Anda di halaman 1dari 2

BAB V

DISKUSI
Dari hasil diskusi bersama dokter pendamping, pengelola program PHBS
dari puskesmas dan dinas kesehatan, diperoleh kesimpulan bahwa kegiatan
penyuluhan terhadap siswa dan siswi pondok pesantren Kanzul Ulum sangat
bermanfaat bagi siswa, masyarakat di lingkungan sekolah dan juga pihak
puskesmas sendiri. Materi yang disampaikan juga cukup baik, dan mengena bagi
para kader/santri nonkader. Baik yang secara langsung, maupun dengan media
berupa slide. Banyak juga pertanyaan pertanyaan yang dilontarkan oleh santri dan
santriwati kepada kami. Ini membuktikan bahwa mereka cukup antusias dan
mengerti materi apa yang kita sampaikan. Dengan adanya penyuluhan ini, mampu
meningkatkan pengetahuan para santri mengenai penyakit diare, tatalaksana dan
pencegahannya

serta

meningkatkan

pemahaman

tentang

PHBS

sehingga

diharapkan ke depannya penerapan PHBS di pondok pesantren ini dapat


ditingkatkan. Selain itu dengan dilakukannya program penyuluhan berantai,
didapatkan hasil bahwa penyuluhan oleh kader kepada rekan-rekan sesama santri
memberikan hasil yang cukup signifikan dan dapat dilanjutkan secara turun temurun
dari kakak kelas ke adik kelas sehingga dapat menjamin kesinambungan program
ini.
Namun tentunya hal tersebut tidak dapat terjadi secara instan. Dibutuhkan
kerjasama baik dari dinas kesehatan, pihak puskesmas terkait, maupun dari pihak
pondok pesantren. Pelaksanaan program yang hanya singkat ini tidak bisa efektif
bila hanya dilakukan sekali, harus lebih ditingkatkan dari segi promosi kesehatannya
baik di dalam puskesmas maupun diluar puskesmas. Perlu diadakan monitoring
berkala pelaksanaan penyuluhan berantai ini agar tetap terlaksana secara rutin.
Monitoring pada kader sendiri perlu dilakukan agar pembentukan kader kesehatan
ini dapat dilanjutkan dari kakak kelas kepada adik kelas sehingga proses
penyuluhan berantai ini dapat terus dijalankan. Para kader juga perlu dibina secara
rutin oleh pihak puskesmas dan dinas kesehatan, sehingga pengetahuan mereka
tentang dunia kesehatan selalu maju dan terarah.
Diharapkan juga kegiatan seperti ini nantinya tidak hanya dilakukan di
Pondok Pesantren Kanzul Ulum saja, tetapi juga di ponpes lainnya dan bila

memungkinkan dilakukan juga ke seluruh masyakat yang beresiko dan sedang atau
pernah mengalami diare sebagai pencegahan primer,sekunder, dan tersier.