Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya pembangunan
nasional diarahkan untuk mencapai kesadaran, kemauan dan kemampuan
untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat yang
optimal. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan upaya pengelolaan
berbagai sumber daya pemerintah maupun masyarakat sehingga dapat
disediakan pelayanan kesehatan yang berkeseimbangan, efektif, efisien,
bermutu dan terjangkau. Hal ini perlu didukung komitmen dan semangat yang
tinggi dengan prioritas terhadap upaya kesehatan dengan pendekatan
peningkatan

kesehatan

(promotif),

pencegahan

penyakit

(preventif),

penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitative) (DepKes RI, 2008).


Pembangunan kesehatan sebagai bagian integral dari pembangunan
nasional diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kesadaran, kemauan,
dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi tingginya. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut
dilaksanakan program program pembangunan kesehatan secara sistematis
dan berkesinambungan (DepKes RI, 2005).
Tangan merupakan salah satu anggota gerak tubuh yang sangat penting
karena fungsinya yang sangat komplek. Kalau dilihat dari segi anatomi
pergelangan tangan dibentuk oleh bangunan tulang, otot, ligamen, saraf dan
pembuluh darah sehingga tangan dapat melakukan gerakan halus (fine motor)
yang terkoordinir dan otomatis. Dengan keadaan tersebut bila tangan

mengalami gangguan pada pergelangan tangan bisa dibayangkan betapa


rumitnya masalah yang akan muncul karena sebagian besar pekerjaan
dikerjakan dengan tangan.
Carpal Tunnel Syndrome merupakan neuropati yang paling banyak
terjadi, dimana adanya kompresi saraf medianus yang melewati terowongan
carpal. Gejala utama yang berhubungan dengan Carpal Tunnel Syndrome
yaitu sensasi nyeri terbakar pada malam hari, parestesia dan atropi otot thenar,
keterbatasan aktifitas dan ketidakmampuan bekerja (Karolezak, 2005).
Sindrom ini dapat terjadi setelah tangan melakukan aktifitas berat atau
berulang atau bisa juga diikuti dengan trauma pergelangan tangan seperti
fraktur, dislokasi, tetapi sering juga tidak ada riwayat trauma yang signifikan.
Carpal Tunnel Syndrome adalah sumber penyebab tersering dari mati rasa dan
sakit pada tangan. Hal ini lebih sering terjadi pada wanita daripada pria
(Mujianto, 2013).
Di Indonesia, urutan prevalensi Carpal Tunnel Syndrome dalam
masalah kerja belum diketahui karena sampai tahun 2001 masih sangat sedikit
diagnosis penyakit akibat kerja yang dilaporkan karena berbagai hal, antara
lain sulitnya diagnosis. Pervalensi CTS sebagian besar bekerja sebagai buruh
pabrik rokok dengan persentase sebesar 50% dibandingkan pekerjaan lain
yakni ibu rumah tangga dan penjahit pakaian. Hal ini sesuai survey yang
dilakukan oleh National Institute of Neurological Disorders and Stroke
(NINDS) yang memperkirakan tiga dari setiap 10.000 pekerja di Amerika
kehilangan waktu dari pekerjaan karena CTS. Setengah dari para pekerja
kehilangan lebih dari 10 hari kerja. Biaya hidup rata-rata CTS, termasuk

tagihan medis dan hilangnya waktu kerja, diperkirakan sekitar $ 30.000 untuk
setiap pekerja yang terluka (NINDS, 2012 dalam Nurfitriyah).
Penggunaan ultra sonic untuk kasus Carpal Tunnel Syndrom ini
dipakai sejak 50 tahun yang lalu dan dalam pemakaian ultra sonic ini efek
yang paling besar dirasakan adalah efek biologi, dengan kesembuhan 73%
(Miclhovitz, 1996).
Selain ultrasound ada pula massage pada pergelangan tangan
(terowongan carpal) dapat dilakukan beberapa teknik antara lain :
a. Transversal carpal ligament
Teknik ini bertujuan untuk melonggarkan / mengulur transverse
carpal ligament.
b. Muscle belly stripping
Teknik ini membantu mengurangi nyeri dan trigger point pada felxor
wrist dan flexor finger. Lakukan secara perlahan sesuai toleransi pasien.
Keluhan dan gejala Carpal Tunnel Syndrome dengan faktor
kecepatan menggunakan alat dan faktor kekuatan melakukan gerakan pada
tangan (Tana, 2004). Dalam karya tulis ini penulis tertarik pada kasus
Carpal Tunnel Syndrome karena penulis melihat sekarang banyak
pekerjaan yang menggunakan tangan dan meningkatnya prevalensi kasus
Carpal Tunnel Syndrome. Bila kedua tangan terkena Carpal Tunnel
Syndrome maka pekerjaan akan terganggu. Sehingga masyarakat perlu
tahu penyebab dan penanganan dari kasus Carpal Tunnel Syndrome.
Dengan

latar

belakang

di

atas

penulis

mengambil

judul

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA PENDERITA CARPAL


TUNNEL SYNDROME DENGAN MODALITAS ULTRASOUND
DAN MASSAGE .
B. Rumusan Masalah

Bagaimanakah penatalaksanaan Fisioterapi pada penderita Carpal


Tunnel Syndrome dengan modalitas Ultrasound dan Massage ?
C. Tujuan Penulisan
1. Tujuan umum
Untuk mengetahui gambaran tentang penatalaksanaan Ultrasound dan
Massage pada Carpal Tunnel Syndrome.
2. Tujuan khusus
Untuk mengetahui manfaat Ultrasound dan Massage terhadap kondisi
pada Carpal Tunnel Syndrome.
D. Manfaat Penulisan
1. Bagi penulis
Manfaat yang diperoleh untuk memperdalam ilmu pengetahuan dan
menambah wawasan tentang kondisi Carpal Tunnel Syndrome.

2. Bagi masyarakat
a. Memberikan pengetahuan tentang penelitian pada penderita Carpal
Tunnel Syndrome dengan modalitas Ultrasound dan Massage kepada
masyarakat
b. Memberikan informasi tentang penelitian pada penderita Carpal
Tunnel Syndrome dengan modalitas Ultrasound dan Massage kepada
penderita
3. Bagi institusi - institusi
a. Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan tentang Fisioterapi bagi
b.

institusi pendidikan Fisioterapi


Memberikan informasi tentang kondisi Carpal Tunnel Syndrome yang

sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari di dalam masyarakat


4. Bagi Fisioterapi

a.

Memberikan masukan, wawasan dan pemahaman Fisioterapi tentang


modalitas Ultrasound dan Massage pada kasus Carpal Tunnel

b.

Syndrome.
Memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan kondisi Carpal

Tunnel Syndrome.
E. Pembatasan Masalah
Oleh karena banyak masalah yang timbul pada kasus Carpal Tunnel
Syndrome maka penulis hanya membatasi penggunaan modalitas Ultrasound
dalam mengurangi nyeri dan massage dalam meningkatkan elastisitas
jaringan sehingga dapat menambah luas gerak sendi yang disebabkan oleh
Carpal Tunnel Syndrome.