Anda di halaman 1dari 2

DIMANA PEMUDA MUSLIM INDONESIA SAAT INI?

Berikan aku sepuluh pemuda maka akan aku guncangkan dunia!!


Ir. SoekarnoKutipan presiden pertama kita tentunya tidak main-main. Pada masa itu, pemudalah
yang menjadi pendobrak semangat masyarakat untuk melawan penjajahan. Saat ini Indonesia
adalah negara dengan jumlah penduduk 253 juta dan menempati posisi ke empat negara
dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Indonesia saat ini tengah menghadapi bonus
demografi 15 tahun kedepan jumlah penduduk usia angkatan kerja (15-63 tahun) melimpah.
Realita tersebut menandakan Indonesia memiliki banyak anak muda yang harusnya dapat
dimanfaatkan. Indonesia juga dikenal sebagai negara dengan populasi penduduk muslim
terbesar di dunia yang menandakan bahwa ajaran Islam diterima dengan baik oleh
masyarakat. Hal tersebut seharusnya menjadi modal kuat untuk menjadikan negara ini maju
sesuai ajaran Islam yang universal. Namun, realita yang ada saat ini menunjukkan hal yang
berbeda. Kita belum bisa memanfaatkan kuantitas SDM secara optimal yang dimiliki untuk
membangun Indonesia yang sejahtera. Ucapan Ir. Soekarno di atas menjadi slogan tanpa aksi
dan pemuda muslim mulai enggan memperdalam ajaran Islam dan lebih memilih untuk
menjadi penonton di negara sendiri. Bagaimana kita sebagai pemuda muslim menghadapi
kenyataan yang demikian? Tentulah hanya pemuda yang dapat menjawab. Langkah awal
sebagai pemuda muslim adalah kembali mempelajari Islam. Islam mengajarkan pemudapemuda untuk peka terhadap lingkungan dan berani bertindak di dalam kebenaran.
Pemuda yang mengamalkan ajaran Islam memiliki karakter yang berbeda. Para
pemuda di zaman Rasulullah dikenal sebagai muslim yang sebenarnya. Diantaranya, Az
Zubai bin Awwan seorang pemimpin dakwah Islam dengan usia yang sangat belia yaitu 15
tahun, Thalhah bin Ubaidillah seorang dermawan muda, Zaid bin Tsabit seorang fii sabilillah
yang berjuang sejak usia 13 tahun dan menghimpun wahyu di usia 21 tahun, Usamah bin
Zaid seorang panglima perang muda di usianya yang ke 20 tahun dan tentunya masih banyak
pemuda yang demikian. Hal tersebut sangat memungkinkan terjadi di Indonesia. Namun,
keadaan pemuda muslim Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat
memprihatinkan. Terjadinya degradasi moral seakan menjadi hal yang lazim di kalangan
masyarakat. Tentu hal tersebut masih sangat jauh jika dibandingkan dengan keadaan pemuda
zaman Rasulullah ataupun zaman penjajahan.
Banyak pemuda saat ini mulai meninggalkan ajaran Islam dan memilih kehidupan
duniawi yang menjadi gerbang kerusakan moral negeri ini. Kerusakan ini jika dibiarkan akan
menciptakan generasi rusak dan tidak layak dijadikan contoh untuk generasi berikutnya. Hal

yang sangat berbeda ketika pemuda zaman kemerdekaan rela mati demi negaranya. Pemuda
yang tercatat dalam sejarah indah Indonesia dan menjadi kebanggaan bangsa di mata dunia.
Tengok Ir. Soekarno, M. Hatta, dan Jend. Soedirman yang begitu berani. Selain dikenal
dengan keberaniaannya, mereka juga dikenal sebagai muslim yang taat. Tidak heran jika
mereka juga menunjukkan sikap sebagai muslim yang taat. Merekalah yang seharusnya kita
jadikan contoh. Kita tiru semangat mereka dan kegigihan mereka. Perjuangan saat ini tidak
dengan turun ke medan perang dan mengangkat senjata. Pemuda saat ini harus berjuang
dengan akal fikiran yang telah dikaruniakan Allah kepadanya. Tunjukkan bahwa pemuda
muslim mampu bersaing dan membawa kebaikan di dalam lingkungannya. Sebab, Islam
adalah rahmatallil alamin.
Saiful Bahri Zan
Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia
1406579391