Anda di halaman 1dari 3

TEKS CERITA HIKAYAT SANG KANCIL DAN BUAYA

Hikayat Sang Kancil dan Buaya


Pada suatu hari yang tenang, terlihat Sang Buaya sedang bergembira melompatlompat dan bermandi manda sementara rakan-rakannya sedang tidur. Sungguh
seronok Sang Buaya.
Setelah selesai bermain dan mandi, Sang Buaya pun pergi ke pokok untuk berehat
seketika. Ketika ia hendak duduk, ia telah terduduk di atas kulit durian.
Sang Buaya

: Adoi!!! Kurang asam! Siapa yang membuang kulit durian di


sana sini? Pakailah tong sampah. (sambil menahan sakit)

Lalu di balingnya kulit durian itu lalu termasuk ke dalam mulut kawannya.
Sementara itu,kelihatan Sang Kancil yang sedang berjalan-jalan mencari makanan.
Setelah mencari ke sana-sini, ia pun terlihat Sang Buaya sedang enak tidur di tepi
sungai. Ia juga telah terlihat sepohon pokok jambu di seberang sungai itu.
Sang Kancil

: Emm, nyenyaknya buaya-buaya itu tidur. Hmm, enak betul


buah-buah di seberang sungai.

Sang Kancil menuju ke arah sungai. Ketika Sang Kancil hendak berkira-kira untuk
melintas, Sang Ikan telah menegurnya.
Ikan

: Awas Kancil!

Sang Kancil

: Oh.. Ikan ! Apa hal?

Ikan

: Jaga-jaga Kancil, jangan disangka air yang tenang tiada


buaya.

Sang Kancil

: Saya tak takut. Buaya semua sedang nyenyak.

Ikan

: Ya, tapi.... Sungai ni dalam Kancil. Tentu engkau akan


hanyut... Saya ingatkan saja. Jumpa lagi.

Sang Ikan berenang kembali ke dalam sungai.

Sang Kancil

: Terima kasih Ikan. Baik betul Ikan. Kalau tidak tentu aku
susah. Bagaimana nak menyeberang sungai? Haa.. Aku
ada satu akal. Sang Buaya.. Sang Buaya... Sang Buaya !!!

Sang Buaya

: Kau Kancil ! Nasib baik aku tak meninggal. Hilang semangat


aku. Berani kau Kancil! Tak tau ke buaya suka makan
daging kancil.

Sang Kancil

: Ya, Sang Buaya, tapi aku ada pesanan penting dari Orang
Kaya.

Sang Buaya

: Pesanan penting??

Sang Kancil

: Ya, Sang Buaya. Orang Kaya minta aku mengira bilangan


binatang-binatang di hutan ini supaya diadakan MAKAN.

Sang Buaya

: Makan?!!!!

Buaya-buaya lain

: MAKAN??!!!

Sang Buaya

: Ayuh Kancil. Kita mula mengira sekarang juga.

Buaya-buaya lain tergesa-gesa menuju ke arah Sang Buaya apabila mendengar


perkataan makan sehingga merempuh Sang Buaya.
Sang Buaya

: Aduih, sakitnya! Tak ada disiplin punya buaya.

Sang Kancil

: Hehehehe...

Sang Buaya

: Buaya-buaya sekalian, berkumpul!

Maka berbarislah buaya-buaya sekalian dengan tertib.


Sang Kancil

: Hmmm..... Sang Buaya, lebih senang dikira kalau berkumpul di


dalam sungai. Mungkin ada yang tertinggal.

Sang Buaya

: Ya juga. Buaya sekalian !! Berkumpul di dalam sungai.

Buaya-buaya lain terjun ke dalam sungai sehingga memercikkan air ke arah Sang
Buaya.

Sang Buaya

: Awas buaya sekalian!!.. Kancil akan mula mengira kamu


semua.

Sang Kancil

: Satu...

Buaya yang pertama berasa amat geli dan menggerak-gerakkan badannya.


Sang Kancil

: Hey, geli konon..

Sang Kancil

: Satu, dua, tiga, lekuk.

Buaya cuba menggigit kaki Sang Kancil. Sang Kancil memandang marah ke arah
buaya.
Buaya

: Gurau saja. Satu, dua, tiga, lekuk.

Sang Kancil

: Jantan, betina, aku ketuk.

Sang Buaya

: Semuanya berapa Kancil?

Sang Kancil

: Ada sembilan ekor buaya yang bodoh.

Buaya-buaya

: Haaa???!!!!

Sang Kancil

: Sebenarnya, aku cuma hendak menyeberangi sungai


ini. Hehehehe

Sang Buaya

: Jadi, tak adalah makan??

Buaya

: Kita kena tipu!! Ini semua kau punya pasal !!!

Sang Buaya sepantas kilat melarikan diri sementara buaya-buaya lain mengejar
Sang Buaya.
Sang Buaya

: Alamak, nasib baik terlepas. Tunggu engkau Kancil..


Aku dapat engkau....(dalam nada geram)

Namun begitu,Sang Kancil telah terlambat kerana monyet telah memakan kesemua
buah jambu itu sehingga habis. Melepaslah Sang Kancil yang malang untuk makan.
Sepandai pandai kancil, melepas juga buah jambu.
Bak kata pepatah, sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh ke tanah
juga.