Anda di halaman 1dari 12

Satu Angkatan Tetap Utuh

Materi yang akan dibahas :

FKUI 2012
Modul Tentir Biomedik Dasar : Homeostasis

A. Tingkat Organisasi Kehidupan


Dalam tubuh manusia, terdapat beberapa tingkatan organisasi kehidupan yang terdiri
dari enam level atau tingkat, yaitu level kimia, sel, jaringan, organ, sistem organ, dan level
organisme.

Pada level kimia (chemical), tubuh manusia tersusun dari zat yang paling kecil yaitu
atom. Beberapa atom yang biasa kita ketahui di dalam tubuh seperti oksigen, karbon,
hidrogen, dan nitrogen, yang hampir menyusun 96% dari total bahan kimia di dalam tubuh
kita. Dua atau lebih atom akan bergabung dan membentuk molekul dalam tubuh, seperti
protein, karbohidrat, lemak, dan asam nukleat (contohnya adalah materi genetik,
deoxyribonucleic acid atau DNA).
Atom dan molekul kemudian menjadi material penting pembentuk sel. Sel merupakan
unit dasar struktural dan fungsional dari organisme yang terdiri dari berbagai bahan kimia.
Setiap sel memiliki membran plasma yang mengelilingi isi dari sel dan mengontrol
perpindahan materi masuk dan keluar dari sel. Terdapat berbagai jenis sel di dalam tubuh
manusia seperti sel otot, sel saraf, dan sel epitel.
Jaringan adalah kumpulan dari sel dan materi di sekitarnya yang bekerja sama untuk
menjalankan suatu fungsi. Terdapat empat jenis jaringan di dalam tubuh yaitu jaringan
epithelium, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. Jaringan epitel akan menyelubungi
permukaan tubuh, membatasi organ, dan membentuk kelenjar. Jaringan epitel ini juga

Satu Angkatan Tetap Utuh

FKUI 2012
Modul Tentir Biomedik Dasar : Homeostasis

memiliki spesialisasi dalam pertukaran materi antara sel dan lingkungannya. Kelenjar

merupakan contoh jaringan epitel yang berfungsi untuk mensekresikan suatu produk yang
telah dihasilkan oleh sel. Ada dua jenis kelenjar, yaitu eksokrin dan endokrin. Kelenjar
eksokrin memiliki saluran sehingga dapat menyalurkan materi melalui saluran tersebut
menuju bagian tubuh. Kelenjar endokrin tidak memiliki saluran sehingga produk yang
dihasilkan yaitu hormon disekresikan melalui darah. Jaringan ikat berfungsi untuk
menghubungkan, mendukung, dan melindungi organ tubuh ketika mendistribusikan
pembuluh darah ke jaringan yang lain. Jaringan otot akan berkontraksi untuk membuat
bagian tubuh berpindah atau menghasilkan panas. Jaringan otot terdiri dari tiga tipe yaitu otot
rangka, yang membantu pergerakan dari skeleton; otot jantung, yang memompa darah keluar
jantung; dan otot polos, yang mengontrol perpindahan isi dari saluran atau organ, contohnya
perpindahan makanan melalui saluran pencernaan. Jaringan saraf akan membawa informasi
dari satu bagian tubuh menuju bagian lain melalui impuls saraf yang dapat dihantarkan secara
jarak jauh.
Pada level organ, beberapa jaringan yang berbeda tipe akan bergabung dan bekerja
sama membentuk organ tubuh yang memilih fungsi spesifik dengan bentuk yang tentunya
berbeda-beda. Contoh organ dalam tubuh seperti lambung, kulit, tulang, jantung, hati, paruparu, dan otak.
Sebuah sistem organ terdiri dari beberapa organ terkait dengan fungsi yang sama.
Contohnya saja adalah sistem pencernaan yang berfungsi untuk mencerna dan mengabsorpsi
makanan. Sistem ini terdiri dari mulut, kelenjar saliva, faring, esophagus, lambung, usus
halus, usus besar, hati, kantung empedu, dan pankreas. Terkadang satu organ juga bisa
berperan pada lebih dari satu sistem tubuh.
Suatu organisme sudah memiliki berbagai macam sistem tubuh yang memiliki
tanggung jawabnya masing-masing yang diperlukan untuk keberlangsungan hidup organisme
bersangkutan.

Satu Angkatan Tetap Utuh

FKUI 2012
Modul Tentir Biomedik Dasar : Homeostasis

B. Konsep Homeostasis
Berbagai mekanisme fisiologi dalam tubuh manusia bertindak untuk mencegah
perubahan yang dapat membahayakan dari komposisi cairan tubuh dan lingkungan di dalam
sel kita. Homeostasis berasal dari kata homeo, yang berarti tidak berubah atau serupa, +stasis,
kondisi yang relatif konstan. Homeostasis berarti Kondisi keseimbangan internal yang
ideal, di mana semua sistem tubuh bekerja dan berinteraksi dalam cara yang tepat untuk
memenuhi semua kebutuhan dari tubuh.. Mempertahankan homeostasis di dalam tubuh
sifatnya vital dan krusial bagi keberadaan organisme, ketika homeostasis gagal untuk
dipertahankan maka akan menyebabkan munculnya penyakit atau bahkan kematian. Oleh
karena itu, homeostasis itu penting untuk keberlangsungan hidup setiap sel, dan setiap sel

Satu Angkatan Tetap Utuh

FKUI 2012
Modul Tentir Biomedik Dasar : Homeostasis

dengan aktivitasnya masing-masing, berkontribusi sebagai bagian dari sistem tubuh untuk
memelihara lingkungan internal yang dimiliki oleh semua sel.

Aspek terpenting dari homeostasis adalah mengatur volume dan komposisi cairan
tubuh dan larutan termasuk bahan-bahan kimia yang terdapat di dalam sel. Cairan yang
terdapat di dalam sel disebut cairan intraselular (intracellular fluid), sedangkan cairan
yang berada di luar tubuh disebut cairan ekstraselular (extracellular fluid). Cairan
ekstraselular yang menempati tempat antara sel dari suatu jaringan biasa disebut sebagai
cairan interstisial. Cairan ekstraselular di dalam tubuh selanjutnya terdapat dibagi sesuai
dengan letaknya di dalam tubuh: cairan ekstaselular di dalam pembuluh darah disebut plasma
darah, di dalam pembuluh limfatik terdapat cairan limfatik, di dalam otak dan medulla
spinalis terdapat cairan serebrospinal, di dalam persendian terdapat cairan synovial, dan
cairan ekstraselular yang terdapat di mata dinamakan aqueous humor dan vitreous humor.

Satu Angkatan Tetap Utuh

FKUI 2012
Modul Tentir Biomedik Dasar : Homeostasis

C. Kontribusi Sistem Tubuh


Terdapat beberapa faktor di lingkungan internal tubuh yang perlu dipertahankan
dalam hal homeostasis yaitu :
a) Konsentrasi nutrisi. Sel membutuhkan suplai molekul nutrisi yang konstan untuk
produksi energi. Energi digunakan untuk mendukung keberlangsungan hidup dan
aktivitas sel khusus.
b) Konsentrasi O2 dan CO2. Sel membutuhkan oksigen untuk melakukan reaksi kimia
penghasil energi. Karbon dioksida yang dihasilkan selama reaksi harus dikeluarkan
dari dalam tubuh sehingga asam pembentuk CO2 tidak meningkatkan keasaman
lingkungan internal.
c) Konsentrasi produk limbah. Beberapa reaksi kimia dapat menghasilkan produk akhir
yang memiliki efek racun bagi sel tubuh jika produk limbah tersebut dibiarkan
menumpuk.
d) Tingkat keasaman (pH). Perubahan pH dari cairan ekstraselular dapat mempengaruhi
fungsi sel saraf dan menghambat aktivitas enzim pada sel.

Satu Angkatan Tetap Utuh

FKUI 2012
Modul Tentir Biomedik Dasar : Homeostasis

e) Konsentrasi air, garam, dan elektrolit lain. Konsentrasi relatif dari garam dan air di
cairan ekstraselular mempengaruhi banyaknya air yang masuk dan meninggalkan sel,

sehingga konsentrasi ini harus diatur dengan tepat dari masing-masing sel. Sel tidak
berfungsi dengan normal ketika membengkak atau mengerut.
f) Volume dan tekanan. Komponen sirkulasi dari lingkungan internal, seperti plasma,
harus dipertahankan pada volume dan tekanan darah yang memadai untuk distribusi
ke seluruh tubuh.
g) Suhu. Sel-sel tubuh dapat berfungsi dengan baik jika berada pada range suhu yang
optimal. Jika sel terlalu dingin, fungsinya akan melambat, sedangkan jika terlalu
panas, bentuk struktur dan protein enzim dapat terganggu atau rusak.
Berikut ini akan dijelaskan kontribusi sistem tubuh dalam mempertahankan
homeostasis. Terdapat 11 sistem ogan yang menyusun seorang manusia dan saling
berinteraksi dalam mewujudkan homeostasis sesuai perannya, yaitu:
1. Sistem sirkulasi (jantung, pembuluh darah, dan darah)
Sistem ini mentranspor berbagai materi seperti nutrisi, oksigen, karbon dioksida, zat-zat
sisa, elektrolit, dan hormon, dari satu bagian tubuh ke bagian lainnya.
2. Sistem pencernaan (mulut, esophagus, lambung, usus, dan organ terkait lainnya)
Sistem ini memecah makanan menjadi molekul nutrisi yang lebih kecil untuk diserap ke
dalam plasma (darah) dan didistribusikan ke sel-sel tubuh. Sistem ini juga mentransfer air
dan elektrolit dari lingkungan luar ke dalam (internal sel), serta mengeluarkan sisa
makanan yang tidak tercerna dalam bentuk feses.
3. Sistem pernapasan (paru-paru dan saluran pernapasan utama)
Sistem ini mengikat oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida ke lingkungan eksternal.
Dengan menyesuaikan tingkat pengeluaran asam pembentuk CO2, sistem respirasi penting
dalam mempertahankan pH yang tepat dari lingkungan internal.
4. Sistem perkemihan/urinaria (ginjal dan saluran terkait)
Sistem ini berperan dalam pengeluaran air yang berlebih, garam, asam, dan elektrolit lain
dari plasma bersama dengan sisa-sisa metabolism lain selain CO2 dan mengeluarkannya
melalui urin.
5. Sistem rangka (tulang dan sendi)
Sistem ini berfungsi untuk memberi dukungan dan perlindungan bagi jaringan yang lunak
dan organ. Selain itu, sistem ini juga berperan sebagai tempat penyimpanan kalsium

Satu Angkatan Tetap Utuh

FKUI 2012
Modul Tentir Biomedik Dasar : Homeostasis

dengan konsentrasi yang sesuai limit. Bersama dengan sistem otot, sistem rangka
memungkinkan adanya pergerakan bagian-bagian tubuh. Sumsum tulang juga memiliki
peran sebagai sumber utama dalam pembentukan sel darah.
6. Sistem otot (otot rangka)

Sistem otot dapat menggerakkan tulang di mana otot rangka menempel. Dalam
hubungannya untuk mempertahankan homeostasis, sistem ini memungkinkan organisme
untuk bergerak mencari makanan atau menjauh dari bahaya, serta panas yang dihasilkan
dari kontraksi otot penting berperan dalam regulasi temperatur dalam tubuh.
7. Sistem integument (kulit dan struktur terkait)
Sistem integument membantu menjadi penghalang sekaligus pelindung bagi keluarnya
cairan internal atau mikroorganisme yang masuk, serta berperan juga dalam mengatur suhu
tubuh. Banyaknya panas yang hilang dari permukaan tubu diatur dengan mengontrol
produksi keringat dan mengatur aliran darah hangat melalui kulit.
8. Sistem imun (sel darah putih, organ limfoid)
Sistem ini melawan molekul atau sel asing seperti bakteri dan virus yang menyerang selsel tubuh. Sistem imun juga berperan untuk memperbaiki dan mengganti sel-sel yang
terluka atau rusak.
9. Sistem saraf (otak, medulla spinalis, saraf, dan indera/organ perasa)
Sistem saraf menjadi salah satu dari sistem regulasi yang penting, karena sistem ini dapat
mengendalikan dan mengkoordinasikan aktivitas tubuh yang memerlukan respon cepat.
Hal ini penting terutama dalam mendeteksi perubahan di lingkungan eksternal dan
menginisiasikan respons terkait. System saraf juga berperan dalam pengendalian
homeostasis ekstrinsik dengan jarak refleks misalnya.
10. Sistem endokrin (kelenjar endokrin yang mensekresi hormon)
Dalam menjalani fungsinya, meregulasi, sistem endokrin memerlukan durasi waktu yang
lebih lama dibandingkan sistem saraf. Hal ini tertama penting dalam mengatur komposisi
cairan tubuh dengan menyesuaikan fungsi ginjal, mengatur kadar nutrisi di dalam darah
misalnya glukosa darah, dll.
11. Sistem reproduksi (gonad pria dan wanita dan organ terkait lain)
Sebenarnya sistem reproduksi tidak berperan langsung dalam homeostasis, namun penting
untuk menghasilkan keturunan dan mengabadikan spesies.

Satu Angkatan Tetap Utuh

FKUI 2012
Modul Tentir Biomedik Dasar : Homeostasis

Meskipun tiap system memiliki perannya masing masing dalam mewujudkan homeostasis,
mereka saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. Misalnya, system
endokrin yang fungsinya regulasi membutuhkan system kemih misalnya untuk mewujudkan
homeostasis komposisi cairan tubuh.
D. Pengembangan Konsep Homeostasis

Walter Cannon adalah seorang bapak fisiologi asal Amerika, yang mendeskripsikan
mengenai properti dari sistem pengendalian homeostasis pada tahun 1920, lewat
penelitiannya pada tubuh manusia di bidang kesehatan dan penyakit. Empat postulat Cannon
terdiri dari :
1. Sistem saraf memiliki sebuah aturan dalam melestarikan fitness dari lingkungan
internal. Fitness dalam hal ini maksudnya adalah kondisi yang sesuai dengan fungsi
normal. Sistem saraf mengkoordinasikan dan mengintegrasikan volume darah,
osmolaritas darah, tekanan darah, suhu tubuh, dan variabel (atau dikenal dengan
parameter) regulasi lainnya.
2. Beberapa sistem tubuh berada di bawah kendali tonik (tonic control).
Tonik berasal dari kata tonos yang berarti nada. Mengutip kata Cannon, sebuah agen
mungkin ada yang memiliki aktivitas moderat yang dapat bervariasi naik dan turun.
Kontrol tonik sama seperti mengontrol volume radio, kita dapat mengatur keras
lembutnya suara. Contoh pengaturan sistem tonik yaitu pengaturan neural dari diameter
pembuluh darah. Peningkatan input dari sistem saraf akan memperkecil diameter
pembuluh darah, sedangkan penurunan input dari sistem saraf justru meningkatkan
diameter pembuluh darah.

Satu Angkatan Tetap Utuh

FKUI 2012
Modul Tentir Biomedik Dasar : Homeostasis

3. Beberapa sistem tubuh berada di bawah kendali antagonistik (antagonistic control)


Cannon menulis bahwa, ketika sebuah faktor diketahui dapat menggeser atau mengubah
keadaan homeostasis dalam satu arah, hal itu beralasan untuk mencari faktor-faktor yang
dapat memiliki efek berlawanan. Sistem yang tidak berada di bawah kendali tonik
biasanya berada di bawah kendali antagonis, baik itu oleh sistem hormone ataupun sistem
saraf. Contoh penerapannya yaitu pada hormon antagonis yaitu insulin dan glucagon.
Insulin akan mengurangi konsentrasi glukosa dalam darah sedangkan glucagon akan
meningkatkannya. Dalam jalurnya, sistem ini diatur oleh sistem saraf yaitu saraf simpatik
dan parasimpatik yang memiliki efek berlawanan. Misalnya, sinyal kimia dari saraf
simpati meningkatkan denyut jantung tetapi sinyal kimia dari saraf parasimpatik akan
menurunkannya.

4. Satu sinyal kimia dapat memiliki efek berbeda pada berbagai jaringan
Cannon meneliti dengan benar bahwa agen homeostasis yang antagonis dalam satu
daerah di dalam tubuh dapat bekerja sama di daerah yang lain. Namun, hal ini tidak
berlaku sampai para ilmuwan menemukan reseptor sel yang menjadi dasar yang jelas
untuk aktivitas dari beberapa hormon dan saraf yang saling bertentangan. Sinyal kimia

Satu Angkatan Tetap Utuh

FKUI 2012
Modul Tentir Biomedik Dasar : Homeostasis

tunggal dapat memiliki efek yang berdeda tergantung pada reseptor dan jaras sinyal dari

sel target. Contohnya yaitu pada dilatasi dan kontriksi pembuluh darah yang dipengaruhi
oleh epinephrine, tergantung pada reseptor adrenergic alfa atau beta yang dimiliki
pembuluh darah.

E. Mekanisme Pengendalian Homeostasis


Mekanisme umum yang termasuk dalam regulasi homeostasis yaitu autoregulasi dan
regulasi ekstrinsik. Regulasi homeostasis mengarah pada penyesuaian sistem fisologis tubuh
untuk mempertahankan homeostasis. Autoregulasi, atau regulasi intrinsik, terjadi ketika
sel, jaringan, organ, atau sistem organ menyesuaikan aktivitasnya sendiri secara otomatis
sebagai respon dari perubahan lingkungan. Sebagai contoh, ketika konsentrasi oksigen
menurun di sebuah jaringan, sel dapat menghasilkan sinyal kimia yang dapat mendilatasi
pembuluh darah lokal, sehinggal aliran darah dapat meningkat dan memperbanyak oksigen ke
daerah tersebut. Regulasi ekstrinsik dihasilkan dari aktivitas sistem saraf atau sistem
endokrin, dua sistem organ yang mengontrol dan menyesuaikan aktivitas dari berbagai sistem
tubuh secara serempak. Contohnya adalah ketika kita berolahraga, sistem saraf akan

Satu Angkatan Tetap Utuh

FKUI 2012
Modul Tentir Biomedik Dasar : Homeostasis

memberikan sinyal untuk meningkatkan denyut jantung sehinggal sirkulasi darah akan lebih
cepat. Sistem saraf juga mengurangialiran darah menuju organ yang tidak terlalu aktif, seperti
pada organ-organ pencernaan. Oksigen dalam sirkulasi darah akan dialirkan terutama bagi
otot yang aktif dan memerlukan banyak.
Kontrol homeostasis melibatkan:

Umpan Balik (feedback) Respons menanggapi suatu perubahan yang terdeteksi


sebelumnya.
Terdapat umpan balik negatif yang mana pengendalian suatu kondisi
homeostasis dengan menggerakkannya ke arah berlawanan bertujuan untuk menahan
perubahan variabel terkontrol tetap. (Sensor mendeteksi suatu kondisi. Integrator
(Otak) sebagai pusat kendali membaca perubahan dengan membandingkan dengan
titik patokan. Efektor melakukan tugasnya.) Misalnya, saat gula darah terdeteksi
tinggi, maka sel beta pancreas diperintahkan untuk mensekresikan insulin. Kondisi
gula darah yang kembali normal menjadi umpan balik negative untuk pancreas agar
berhenti mensekresikan insulin.

Sebaliknya, umpan balik positif berdampak dalam memperkuat perubahan searah


dengan perubahan awal. Mekanisme umpan positive feedback ini lebih jarang
terjadi karena cenderung bertentangan dengan fungsi pengendalian homeostasis. Ia

Satu Angkatan Tetap Utuh

FKUI 2012
Modul Tentir Biomedik Dasar : Homeostasis

berguna misalnya pada proses melahirkan dimana hormone oksitosin akan terus

disekresikan agar untuk memperkuat kontraksi uterus. Untuk menghentikan respons


umpan balik positif, terdapat mekanisme khusus diluar loop atau siklus umpan balik
positif yang berlangsung. Jika tidak dapat dikendalikan Siklus Setan Fatal

Umpan Maju (feedforward) Respons antisipasi suatu perubahan. Tubuh


memprediksi perubahan yang akan terjadi dan melakukan suatu respons
antisipastorik akan prediksi tersebut. Contohnya adalah refleks salivasi dan
peningkatan produksi HCL ketika seseorang menerima stimuli visual maupun
olfaktori dari makanan.

Menurut Silverthorn, pengendalian homeostasis dapat melalui jalur local ataupun jarak
jauh. Jalur local melibatkan komunikasi sel interseluler, respons parakrin, atau
bahkan respons autokrin. Jalur jarak jauh melibatkan jalur pengendalian reflex
dimana melibatkan dua system, saraf dan endokrin. Jaras reflex dan komunikasi sel akan
dibahas pada Modul Tentir Biomedik Dasar: Komunikasi Sel dan Lengkung Refleks.
Gangguan homoestasis dapat terjadi jika satu/lebih system tubuh terganggu sel bekerja
di lingkungan yang tidak optimal muncul bebagai keaadaan patofisiologik dapat
berujung pada kematian
Penyakit akibat homeostasis: Lokal (Spesifik pada suatu daerah pada tubuh) atau
Sistemik (berdampak pada seluruh bagian tubuh atau beberapa system organ).
Penyakit Akut Mendadak dang berlangsung dalam waktu yang cukup singkat
Penyakit kronis Berkembang perlahan dan berlangsung dalam periode yang cukup
lama.
<<<<< Semoga Bermanfaat >>>>>