastikan bahwa seluruh kerusakan yang terjadi telah dilaporkan.

i. Memastikan bahwa apa-apa yang menjadi tanggung jawabnya telah didelegasikan kepada karyawan yang paling senior selama dia tidak berada di SPBU.

Karyawan SPBU juga mempunyai tanggung jawab, yaitu harus :

a. Memperhatikan dan mematuhi segala peraturan dan kebijakan PT PERTAMINA (PERSERO) tentang K3LL.

b. Mengikuti seluruh instruksi tentang K3LL yang diberikan oleh Pengusaha SPBU.

c. Melaporkan seluruh kecelakaan, kejadian, sumber-sumber potensial bahaya dan kerusakan peralatan pada SPBU kepada Pengusaha SPBU.

1

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

2 Ketentuan-ketentuan K3LL

DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL) 2 Ketentuan-ketentuan K3LL 2.1 Keselamatan Kerja 2.1.1 Ketentuan Umum • Area SPBU

2.1 Keselamatan Kerja

2.1.1 Ketentuan Umum

Area SPBU merupakan daerah berbahaya sehingga diberlakukan ketentuan-ketentuan khusus untuk mencegah kecelakaan, kebakaran dan pencemaran.

Dalam area SPBU tidak diperkenankan mengadakan kegiatan selain yang berkaitan dengan penyaluran BBM dan usaha penunjangnya kecuali dengan ijin PT PERTAMINA (PERSERO).

Kebersihan areal SPBU harus selalu terpelihara dan terjaga.

2

2.1.2 Penerimaan dan Pembongkaran BBM

Mobil tangki pengangkutan BBM harus diparkir pada tempat yang telah ditentukan Posisi mobil tangki diupayakan tidak mengganggu kegiatan di SPBU dan harus dapat dengan mudah dikeluarkan dari lokasi SPBU pada saat keadaan darurat.

Sebelum pembongkaran BBM, pengemudi harus melapor kepada pengawas SPBU setempat.

Slang pembongkaran harus dilengkapi dengan quick coupling baik di fill pot maupun di mobil tangki.

Sebelum pembongkaran BBM arde harus dipasang pada grounding rod.

Alat Pemadam kebakaran harus diturunkan dan ditempatkan dekat kendaraan/ujung dombak.

Selama pengisian berlangsung harus dipasang rambu-rambu peringatan ‘AWAS, SEDANG BONGKAR BBM’.

Selama pembongkaran pengemudi dan kenek harus siap ditempat, mesin kendaraan harus dimatikan dan rem parkir dipasang.

Disekitar lokasi tidak boleh terdapat sumber atau kegiatan yang dapat menimbulkan panas/api. Jika terdapat kondisi berbahaya, pembongkaran harus segera dihentikan dan mobil tangki serta kendaraan lainnya harus segera disingkirkan dari lokasi.

Setelah selesai pembongkaran, kerangan dari pipa discharge mobil tangki harus ditutup. Slang bongkar dilepaskan mulai dari mobil tangki menuju tangki timbun untuk menghindari tumpahan.

Pada saat pembongkaran BBM, unit dispenser yang bersangkutan tidak boleh melayani pengisian BBM.

Pada saat pembongkaran BBM, unit dispenser yang bersangkutan tidak boleh melayani pengisian BBM. PT PERTAMINA (PERSERO)

PT PERTAMINA (PERSERO)

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

2.1.3 Pengisian BBM ke Kendaraan Konsumen

Mesin kendaraan harus dimatikan pada saat pengisian BBM.

Dilarang mengisi BBM selain ke dalam tangki kendaraan, seperti ke drum atau jerigen kecuali yang memenuhi persyaratan K3LL.

Nozzle dispenser harus dalam keadaan baik dan berfungsi otomatis pada saat pengisian.

Dilarang merokok dan mengaktifkan Hand Phone (telepon genggam) pada saat pengisian BBM.

Antrian kendaraan konsumen yang akan mengisi BBM harus diatur dengan baik.

Apabila kendaraan konsumen mogok sewaktu mengisi BBM agar didorong keluar dari area SPBU.

Untuk pengisian sepeda motor, mesin harus dimatikan dan pengemudi harus turun dari kendaraan sebelum pengisian dimulai. Tangki sepeda motor harus diisi dengan perlahan untuk menghindari tumpahan.

2.1.4 Kegiatan Pemeliharaan

Semua pekerjaan pemeliharaan yang dapat menimbulkan bahaya seperti pengelasan, tank cleaning dan perbaikan lainnya harus dilakukan dengan cara yang aman dibawah pengawasan PT PERTAMINA (PERSERO) atau petugas yang kompeten.

Dilarang memperbaiki kendaraan di dalam area SPBU.

Pengusaha SPBU harus memastikan bahwa kontraktor pihak ketiga yang dipekerjakan di SPBU baik untuk pengerjaan perawatan ataupun hal lain disyaratkan untuk memahami standar dan prosedur K3LL.

2.1.5 Kebersihan dan Kerapihan

Kebersihan di area SPBU harus selalu terjaga dan bebas dari sampah dan tumpahan minyak.

Saluran air harus dalam keadaan bersih dan lancar.

Di

area SPBU ditempatkan bak sampah yang mencukupi.

Ruang peraga, kantor, toilet harus selalu dalam keadaan bersih dan baik.

2.2 Pencegahan Kebakaran

2.2.1 Ketentuan Umum

Dilarang merokok, mengaktifkan hand phone (telepon genggam),

membuat api terbuka atau pekerjaan yang menimbulkan bunga api

di area SPBU

Area SPBU harus aman dari sumber api dengan cara pengaturan jarak aman (safety distance) atau tembok pembatas.

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

Semua perlengkapan listrik yang akan dipasang di SPBU harus disesuaikan dengan standard code yang umum dipakai (IP Electircal Safety Code) dan P.U.I.L. 1990.

Karyawan SPBU harus memastikan bahwa tidak terdapat akumulasi uap BBM yang dalam kondisi tertentu dapat terbakar atau meledak.

2.2.2 Peralatan Pemadam Kebakaran

Di area SPBU harus selalu tersedia alat pemadam kebakaran dalam jumlah yang cukup menurut ketentuan PT PERTAMINA (PERSERO) dan selalu dalam keadaan siap pakai.

Alat pemadam harus ditempatkan pada lokasi yang telah ditentukan dan tidak dibenarkan dipindahkan tanpa ijin petugas setempat.

Alat pemadam harus diperiksa setiap 6 bulan sekali oleh petugas/perusahaan yang berwenang meliputi : kondisi fisik tabung, kondisi slang dan nozzle, kondisi tepung dan tekanan gas. Hasil dan tanggal pemeriksaan harus dicantumkan pada tabung pemadam.

Setiap karyawan SPBU harus memahami dan terlatih menggunakan alat pemadam kebakaran yang tersedia di SPBU. Tata cara pengoperasian alat pemadam dapat dilihat pada Lampiran 1.

2.3 Lindungan Lingkungan

2.3.1 Ketentuan Umum

Dilarang membuang limbah minyak dan bahan berbahaya lainnya secara langsung ke lingkungan sekitar SPBU.

Saluran air harus dilengkapi dengan oil catcher sebelum menuju ke perairan umum.

Semua tumpahan/ceceran minyak harus segera dibersihkan dengan bahan penyerap (absorbent) seperti pasir dan sorbent. Bekas kotoran minyak harus dibuang ke tempat yang aman sesuai ketentuan PT PERTAMINA (PERSERO).

Limbah pelumas bekas harus dikumpulkan dan ditampung dalam suatu tempat untuk diserahkan pengelolaannya kepada perusahaan pengumpul dan pengolah pelumas bekas yang telah mendapat ijin dari pemerintah.

2.3.2 Sumur Pantau

Sumur pantau harus diperiksa setiap hari secara visual. Pemeriksaan kadar minyak pada sumur pantau secara laboratorium dilakukan secara berkala sesuai dokumen UKL dan UPL.

Laporan pemeriksaan sumur pantau harus disampaikan secara berkala ke PT PERTAMINA (PERSERO) seusai Lampiran 2.

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

2.3.2 Kesehatan Kerja

Hindari kontak yang lama dan berulang-ulang antara BBM dengan kulit. Ganti segera pakaian yang terkontaminasi dengan minyak dan cuci tubuh dengan sabun dan air.

Tertelan BBM dapat menimbulkan kecelakaan yang fatal. Jangan coba untuk memuntahkannya tapi harus segera langsung di bawa kerumah sakit.

Hindari menghirup uap BBM secara berlebihan. Uap BBM bersifat anesthesis dan jika terhirup dapat menyebabkan mengantuk yang berakibat timbulnya resiko kecelakaan.

2.4 Pelatihan K3LL

Semua karyawan/operator SPBU harus mengikuti latihan pemadam kebakaran sebelum SPBU dioperasikan yang diadakan oleh PT PERTAMINA (PERSERO).

Latihan pemadaman kebakaran bagi operator SPBU harus dilakukan setiap 6 bulan.

3 Peralatan dan Fasilitas K3LL KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)
3
Peralatan dan Fasilitas K3LL
KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

Peralatan yang digunakan dalam rangka menjaga kondisi kesehatan, keselamatan, dan lingkungan kerja di SPBU adalah :

3.1 Alat Pemadam Kebakaran, merek dan jenis yang telah digunakan telah seusai dengan vendor list PT PERTAMINA (PERSERO), yaitu jenis :

Dry Chemical powder tipe cartridge kapasitas 9 kg minimal 1 unit di setiap tiang kanopi, kios/kantor, dan gudang.

• Dua unit racun api beroda tipe dry chemical powder kapasitas 70 kg yang ditempatkan di dekat tangki timbun dan tempat pembongkaran. (catatan : jumlah racun api beroda tergantung luas dan sarana di SPBU).

• Alat pemadam jenis CO 2 untuk ruang genset atau ruang listrik

• Posisi penempatan alat pemadam kebakaran harus ditentukan sejak awal SPBU beroperasi dan dilarang untuk dipindahkan oleh siapapun tanpa izin dari pengusaha SPBU.

3.2 Tanda dan Rambu Peringatan :

Tanda-tanda peringatan dan rambu-rambu yang harus ada di SPBU adalah (lihat lampiran 1) :

• Petunjuk tata cara pembongkaran BBM

• Tanda dilarang merokok

• Tanda harus mematikan mesin kendaraan saat pengisian BBM

• Tanda dilarang menyalakan hand phone/telepon genggam

• Tanda dilarang menggunakan kamera di area SPBU

• Rambu peringatan sedang dalam proses pembongkaran BBM

• Tanda dilarang untuk memasuki area tertentu di SPBU

• Tanda dilarang berjualan di area SPBU

• Tanda dilarang mengisikan BBM ke dalam drum/jerigen

• Rambu-rambu petunjuk arah lalu lintas di SPBU

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

Tanda dan rambu peringatan tersebut harus :

• Dibuat dengan gambar atau tulisan yang jelas dan mudah dimengerti oleh setiap orang yang berada di lingkungan SPBU.

• Berukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dan dibaca dengan jelas dalam jarak minimal 10 (sepuluh) meter.

• Dipasang pada ketinggian yang sesuai (eye level).

3.3 Grounding System :

Grounding system dibuat untuk menghindari terjadinya bahaya kebakaran akibat sambaran petir dan aliran listrik statis. Hal ini diterapkan pada tangki timbun, dispenser, generator, dan sistem.

• Semua grounding system tersebut harus di periksa setahun sekali. Besar tahanan grounding maksimum yang dipersyaratkan adalah maksimal 7 ohm untuk sarana peralatan non listrik dan maksimal 4 ohm untuk sarana peralatan listrik, kecuali ditentukan lain sesuai spesifikasi peralatan.

3.4 Sumur Pantau :

SPBU harus dilengkapi dengan sumur pantau untuk mendeteksi

adanya kebocoran dari tangki timbun atau sistem pemasangan pipa. Penempatan sumur pantau dibedakan menurut konstruksi tangki timbun (under ground tank) yang berupa :

a. Sistem penanaman tangki timbun TANPA MENGGUNAKAN LAPISAN PLASTIK TAHAN MINYAK

• Jarak maksimum adalah 1 (satu) meter di bagian luar dinding tangki timbun.

• Kedalaman sumur pantau minimal 0,6 meter di bawah plat dasar tangki timbun.

b. Sistem penanaman tangki timbun dengan MENGGUNAKAN LAPISAN PLASTIK TAHAN MINYAK

• Ditempatkan pada bagian dalam areal penanaman tangki timbun yang dilapis plastik tahan minyak.

Jumlah sumur pantau disesuaikan dengan konstruksi tanki timbun (under ground tank), yaitu :

• Sistem penanaman tangki timbun dengan lapisan plastik tahan minyak : menggunakan minimal 1 (satu) buah sumur pantau.

• Sistem penanaman tangki timbun tanpa lapisan plastik tahan minyak.

Jumlah

Jumlah

Keterangan

tangki timbun

sumur pantau

Jumlah Keterangan tangki timbun sumur pantau PT PERTAMINA (PERSERO) 2 buah – 2 buah 1 Tergantung

PT PERTAMINA (PERSERO)

2 buah

– 2 buah

1 Tergantung pada penempatan dan jarak tangki timbun

3 buah

2 Tergantung pada penempatan dan jarak tangki timbun

– 3 buah

4 buah

3 Tergantung pada penempatan dan jarak tangki timbun

– 4 buah

7

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

Konstruksi sumur pantau harus disesuaikan dengan peralatan yang dipergunakan untuk pemantauan yaitu :

Bahan

:

Pipa PVC Ø 4" Panjang pipa PVC disesuaikan dengan diameter tangki timbun ± 0,6

Kelengkapan

:

Tutup + Kunci Manhole Coupling PVC Ø 4" Cap. PVC Ø 4" Saringan dari bahan tile Tutup plat baja

Alat Pemantau

: Sample Can untuk menimba cairan dari dalam sumur pantau Tongkat ukuran (deep stick) yang bagian ujungnya dioleskan pasta minyak (gasoline gauging paste)

3.5 Oil Catcher :

• Saluran air pada SPBU harus dilengkapi dengan oil catcher untuk memisahkan tumpahan minyak yang masuk ke dalam saluran air.

Oil catcher harus terdiri dari sekat/kompartemen untuk memisahkan minyak secara bertahap.

• Jumlah oil catcher tergantung pada luas areal SPBU.

3.6 Perlengkapan P3K :

SPBU harus dilengkapi dengan fasilitas P3K dengan jumlah yang memadai.

3.7 Pita/Rantai Pembatas Dilarang Masuk :

Dipakai sebagai pembatas area pada saat proses penerimaan/ pembongkaran BBM.

3.8 Perlengkapan Keselamatan Pekerja :

Pekerja SPBU harus dilengkapi dengan pakaian kerja standar dan sepatu keselamatan (safety shoes) .

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

4 Penanggulangan Kebakaran dan Pencemaran

4.1 Prosedur Pemadaman Kebakaran/Ledakan

4.1.1 Kebakaran Kecil

Karyawan atau petugas yang mengetahui terlebih dahulu segera memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam portable yang terdekat (dilarang menggunakan media air).

Beritahukan yang lain dengan berteriak "KEBAKARAN". Upayakan agar tidak timbul kepanikan pada konsumen atau petugas yang berada di sekitar SPBU.

Apabila kebakaran berhasil dipadamkan, buat laporan kejadian di safety log book (Lampiran 4) dan amankan lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan.

4.1.2 Kebakaran Besar

Apabila kebakaran kecil tidak dapat dipadamkan dengan cepat atau pada saat pertama diketahui api sudah membesar, maka :

Matikan seluruh aliran listrik dan hentikan seluruh kegiatan SPBU.

Bila kebakaran menimpa mobil konsumen, segera pindahkan ke tempat yang aman, jauh dari tangki pendam.

Bila kebakaran terjadi pada saat pembongkaran BBM dari mobil tangki, segera hentikan pembongkaran, tutup kerangan, lepaskan slang bongkar, dan evakuasi mobil tangki ke tempat yang aman bila memungkinkan.

Atur dan arahkan orang-orang dan kendaraan bermotor yang ada di SPBU untuk keluar dari SPBU.

Blokir lokasi SPBU sehingga semua kendaraan dan orang yang tidak bekepentingan tidak masuk ke SPBU.

Telepon Petugas Pemadam Kebakaran dan Polisi, serta PT PERTAMINA (PERSERO) terdekat.

Laporkan kepada pengusaha SPBU dan PT PERTAMINA (PERSERO) terdekat (K3LL dan WP).

Apabila pemadaman telah selesai, buat laporan kejadian di safety log book dan amankan lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan.

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

4.1.3 Kebakaran di Sekitar SPBU

Bila terjadi kebakaran di sekitar SPBU yang dipandang membahayakan keamanan SPBU, maka lakukan tindakan-tindakan sebagai berikut :

a. KEBAKARAN DALAM RADIUS ± 25 METER

• Tingkatkan kewaspadaan.

• Laporkan ke PERTAMINA.

• Stop lossing /bongkar mobil tangki.

• Bila perlu hentikan semua kegiatan, evakusi kendaraan, tutup dombak tangki serta lobang pernafasan tangki pendam dengan karung basah.

• Siapkan pemadam/racun api yang tersedia.

b. KEBAKARAN DALAM RADIUS ± 25 S/D 50 METER

• Lakukan pemantauan.

Bila kebakaran dipandang membahayakan SPBU lakukan langkah-langkah seperti point a diatas.

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

Flow chart pemadaman kebakaran/ledakan

Karyawan SPBU

Pengusaha SPBU

Start Beritahukan orang lain bahwa ada kebakaran
Start
Beritahukan orang
lain bahwa ada
kebakaran
Padamkan api menggunakan APAR yang tersedia (Dry chemical powder) No
Padamkan api
menggunakan
APAR yang tersedia
(Dry chemical
powder)
No
Matikan seluruh pompa
Matikan seluruh
pompa
Stop aliran listrik
Stop aliran listrik
Evakuasi orang- orang dan kendaraan keluar dari SPBU
Evakuasi orang-
orang dan
kendaraan keluar
dari SPBU
Telepon petugas pemadam kebakaran dan polisi
Telepon petugas
pemadam
kebakaran dan polisi

Yes

dari SPBU Telepon petugas pemadam kebakaran dan polisi Yes Laporkan kepada pengusaha SPBU Laporkan kepada K3LL/WP

Laporkan kepada

pengusaha SPBU

kebakaran dan polisi Yes Laporkan kepada pengusaha SPBU Laporkan kepada K3LL/WP Pertamina Catat kejadian di
Laporkan kepada K3LL/WP Pertamina Catat kejadian di safety log book Finish
Laporkan kepada
K3LL/WP Pertamina
Catat kejadian di
safety log book
Finish

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

4.2 Prosedur Penanganan Tumpahan/Ceceran BBM

Apabila terjadi tumpahan/ceceran BBM, petugas SPBU harus melakukan prosedur berikut, yaitu :

Stop sumber tumpahan.

Upayakan untuk melokalisir tumpahan dengan pasir, tanah atau sejenisnya untuk menghindari aliran minyak menuju ke jalan umum, bangunan atau saluran drainase dan tidak menyebar diarea SPBU.

Tampung tumpahan BBM.

Jika sumber tumpahan tidak dapat dihentikan dengan cepat atau tumpahan terjadi dalam jumlah yang besar atau tidak dapat ditampung, maka :

Stop aliran listrik dan seluruh kegiatan di SPBU.

Beritahukan petugas yang lain.

Bila perlu, tutup semua kerangan atau pintu oil catcher untuk menghindari lolosnya tumpahan ke perairan/saluran air umum.

Amankan lokasi tumpahan dari sumber api (minimal 50 m).

Siapkan racun api pada posisi tertentu sesuai arah angin.

Hubungi PT PERTAMINA (PERSERO) dan petugas PMK terdekat. Jika perlu hubungi petugas kepolisian untuk mengatur lalu lintas disekitar lokasi.

Cegah kendaraan memasuki SPBU. Kendaraan yang berada dilokasi SPBU dilarang menghidupkan mesin disekitar tumpahan.

Ingatkan konsumen dan masyarakat sekitar lokasi terhadap bahaya yang mungkin timbul.

Lakukan penanggulangan tumpahan dengan aman dan menggunakan alat-alat yang tidak menimbulkan api.

Buat catatan kejadian di safety log book (terlampir).

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

Flow chart kebocoran BBM

Karyawan SPBU

Pengusaha SPBU

Start Stop aliran listrik Amankan segala sumber api jauh dari kebocoran (minimal 50 m) Cegah
Start
Stop aliran listrik
Amankan segala
sumber api jauh
dari kebocoran
(minimal 50 m)
Cegah kendaraan
untuk datang ke
SPBU
Stop sumber kebocoran dan cegah cairan BBM tidak menyebar No
Stop sumber
kebocoran dan
cegah cairan BBM
tidak menyebar
No

Yes

kebocoran dan cegah cairan BBM tidak menyebar No Yes Bersihkan cairan BBM yang menggenang Laporkan kepada
Bersihkan cairan BBM yang menggenang
Bersihkan cairan
BBM yang
menggenang

Laporkan kepada

pengusaha SPBU

BBM yang menggenang Laporkan kepada pengusaha SPBU Laporkan kepada K3LL/WP Pertamina Catat kejadian di
Laporkan kepada K3LL/WP Pertamina Catat kejadian di safety log book Finish
Laporkan kepada
K3LL/WP Pertamina
Catat kejadian di
safety log book
Finish

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

4.3 Prosedur Penanganan Kecelakaan Fatal

Apabila terjadi kecelakaan fatal, petugas SPBU harus melakukan prosedur berikut, yaitu :

Lakukan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) untuk korban.

Telepon ambulans/rumah sakit terdekat

Stop operasi dari SPBU apabila diperlukan.

Laporkan kepada pengusaha SPBU, K3LL dan WP PT PERTAMINA (PERSERO).

Flow chart kecelakaan fatal

Karyawan SPBU

Pengusaha SPBU

Start
Start

Stop aliran listrikchart kecelakaan fatal Karyawan SPBU Pengusaha SPBU Start Amankan segala sumber api jauh dari kebocoran (minimal

Amankan segala sumber api jauh dari kebocoran (minimal 50 m) Stop sumber kebocoran dan cegah
Amankan segala
sumber api jauh
dari kebocoran
(minimal 50 m)
Stop sumber
kebocoran dan
cegah cairan BBM
tidak menyebar
Yes
No

Cegah kendaraan untuk datang ke SPBU

tidak menyebar Yes No Cegah kendaraan untuk datang ke SPBU Bersihkan cairan BBM yang menggenang Laporkan
Bersihkan cairan BBM yang menggenang Laporkan kepada K3LL/WP Pertamina Catat kejadian di safety log book
Bersihkan cairan
BBM yang
menggenang
Laporkan kepada
K3LL/WP Pertamina
Catat kejadian di
safety log book
Finish

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

5 Pengawasan, Pemantauan dan Pelaporan

LINGKUNGAN (K3LL) 5 Pengawasan, Pemantauan dan Pelaporan • Pemantauan aspek Lindungan Lingkungan berupa :

Pemantauan aspek Lindungan Lingkungan berupa : pemantauan air tanah/sumur pantau, pemantauan air permukaan, kualitas udara dilakukan mengacu sesuai dokumen UKL dan UPL yang telah disetujui oleh instansi yang berwenang.

Pemeriksaan kandungan minyak pada sumur pantau dilakukan

setiap hari secara visual dan dilakukan analisa laboratorium setiap bulan, serta hasilnya dilaporkan menggunakan Formulir terlampir.

Pemeriksaan kondisi alat pemadam kebakaran dilakukan setiap 6 bulan oleh petugas yang berwenang.

Pengukuran grounding dilakukan setiap tahun oleh petugas yang berwenang.

Hasil pemantauan, pengukuran dan pemeriksaan aspek K3LL dilaporkan kepada PT PERTAMINA (PERSERO).

Setiap terjadi kecelakaan atau kebakaran yang terjadi di SPBU harus dilaporkan kepada K3LL/WP PT PERTAMINA (PERSERO) dengan cara :

- Lisan atau melalui telpon segera setelah kejadian.

- Dengan laporan tertulis selambat-lambatnya 2 x 24 jam setelah kejadian.

Laporan dibuat rangkap sesuai dengan tembusan menurut kebutuhan atau petunjuk UPMS setempat dan ditandatangani oleh pimpinan SPBU. Copy laporan disimpan dengan baik di SPBU dan dapat ditunjukkan bila diperlukan.

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

Lampiran :

Lampiran 1 – Rambu dan Tanda Peringatan

Lampiran 2 – Tata Cara Pengoperasian Alat Pemadam

Lampiran 3 – Form Pemeriksaan Laporan Sumur Pantau

Lampiran 4 – Form Safety Log Book

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

Lampiran 1

Rambu dan Tanda Peringatan

DILARANG MEROKOK

DILARANG MEROKOK

DILARANG MENGAKTIFKAN HAND PHONE

DILARANG MENGAKTIFKAN HAND PHONE

DILARANG MEMOTRET

DILARANG MEMOTRET

DILARANG MENYALAKAN API

DILARANG MENYALAKAN API

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

!
!

PERHATIAN

MATIKAN MESIN KENDARAAN ANDA SAAT PENGISIAN BBM

MATIKAN MESIN KENDARAAN ANDA SAAT PENGISIAN BBM

!
!

PERHATIAN

DILARANG MASUK KE AREA INI KECUALI PETUGAS

! PERHATIAN DILARANG MASUK KE AREA INI KECUALI PETUGAS
!
!

PERHATIAN

DILARANG MASUK KE AREA INI SEDANG PROSES PEMBONGKARAN BBM

DILARANG MASUK KE AREA INI SEDANG PROSES PEMBONGKARAN BBM

!
!

PERHATIAN

DILARANG MENGISIKAN BBM KE DALAM DRUM / JERIGEN

DILARANG MENGISIKAN BBM KE DALAM DRUM / JERIGEN

!
!

PERHATIAN

DILARANG BERJUALAN DI AREA SPBU

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

Lampiran 2

Tata cara pengoperasian alat pemadam Kap. 20 Lbs (9 Kg)

1. Turunkan alat pemadam dari tempatnya.

2. Lepaskan selang dari jepitan.

3. Pegang horn nozzle dengan tangan kiri sedangkan tangan kanan menekan pelatuk/pemecah cartridge dengan posisi badan/muka menyamping dari fill cap racun api.

4. Lakukan pengetesan di tempat yang aman terlebih dahulu sebelum maju ke sasaran api dengan posisi nozzle ke atas.

5. Bila alat tersebut baik majulah mendekati api dari arah angin datang (diatas angin) dengan memegang nozzle sudut 45.

6. Padamkan api dengan mengarahkan semburan tepung/serbuk kimia kira-kira 2 meter dari muka sudut tepi api. Majulah perlahan sambil mengibaskan ke kiri dan ke kanan sedemikian rupa sehingga semburan tepung melewati tepian api/batas bagian yang terbakar tertutup dengan sempurna.

7. Perhatikan dengan seksama apakah api benar-benar telah padam. Bila telah padam, mundurlah beberapa langkah dan jangan langsung membelakangi api karena kemungkinan api menyala kembal (flash back) dan akan membahayakan bagi pemakainya.

8. Bila terjadi kebakaran besar dan api tidak dapat dipadamkan dengan APAR, segera hubungi petugas PMK terdekat.

(a)
(a)
(c)
(c)
(b)
(b)
(d)
(d)

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

Tata cara pengoperasian alat pemadam beroda Kap. 150 Lbs (70 Kg)

1. Tarik Alat Pemadam ke lokasi kebakaran sampai jarak aman (± 5 meter).

2. Tarik slang dan pegang ujung nozzle.

3. Tarik kunci pengaman dan tekan tuas kunci untuk menusuk seal.

4. Tes alat pemadam dengan membuka nozzle, arahkan ke atas/tempat yang aman. Bila tepung keluar tutup kembali.

5. Arahkan slang/nozzle ke api dan kibas-kibaskan sehingga semburan tepung merata menutupi kebakaran.

6. Bila api mati, mundur perlahan-lahan, jangan membalik karena api mungkin menyala kembali.

7. Bila api tidak mati, mundur perlahan menjauhi api dan minta bantuan.

150 TO 300 LB WHEELED UNIT-CONSTRUCTION OPERATION HANDLE (b) N2 CYLINDER COVER (b) N2 CYLINDER
150 TO 300 LB WHEELED UNIT-CONSTRUCTION OPERATION
HANDLE
(b)
N2 CYLINDER
COVER
(b) N2 CYLINDER
VALVE
(f) NOZZLE
VALVE
(g) OPERATING
HANDLE
(a) N2 CYLINDER
VALVE
RUPTURE DISK
ASSEMBLY
N2
PRESSURE
(g)
OPERATING
LINE
VALVE
(a) N2 CYLINDER
(f)
NOZZLE
(e)
HOSE
DRY CHEMICAL
STORAGE BOTTLE
(e) HOSE
(c)
GAS TUBE
(b)
N2 CYLINDER VALVE
(a)
N2 CYLINDER
(e)
HOSE
(f)
NOZZLE
(g) OPERATING VALVE

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

Lampiran 3

PEMERIKSAAN LAPORAN SUMUR PANTAU (MONITORING WELL) SPBU

PEMERIKSAAN LAPORAN SUMUR PANTAU (MONITORING WELL)

SPBU

Bulan :

No

Tanggal

 

Sumur pantau

 

Hasil Pantauan

 

Keterangan

I

 

II

III

IV

 

,

2003

 

Mengetahui,

 

Kepala / Pengawas SPBU

 

Petugas Pemantau

(

)

(

)

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

Lampiran 4

Form safety log book

  LAPORAN KECELAKAAN DAN KEBAKARAN SPBU
 

LAPORAN KECELAKAAN DAN KEBAKARAN SPBU

1

Tanggal

:

2

No. SPBU

:

3

Lokasi

:

4

Pemilik

:

5

Kejadian

:

 

Kecelakaan

 

:

 

Kebakaran

6

Uruian singkat

:

7

Korban

- Nama

:

- Umur

:

- Pekerjaan

:

- Alamat

:

- Cidera

:

8

Kerugian / kerusakan

 

:

9

Tindakan Penanggulangan Kebakaran

 
 

Dengan Alat Pemadam

Ukuran

Jumlah

 

Cara laian (Jelaskan)

Distribusi

 

Pimpinan SPBU

 

- GM UPMS

- Ka. Cabang

- Ka. LK3

BAB 2

PELAYANAN

PELANGGAN

PELAYANAN PELANGGAN
PELAYANAN PELANGGAN

1

Umum

Kualitas pelayanan merupakan salah satu cara untuk mewujudkan kepuasan pelanggan yang akan mendorong pelanggan untuk melakukan pembelian ulang dan akan merekomendasikan kepada relasi/teman/ saudara/dan lain-lainnya. Pelayanan dikatakan baik jika dilakukan dengan CEPAT, TEPAT DAN NYAMAN.

Secara umum, dalam memberikan pelayanan, pengusaha dan karyawan SPBU diharuskan untuk :

a. Pada saat pelanggan datang, segera temui.

b. Selalu Senyum, Sapa, Salam kepada pelanggan.

c. Menyediakan cara yang paling mudah bagi pelanggan ketika hendak membeli.

d. Menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan pelanggan secara professional.

e. Memberikan kesan kepada pelanggan bahwa SPBU dijalankan secara professional.

Jadi, pelayanan adalah “TINDAKAN MEMBANTU, MENOLONG, MEMUDAHKAN, MENYENANGKAN, DAN TINDAKAN YANG BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN”.

MEMBANTU, MENOLONG, MEMUDAHKAN, MENYENANGKAN, DAN TINDAKAN YANG BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN”. PT PERTAMINA (PERSERO) 17

PELAYANAN PELANGGAN

2 Kaidah Pelayanan yang Harus Diperhatikan :

Pengusaha/manajer SPBU harus menerapkan standar pelayanan pelanggan karena hal tersebut penting bagi pelanggan.

Pelanggan yang puas merupakan media yang terbaik untuk promosi dan hal ini akan memastikan pelanggan untuk kembali.

Pelanggan tidak tergantung kepada Anda, tetapi andalah yang tergantung kepada pelanggan.

Pelanggan bukan merupakan seseorang yang mengganggu pekerjaan Anda, tetapi pelanggan adalah tujuan dari pekerjaan Anda.

Pelanggan bukan seseorang untuk Anda berargumentasi dan bersaing karena tidak ada seorangpun yang pernah menang berargumentasi dengan seorang pelanggan.

Pelanggan adalah seseorang yang menunjukkan kepada Anda apa yang dia inginkan. Itu merupakan tugas Anda untuk melayaninya yang pada akhirnya akan menguntungkan pelanggan dan tentunya bagi Anda sendiri.

3 Standar Layanan Operator SPBU dan Peralatan

3.1 Sikap Operator SPBU

3.1.1 Ramah

Sikap ini penting untuk menciptakan suasana santai pada diri pelanggan. Dalam suasana santai pelanggan akan lebih mudah untuk menyampaikan keinginannya sehingga petugas lebih mudah memahaminya dan dapat menghindari kemungkinan salah faham. Sikap ramah dapat dikembangkan dengan cara :

menciptakan suasana hati yang riang

melupakan hal-hal yang menjengkelkan

wajah yang selalu tersenyum

nada suara yang hangat

tidak membeda-bedakan pelanggan dan setiap pelanggan adalah pribadi yang penting

3.1.2 Sopan Santun

Sikap sopan dan santun adalah WAJIB, walaupun pelanggan bersikap negatif kepada kita. Sikap sopan dan santun merupakan cermin dari kepribadian tinggi sehingga pelangganpun akan menunjukkan rasa hormatnya kepada kita.

PELAYANAN PELANGGAN

3.1.3 Selalu Peduli dan Siap Membantu

Pelanggan telah bermurah hati menggunakan produk dan pelayanan kita, maka sudah sepantasnyalah bila kita selalu PEDULI dan siap membantu agar pelayanan yang diberikan tidak mengecewakan.

3.1.4 Yakin dan Percaya Diri

Sikap yakin dan percaya diri harus dimiliki setiap petugas. Tanpa sikap percaya diri kita tidak akan dapat meyakinkan dan membuat pelanggan percaya kepada kita. Sikap yakin dan percaya diri tersebut dapat dikembangkan dengan cara :

menghargai diri sendiri

memahami cara kerja di bagian kita

memahami peraturan yang berlaku

melaksanakan semua standar pelayanan yang ditetapkan perusahaan

penampilan yang rapih dan serasi

pengetahuan yang memadai

3.1.5 Teliti dan Hati-Hati

Untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, operator harus memiliki ketelitian/kecermatan dan kehati-hatian dalam pelayanan.

3.1.6 Informatif

Operator diharuskan menguasai pengetahuan tentang produk yang dijual serta pengetahuan tentang fasilitas SPBU, sehingga dapat memberikan informasi yang jelas kepada konsumen.

3.1.7 Menghargai Waktu

Operator diharuskan sigap dalam melakukan pelayanan, karena pada umumnya pelanggan menghendaki pelayanan yang cepat.

3.2 Prinsip Dalam Melayani 3S (Senyum - Salam - Sapa)

3.2.1 Senyum

Melayani selalu dengan senyum, walaupun menghadapi pelanggan yang sedang emosi. Dalam hati operator harus selalu merasa riang, nyaman, dan tulus melayani.

3.2.2 Salam

Yaitu dengan mengucapkan ‘selamat pagi/siang/sore/malam’ atau ‘selamat datang/jalan’ atau yang lainnya.

atau ‘selamat datang/jalan’ atau yang lainnya. PT PERTAMINA (PERSERO) 3.2.3 Sapa Yaitu dengan ucapan yang

PT PERTAMINA (PERSERO)

3.2.3 Sapa

Yaitu dengan ucapan yang hangat dan bersahabat, seperti ‘bapak’, ‘ibu’, ‘adik’, dan lainnya, atau dengan nama jika mengetahui dengan pasti nama pelanggan.

19

PELAYANAN PELANGGAN

3.3 Penampilan Operator SPBU

Pakaian seragam harus bersih dan rapih sesuai dengan standar Pertamina.

Semua kancing baju telah dikancingkan dengan benar.

Ritjsleting harus dikenakan dengan benar.

Harus memakai sepatu dan kaos kaki.

Aksesoris yang diperbolehkan: ikat pinggang, ikat rambut, subang/anting yang serasi dengan busana dan tubuh (untuk wanita).

Tanda pengenal dikenakan dengan tepat di dada sebelah kiri.

Tata rambut harus sesuai dengan wajah, usia, dan suasana kerja. Sebagai pedoman, tata rambut yang aman adalah potongan yang pendek dan rapih untuk pria, dan memakai ikat rambut untuk wanita yang berambut panjang atau dipotong pendek diatas bahu.

Kumis, jenggot dan cambang harus tercukur rapih. Wajah yang bersih menimbulkan kesan sikap yang “bersih”.

Dalam melayani pelanggan, selain wajah yang paling sering terlihat oleh pelanggan adalah tangan. Perhatikanlah tangan Operator harus bersih, dan kuku terpotong rapih.

3.4 Standar Peralatan

Beberapa peralatan yang wajib tersedia bagi operator SPBU :

1. Kalkulator

2. Bon pembelian dan alat tulis

3. Uang kembalian/receh

4. Pakaian seragam dan tanda pengenal

5. Form Keluhan Pelanggan

Contoh format keluhan pelanggan

No Waktu Petugas Keluhan / Komplain Pelanggan Harapan / Keinginan Pelanggan Tindakan yang Keterangan Diambil
No
Waktu
Petugas
Keluhan / Komplain
Pelanggan
Harapan / Keinginan
Pelanggan
Tindakan yang
Keterangan
Diambil

4

Prosedur Pengisian BBM PELAYANAN PELANGGAN
Prosedur Pengisian BBM
PELAYANAN PELANGGAN

1. Arahkan kendaraan yang datang ke unit pompa produk yang sesuai, dengan antrian yang paling sedikit serta memperhatikan posisi lubang tanki kendaraan.

2. Segera temui pelanggan dengan tersenyum, menyapa, dan mengucapkan salam.

3. Tanyakan kebutuhan BBM yang diinginkan (dalam jumlah liter atau jumlah uang), konfirmasikan kembali jumlah pengisian tersebut kepada pelanggan.

4. Membantu membuka tutup tangki bahan bakar kendaraan yang akan diisi.

5. Informasikan kepada pelanggan bahwa angka meter telah menunjukkan angka nol.

6. Set jumlah BBM yang diminta oleh pelanggan pada pompa dispenser. Angkat nozzle dan kemudian isikan BBM ke kendaraan sesuai yang diminta pelanggan.

7. Kembalikan nozzle kepada tempatnya dan bantu pelanggan menutup tanki bahan bakar kendaraannya.

8. Beritahukan jumlah liter yang diisikan, daftar harga, dan nominal uang yang harus pelanggan bayar, kemudian tulis bonnya.

9. Terima uang dari pelanggan dengan menggunakan tangan kanan dan sebutkan nilai nominal uang yang diterima dari pelanggan.

10. Berikan uang kembalian dan sebutkan nilai nominalnya kepada pelanggan berikut bonnya dengan menggunakan tangan kanan seraya ucapkan terimakasih, senyum, dan sampaikan salam selamat jalan.

terimakasih, senyum, dan sampaikan salam selamat jalan. PT PERTAMINA (PERSERO) TIPS : Mengingatkan pelanggan dengan

PT PERTAMINA (PERSERO)

TIPS :

Mengingatkan pelanggan dengan sopan apabila belum mematikan mesin kendaraan, sedang merokok, atau sedang menggunakan telepon selular. Pengisian BBM harus berlangsung dengan cepat, tepat, dan profesional. Jangan membelakangi konsumen dan meninggalkan unit pompa saat pengisian BBM. Perhatikan nozzle, jangan sampai BBM tumpah. Apabila memungkinkan, informasikan produk-produk Pertamina yang lain atau program promosi jika ada. Usahakan membuat pelanggan merasa nyaman saat menunggu pengisian dengan tetap tersenyum, berbasa-basi bila mungkin, atau mendengarkan saja.

21

PELAYANAN PELANGGAN

5 Prosedur Penanganan Komplain

Umumnya pelanggan menginginkan pelayanan yang sempurna, namun

ada kalanya pelayanan tersebut tidak terpenuhi. Hal ini akan menyebabkan pelanggan kecewa kepada karyawan SPBU. Dalam keadaan tersebut, seorang karyawan yang telah terlatih harus bisa menghadapi kondisi ini dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

a. Dengarkan keluhan pelanggan dengan teliti dan empati tanpa memotong pembicaraannya.

b. Tetaplah tenang. Bila perlu, ambil tindakan yang diperlukan seperti mencatat, mencari data, mengecek apakah komplain tersebut benar atau tidak.

c. Ajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memperjelas/menegaskan.

d. Jawab komplain setelah pelanggan selesai berbicara.

e. Jika pihak SPBU memang bersalah, akui kesalahan, minta maaf dan perbaiki kesalahan jika dapat mengakhiri masalah.

f. Jika masih tidak puas, tawarkan solusi singkat dan sederhana sesuai dengan wewenang yang diberikan.

g. Jika tidak berhasil, tawarkanlah pelanggan untuk menemui Pengusaha SPBU atau karyawan lain yang telah diberikan wewenang untuk mengatasi masalah ini dengan waktu penyelesaian yang spesifik dan konsisten dengan waktu tersebut.

h. Catat setiap keluhan pada buku keluhan untuk perbaikan.

TIPS :

• Tetap tenang dan sabar.

• Keluhan sekecil apapun segera ditanggapi dan diselesaikan sampai tuntas.

• Harus tetap rasional dan fokus pada permasalahan, hindari gaya bicara berlebihan.

• Jangan mencari alasan pembenaran, selalu bersikap diplomatis dan sopan.

• Jangan terpancing emosi. Ingatlah ! Bahwa orang yang emosi tidak dapat berargumentasi dengan baik.

• Ingatlah bahwa pelanggan selalu menang karena mereka dapat beralih membeli di SPBU lain.

• Kata kunci yang harus digunakan oleh pengusaha dan karyawan SPBU adalah “Pelanggan Selalu Benar”.

• Beberapa pelanggan tidak banyak berkomentar dan tidak mengeluh, tetapi mereka tidak kembali lagi. Pengusaha SPBU harus menyadari bahwa Anda membutuhkan pelanggan lebih dari mereka membutuhkan anda.

PELAYANAN PELANGGAN

Flow chart prosedur pengisian BBM

Pelanggan

Operator SPBU

Start Masuk ke SPBU
Start
Masuk ke
SPBU
 

TIPS :

Ingatkan pelanggan

dengan sopan

apabila belum

mematikan mesin

kendaraan, sedang

 

merokok, atau

 

Arahkan kendaraan ke pompa yang

sesuai, dengan antrian yang paling

sedang

menggunakan

telepon selular

pendek

sedang menggunakan telepon selular pendek Segera temui, senyum dengan tulus, sapa (bapak/ibu/nama),
Segera temui, senyum dengan tulus, sapa (bapak/ibu/nama), salam (selamat pagi/ siang/sore)

Segera temui, senyum dengan tulus, sapa (bapak/ibu/nama), salam (selamat pagi/ siang/sore)

Segera temui, senyum dengan tulus, sapa (bapak/ibu/nama), salam (selamat pagi/ siang/sore)
Segera temui, senyum dengan tulus, sapa (bapak/ibu/nama), salam (selamat pagi/ siang/sore)
sapa (bapak/ibu/nama), salam (selamat pagi/ siang/sore) Tanyakan kebutuhan BBM dalam jumlah liter atau jumlah uang,
Tanyakan kebutuhan BBM dalam jumlah liter atau jumlah uang, konfirmasikan kembali kepada pelanggan

Tanyakan kebutuhan BBM dalam jumlah liter atau jumlah uang, konfirmasikan kembali kepada pelanggan

Tanyakan kebutuhan BBM dalam jumlah liter atau jumlah uang, konfirmasikan kembali kepada pelanggan
Tanyakan kebutuhan BBM dalam jumlah liter atau jumlah uang, konfirmasikan kembali kepada pelanggan
atau jumlah uang, konfirmasikan kembali kepada pelanggan Buka tutup tanki bahan bakar kendaraan Set angka pada

Buka tutup tanki bahan bakar kendaraan

Buka tutup tanki bahan bakar kendaraan
Buka tutup tanki bahan bakar kendaraan
Buka tutup tanki bahan bakar kendaraan
kepada pelanggan Buka tutup tanki bahan bakar kendaraan Set angka pada pompa dispenser TIPS : Pengisian
Set angka pada pompa dispenser

Set angka pada pompa dispenser

Set angka pada pompa dispenser
Set angka pada pompa dispenser
tanki bahan bakar kendaraan Set angka pada pompa dispenser TIPS : Pengisian BBM harus berlangsung dengan

TIPS :

Pengisian BBM harus berlangsung dengan cepat, tepat, dan profesional. Jangan membelakangi konsumen saat pengisian BBM Perhatikan nozzle, jangan sampai BBM tumpah. Apabila memungkinkan, informasikan produk-produk Pertamina yang lain atau program promosi jika ada. Usahakan membuat pelanggan merasa nyaman saat menunggu pengisian dengan tetap tersenyum, berbasa-basi bila mungkin, atau mendengarkan saja.

berbasa-basi bila mungkin, atau mendengarkan saja. Beritahukan angka meter dalam angka nol dan botol penuh, isi
berbasa-basi bila mungkin, atau mendengarkan saja. Beritahukan angka meter dalam angka nol dan botol penuh, isi
berbasa-basi bila mungkin, atau mendengarkan saja. Beritahukan angka meter dalam angka nol dan botol penuh, isi

Beritahukan angka meter dalam angka nol dan botol penuh, isi BBM ke kendaraan

meter dalam angka nol dan botol penuh, isi BBM ke kendaraan Bantu pelanggan menutup tanki bahan

Bantu pelanggan menutup tanki bahan bakar kendaraan

Beritahukan jumlah liter dan nominal uang yang dibayar, tulis kuitansinya

Uangliter dan nominal uang yang dibayar, tulis kuitansinya Terima uang dari pelanggan dengan menggunakan tangan kanan

Terima uang dari pelanggan dengan menggunakan tangan kanan dan sebutkan nominal uang yang diterima dari

Terima uang dari pelanggan dengan menggunakan tangan kanan dan sebutkan nominal uang yang diterima dari pelangggan

Terima uang dari pelanggan dengan menggunakan tangan kanan dan sebutkan nominal uang yang diterima dari pelangggan
Terima uang dari pelanggan dengan menggunakan tangan kanan dan sebutkan nominal uang yang diterima dari pelangggan
Terima uang dari pelanggan dengan menggunakan tangan kanan dan sebutkan nominal uang yang diterima dari pelangggan
Terima uang dari pelanggan dengan menggunakan tangan kanan dan sebutkan nominal uang yang diterima dari pelangggan
Terima uang dari pelanggan dengan menggunakan tangan kanan dan sebutkan nominal uang yang diterima dari pelangggan
Terima uang dari pelanggan dengan menggunakan tangan kanan dan sebutkan nominal uang yang diterima dari pelangggan
dan sebutkan nominal uang yang diterima dari pelangggan Kuitansi Uang Kuitansi & uang kembalian Berikan uang
dan sebutkan nominal uang yang diterima dari pelangggan Kuitansi Uang Kuitansi & uang kembalian Berikan uang

Kuitansidan sebutkan nominal uang yang diterima dari pelangggan Uang Kuitansi & uang kembalian Berikan uang kembalian

Uang
Uang
Kuitansi & uang kembalian Berikan uang kembalian kepada pelanggan (jika ada) berikut kuitansinya dengan
Kuitansi &
uang kembalian
Berikan uang kembalian kepada
pelanggan (jika ada) berikut
kuitansinya dengan menggunakan
tangan kanan seraya ucapkan
terimakasih, senyum, dan
sampaikan salam selamat jalan.
Tidak
Check
Puas
Ucapan Terima Kasih,
Senyum dengan tulus, sapa
(bapak/ibu/ nama), salam
(selamat pagi/siang/sore)
End
Prosedur
Penanganan
Komplain

PELAYANAN PELANGGAN

Flow chart prosedur penanganan komplain

Pelanggan

Operator SPBU

Keluhan, komplain, emosi, marah
Keluhan, komplain,
emosi, marah
TIPS : Dengarkan dengan teliti tanpa menyela/interupsi Tetap tenang dan teguh Keluhan sekecil apapun harus
TIPS :
Dengarkan dengan teliti tanpa
menyela/interupsi
Tetap tenang dan
teguh
Keluhan sekecil
apapun harus
ditanggapi secara
serius dan sesegera
mungkin.

Bila perlu berbuat sesuatu (mencatat/mencari data)

Bila perlu berbuat sesuatu (mencatat/mencari data)
Bila perlu berbuat sesuatu (mencatat/mencari data)
Bila perlu berbuat sesuatu (mencatat/mencari data)
mungkin. Bila perlu berbuat sesuatu (mencatat/mencari data) Ajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memperjelas/menegaskan
Ajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memperjelas/menegaskan TIPS : Jawab setelah pelanggan selesai berbicara Harus
Ajukan pertanyaan-pertanyaan
untuk memperjelas/menegaskan
TIPS :
Jawab setelah pelanggan selesai
berbicara
Harus tetap rasional dan
langsung pada permasalahan,
hindari gaya bicara berlebihan.
Jangan mencari alasan
pembenaran, selalu bersikap
diplomatis dan sopan.
Jangan terpancing emosi.
Ingatlah ! Bahwa orang yang
emosi tidak dapat
berargumentasi dengan baik
Ingatlah bahwa pelanggan
selalu menang karena mereka
dapat memilih membeli di
tempat lain dan banyak SPBU
lain yang haus dan siap untuk
memberikan pelayanan yang
lebih baik.
Kata kunci yang harus
digunakan oleh pengusaha dan
karyawan SPBU adalah
“Pelanggan Selalu Benar”.
Beberapa pelanggan tidak
banyak berkomentar dan tidak
mengeluh, tetapi mereka tidak
datang kembali lagi. Pengusaha
SPBU harus menyadari bahwa
Anda membutuhkan pelanggan
lebih dari mereka
membutuhkan anda.
Akui kesalahan dan minta maaf
(jika perlu, dan dapat mengakhiri
masalah)
Tawarkan solusi singkat dan
sederhana sesuai dengan
wewenang / selesaikan sekarang
Tidak
Puas
Check
Tawarkan untuk menemui
pengusaha SPBU/Karyawan yang
berwenang
Tidak
Check
Puas
Tentukan/janjikan waktu
penyelesaian (harus akurat dan
konsisten)
Buku Keluhan
Catat pada buku keluhan untuk
Pelanggan
perbaikan

BAB 3

PENGENDALIAN MUTU BBM

1 Umum

PENGENDALIAN MUTU BBM
PENGENDALIAN MUTU BBM

Pengawasan Kualitas menyangkut kesesuaian mutu produk BBM terhadap standar yang ditetapkan oleh Ditjen Migas dan kesesuaian kuantitas yang diserahkan kepada konsumen sesuai ketentuan dari badan Metrologi. Tujuannya adalah untuk menjamin mutu dan jumlah BBM di SPBU mulai dari Penerimaan, Penimbunan, dan Penyaluran agar tetap baik dan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

Adapun Kualitas Produk BBM menyangkut :

Warna

Density

Air bebas

Kesesuaian takaran

2 Petunjuk dan Ketentuan

Pelaksanaan kegiatan pengendalian mutu persediaan BBM di SPBU dilakukan berdasarkan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

1. Ketentuan mengenai tata cara pengukuran BBM di tangki timbun, yang mengacu pada BUKU PANDUAN SUPPLY DAN DISTRIBUSI BBM PT PERTAMINA (PERSERO).

2. Ketentuan mengenai tata cara pembongkaran BBM di SPBU, yang mengacu pada PEDOMAN PENGENDALIAN MUTU BBM PT PERTAMINA (PERSERO).

3. Ketentuan tentang pengendalian losses BBM, yang mengacu pada BUKU PANDUAN SUPPLY DAN DISTRIBUSI BBM PT PERTAMINA (PERSERO).

4. Spesifikasi BBM dar Ditjen Migas.

5. Surat DitJen Metrologi No 1553/PDN-4.3.2/XI/2002.

3 Standar Peralatan dan Fasilitas PENGENDALIAN MUTU BBM
3 Standar Peralatan dan Fasilitas
PENGENDALIAN MUTU BBM

Adapun peralatan dan fasilitas yang dibutuhkan antara lain :

1. Unit pompa

2. Bejana Ukur Tera 20 liter atau 10 liter lengkap dengan meja ukur dan waterpass

3. Tatakan Ukur

4. Waterpass

5. Gelas Ukur 1000 ml.

6. Hydrometer 0,7-0,75 untuk premium dan 0,8-0,85 untuk minyak solar (API gravity specification E100 ISO 649-1).

7. Thermometer

8. Tangki Timbun

9. Ember Penampung

10. Botol Contoh

11. Label/Segel Botol

12. Dipstick dan Pita Ukur

13. Pasta air dan Pasta minyak

14. Tabel ASTM 53

4 Proses dan Prosedur

Bagian ini mendeskripsikan semua aktivitas yang dilakukan di SPBU berkaitan dengan Pengendalian Mutu BBM, serta prosedur-prosedur yang harus dilalui untuk menjamin kelancaran dan ketepatan proses pengendalian mutu tersebut.

PENGENDALIAN MUTU BBM

4.1 Aktivitas-Aktivitas dalam Pengendalian Mutu BBM :

Aktivitas pengendalian mutu BBM di SPBU meliputi :

1. Pemeriksaan Warna BBM secara visual

2. Pengukuran Densitas

3. Pengukuran Air bebas

4. Pengukuran Kesesuian Takaran

Kegiatan butir 1,2 dan 3 diatas dilakukan pada :

Pembongkaran BBM di SPBU

Waktu terjadi dugaan kontaminasi

Terjadi komplain/keluhan dari konsumen

Banjir dilokasi SPBU

Kegiatan butir 4 dilakukan secara rutin setiap hari pada awal shift.

4.2 Flow Process dan Uraiannya

Berikut merupakan penjelasan rinci dari masing-masing aktivitas yang dilakukan di SPBU, beserta flow process diagramnya masing-masing :

4.2.1 Pemeriksaan Warna BBM

a. Pelaksana Terkait Foreman BBM SPBU

b. Tujuan dan Ruang Lingkup

1. Tujuan Sebagai supporting activities untuk memastikan mutu BBM yang diterima sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.

2. Ruang Lingkup Pemeriksaan Warna BBM dilakukan dalam lingkup proses penerimaan BBM dari mobil tangki.

c. Formulir Log Book kualitas

d. Ukuran Kinerja Kualitas BBM yang terjamin pada saat penerimaan dilihat dari kesesuaian warna BBM dengan standar warna dari DitJen Migas.

PENGENDALIAN MUTU BBM

e. Prosedur Prosedur pemeriksaan warna BBM secara visual dapat dilihat pada berikut ini :

Flow chart pemeriksaan warna

Pelaksana

Keterangan

Start
Start
Pengambilan sample

Pengambilan sample

Pengambilan sample dengan gelas ukur 1000 ml
dengan gelas ukur 1000 ml
dengan gelas ukur 1000 ml

dengan gelas ukur 1000 ml

Pengambilan sample dengan gelas ukur 1000 ml
Pengambilan sample dengan gelas ukur 1000 ml
Pengambilan sample dengan gelas ukur 1000 ml
Pengambilan sample dengan gelas ukur 1000 ml
Pengambilan sample dengan gelas ukur 1000 ml
Pengambilan sample dengan gelas ukur 1000 ml
Start Pengambilan sample dengan gelas ukur 1000 ml Periksa Kejernihan (clearity) sample BBM Periksa warna
Start Pengambilan sample dengan gelas ukur 1000 ml Periksa Kejernihan (clearity) sample BBM Periksa warna
Start Pengambilan sample dengan gelas ukur 1000 ml Periksa Kejernihan (clearity) sample BBM Periksa warna
Periksa Kejernihan (clearity) sample BBM

Periksa Kejernihan (clearity) sample BBM

Periksa Kejernihan (clearity) sample BBM Periksa warna sample BBM dengan standar Ditjen Migas
Periksa Kejernihan (clearity) sample BBM Periksa warna sample BBM dengan standar Ditjen Migas
Periksa Kejernihan (clearity) sample BBM Periksa warna sample BBM dengan standar Ditjen Migas
Periksa Kejernihan (clearity) sample BBM Periksa warna sample BBM dengan standar Ditjen Migas
Periksa Kejernihan (clearity) sample BBM Periksa warna sample BBM dengan standar Ditjen Migas
Periksa Kejernihan (clearity) sample BBM Periksa warna sample BBM dengan standar Ditjen Migas
Periksa Kejernihan (clearity) sample BBM Periksa warna sample BBM dengan standar Ditjen Migas
Periksa Kejernihan (clearity) sample BBM Periksa warna sample BBM dengan standar Ditjen Migas
Periksa Kejernihan (clearity) sample BBM Periksa warna sample BBM dengan standar Ditjen Migas
Periksa Kejernihan (clearity) sample BBM Periksa warna sample BBM dengan standar Ditjen Migas
Periksa warna sample BBM dengan standar Ditjen Migas

Periksa warna sample BBM dengan standar Ditjen Migas

Periksa Kejernihan (clearity) sample BBM Periksa warna sample BBM dengan standar Ditjen Migas
Periksa Kejernihan (clearity) sample BBM Periksa warna sample BBM dengan standar Ditjen Migas
Periksa Kejernihan (clearity) sample BBM Periksa warna sample BBM dengan standar Ditjen Migas
Periksa Kejernihan (clearity) sample BBM Periksa warna sample BBM dengan standar Ditjen Migas
BBM Periksa warna sample BBM dengan standar Ditjen Migas Tidak OK ? Ya Lanjutkan pemeriksaan SG
Tidak OK ? Ya Lanjutkan pemeriksaan SG
Tidak
OK ?
Ya
Lanjutkan
pemeriksaan SG

CatatDitjen Migas Tidak OK ? Ya Lanjutkan pemeriksaan SG Sample diambil dari gelas ukur 1000 ml

Sample diambil dari

gelas ukur 1000 ml yang juga digunakan pada pengukuran specific gravity

ml yang juga digunakan pada pengukuran specific gravity Sebagai catatan dan pertimbangan bersama hasil pengujian

Sebagai catatan dan pertimbangan bersama hasil pengujian specific gravity dalam penerimaan BBM, bila perlu dilaporkan kepada pengelola

4.2.2 Pengukuran Densitas

a. Pelaksana Terkait

1. Foreman BBM SPBU

2. Supervisor SPBU

b. Tujuan dan Ruang Lingkup

1. Tujuan Sebagai aktivitas untuk memastikan mutu BBM yang diterima sesuai dengan spesifikasi yang tertera pada surat jalan/PNBP.

2. Ruang Lingkup Pemeriksaan Density/Berat Jenis BBM pada saat penerimaan BBM di SPBU dilakukan dengan konversi pada temperatur 15C.

c. Formulir

Log Book kualitas

• PNBP (lihat lampiran 7 bab 4)

• Surat Jalan (lihat lampiran 8 bab 4)

PENGENDALIAN MUTU BBM

d. Ukuran Kinerja Selisih hasil pengukuran Densitas/Berat Jenis pada saat penerimaan dengan data hasil pengukuran di Depot 0,005

e. Prosedur Prosedur pemeriksaan Densitas/Berat Jenis BBM dapat dilihat pada skema, berikut ini :

Flow chart pengukuran densitas/berat jenis BBM pada saat penerimaan BBM di SPBU :

Depot Pengirim

Foreman SPBU

Supervisor SPBU

Start

SPBU : Depot Pengirim Foreman SPBU Supervisor SPBU Start Data hasil pengukuran di Depot yang tertera
SPBU : Depot Pengirim Foreman SPBU Supervisor SPBU Start Data hasil pengukuran di Depot yang tertera
SPBU : Depot Pengirim Foreman SPBU Supervisor SPBU Start Data hasil pengukuran di Depot yang tertera
Data hasil pengukuran di Depot yang tertera di surat jalan/PNBP Pengambilan Sampel BBM dari mobil
Data hasil pengukuran
di Depot yang tertera
di surat jalan/PNBP
Pengambilan Sampel BBM
dari mobil tanki dengan
gelas ukur
Gelas Ukur diletakkan di
tempat datar, tegak lurus
dengan alas
Pemilihan Hydrometer dan
thermometer sesuai
spesifikasi BBM
Masukkan thermometer
dan hydrometer ke dalam
gelas ukur
Pengukuran spesific
gravity pada temperatur
pengukuran (observed)
Konversi hasil pengukuran
dengan Hydrometer dan
data hasil ukur dari depot
ke dalam Density 15° C
BBM
ditolak/dikembalikan ke
depot apabila selisih
proses > 0,005
Ditolak
Hitung selisih data
pada density 15° C
hasil pengukuran
dengan data pada
surat jalan/PNBP
Ya
C hasil pengukuran dengan data pada surat jalan/PNBP Ya PT PERTAMINA (PERSERO) BBM dinyatakan diterima bila

PT PERTAMINA (PERSERO)

BBM dinyatakan diterima bila selisih proses 0,005
BBM dinyatakan
diterima bila selisih
proses 0,005

Selesai

Catat hasil perhitungan pengukuran pada buku penerimaan BBM (lengkapi dengan gambar peralatan hydrometer dan cara melihatnya).

29

PENGENDALIAN MUTU BBM
PENGENDALIAN MUTU BBM

4.2.3 Pengukuran Air Bebas

a. Pelaksana Terkait

1. Foreman BBM SPBU

2. Supervisor SPBU

b. Tujuan dan Ruang Lingkup

BBM SPBU 2. Supervisor SPBU b. Tujuan dan Ruang Lingkup 1. Tujuan Sebagai aktivitas untuk mengidentifikasi

1. Tujuan Sebagai aktivitas untuk mengidentifikasi adanya kandungan air bebas pada BBM di tangki pendam SPBU

2. Ruang Lingkup Pengidentifikasian air bebas pada saat penerimaan, penimbunan dan banjir di SPBU.

c. Formulir

Tank Ticket (lihat lampiran 9 bab 4)

d. Ukuran Kinerja

• Pada saat penerimaan BBM dari mobil tangki, air bebas harus nihil. Jika ada harus ditiriskan lebih dahulu.

• Pada tangki pendam :

- Untuk BBM beraditif (Pertamax, Pertamax Plus) air bebas nihil.

- Untuk BBM tidak beraditif (Premium, Solar) air bebas maksimal 3 cm dari dasar tangki. Jika lebih harus dikuras.

e. Prosedur Prosedur pengukuran air bebas dapat dilihat pada skema, berikut ini :

PENGENDALIAN MUTU BBM

Flow chart pengukuran air bebas

Foreman SPBU

Supervisor SPBU

Start

Bersihkan tongkat pengukur air/dipstick Oleskan pasta air diujung tongkat pengukur pada perkiraan batas tinggi air
Bersihkan tongkat
pengukur air/dipstick
Oleskan pasta air diujung
tongkat pengukur pada
perkiraan batas tinggi air
yang diperkirakan

Letakkan tongkat pengukur air pada bibir lubang ukur (references point) dan turunkan secara perlahanlahan ke dalam cairan

point) dan turunkan secara perlahanlahan ke dalam cairan Turunkan terus tongkat pengukur air sampai mengenai dasar

Turunkan terus tongkat pengukur air sampai mengenai dasar tangki timbun dan kita harus tetap pegang untuk mendapatkan ketelitian pengukuran.

harus tetap pegang untuk mendapatkan ketelitian pengukuran. Diamkan beberapa saat agar pasta dapat bereaksi dengan air
Diamkan beberapa saat agar pasta dapat bereaksi dengan air (10 s.d. 30 detik) Tarik tongkat
Diamkan beberapa saat
agar pasta dapat bereaksi
dengan air
(10 s.d. 30 detik)
Tarik tongkat ke atas
secara perlahan-lahan
kemudian bacalah
perubahan warna pasta air
yang terjadi.
Bilas dan bersihkan
alat-alat
Baca dan catat perubahan
warna pasta air pada
tongkat ke dalam buku
catatan harian pada kolom
tinggi air.

Selesai

PENGENDALIAN MUTU BBM
PENGENDALIAN MUTU BBM
PENGENDALIAN MUTU BBM 4.2.4 Pengukuran Kesesuaian Takaran a. Pelaksana Terkait 1. Foreman BBM SPBU 2. Supervisor

4.2.4 Pengukuran Kesesuaian Takaran

a. Pelaksana Terkait

1. Foreman BBM SPBU

2. Supervisor SPBU

3. Dinas Metrologi (dalam hal tera ulang)

b. Tujuan dan Ruang Lingkup

1. Tujuan Keakuratan jumlah BBM yang dijual sesuai dengan angka yang tertera pada display unit pompa

2. Ruang Lingkup Pemeriksaan akurasi flow rate dari unit pompa dengan menggunakan bejana ukur.

c. Formulir

• Form Kesesuaian Takaran (lihat lampiran 1)

d. Ukuran Kinerja Pengukuran menggunakan bejana ukur dengan toleransi + 0,5%.

e. Prosedur Prosedur pengukuran takaran BBM dapat dilihat pada skema berikut ini :

PENGENDALIAN MUTU BBM

Flow chart pengukuran kesesuaian tekanan

Foreman SPBU

Supervisor SPBU

Dinam Metrologi

Start Plat datar/tatakan diletakan pada posisi datar memakai water pass Pengisian bejana ukur sesuai dengan
Start
Plat datar/tatakan
diletakan pada posisi
datar memakai
water pass
Pengisian bejana ukur
sesuai dengan
kapasitas berdasarkan
flowmeter unit pompa
Bejana ukur diletakan
di atas plat datar/
tatakan

Plat ”skala bergerak” digeser, posisi bagian atas tepat di cekungan permukaan cairan BBM

Plat ”skala bergerak” digeser, posisi bagian atas tepat di cekungan permukaan cairan BBM
Plat ”skala bergerak” digeser, posisi bagian atas tepat di cekungan permukaan cairan BBM
Plat ”skala bergerak” digeser, posisi bagian atas tepat di cekungan permukaan cairan BBM
posisi bagian atas tepat di cekungan permukaan cairan BBM Selisih data hasil pengukuran dibagi dengan data
Selisih data hasil pengukuran dibagi dengan data yang tertera pada display unit pompa
Selisih data
hasil pengukuran
dibagi dengan data
yang tertera pada
display unit
pompa
Meter unit pompa masih akurat jika hasil dibawah ± 0,5%
Meter unit pompa
masih akurat jika hasil
dibawah ± 0,5%

Selesai

Meter unit pompa tidak akurat jika hasil melebihi ± 0,5%, dan harus di tera ulang oleh Metrologi.

Note : Cara membaca skala bejana lihat di gambar halaman berikut.

Gambar bejana ukur SKALA TETAP 400 GELAS UKUR 200 10 0 0 SEKALA BERGERAK 200
Gambar bejana ukur
SKALA TETAP
400
GELAS UKUR
200
10
0
0
SEKALA BERGERAK
200
10
(Posisi bagian atas skala bergerak
400
tepat pada permukaan BBM)
TATAKAN
Skala Tetap
Skala Tetap
Skala Tetap
Sekala Bergerak
Sekala Bergerak
Sekala Bergerak
10
10
100
00
10
10
100
00
100
00
10
10
0
0
0
0
0
0
10
100
10
100
100
10
BBM tepat pada
takaran
BBM di bawah
takaran
BBM di atas
takaran
PENGENDALIAN MUTU BBM

PENGENDALIAN MUTU BBM

Skala Tetap Sekala Bergerak 100 00 10 10 0 0 100 10
Skala Tetap
Sekala Bergerak
100 00
10 10
0
0
100
10
Skala Tetap Sekala Bergerak 100 00 10 10 0 0 100 10
Skala Tetap
Sekala Bergerak
100 00
10 10
0
0
100
10
Skala Tetap Sekala Bergerak 10 10 100 00 0 0 10 100
Skala Tetap
Sekala Bergerak
10 10
100 00
0
0
10
100

BBM tepat pada takaranSkala Tetap Sekala Bergerak 10 10 100 00 0 0 10 100 BBM di bawah takaran

BBM di bawah takaranSekala Bergerak 10 10 100 00 0 0 10 100 BBM tepat pada takaran BBM di

BBM di atas takaranSekala Bergerak 10 10 100 00 0 0 10 100 BBM tepat pada takaran BBM di

PENGENDALIAN MUTU BBM

Lampiran :

Lampiran 1 –

Pengecekan Keakuratan Takaran Meter Pompa (Harian)

PENGENDALIAN MUTU BBM

Lampiran 1

: Jam/Shift : Tanggal PENGECEKAN KEAKURATAN TAKARAN METER POMPA (HARIAN) No. Urut Tanggal Tera  

:

Jam/Shift :

Tanggal

PENGECEKAN KEAKURATAN TAKARAN METER POMPA (HARIAN)

No. Urut

Tanggal Tera

 

Kecepatan Aliran

 

Keterangan

Nozzle

Metrologi

Rendah

Sedang

Tinggi

Rata-rata

1

           

2

           

3

           

4

           

5

           

6

           

7

           

8

           

9

           

10

           

No. Urut

Tanggal Tera

 

Kecepatan Aliran

 

Keterangan

Nozzle

Metrologi

Rendah

Sedang

Tinggi

Rata-rata

1

           

2

           

3

           

4

           

No. Urut

Tanggal Tera

 

Kecepatan Aliran

 

Keterangan

Nozzle

Metrologi

Rendah

Sedang

Tinggi

Rata-rata

1

           

2

           

3

           

4

           

No. Urut

Tanggal Tera

 

Kecepatan Aliran

 

Keterangan

Nozzle

Metrologi

Rendah

Sedang

Tinggi

Rata-rata

1

           

2

           

3

           

4

           

5

           

6

           

7

           

8

           

9

           

10

           

BAB 4

PENANGANAN PERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)

PENANGANAN PERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)
PENANGANAN PERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)

Bagian ini membicarakan seluruh elemen dari pengendalian persediaan Bahan Bakar Minyak atau untuk selanjutnya disebut dengan singkatan BBM.

1

Umum

Fungsi utama dari SPBU adalah menjual BBM. Karena itu, persediaan BBM harus dikelola dalam rangka menghasilkan tingkat operasional yang optimal dan kesinambungan supply untuk menunjang penjualan setiap saat. Kekosongan BBM di SPBU akan menimbulkan kesan yang dapat merusak citra dan mengurangi keuntungan dari SPBU. SPBU tidak boleh sekalipun mengalami kekosongan salah satu jenis BBM yang dijual.

1.1 Petunjuk dan Ketentuan

Pelaksanaan kegiatan penanganan persediaan BBM di SPBU dilakukan berdasarkan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

1. Ketentuan mengenai tata cara pemesanan BBM yang mengacu pada ketentuan administrasi penyerahan BBM dari Bagian Penjualan PT PERTAMINA (PERSERO).

2. Ketentuan mengenai tata cara pengukuran BBM di tangki timbun, yang mengacu pada Buku Panduan Supply dan Distribusi BBM PT PERTAMINA (PERSERO).

3. Ketentuan mengenai tata cara pembongkaran BBM di SPBU, yang mengacu pada Pedoman Pengendalian Mutu BBM PT PERTAMINA (PERSERO).

4. Ketentuan tentang pengendalian losses BBM, yang mengacu pada Buku Panduan Supply dan Distribusi BBM PT PERTAMINA (PERSERO).

5. Mengacu kepada norma-norma pelayanan yang berorientasi kepada kepuasan konsumen.

PENANGANAN PERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)

1.2 Standar Peralatan dan Fasilitas

Adapun peralatan dan fasilitas standar yang dibutuhkan antara lain :

1.2.1 Peralatan keselamatan untuk petugas pembongkaran, yaitu meliputi :

1. Alat pemadam api ringan (APAR) jenis dry chemical powder kapasitas 9 kg, minimal 1 unit yang diletakkan ditempat pembongkaran dan mudah dijangkau petugas.

2. Safety Shoes, yaitu sepatu yang spesifikasinya sesuai untuk kegiatan pembongkaran, diantaranya : oil resistant, tidak licin, tahan benturan, dan sebagainya.

3. Pakaian seragam kerja yang sesuai (menurut standar seragam kerja yang ditentukan oleh PERTAMINA).

4. Sarung tangan tahan minyak.

5. Payung dan jas hujan.

1.2.2 Peralatan yang dibutuhkan untuk kegiatan pengukuran tangki, seperti :

1. Pasta air, merupakan pasta yang digunakan untuk mendeteksi ketinggian air di dasar tangki timbun.

2. Pasta minyak, merupakan pasta yang digunakan untuk mendeteksi ketinggian BBM dalam tangki timbun.

3. Kain lap kering.

4. Dipstick.

5. Table Kalibrasi Tangki Timbun/automatic tank gauging.

1.2.3 Peralatan yang dibutuhkan untuk aktivitas Quality Control, yang meliputi :

1. Gelas ukur (ukuran 1000 ml).

2. Botol sampel.

3. Hydrometer of glass (API gravity specification E100 ISO 649-1).

4. Termometer.

5. Ember logam.

1.3 Tanda dan Rambu Peringatan

Adapun rambu-rambu peringatan yang dibutuhkan adalah :

Rambu yang memberitahukan bahwa sedang ada kegiatan pembongkaran, yang dipasang di dekat jalan keluar masuk SPBU. Bunyi rambu tersebut adalah :

“PERHATIAN SEDANG ADA KEGIATAN BONGKAR BBM”

PENANGANAN PERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)

Rambu yang memberitahukan bahwa dilarang merokok, mengaktifkan telepon genggam, dan menyalakan api di areal pembongkaran, yang dipasang di areal pembongkaran. Bunyi rambu tersebut adalah :

“DILARANG MEROKOK, MENYALAKAN API, DAN MENGAKTIFKAN TELEPON GENGGAM”

Pita pembatas yang dipasang di sekeliling area pembongkaran, untuk menghindari orang yang tidak berkepentingan memasuki area pembongkaran BBM.

yang tidak berkepentingan memasuki area pembongkaran BBM. Bentuk, ukuran, dan standar desain rambu peringatan ini

Bentuk, ukuran, dan standar desain rambu peringatan ini mengikuti aturan dan standar Bab 1. Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lindungan Lingkungan (lampiran 1).

Keselamatan Kerja dan Lindungan Lingkungan (lampiran 1). 2 Proses dan Prosedur Bagian ini mendeskripsikan semua

2 Proses dan Prosedur

Bagian ini mendeskripsikan semua aktivitas yang dilakukan di SPBU berkaitan dengan Penanganan Persediaan BBM, serta prosedur-prosedur yang harus diikuti untuk menjamin keamanan dan kelancaran pelaksanaan aktivitas tersebut.

PENANGANAN PERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)

2.1 Aktivitas-Aktivitas dalam Penanganan Persediaan

Aktivitas penanganan persediaan di SPBU meliputi :

1. Aktivitas Pemesanan BBM

2. Aktivitas Pengukuran BBM di tangki timbun

3. Aktivitas Pembongkaran BBM

4. Aktivitas Pencatatan Persediaan BBM

5. Aktivitas Pengendalian Losses BBM

2.2 Flow Process dan Uraiannya

Berikut merupakan penjelasan rinci dari masing-masing aktivitas yang dilakukan di SPBU, beserta flow process diagramnya masing-masing.

2.2.1 Proses Pemesanan BBM

a. Unit Kerja Terkait

1. Pihak SPBU

2. Pihak Bank persepsi

3. Pihak PERTAMINA

b. Tujuan dan Ruang Lingkup

1. Tujuan Untuk memastikan persediaan stok BBM di SPBU selalu cukup tersedia.

2. Ruang Lingkup Proses pemesanan BBM ini meliputi pembuatan surat pesanan dari supervisor SPBU hingga proses pengiriman BBM yang dipesan ke SPBU.

c. Ukuran Kinerja

1. Kepatuhan terhadap prosedur pemesanan BBM seperti yang telah ditetapkan.

2. Ketahanan stock BBM di SPBU, persediaan BBM di SPBU minimal harus 80% dari kapasitas tangki yang terpakai. (Pengaturan waktu pasokan dikoordinasikan antara ullage dengan depot pengirim/supply point).

3. Menjelang hari libur, penyetoran BBM dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan pada hari libur tersebut plus satu hari kerja berikutnya.

d. Form-Form yang diperlukan

- Form Pemesanan BBM harian (lihat lampiran 1).

e. Prosedur Dapat dilihat pada gambar 1.

PENANGANAN PERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)

Gambar 1 Flow proses pemesanan BBM untuk SPBU COCO

Foreman

Supervisor SPBU

Operasional

SPBU

ADM Penjualan BBM Depot/Instalasi/TT

PT PERTAMINA (PERSERO)

Start

• Menyusun surat permintaan BBM untuk memenuhi persyaratan ukuran kinerja. • Menerima surat • Memeriksa
• Menyusun surat
permintaan BBM
untuk memenuhi
persyaratan ukuran
kinerja.
• Menerima surat
• Memeriksa dan
menandatangani
surat permintaan
permintaan BBM
dan memproses
sesuai prosedur
BBM
• Membuat rencana
permintaan
pasokan yang
disertai dengan
data stok BBM
SPBU ke
Depot/Instalasi
setempat.
yang berlaku.
• Mengirimkan surat
tersebut ke Adm.
penjualan BBM di
unit setempat
• Disini dilakukan
pengecekan
terhadap surat
yang masuk.
Tidak
Check
• Pengawas
operasinal SPBU
menerima dan
membongkar BBM
sesuai Tata Cara
Pembongkaran
BBM dari mobil
tangki di SPBU
Ya

End

PENANGANAN PERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)

Flow proses pemesanan BBM untuk SPBU DODO

SPBU

Bank

ADM Penjualan BBM Depot/Instalasi/TT

PT PERTAMINA (PERSERO)

Start

BBM Depot/Instalasi/TT PT PERTAMINA (PERSERO) Start • Membuat surat setoran BBM untuk memenuhi persyaratan
• Membuat surat setoran BBM untuk memenuhi persyaratan ukuran kinerja. • Membuat rencana permintaan pasokan

• Membuat surat setoran BBM untuk memenuhi persyaratan ukuran kinerja.

• Membuat rencana permintaan pasokan yang disertai dengan data stok BBM SPBU ke Depot/Instalasi setempat.

 
 

• Pengawas operasinal SPBU menerima dan membongkar BBM sesuai Tata Cara Pembongkaran BBM dari mobil tangki di SPBU

sesuai Tata Cara Pembongkaran BBM dari mobil tangki di SPBU Ya End 2.2.2 Proses Pengukuran BBM
sesuai Tata Cara Pembongkaran BBM dari mobil tangki di SPBU Ya End 2.2.2 Proses Pengukuran BBM
sesuai Tata Cara Pembongkaran BBM dari mobil tangki di SPBU Ya End 2.2.2 Proses Pengukuran BBM
sesuai Tata Cara Pembongkaran BBM dari mobil tangki di SPBU Ya End 2.2.2 Proses Pengukuran BBM

Ya

Tata Cara Pembongkaran BBM dari mobil tangki di SPBU Ya End 2.2.2 Proses Pengukuran BBM a.

End

2.2.2 Proses Pengukuran BBM

a. Pelaksana Terkait

1. Supervisor SPBU

2. Foreman Operasional BBM SPBU

3. Sekuriti SPBU

PENANGANAN PERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)

b. Tujuan dan Ruang Lingkup

1. Tujuan

• Untuk memastikan jumlah persediaan awal dan akhir BBM.

• Untuk perencanaan pemesanan.

• Dipakai sebagai dasar perhitungan kerugian/losses BBM.

• Mengetahui kandungan air yang terdapat di tangki timbun, sehingga dapat ditentukan tindakan penanggulangan secepatnya.

2. Ruang Lingkup Proses pengukuran ini mencakup semua langkah yang diperlukan untuk dapat melakukan pengukuran jumlah BBM pada tangki timbun secara benar sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

c. Ukuran Kinerja Dilakukan pengukuran stok BBM 1 (satu) kali setiap hari pada awal shift pertama.

d. Form-Form yang diperlukan Tank Ticket (sebelum kegiatan penjualan) – (lihat lampiran 2).

e. Prosedur Prosedur Pengukuran BBM di tangki timbun dapat dilihat pada Gambar 2.

TIPS :

• Pada waktu membuka penutup lubang ukur, berdirilah ditempat yang aman dengan memperhatikan arah angin untuk menghindari uap/gas yang keluar dari lubang ukur. Tunggulah beberapa saat sebelum pengukuran dimulai agar uap/gas yang keluar berkurang.

• Pada saat melapisi dipstick dengan Pasta minyak/pasta air, harus diperhatikan bahwa lapisan pasta tidak boleh terlalu tebal/tipis, karena bila terlalu tebal akan menyebabkan batas kabur, sedangkan bila terlalu tipis batas menjadi tidak jelas dan sulit dibaca.

• Pada saat pengukuran, diamkan dipstick di dalam tangki selama 10 – 30 detik, lalu angkat dengan segera untuk menghindari minyak menguap yang akan menyulitkan pembacaan hasil pengukuran.

• Sebelum melakukan pengukuran ulang, pastikan dipstick telah benar-benar bersih dan kering, sehingga keakuratan pengukuran dapat dipertahankan.

Dipstick harus diturunkan secara perlahan-lahan, untuk menghindari terjadinya gelombang (surging) pada permukaan cairan yang dapat mempengaruhi keakuratan hasil pengukuran.

PENANGANAN PERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)

Gambar 2 Flow chart pengukuran BBM di tangki timbun

Foreman Pengukuran

Supervisor SPBU

Petugas Sekuriti

Start

1 2 3 4 5 6 Tidak 7 Ya Ya 8 9 10 Tidak 11
1
2
3
4
5
6
Tidak
7
Ya
Ya
8
9
10
Tidak
11
12

End

PENANGANAN PERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)

PENANGANAN PERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) KETERANGAN FOREMAN PELAKSANA PENGUKURAN : 1. Siapkan semua peralatan

KETERANGAN FOREMAN PELAKSANA PENGUKURAN :

1. Siapkan semua peralatan pengukuran tangki. timbun yang diperlukan, seperti : pasta minyak, pasta air, lap kering dan tank ticket untuk mencatat hasil pengukuran.

2. Buka penutup lubang pengukur. Kemudian angkat dipstick secara perlahan, lalu bersihkan dengan kain yang kering hingga benar-benar bersih dan kering.

3. Lapisi dipstick dengan pasta minyak pada ruas ketinggian BBM yang diperkirakan.

4. Oleskan pasta air di ujung tongkat pada perkiraan batas tinggi air yang di perkirakan.

5. Masukkan kembali deep stick ke dalam tangki timbun dengan perlahan-lahan hingga sampai ke dasar tangki. Biarkan selama 5 sampai 10 detik hingga ullage paste dan water finding paste bereaksi.

6. Angkat dipstick dengan segera dan perhatikan perubahan warna yang terjadi pada bagian dipstick yang dilapisi pasta minyak. Catat tingkat ketinggian BBM sesuai dengan yang ditunjukkan oleh garis yang tersisa dari pasta minyak.

7. Perhatikan juga bagian yang diolesi pasta air. Cek perubahan warna yang terjadi

pada pasta air:

• Apabila terjadi perubahan warna, mengindikasikan bahwa dalam tangki terdapat

air. Lanjutkan ke langkah 8.

• Apabila tidak terjadi perubahan warna, lanjutkan ke langkah 11.

8. Cek ketinggian air di tangki

timbun dari hasil pengukuran :

• Untuk BBM beraditif (Pertamax dan Pertamax Plus) tangki pendam bebas dari air atau memiliki ketinggian air 0 cm. Jika ditemukan ada air bebas

lanjutkan ke langkah 9.

• Untuk BBM tidak beraditif (Premium dan Solar), jika lebih dari 3 cm laporkan kepada manajer SPBU.

Lanjutkan ke langkah 9.

• Jika kurang dari 3 cm, lanjutkan ke langkah 10.

KETERANGAN SUPERVISOR SPBU :

9. Menerima laporan dari foreman pengukuran tangki, untuk selanjutnya membuat berita acara dan melakukan pengurasan. (Prosedur pengurasan lihat bab 3 artikel ….)

KETERANGAN FOREMAN PELAKSANA PENGUKURAN :

10. Lakukan pengulangan pengukuran dengan langkah- langkah yang sama, untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat. Setiap pengukuran dilakukan minimal 2 kali, dengan

ketentuan sebagai berikut :

• Apabila perbedaan hasil pengukuran lebih kecil dari 3 mm maka dinyatakan sebagai hasil pengukuran identik, dan yang dicatat adalah hasil pengukuran

pertama.

• Apabila perbedaan hasil pengukuran lebih dari 3 mm, lakukan pengukuran ulang hingga mendapatkan 2

angka yang identik.

• Apabila pada 5 kali pengukuran bedanya masih sama atau lebih dari 3 mm, laporkan kepada atasan untuk ditindaklanjuti, karena hal ini mengindikasikan adanya masalah.

Catat semua hasil pengukuran pada tank ticket.

11. Kembalikan deep stick dan tutup pipa tangki serta kembalikan tutup tangki dengan hati-hati

12. Catat semua hasil pengukuran tangki timbun pada tank tiket.

PENANGANAN PERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)
PENANGANAN PERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)
PENANGANAN PERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) 2.2.3 Proses Pembongkaran/Penerimaan BBM a. Pelaksana Terkait 1. Operator

2.2.3 Proses Pembongkaran/Penerimaan BBM

a. Pelaksana Terkait

1. Operator Pelaksana Pembongkaran

2. Foreman Operasi SPBU

3. Supervisor SPBU (insidentil)

4. Transportir (Sopir dan Kernet Mobil Tangki)

b. Tujuan dan Ruang Lingkup

1. Tujuan

• Terlaksananya proses pembongkaran BBM dengan baik dan benar serta aman sesuai dengan prosedur yang berlaku.

• Menjamin BBM yang diterima tepat mutu, tepat jumlah dan tepat waktu.

2. Ruang Lingkup Proses pembongkaran BBM ini meliputi seluruh proses yang harus dilakukan mulai dari tahap persiapan (sebelum mobil tangki/alat angkut tiba di tempat pembongkaran), hingga tahap selesai pembongkaran.

c. Ukuran Kinerja

Zero incident and defect

• Ketaatan terhadap prosedur pembongkaran BBM yang telah ditetapkan.

d. Form-Form yang diperlukan

• PNBP, Surat jalan

e. Prosedur

• Prosedur Pembongkaran BBM dapat dilihat pada Gambar 3.

• Proses Pembongkaran BBM dengan metode SDS dapat dilihat pada Gambar 4.

PENANGANAN PERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)

Gambar 3 Flow chart proses pembongkaran BBM

Tahap Persiapan

Tahap Pelaksanaan

Setelah Pelaksanaan

Pembongkaran

Pembongkaran

Start

1 2 3 4 Tidak 5 8 Ya 6 9 Tidak 7 Ya Tidak 10
1
2
3
4
Tidak
5
8
Ya
6
9
Tidak
7 Ya
Tidak
10
Ya
11
12
13
14

End

PENANGANAN PERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)

PENANGANAN PERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) KETERANGAN TAHAP KETERANGAN TAHAP KETERANGAN TAHAP PERSIAPAN

KETERANGAN TAHAP

KETERANGAN TAHAP

KETERANGAN TAHAP

PERSIAPAN

PERSIAPAN

PELAKSANAAN

(SEBELUM PEMBONGKARAN) :

(SEBELUM PEMBONGKARAN) :

PEMBONGKARAN :

1. Persiapan diri Petugas Pelaksana

6. PT PERTAMINA (PERSERO)

8. Pasang kabel arde pada mobil tangki ke bounding strip,

Pastikan petugas pelaksana

7. Pengecekan Terhadap Kualitas

kemudian pasang selang

telah memahami semua

dan Kuantitas BBM

bongkar (discharge hose)

prosedur pembongkaran serta terlatih dengan baik untuk melaksanakan

• Setelah dokumen dipastikan benar, ambil sample dan lakukan pengecekan

Posisi supir, kenek dan petugas pembongkaran harus tetap siaga didekat

pekerjaan tersebut

terhadap BBM yang dikirim

tempat pembongkaran.

 

Pastikan petugas telah

meliputi : pemeriksaan

 

memakai perlengkapan

kualitas secara visual

9. Lakukan Pembongkaran

keamanan pribadi, seperti

(pemeriksaan warna, density,

dengan cara :

safety shoes, sarung tangan dan seragam kerja yang

suhu dan free water), dan pemeriksaan kuantitas

Buka kerangan, pastikan tidak ada kebocoran.

sesuai.

(pemeriksaan level

Bila terjadi kebocoran,

pembongkaran.(batalkan)

 

Dilarang membawa

ketinggian BBM di dalam

 

peralatan yang dapat menimbulkan sumber api seperti : korek api, pemantik api, telepon genggam dan

tangki). Uraian rinci tentang kontrol kualitas dapat dilihat pada bab. 2I Pengendalian Mutu hal. 33.

hentikan pembongkaran dan perbaiki jika memungkinkan. Jika tidak memungkinkan hentikan

sebagainya.

• Bila hasil pemeriksaan density dibandingkan dengan

Sekiranya pembongkaran dapat dilakukan, harap

2. Persiapan area bongkar dan

 

data PNBP/surat jalan <

dipantau terus mobil tangki,

 

peralatan yang dibutuhkan.

0,5% (dalam satuan 15OC)

selang bongkar dan tangki

Pastikan area

Pastikan peralatan pemadam

mutu BBM dinyatakan

memenuhi syarat maka

pembongkaran dalam keadaan aman

kebakaran telah tersedia di tempat yang mudah dijangkau dan dalam

memenuhi persyaratan. Jika kualitas BBM tidak

pembongkaran dibatalkan dan selanjutnya dikembalikan ke

timbun selama proses pembongkaran untuk

memastikan proses berjalan dengan lancar dan aman. pembongkaran.

 

keadaan siap pakai

Depot/Instalasi/TT Pertamina

10. Lakukan pengecekan dari manhole mobil tangki bahwa

 

• Matikan dispenser yang

 

dengan disertai berita acara

BBM di dalamnya sudah habis

berhubungan dengan tangki

dan laporkan kepada

dibongkar

 

timbun yang akan diisi BBM.

Supervisor SPBU untuk

• Jika BBM sudah habis

hose)

 

• Pasang rambu tanda bahaya pada tempat yang mudah dilihat.

 

selanjutnya dilaporkan kepada Depot/Instalasi/TT Pengirim dan WP Setempat.

lanjutkan ke langkah 10 (melepaskan discharge

 

Perlu dikoordinasikan

• Jika BBM di dalam tangki

3.

Persiapan tangki timbun

 

dengan S&D

belum habis, lanjutkan

Periksa jumlah BBM di tangki timbun dan pastikan jumlah BBM yang bisa diterima di

Bila terjadi susut pengangkutan yang diangkut dengan mobil tangki > 0.15%

proses pembongkaran.

 

tangki timbun.

dari jumlah yang diangkut,

 

Tentukan tangki timbun mana

buat berita acara dengan

 

yang akan diisi.

supir untuk proses klaim ke

 

• Pastikan katup tangki timbun

 

Pertamina.

KETERANGAN TAHAP

(free-vent/pv-valve) bekerja

• Khusus angkutan BBM ke

SETELAH PELAKSANAAN

dengan baik. Coupling di filling pot siap untuk menerima pembongkaran.

SPBU dengan menggunakan tranportasi air yang dilanjutkan dengan transportasi darat susut yang

PEMBONGKARAN :

4.

Persiapan mobil tangki

 

diperkenankan adalah 0.2%

11. Lepaskan discharge hose, kemudian lepaskan kabel arde

• Arahkan truk tangki ke area pembongkaran dan tempatkan mobil tangki pada

• Tunggu selama 15 menit

tangki.

untuk tranportasi air dan 0.15% untuk transportasi darat.

12. Kembalikan Alat Pemadam Api (APAR) ke tempat semula.

posisi pembongkaran yang benar.

sehingga apabila terdapat kotoran atau air dalam BBM akan mengendap di dasar

 

13. Lepaskan rambu tanda bahaya

14. Selesaikan proses administrasi bukti pengiriman BBM. Berikan tanda tangan pada

• Kunci kontak pada posisi off tetapi tetap terpasang

dokumen pengiriman BBM dan bubuhkan stempel SPBU serta