Anda di halaman 1dari 2

Basins due to lithospheric stretching

Cekungan sedimen adalah semacam depresi yang memiliki kapabilitas untuk menjadi tempat terakumulasinya
endapan sedimen. Subsidens dari kerak bumi bagian atas harus terjadi sehingga depresi yang sedemikian rupa
bisa terbentuk. Mekanisme yang dapat menghasilkan subsidens yang cukup untuk membentuk cekungan antara
lain mencakup proses penipisan kerak, pembebanan tektonik, pembebanan subkrustal, aliran astenosferik, dan
densifikasi krustasl(Dickinson, 1993).

Gambar 16.2 Mekanisme subsidens dari hampir semua jenis cekungan sedimen(Dari Ingersoll, R. V., dan C.J.
Busby, 1995, Tectonic of Sedimentary Basin, dalam Busby, C.J, dan R.V. Ingersoll(eds.), Tectonic of
sedimentary basin: Blackwell Science, Cambridge, Mass., Gambar 1.1, p.8).

Proses tektonik lempeng menyebabkan perubahan mendasar pada masa benua dan cekungan samudra seiring
dengan berjalannya waktu. Benua terpisah dan saling menjauh membentuk cekungan samudra yang dapat
memiliki lebar hingga 500 km, yang kemudian dapat tertutup kembali saat lempeng samudra mengalami
subduksi di trench. Proses bukaan dan penutupan dari suatu cekunga n samudra disebut sebagai siklus
Wilson(dari Wilson, 1966). Siklus Wilson dimulai dengan pembentukan cekungan rift atau rifting basin(dialasi
oleh kerak benua), yang kemudian akan berevolusi menjadi proto-oceanic through(sebagian dialasi oleh kerak
samudra), dan selanjutnya akan menjadi cekungan samudra sepenuhnya, dialasi oleh lempeng samudra dan
dibatasi oleh passive continental margin. Setelah puluhan juta tahun atau lebih, zona subduksi akan berkembang
di sekitar margin samudra dan cekungan samudra akan mulai tertutup. Klosur akan timbul bersamaan dengan
proses tumbukan benua(continental collision) dan pembentukan sabuk orogen.
cekungan sedimen dapat terbentuk oleh empat susunan tektonik yang telah dibahas sebelumnya(divergen,
Intraplate, konvergen, dan transform) dan juga dalam setinghybrid
Jenis cekungan sedimen yang berbeda dapat diidentifikasi dalam variasi setingan yang didasarkan pada (1) jenis
kerak dimana cekungan itu berada, (2) posisi dari cekungan itu terhadap plate margin, dan (3) untuk cekungan
yang terletak dekat dengan plate margin, jenis interaksi lempeng yang terjadi selama proses sedimentasi
berlangsung(Dickinson, 1974; Miall, 2000, p. 468).

suatu cekungan sedimenter berhubungan sedemikian rupa dengan pergerakan krustal dan proses lempeng
tektonik. Beberapa klasifikasi tektonik untuk pembagian tipe-tipe cekungan terbentuk oleh empat susunan
tektonik yang telah dibahas sebelumnya(divergen, Intraplate, konvergen, dan transform) dan juga dalam
setinghybrid Jenis cekungan sedimen yang berbeda dapat diidentifikasi dalam variasi setingan yang didasarkan
pada (1) jenis kerak dimana cekungan itu berada, (2) posisi dari cekungan itu terhadap plate margin, dan (3)
untuk cekungan yang terletak dekat dengan plate margin, jenis interaksi lempeng yang terjadi selama proses
sedimentasi berlangsung