Anda di halaman 1dari 2

PROTAB RUANG ANAK DAN RUANG BAYI

RSIA BELLA
NOVEMBER 2006
RUANG BAYI
1. Pada keadaan yang memerlukan pembersihan jalan napas atau suction pada mulut bayi
saat SC, sebaiknya dilakukan oleh asisten operator dan bukan oleh perawat instrumen,
karena perawat instrument mempunyai tugas-tugas lain yaitu mempersiapkan
instrument bagi tindakan selanjutnya. Bila air ketuban berwarna hijau dan kental,
harus dilakukan suction oleh operator sebelum kepala bayi lahir (sebelum bayi
menangis).
2. Mengingatkan kembali kerpada dokter anak bahwa bila ada operasi emergency dan
dokter sedang praktek di Rumah Sakit, maka dokter harus bersedia menjadi tim operasi
bila dokter jaga anak tidak dapat hadir dengan cepat.
3. Bayi bayi yang pernah dirawat di unit Perinatologi level II & III biasanya mempunyai
kelainan tumbuh kembang (KTK) di kemudian hari, maka diputuskan setelah bayi
pulang dari perawatan tersebut diatas untuk dikonsulkan ke Klinik tumbuh Kembang.
Terdapat beberapa kriteria bayi yang membutuhkan long term follow up di Klinik
Tumbuh Kembang. Diputuskan kondisi kondisi bayi yang dirawat di perinatologi level
II dan III yang sebaiklnya dikonsulkan sebelum pasien pulang ke Klinik Tumbuh
Kembang antara lain:
a. Kecil masa kehamilan
b. Berat badan < 1500 gr
c. Usia gestasi < 34 mg
d. Kelainan kongenital
e. Kelainan genetik
f. Asfiksia perinatal
g. Kejang neonatal
h. Apnea berulang
i. Perdarahan intra kranial
j. Distres pernapasan: pneumonia kongenital, respiratory distres syndrome
k. Sepsis neonatorum
l. Meningitis bakterial
m. Neonatus yng membutuhkan ventilasi mekanik > 48 jam
n. Kondisi penyakit yang membutuhkan perawatan di NICU > 48 jam
o. Hiperbilirubinemia dengan kadar > 15 mg/dl
p. Infeksi kongenital
q. Riwayat gangguan pendengaran dalam keluarga

4. Jika ada bayi-bayi baru lahir yang dicurigai terjadi infeksi, yaitu bila:
a. KPD > 12 jam
b. Ketuban hijau kental
c. Ketuban hijau encer
d. Respiratory Distres syndrome/ Idiopathic RDS
e. Sepsis
Harus dilakukan pemeriksaan :
-. Darah rutin (Hb, HT, Leuko, Trombo)
-. CRP (kuantitatif)
Sesegera mungkin. Bila CRP (-) tidak usah diberi antibiotika. Antibiotika yang
diberikan harus dari golongan cephalosporin ( mencakup gram + dan gram - ) dan
bukan golongan viccilin.
5. Semua bayi baru lahir pada hari ketiga diperiksa kadar Bilirubin total dan golongan
darah.
Bila kadar bilirubin > 10 mg/dl harus di Blue light.
6. Pada bayi prematur diputuskan untuk dilakukan USG kepala dan konsul dokter mata.
Bila pasien menolak maka pasien harus menanda tangani surat penolakan
7. Pada bayi baru lahir dengan riwayat keluarga menderita Thalasemia
maka
pemeriksaan electro forese HbF dilakukan pada saat usia anak > 1 tahun. Pada kasus
thalasemia alpha , maka pemeriksaan elektroforesa HbB dapat dilakukan segera setelah
bayi lahir dengan menggunakan darah tali pusat. Darah diambil sebanyak 6 ml dari
tali pusat 4 5 cm dari pangkal umbilical sebelum plasenta dikeluarkan. Darah
tersebut dimasukkan kedalam 2 tabung @ 3 ml. Kedua tabung diberi EDTA untuk
pemeriksaan elektrofoeresa sedangkan tabung kedua untuk pemeriksaan Hb, MCV,
MCH, MCHC dan apusan darah tepi. Apabila orang tua diketahui membawa sifat
thalasemia , maka untuk pencegahan dapat dilakukan neonatal screening yaitu dengan
pemeriksaan DNA pada usia kehamilan 8 12 minggu.
8. Bila ada dokter yang hanya mau mau praktek di Poliklinik tetapi tidak mau merawat
pasien, maka dokter boleh menyerahkan pasien tersebut untuk dirawat dokter lain
tetapi sebelumnya dokter tersebut harus informed concent kepada pasien . Dokter tidak
boleh mengirim pasien keluar RSIA Bella bila tidak ada indikasi klinis.
9. Pada kasus kematian dengan diagnosis kematian yang belum jelas/meragukan atau
keluarga pasien belum menerima yang disampaikan dokter, dokter dapat mengusulkan
kepada keluarga pasien untuk dilakukan otopsi klinik. Jika ada penolakan dari keluarga
pasien untuk dilakukan otopsi klinik, maka hal tersebut harus dicatat dalam berkas
rekam medis.
10. Akan dibuat informed concent baru dimana formulir tersebut akan dibuat berbeda
untuk setiap tindakan yang mencakup tujuan, komplikasi, efek samping dan angka
kegagalan dari setiap tindakan secara terperinci.

Anda mungkin juga menyukai