Anda di halaman 1dari 11

TEKNIK PELAKSANAAN PERKERASAN

JENIS-JENIS STONE CRUSHER &


ASPHALT MIXING PLANTS

Ragil Wahyudi
12.511.339

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2015

STONE CRUSHER

Prinsip Kerja Mesin Pemecah Batu atau Stone crusher:


Bahan atau Batu akan dihancurkan oleh energi, yang diproduksi dalam mesin
penghancur. bahan akan dilemparkan dengan kecepatan tinggi dan lambat laun
akan hancur. Proses berlanjut sampai batu diperkecil untuk ukuran yang
dibutuhkan dan kemudian mesin dapat dihentikan.
Sifat-sifat Stone Crusher yang harus ada:
1. Produk akhir berbentuk kotak
2. Adjustable ukuran produk akhir, proses menghancurkan sederhana
3. Tahan banting dengan kekuatan yang kuat
4. perawatan yang mudah, ekonomis dan dapat diandalkan
5. Compact desain dan kinerja tinggi

Biasanya cara kerja mesin ini hampir sama saja sedangkan bentuknya bisa
berbeda-beda tergantung dari sipembuat mengoptimalkan segala bahan dan model
dalam imaginasi mereka, tentu saja ini berdampak pada harga dan qualitas dari
alat tersebut nantinya
Jenis-jenis penghancur batu (stone crusher) yang umum dikenal meliputi
jaw crusher, impact crusher, cone crusher, roll crusher, hammer crusher dan cycles
crusher, dan sejenisnya. Stone crusher banyak digunakan sebagai penghancuran
(crushing) dan peralatan kuari (quarrying) di pertambangan, metalurgi, konstruksi,
kimia, petrokimia, pengangkutan, energi, industri bahan bangunan, cocok untuk
menghancurkan material yang sangat keras (high hard), keras sedang (mid hard)
dan ringan (soft) seperti bijih besi, batu kapur, terak , marmer, kuarsa, granit,
semen, klinker dan sejenisnya. Penghancur batu memiliki tingkat besar

penghancuran, hasil tinggi, ukuran produk yang sama, struktur sederhana, operasi
handal dan perawatan mudah, biaya operasi yang ekonomis dll. Jenis-jenis
penghancur batu adalah jaw crusher, impact crusher, cone crusher, roll crusher,
hammer crusher dan cycles crusher, dan sebagainya. Berikut beberapa tipe dan
jenis mesin "Stone Crusher" serta fungsinya
1. Jaw Crusher
Jaw crusher adalah tipe crusher yang paling umum, dimana sistemkerjanya
memampatkan/menghimpit material hingga hancur, biasa digunakan untuk
menghancurkan batu jenis batu yang keras.
2. Impact Crusher
Impact crusher adalah tipe crusher dengan sistem pukul rotary dengankecepatan
rpm yang cukup tinggi, impact crusher biasa digunakan untukmenghancurkan
batu kali dan batu gunung.
3. Roll Crusher
Roll crusher adalah tipe crusher dengan sistem gilas rotary dengankecepatan rpm
yang relatif lebih rendah dari impact crusher. Roll crusher biasanya banyak
digunakan didunia pertambangan, yaitu untuk menghancurkan batuan dengan
tingkat kekerasan dan keuletan yang relatif rendah, seperti batu bara, batu kapur,
bahan semen, batu tembaga, belerang, dan sebagainya.
4. Cone Crusher
Cone crusher ini biasa digunakan sebagai secundery crusher/crusher lanjutan yaitu
menghancurkan batuan sehingga bisa menghasilkan struktur pecahan batu yang
relatif homogendengan bentuk cubical( kotak).
5. Hammer mill
Mesin crusher jenis hammer millini adalah mesin crusher yang bekerja dengan
prinsip pukul rotari dengan kecepatan rpmyang tinggi. Hampir sama dengan
impact crusher. Mesin hammer mill ini biasa digunakan untuk memproduksi pasir

halus, konsentrat mineral, mineral ore, tepung batu-batuan yg unsur2


pembentuknya berupa butiran halus seperti kapur, dolomite, zeolit, dan
sebagainya.
6. Hammer roller mill
Mesin crusher jenis ini prinsip kerja nya sama seperti mesin hammer mill, hanya
saja proses nya dilanjutkan dengan roll mill. Mesin hammer roller mill digunakan
untuk membuat konsentrat dari batu mineral dgn kekerasan tinggi, dan mampu
menghasilkan produk dengan tingkat kehalusan tinggi. Sangat cocok utk
digunakan dalam penambangan emas, penampangan tembaga, supplier pupuk,
produksi dolomite, zeolit, ba tu kapur, dan sebagainya.
7. Gyratory Crusher
Crusher gyratory adalah salah satu jenis utama penghancur primer di tambang
atau pabrik pengolahan bijih. Crusher gyratory ditetapkan dalam ukuran baik oleh
gape dan diameter mantel atau dengan ukuran pembukaan penerima. Crusher
gyratory dapat digunakan untuk menghancurkan primer atau sekunder. Tindakan
menghancurkan disebabkan oleh penutupan kesenjangan antara garis mantel
(bergerak) yang dipasang pada poros vertikal pusat dan liners cekung (fixed)
dipasang pada frame utama crusher. Kesenjangan yang dibuka dan ditutup oleh
eksentrik di bagian bawah poros yang menyebabkan poros vertikal pusat berkisar.
Poros vertikal bebas berputar mengelilingi porosnya sendiri. The ilustrasi crusher
adalah jenis spindle pendek poros ditangguhkan, yang berarti bahwa poros utama
ditangguhkan di bagian atas dan bahwa eksentrik dipasang di atas gigi. Desain
pendek poros telah menggantikan desain lama-poros di mana eksentrik dipasang
di bawah gigi.
8. Mineral sizers
Konsep dasar dari Sizer mineral adalah penggunaan dua rotor dengan gigi yang
besar, pada poros berdiameter kecil, didorong pada kecepatan rendah dengan
sistem torsi penggerak langsung tinggi. Desain ini menghasilkan tiga prinsip
utama yang semua berinteraksi saat berbuka bahan menggunakan teknologi Sizer.

Prinsip-prinsip yang unik adalah tiga-tahap melanggar tindakan, efek layar


berputar, dan pola gigi yang mendalam gulir.

AMP
(Asphalt Mixing Plants)

Ada 3 Jenis AMP, yaitu :


1. AMP tipe batch (timbangan)
Pada AMP tipe timbangan mempunyai timbangan untuk agregat, timbangan
untuk bahan pengisi (filler), timbangan untuk aspal. Agregat panas, filler serta
aspal yang telah ditimbang tersebut di masukkan dan diaduk di dalam pugmill.
2. AMP tipe menerus (continous)
Pada AMP tipe menerus maka gradasi campuran didapat dengan pengaturan
keluaran agregat bin panas yang dicampur dengan kadar aspal yang diatur melalui
pengaturan kecepatan pompa aspal
3. AMP tipe drum-mix
pada AMP tipe drum maka agregat yang dikeringkan dan dipanaskan dalam
drum juga dicampur dengan aspal dengan mengatur kecepatan pompa aspal

Bagian Utama AMP Tipe Batch Dan AMP Tipe Continous


Bagian-bagian komponen dan pengoperasian dan AMP tipe batch dan tipe
continous secara garis besar hampir sama yaitu terdiri dari :
1. Sistem Pemasok Agregat Dingin (Cold Aggregate Feeder)
Sistem pemasok agregat dingin umumnya digunakan pada unit produksi
yang mudah dipindah-pindah dan dipasang pada empat atau lebih bin (penampung
material), bukaan atau pintu yang dapat disetel, reciprocating feeder dan atau
menggunakan ban pengangkut (conyeyer belt) feeder, dan material dingin pada
ban pengangkut tersebut akan diteruskan oleh sistem pengangkut (dryer elevator)
menuju pengering. Pada jenis lain dipasang bin yang terpisah, bukaan yang dapat
diatur, dan sistem ban berjalan. Bukaan pada sistem pemasok harus dapat diatur
sehingga didapat agregat dengan kuantitas dan ukuran yang tepat agar sesuai
dengan job-mix formula yang diminta.

2. Pengering (Dryer)
Dari pemasok dingin maka campuran agregat diangkat ke dalam pengering
untuk dipanaskan dan dikeringkan pada temperatur dan kelembaban yang diminta.
Komponen yang terdapat pada sistem pengering adalah :
- Silinder berputar (pengering) yang umumnya berdiameter 91 sampai dengan
305 cm dan mempunyai panjang dari 610 sampai dengan 1.219 cm.
- Ketel pengering (burner) yang berisi gas atau minyak bakar untuk penyalaan.
-Kipas (fan) sebagai bagian dari sistem pengumpul debu, tapi fungsii utamanya
adalah untuk memberikan udara atau oksigen untuk pembakaran dalam drum.
Pada pengering dipasang serangkaian baris irisan atau potongan metal yang
melengkung atau dilas dalam bentuk bervariasi dan melekat pada permukaan di
bagian sebelah dalam silinder tersebut. Potongan-potongan ini dikenal sebagai
"lifting flights atau flight cup" dan bentuk lainnya dengan fungsi yang relatif
serupa. Flight yang dipakai untuk mengangkat dan menjatuhkan agregat melalui
gas panas pembakaran umumnya berbentuk "L". Jumlah, bentuk dan susunan
flights penting untuk efisiensi pengeringan. Bentuk pengering, kecepatan putaran,
diameter, panjang, jumlah, dan disain dari flight mempengaruhi atau mengontrol
lamanya waktu yang diperlukan pada proses pengeringan di dalam sistem
pengering. Selanjutnya agregat dari pengering menuju elevator panas (hot
elevator) melalui lubang atau pintu pengeluaran dekat pembakar di akhir alat
pengering. Sebuah alat sensor dari instrumen thermometrik ditempatkan pada
lubang pengeluaran yang akan mencatat atau memberikan data temperatur agregat
yang keluar dari sistem pengering.
3. Pengumpul Debu (Dust Collector)
Alat pengumpul debu berfungsi sebagai alat kontrol polusi udara. Gas buang
didorong oleh kipas dari sistem pengering dan akibat adanya kecepatan dari gas
buang maka terbawa pula partikel debu dari sistem pengering yang selanjutnya
dibawa ke pengumpul debu. Pada sistem pengumpul debu terdapat beberapa jenis
kombinasi pengumpul debu, yaitu kantong filter untuk partikel yang sangat halus

pada gas buang lalu debu tersebut di transfer ke dalam bin untuk mineral filler,
pengumpul debu cyclone untuk mengumpulkan partikel yang selanjutnya
dikembalikan ke bin panas melalui sistem pengatur udara (air lock damper),
pengumpul debu tipe basah (wet scrubber dust collector) mengumpulkan debu
lebih lanjut dari gas buang setelah melalui pengumpul debu tipe cyclone atau
kombinasi lainnya untuk sistem pengumpul debu. Muatan udara yang berisi
partikel debu, asap, dan gas harus direduksi atau dikontrol sampai ambang batas
yang telah ditentukan oleh peraturan- peraturan mengenai dampak Iingkungan
untuk mencegah polusi pada atmosfir.
4. Unit Ayakan (Screening Unit)
Pada unit ayakan AMP tipe batch dan continous, agregat panas yang dibawa
oleh bucket elevator dikirim ke unit ayakan untuk selanjutnya disaring dan
dipisahkan ke dalam ukuran-ukuran yang diminta dan sisa berbagai ukuran
tersebut dikirim ke dalam bin penampung agregat bergradasi. Kebanyakan AMP
memakai ayakan tipe datar dengan sistem penggetar, yang biasanya terdiri dan
empat dek. Ukuran dari ayakan pada tiap dek tergantung dari agregat yang ingin
dihasilkan. Bagian atas dan dek ditutup oleh ayakan 'scalping" yang akan
menggerakkan material oversize dan mengurangi material tersebut ke dalam pintu
pembuang. Unit ayakan harus dibersihkan tiap hari dan dicek dan kemungkinan
rusak atau robek, Jika terjadi kerusakan maka ayakan tersebut harus diganti.
5. Bin Agregat Bergradasi (Graded Aggregate Bins)
AMP tipe batch dan tipe continous harus memiliki beberapa bin agregat
sesuai. dengan spesifikasi yang diminta. Bin tersebut harus bersih dan
menampung agregat dalam berbagai ukuran fraksi untuk tipe campuran aspal yang
akan dihasilkan. Pembatas antar bin harus rapat dan kuat, tidak boleh berlubang,
serta mempunyai tinggi yang tepat untuk mencegah tercampurnya agregat satu
dengan agregat lainnya. Tiap bin harus dipasang saluran pipa untuk membuang
agregat yang berlebih dan bin. Pada bagian bawah dan tiap bin dipasang dengan
saluran atau bukaan sebagai pembuang yang dapat dioperasikan secara manual
atau otomatis. Pada AMP tipe continous bukaan harus dapat disetel dan dikunci di

tempat untuk membenkan distribusi material yang menerus dan aliran yang sama
dari tiap bin ke dalam pencampur pugmill.
6. Timbangan (Scales)
Pada AMP tipe batch terdapat tiga macam timbangan yaitu timbangan
agregat, timbangan bahan halus (filler), dan timbangan aspal. Pada AMP tipe
batch, timbangan untuk agregat dikunci langsung di bawah bin agregat bergradasi.
Berat dad hopper diteruskan atau ditransmisikan oleh mekanisme timbangan yang
biasanya dipasang skala penunjuk tanpa pegas sehingga berat agregat dari tiap bin
dan jumlahnya dalam tiap batch dapat dibaca dan dicatat. Urutan penimbangan
dari tiap bin harus diamati secara cermat dan sebaiknya penimbangan fraksi
agregat yang besar atau kasar didahulukan. Jika unit AMP akan beroperasi,
sebaiknya skala timbangan dibersihkan, tiap bagian dicek, dan harus dilaksanakan
kalibrasi timbangan secara periodik oleh instansi yang berwenang. AMP
sebaiknya menggunakan sistem kontrol yang otomatis untuk mendapatkan
pencampuran dengan proporsi yang benar.
7. Pintu Pengatur Bin Agregat Bergradasi (Graded Aggregate Bin Control
Gates)
Fungsi pintu pengatur (bukaan) bin agregat dingin pada AMP tipe continous
dan batch secara umum adalah sama. Pada AMP tipe continous, proporsi dari
ukuran agregat yang terpisah diatur oleh bukaan pada sistem pemasok (feeder)
yang dapat disetel sehingga deposit agregat dapat secara langsung dialirkan ke
dalam pugmill, sedangkan aspal dialirkan ke dalam pugmill dengan menggunakan
pompa meter yang telah dikalibrasi.Sebelum proses produksi dimulai maka harus
dilaksanakan kalibrasi terhadap aliran agregat dari tiap bukaan sistem pemasok.
Kontraktor harus mempunyai operating instruction manual" dari pabrik
pembuatnya yang dapat memberikan petunjuk mengenai kecepatan operasi dari
feeder, kapasitas alir dari pompa aspal.

8. Unit Pengontrol Aspal (Asphalt Cement Control Unit)


Untuk mendapatkan jumlah yang tepat dari aspal dalam campuran dengan
toleransi yang telah ditentukan dalam spesifikasi digunakan timbangan atau
meteran. Untuk itu jumlah aliran atau debit dan aspal yang diberikan pada
pencampur harus selalu diamati.
9. Pugmill
Setelah ditimbang, maka agregat dan aspal dicampur di dalam pencampur
pugmill. Pencampur pugmill adalah suatu corong kembar pencampur yang
didesain untuk mencampur material dengan sebaik-baiknya dan menyelimutkan
agregat dengan aspal. Waktu pencampuran harus sesingkat mungkin untuk
mendapatkan penyelimutan agregat yang seragam pada semua butir agregat.
Waktu pencampuran yang berlebihan cenderung menimbulkan degradasi pada
agregat dan aspal terbakar. Setelah agregat masuk ke pugmill dan suatu periode
singkat dari pengeringan campuran terjadi, akan diikuti oleh pencampuran basah
setelah aspal disemprotkan ke dalam pugmill. Pencampur pugmill terdiri dari
suatu ruang (chamber) dan poros kembar (twin shaft) untuk mencampur, corong
dengan rotasi (counter rotating shafts) dengan kayuh atau pedal (paddles) pada
ujung setiap tangkai pedal, dan batang penyemprot aspal. Pedal dibentuk untuk
menghasilkan efisiensi maksimum dalam pencampuran dan harus dalam posisi
yang sedemikian rupa agar supaya ruang bebas (clearance) antara ujung (tip)
pedal dan dinding ruang pencampuran kurang dari 1,5 kali ukuran maksinum
agregat, karena kalau tidak, daerah sumbatan dapat bertambah sehingga material
tidak tercampur dan terselimuti oleh aspal secara merata.
10. Bin Penampung (Storage Bins)
Campuran aspal panas biasanya disimpan dalam bin penampung yang
didesain untuk maksud tersebut. Tiap bin penampung harus dicek untuk
menentukan penerimaan pada waktu tampung spesifik (specific holding times).
Penerimaan berdasarkan kemampuan bin penampung untuk menahan dan
mengeluarkan campuran dengan spesifikasi kriteria kualitas yang telah ditentukan

dalam job-mix formula, dan bebas dari segregasi. Penyaluran ke dalam bin
penampung sebaiknya tidak langsung tapi melalui sebuah timbangan pengatur.

Bagian Utama AMP Tipe Drum - Mix


Pada AMP jenis ini pengeringan dan pencampuran dilakukan di sistem
pengering, AMP jenis ini sangat rendah biaya produksinya untuk suatu campuran
aspal. Komponen utama yang sering digunakan adalah beberapa sistem pemasok
bin dingin, sistem penimbang agregat, ban berjalan untuk memasok agregat ke
dalam drum pencampur, drum pencampur, sistem penampung asphalt concrete,
dan sistem pengumpul debu. Bagian dalam dan drum pencampur dibagi menjadi
dua bagian. Di dalam drum agregat mengalami pemanasan dan dikeringkan,
konveksi panas dan sebagian butir agregat mengalami kontak satu dengan yang
lainnya. Potongan metal (flights) khusus di dalam drum menggerakkan agregat
untuk mencegah dan kemungkinan terbakar. Pemindahan panas di dalam drum
menggunakan kaidah konveksi dan konduksi. secara umum komponen-komponen
utama yang penting pada peralatan pencampur aspal panas (AMP) tipe ini sama
dengan pada AMP tipe batch, perbedaannya terletak pada proses pencampuran
agregat panas dengan aspal panasnya, meskipun terjadi di dalam pugmill namun
prosesnya terjadi terus menerus (pada tipe batch terjadi per batch), pengaliran
agregat panas untuk tiap fraksinya terjadi terus menerus.