Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN

MANAJEMEN PROYEK SISTEM INFORMASI


QUALITY MANAJEMEN

Disusun Oleh :
KELOMPOK 9
Anggota :
MUHAMMAD UMAR

(1106120129)

SYACHRIR HIDAYATULLAH

(1106120127)

BAGUS WICAKSONO

(1106120120)

FAKULTAS REKAYASA INDUSTRI


PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS TELKOM
BANDUNG
2015

Daftar Isi
1

Pendahuluan...................................................................................................... 3

Penjelasan.......................................................................................................... 4
2.1

Plan Quality Management.............................................................................. 4

2.1.1

Input..................................................................................................... 5

2.1.2

Tools..................................................................................................... 6

2.1.3

Outpus.................................................................................................. 7

2.2

Perform Quality Assurance............................................................................. 8

2.2.1

Input..................................................................................................... 8

2.2.2

Tools..................................................................................................... 8

2.2.3

Output................................................................................................... 9

2.3

Control Quality............................................................................................ 9

2.3.1

Input................................................................................................... 10

2.3.2

Tools................................................................................................... 10

2.3.3

Outputs................................................................................................ 11

Pendahuluan
Project Quality Management atau manajemen kualitas proyek adalah salah satu
proses yang sangat penging untuk menjaga agar siklus proyek tetap berjalan sesuai
dalam koridor. Sehingga dapat menjamin agar output dari proyek dapat memenuhi yang
telah disepakati dan memenuhi kepuasan client.
Manajemen kualitas proyek harus mendefinisikan standar kualitas yang digunakan
untuk proyek yang biasanya standar itu ditentukan oleh para stakeholder dan standar
kualitas keseluruhan yang telah ditetapkan oleh organisasi itu sendiri. Proses identifikasi
yang cermat terhadap standar yang telah ditetapkan akan membantu memastikan apakah
hasil dari proyek itu dapat memuaskan stakeholder.
Karakteristik dari produk yang berkualitas meliputi kinerja, fungsi, kesesuaian,
kehandalan, dan konsistensi digunakan untuk mengukur hasil akhir dari proyek.
Kualitas dari produk yang dihasilkan oleh sebuah proyek hendaknya disejajarkan
dengan scoope, time, dan cost dari proyek itu sendiri. Jika client merasa tidak puas
dengan kualitas proyek atau produk yang dihasilkan, maka tim proyek akan melakukan
penyesuaian pada scoope, time, dan cost untuk memuaskan harapan dari client yang
tentunya berdasarkan kesepakantan yang telah dibuat sebelumnya.
Berdasarkan pentingnya Manajemen kualitas proyek maka secara khusus kelompok
kami akan membahas tentang Project Quality Management

Penjelasan
Ada beberapa proses dalam Project Quality Manajement untuk memastikan sebuah
proyek berjalan sesuai dengan guidelines yang ada.
1. Plan Quality Management
2. Perform Quality Assurance
3. Control Quality
Proses-proses ini saling berinteraksi antara satu sama lain dan pada knowledge area yang
lainnya. Setiap proses melibatkan satu kelompok atau lebih berdasarkan kebutuhan
proyek itu sendiri.
Dapat di lihat pada gambar berikut :
Project Quality Management Overview

2.1

Plan Quality Management


Berfungsi untuk mengidentifikasi standar kualitas yang sesuai dan relevan dengan
proyek dan bagaimana agar produk yang dihasilkan dapat memuaskan client. Plan
Quality Management adalah salah satu proses yang memfasilitasi hal-hal yang
dianggap kritis (key) dalam perencanaan proyek. Quality Planning berjalan secara
parallel dengan proses yang laiinnya.

Plan Quality Management Input, Tool & Techniques, and Output

2.1.1 Input
a. Project Management Plan : perencanaan kualitas manajemen adalah komponen dari
perencanaan manajemen projek dan mengandung beberapa informasi :
a) Scope baseline : terdiri atas 3 (tiga) dokumen :
- Scope Staterment : mengandung deskripsi proyek, tujuan utama, dan kriteria yang
telah disepakati.
- WBS (Work Breakdown Structure) : indentifikasi dari tujuan, work packages, dan
orang yang bertanggun jawab untuk mengukur performansi.
- WBS Dictionary : mendefinisikan informasi teknis untuk menyelesaikan setiap
aktivitas.
b) Schedule baseline : jadwal yang telah disetujui termasuk rencana waktu dimulai
dan diakhirinya pekerjaan.
c) Cost baseline : dokumen rencana biaya dan waktu interval untuk mengukur dan
melaporkan biaya yang digunakan.
d) Other management plans : berbagai managemen plan tambahan seperti (sdm,
komunikasi, resiko, procurement, dan stakeholder) yang mungkin menjadi
perhatian utama dari manajemen mutu.
b. Stakeholder Register : mengidentifikasi stakeholder yang memiliki kepentikan dengan
proyek atau orang yang terkena dampak terkait dengan proyek.
c. Risk Register : mengandung informasi terkait ancaman atau peluang yang berdampak
dengan kualitas dari produk.
d. Requirement Documentation : mengidentifikasi dan membuat document terkait
pedoman utama pada produk dan project requirement yang memuat hal hal yang
memuaskan stakeholder. Quality manajemen difokuskan untuk mempertemukan
kebutuhan-kebutuhan tersebut.

e. Enterprise Environmental Factors : faktor-faktor lain seperti seperti regulasi industry


dan pemerintah, peraturan, stardar, dan pedoman yang sudah ada yang harus
dipertimbangkan.
f. Organizational Process Assets : aset dari proses organisasi yang mungkin berpengaruh
pda proses perencanaan kualitas seperti :
- Kebijakan terkait kualitas organisasi, prosedur, dan pedoman terkait
- Database lama dan pengalaman.
- Mengetahui definisi PMI (Private Mortgage Insurance) dari kebijakan kualitas
yang menjadi tujuan dari organisasi mengenai kualitas, yang secara formal diatur
oleh top management.
2.1.2

Tools
a. Cost-Benefit Analysis : untuk tujuan perencanaan kualitas, keuntungan yang
mengacu pada biaya yang digunakan pada aktivitas management kualitas terhadap
manfaat yang hasilkan oleh proyek. Manfaat yang didapat antara lain : minimnya
kegiatan mengulangi pekerjaan, produktivitas tinggi, biaya rendah dan profit
tinggi, dan meningkatnya kepuasan stakeholder.
b. Cost of Quality (CoQ) : total biaya dari usaha utnuk mencapai kualitas, dibedakan
menjadi dua :
a) Biaya kesesuaian dimana biaya ini adalah biaya yang dikeluarkan untuk
menjaga kesesuaian antara produk dengan kepuasan stakeholder dibagi
menjadi dua jenis yaitu biaya pencegahan dan biaya penilaian
b) Biaya kettidakseesuaian yaitu biaya yang dikeluarkan kareana adaya
kegagalan yang terjadi akibat kesalahn internal (benturan kepentingan dan
mengulang project) dan kesalahan eksternal
c. Seven Basic Quality Tools
a) Cause and effect diagrams
b) Flowcharts
c) Checksheets
d) Pareto diagram
e) Histograms
f) Control charts
g) Scatter diagrams
d. Benchmarking : membandingkan plan proyek yang dikerjakan dengan plan
proyek lain dengan tujuan mendapatkan ide baru untuk kemajuan dan
menyediakan standar untuk mengukur performansi
e. Design of Experiments (DOE) : teknik yang membantu menentukan bagaimana
berbagai variable yang berbeda mempengaruhi hasil dari project.
f. Statistical Sampling : memilih suatu populasi untuk melakukan sampling.

g. Additional Quality planning tools : ada beberapa teknik yang dapat membantu
dalam mendefinisikan requirement kualitas termasuk :
a) Brainstorming
b) Force field analysis
c) Nominal group technique
d) Quality management and control tools
h. Meetings : meeting mempertemukan project manager, sponsor, anggota team, dan
stakeholder yang dipilih untuk tujuan membangun rencana managemen kualitas.
2.1.3

Outpus

a. Quality management plan : mendeskiripsikan bagaimana team proyek akan


mengimplementasikan kebijakan kualitas.
b. Quality metrics : plan yang berisi detail tentang langkah-langkah untuk
meningkatkan proses yang ada. Termsuk aktivitas seperti :
a) Process boundaries : mendeskripsikan awal, tujuan, dan masing-masing proses.
b) Process configuration : sebuah flowchart yang menunjukkan semua langkah dan
gambaran dalam sebuah proses
c) Targets for Improved performance
d) Process metrics : mengukur performasi dan peningkatan
c. Quality metrics : mendeskripsikan apa yang diukur dan bagaimana cara mengukurnya
d. Quality Checlist : alat yang terstruktur yang digunakan untuk memverifikasi semua
langkah dalam sebuah proses yang telah dilaksanakan.
e. Project Document updates : dokumen yang telah diperbaharui sebagai hasil dari
perencanaan kualitas termasuk :
a) Stakeholder register
b) Responsibility assignmen matrix
c) WBS and WBS dictionary
2.2

Perform Quality Assurance


Jaminan kualitas melibatkan audit requirement quality dan hasil dari pengukuran
quality control adalah meyakinkan bahwa proyek akan menggunakan proses dan
kualitas standar yang sesuai.
Janiman kualitas membuat sebuah sistem manajemen untuk mengaudit requirement
kualitas, mereview proses organisasi, dan mengambil hasil dari quality control dalam
bentuk quality control measurements.

Perform Quality Assurance Input, Tool & Techniques, and Output

2.2.1

Input

a. Quality Management Plan : medeskripsikan pendekatan untuk jaminan kualitas dan


proses peningkatan yang berkelanjutan
b. Process Improvement Plan : detail langkah untuk menganalisa proses untuk
meningkatkan manajemen project dan proses pengembangan produk
c. Quality Metrics : mengidentifikasi antribut yang harus diukur
d. Quality control Measurements : hasil dari quality control activites.
e. Project Documents : Bisa mempengaruhi jaminan kualitas yang harrus diawasi
2.2.2

Tools

a. Quality Management and Control Tools : alat untuk perencanaan kualitas dan control
kualitas yang juga digunakan untuk jaminan kualitas.
b. Quality Audits : struktur dan review mandiri untuk memeriksa kativitas proyek
dengan kebijakan dan prosedur organisasi
c. Process Anaysis : mengidentfikasi dan mengimplementasi yang dibutuknan dengan
menggunakan process improvement plan.
2.2.3

Output

a. Change Requests : digunakan untuk mengambil tindakan korektif, tindakan prefentif,


atau melaksanakan perbaikan.
b. Project Management Plan Updates : bagian dari perencanaan management proyek
yang dapat diperbaharui sebagai hasil dari jaminan kualitas termasuk:
- Quality management plan
- Scope management plan
- Schedule management plan
- Cost management plan
c. Project Documents Update : mengandung :
- Quality audit reports
- Training plans
8

Process documentation
d. Organizational Process Assets Updates : segala pembaharuan untuk menetapkan
standar kualitas dan sistem management kualitas
2.3

Control Quality
Kontrol kualitas mencakup monitoring dan recording dari hasil project spesifik untuk
menilai performansi dan merekomendasikan perubahan yang diperlukan. Standar
kualitas termasuk proses proyek dan tujuan produk. Hasil dari proyek adalah
deliverables, dan hasil manajemen proyek seperti biaya dan kinerja yang terjadwal.
Control Quality Input, Tool & Techniques, and Output

2.3.1

Input

a. Project management Plan : Mengandung rencana manajemen kualitas yang


mendokumentasikan bagaimana control kualitas ditangani.
b. Quality Metrics : menyediakan informasi seperti MTTR (mean Time To Repair) dan
MTBF ( Mean Time Between Failure)
c. Quality Checklists
d. Work Performance Data : mengandung pengukuran dari kemajuan saat ini yang
dibandingkan dengan kemajuan yang direncanakan. Metrics ini termasuk
- Rencana VS. teknis saat ini
- Rencana VS. jadwal saat ini
- Rencana VS. Biaya saat ini
9

e. Approved Change Requests : perbahan yang disetujui berdampak pada metode kerja,
jadwal, dan perbaikan.
f. Deliverables : segala jenis produk atau sesuatu yang dihasilkan.
g. Project Documents :
- Agreements (kontrak, MoU, dll)
- Laporan audit kualitas dan perubahan dengan perencanan yang korektive
- Training plans
- Dokumentasi Process Assets : aset Process Organisasi dengan menggunakan 7
dasar quality tools
h. Organizational Process Assets : aset proses organisasi yang berdampak pda quality
control termasuk :
- Kebijakan dan standar kualitas
- Petunjuk kerja standar
- Prosedur dan kebijakan untuk laporan masalah, laporan kerusakkan, dan
komunikasi
2.3.2

Tools

a. Seven Basic Quality Tools


b. Stactical sampling
c. Inspection : pemeriksaan dari produk untuk menentukan apakah sudah memenuhi
standar.
d. Approved Change Requests Review : meyakinkan bahwa permintaan perubahan yang
telah disetujui telah diimplementasikan secara baik.
2.3.3

Outputs

a. Quality Control Measurements


b. Validated Changes : memperbaiki atau menghubah item yang diperiksa dan
ditentukan apakah diterima atau ditolak. Tolak item yang membutuhkan kerja ulang.
c. Verified Deliverables : tujuan utama dari quality control adalah untuk meyakinkan
bahwa produk yang dihasilkan itu tepat. Memverifikasi deliverables dimasukkan ke
scope yang dvalidasi untuk penerimaan yang lebih formal.
d. Work Performance Information : data kinerja yang telah dianalisa dan diintegrasikan.
e. Change Requests : jika direkomendasikan tindakan korektif, tindakan preventif, atau
memperbaiki kerusakan mengarah pada permintaan perubahan, permintaan tersebut
harus diproses menggunakan control perubahan yang terintegrasi.
f. Project Management Plan Updates : bagian dari perencanaan manajemen proyek yang
diperbaharui termasuk :
- Rencana manajemen kualitas
- Rencana peningkatan proses
g. Project Documents Updates : dokumen yang dapat diperbaharui adalah :
- Perjanjian dan standar kualitas
- Laporan audit kualitas dan change log untuk tindakan korektif
- Training plans
10

- Proses assosiasi dokumentasi dengan menggunakan semua quality tools.

11

Daftar Pustaka
-

A Guide to The Project Management Body of Knowledge (PMBOK Guide) Fifth


Edition, Project Management Institute, Inc, 2013, Pennsylvania USA

12