Anda di halaman 1dari 19

1. Apa saja tulang yang menyususn ekstremitas inferior?

(2)
2. Apa saja persendian yang menyususn ekstremitas inferior? (2)
3. Apa saja otot yang menyususn ekstremitas inferior? (4)
4. Inervasi pada ekstremitas inferior? (4)
5. Vaskularisasi pada ekstremitas inferior? (5)
6. Apa saja aliran limfe pada ekstremitas inferior? (16)
7. Apa saja klasifikasi fraktur? (17)
8. Termasuk jenis fraktur apa pada scenario?
9. Gejala-gejala dan manifestasi klinis fraktur? (19)
10. Proses penyembuhan fraktur? (20)
11. Articulatio pada coxae dan genue? (21)
12. Pembahasan
1

Tulang-tulang pada ekstremitas inferior


-

Coxae

- Calcaneus - os cuneiform laterale

Femur

- Talus - os cuboideum

Patella

- Palang (palang proksimal, media dan distal)

Tibia

- Metatarsal - os naviculare

Fibula

- os cuneiform mediale

Tarsal

- os cuneiform intermedium

Persendian pada ekstremitas inferior


a) Articulatio Coxae.
Sendi synovial : ball and socket (flexi extensi, abduksi adduksi,
endorotasi exorotasi, sirkumduksi)
b) Articulatio Genus
Sendi Synovial : engsel
- Tulang bag. Anterior Femur, Epicondilus medialis dan
lateralis, condilus medialis, condilus
- Lateralis, sulcus popliteus
c) Articulatio Tibiofibularis Proksimal
- Tipe sendi kaku, Ampiarthrosis
- Pergerakan : Terbatas ke arah transversal dan vertikal
d) Articulatio tibiofibularis distal
- Tipe sendi sindesmosis, Artculati0o Fibrosa
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram | Kelompok
Tutorial 4

Pergerakan : Menopang cekungan malelollus dengan


dorsofleksi pada sendi pergelangan kaki, cekungan

maleollus sedikit melebar


e) Articulatio Talocrularis
- Tipe sendi engsel, gynglimus
- Pergerakan : Flexi lantar dan dorsofleksi
f) Articulatio talotarsal
- Tipe sendi peluru dan putar
- Pergerakan : supinasi dan pronasi
g) Articulatio Tarsi Transversa
- Tipe sendi kaku, Ampiarthrosis
- Pergerakan : Plantar, dorsal, dan rotasi terbatas menopang
arcus longitudinales pedis
h) Articulatio Antartarsal
- Tipe sendi kaku, Ampiarthrosis
- Pergerakan : gerakan sangat terbatas pada perubahan
bentuk kaki adaptif pada saat menapak di lantai
i) Sendi Tarsometatarsal
- Tipe sendi kaku, Ampiarthrosis
- Pergerakan : Plantar dan tarsal sangat terbatas
j) Sendi Intermetatarsal
- Tipe sendi kaku, amphiarthrosis
- Pergerakan : gerakan sangat terbatas selama rotasi kakai
bagian depan
k) Sendi Metatarsofalanges
- Tipe sendi Peluru
- Pergerakan : Fleksi, ekstensi, abduksi, adduksi
l) Sendi Interfalangea
- Tipe sendi engsel, gynglimi
- Pergerakan : fleksi dan ekstensi jari kaki

Otot-otot penyusun ekstremitas inferior


Fakultas Kedokteran Universitas Mataram | Kelompok
Tutorial 4

Otot (Musculus)

Fungsi

M. psoas major dan iliacus


M. gluteus maximus
M. gluteus medius dan minimus

Fleksi tungkai bawah


Ekstensi tungkai bawah
Abduksi tungkai bawah dan rotasi ke
medial
Adduksi dan rotasi ke lateral
Fleksi kaki pada sendi lutut dan
ekstensi kaki pada sendi coxae

M. adductor longus dan magnus


M. hamstring (M. biceps femoris,
M. semitendinousus, M.
Semimembranousus)
M. quadrisep femoris (M. rectus
femoris, M. vastus lateralis, M.
vastus medialis, M. vastus
intermedius)
M. sarterius
M. tibialis anterior
M. ekstensor digiotorum longus
M. gastrocnemius
M. soleus
M. flexor digiotorum longus
4

Ekstensi kaki pada sendi lutut

Fleksi kaki pada lutut dan tungkai


bawah
Dorsofleksi
Jari ekstensi, kecuali ibu jari
Fleksi kaki, plantarfleksi
Fleksi kaki
Fleksi jari-jari kaki kecuali ibu jari

Innervasi Extremitas Inferior


Ekstremitas inferior dipersarafi oleh dua plexus utama, yaitu

plexus lumbalisdansacralis. Plexus lumbalis akan membentuk nervus


femoralis setinggi lumbal2, 3, 4. Nervus femoralis mempersarafi m.
iliacus, m. pectineus, m. Sartorius, m. quadriceps femoris. Nervus
femoralis bercabang menjadi nervus saphenous.
Plexus sacralis setinggi L4 S3 akan membentuk nervus
ischiadicus. Nervus ischiadicus bercabang menjadi nervus tibialis dan
nervus fibularis communis. Nervus fibularis communis berlanjut
menjadi N. cutaneous surae lateralis. Nervus tibialis bercabang
menjadi N. cutaneous surae medialis.

Fakultas Kedokteran Universitas Mataram | Kelompok


Tutorial 4

Vaskularisasi pada ekstremitas inferior


a Arteri pada ekstremitas inferior
Arteria femoralis adalah arteri utama tungkai bawah.

Selanjutnya memasuki trigonum femorale dorsal dari pertengahan


ligamentum inguinale, lateral dari vena femoralis. Arteria femoralis
tertutup oleh fascia lata dan melintas ke distal pada musculus psoas
major, musculus pectineus, dan musculus adductor longus yang
membentuk dasar trigonum femorale. Arteria femoralis membelah
trigonum femorale, dan di puncak trigonum femorale terletak dorsal
dari musculus sartorius di dalam canalis adductorius, lalu melewati
hiatus tendineus (adductor) untuk menjadi arteria poplitea.
Arteria profunda femoris-arteri utama untuk paha merupakan
cabang arteria femoralis yang paling besar. Arteri profunda femoris
diepaskan dari sisi lateral arteria femoralis dalam trigonum femorale,
kirakira 4 cm distal dari ligametum inguinale. Pembuluh ini melintas
di sebelah lateral arteria femoralis, dan lalu menuju ke belakang
arteria femoralis, dan lalu menuju ke belakang arteria femoralis dan
vena femoralis. Arteria profunda femoris meninggalkan trigonum
femorale antara musculus pectineus dan musculus adductor longus,
dengan melepaskan arteria proforans yang mendarahi musculus
adductor magnus dan otot-otot hamstring.
Arteria circumflexa femoris biasanya merupakan cabang
arteria profunda femoris, tetapi mungkin juga arteri-arteri ini
dilepaskan langsung dari arteria femoralis. Arteri-arteri tersebut
melingkari paha, mengadakan anastomosis satu dengan yang lain dan
juga dengan arteri-arteri lain, dan mendarahi otot-otot paha serta
ujung proksimal femur. Arteria circumflexa femoris medialis
memasok darah terbanyak kepada caput femoris dan collum femoris.
Pembuluh ini melintas di sebelah dalam antara musculus iliopsoas
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram | Kelompok
Tutorial 4

dan musculus pectineus untuk mencapai bagian posterior paha.


Arteria circum flexa femoris lateralis melintas ke lateral, di sebelah
dalam musculus sartorius dan musculus rectus femoris, dan di antara
cabang nervus femoralis. Di sini terjadi percabangan menjadi cabangcabang untuk caput femoris dan untuk otot-otot paha sebelah lateral.
Arteria obturatoria membantu arteria profunda femoris dalam
pendarahan otot-otot arteria iliaca externa, atau merupakan arteria
obturator accessoria dari arteria epigastrica inferior, lal melintas
lewat foramen obturatum dan memasuki paha untuk membentuk
ramus anterior dan ramus posterior. Ramus posterior meleaskan
ramus asetabularis yang mengantar darah kepada caput femoris,
tetapi sumber drah utama untuk caput femoris berasal dari arteria
circumflexa femoralis medialis.
Tabel arteri pada ekstremitas inferior
Arteri
A.femoralis

Asal
Lanjutan
externa

Jalur
a.iliaca Melintas
distal

lig.inguinal

dari melalui
femorale,

ke

Distribusi
distal Permukaan paha

trigonum anterior

dan

emasuki anteromedial

canalis
adductorius,dan
berakhir pada hiatus
tendineus
A.profunda

(adductorius)
A.femoris,kira-kira 4 Melintas ke distal,di Aa.perforantes

femoris

cm

distal

lig.inguinal

dari belakang
Adductor longus

m. menembus
m.adductor
kompartemen

A.circumflexa

A.profunda

paha posterior
Melintas ke lateral di R.ascendens

Fakultas Kedokteran Universitas Mataram | Kelompok


Tutorial 4

ke

femoris lateralis

femoris;mungkin dari belakang m.sartorius mengurus


a.femoris

dan m.rectus femoris pendarahan


dan membentuk tiga daerah
cabang

gluteal

sebelah
anterior;r.transve
rsus melingkari
femur;r.descend
ens

turun

ke

lutut

dan

bergabung
dengan
anastomosis
A.circumflexa

A.profunda

femoris medialis

atau

lutut
femoris Melintas ke medial Mengantar darah

mungkin

a.femoris

di

dari dan posterior antara terbanyak


m.pectineus

dan kepada

m.iliopsoas,memasuk

caput

femoris;r.transve

i daerah gluteal, dan rsus

turut

terpecah menjadi dua membentuk


cabang

anastomosis
krusiat
paha;r.ascendens
mengikuti
a.glutealis
inferior

Fakultas Kedokteran Universitas Mataram | Kelompok


Tutorial 4

A.obturatoria

A.iliaca interna

Melintas

lewat for. R.anterior

Obturatum,memasuki
kompartemen

mengurus

paha pendarahan

medial dan terpecah m.obturator


menjadi

r.anterior externus;m.pecti

dan r. posterior

neus,otot-otot
aductor paha dan
m.gracilis;r.post
erior

memasok

otot-otot

yang

melekat

pada

tuber
ischiadicum

Arteri arteri gluteal adalah cabang arteria iliaca interna. Cabangcabang utama ialah: arteria glutea superior,arteria glutea inferior, arteria
pudenda interna.
Arteri glutea superior dan arteria glutea inferior meninggalkan pelvis
melalui foramen ischiadicum (sciaticum) majus dan masing-masing melintas
kranial dan dorsal dari musculus piriformis. Arteria pudenda interna
melewati daerah gluteal sewaktu menuju ke perineum, tetapi tidak memasok
darah pada struktur dalam bokong.
Arteria profunda femoris, cabang arteria femoralis terbesar,melintas ke
dalam paha dan terletak posterior dari arteria femoralis dan vena femoralis
pada sisi medial paha. Arteria profunda femoris berakhir di bagian sepertiga
distal paha sebagai arteria perforans IV yang menembus musculus adductor
magnus dan memasok darah kepada musculi ischiocrurales. Biasanya tiga
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram | Kelompok
Tutorial 4

arteria perforans dilepaskan dari aspeks posterior arteria profunda femoris.


Arteri-arteri ini mengantar darah kepada musculi ischiocrurales dan
mengadakan anastomosis satu dengan yang lain dalam musculus vastus
lateralis.
Arteri
A.glutea superior

Jalur lintas
distribusi
Memasuki daerah gluteal lewat
Ramus
for.ischiadicum

majus,kranial

m.gluteal maximus

m.piriformis dan membagi diri


menjadi

r.superficial

dan

inferior

dengan

dan

profundus

antar

m.gluteus
a.glutea

minimus;mengantar

a.circumflexa

darah kepada kedua oto

femoris medialis
A.glutea inferior

Ramus
melintas

r.profundus;mengadakan
anastomosis

superficialis

tersebut,serta

kepad

m.tensor fasciae latae


Memasuki daerah gluteal lewat Memasok
darah
kepad

for.ischiadicum majus, kaudal m.gluteus maximus,m.obturato

m.piriformis, dan melintas ke internus, m.quadratus femoris


distal di sebelah medial n. dan
Ischiadicus;mengadakan
anastomosis

dengan

bagian

proksima

mm.ischiocrurales
a.glutea

superior dan turut membentuk


anastomosis krusiat di paha yang
melibatkan a,perforans I dari
a.profunda femoris medialis dan
A.pudenda interna

a.circumflexa femoris lateralis


Memasuki daerah gluteal lewat Memasok darah kepada alat
for.ischiadicum

majus

dan alat kelamin luar dan otot-oto

melintas ke distal di sebelah daerah pelvis;tidak menguru


Fakultas Kedokteran Universitas Mataram | Kelompok
Tutorial 4

dorsal

spina pendarahan daerah gluteal

ischiadica;memasuki

perineum

lewat for.ischiadicum minus


Arteria poplitea adalah lanjutan arteria femoralis dan berawal
di tempat arteri melewati hiatus tendineus (adductorius). Arteria
poplitea melintas inferolateral dalam fossa poplitea dan berakhir pada
tepi bawah musculus popliteus dengan bercabang menjadi arteria
tibialis anterior dan arteria tibialis posterior. Arteria poplitea,
bangunan terdalam dalam fossa poplitea, melintas dekat pada capsula
articulatio genus. Dari arteria poplitea dilepaskan lima cabang ke
lutut untuk mengantar darah kepada capcula dan ligamentumligamentum articulatio genus. Arteri-arteri genu ialah arteria superior
lateralis genus, arteria inferior lateralis genus, dan arteria inferior
medialis genus. Arteri-arteri ini bersama membentuk rete articulare
genus sekeliling lutut. Cabang-cabang muscular arteria poplitea
mengurus

pendarahan

musculi

ischiocrurales,

musculus

gastrocnemius,musculus soleus dan musculus plantaris. Cabangcabang muscular proksimal arteria poplitea membentuk anastomosis
dengan bagian akhir arteria profunda femoris dan arteri-arteri gluteal
profunda yang klinis penting.
Arteri
A.Poplitea

Asal
Lanjutan
a.femoralis

Jalur Lintas
Distribusi
Melalui fossa poplitea A.superior

pada dan tungkai bawah ; a.media genus, a

tendineus

berakhir

[adductorius]

bawah

dalam

pada

batas genus ke aspek

m.popliteus dan medial lutut

m.adductor dengan bercabang dua

Fakultas Kedokteran Universitas Mataram | Kelompok


Tutorial 4

magnus

menjadi

a.tibialis

anterior
A.tibialis

A.poplitea

anterior

dan

tibialis

posterior
Memasuki

Compartimentum

compartomentum

anterius tungkai

anterius melalui celah


pada

bagian

membrana

atas

intoressea

cruris dan melintas ke


distal pada membrana
interossea cruris antara
m.tibialis anterior dan
m.extensor
A.dorsalis pedis

Lajutan

longus
a.tibialis Melintas ke distal dalam Otot-otot dorsum

anterior distal dari arah

A.tibialis

digitorum

anteromedial

ke menembus m.in

retinaculum

spatium interosseom I dorsalis

musculorum

dan bercabang menjadi membantu

me

extensorum inferius a.plantaris dan a.arcuata arcus plantaris


A.poplitea
Melintas
lewat Compartimentum

posterior

compartementum

posterius

posterius tungkai bawah compartimentum

dan berakhir distal dari tungkai ; r.circum


retina cullum flexorum fibularis

ana

dengan

bercabang sekeliling

membentuk

a.plantaris a.nutriens meli

medialis dan a.plantaris tibia


A.fibularis

A.tibialis posterior

lateralis
Melintas ke distal dalam Copartimentum

Fakultas Kedokteran Universitas Mataram | Kelompok


Tutorial 4

10

compartementum
posterius,
septum

dekat

posterius tungka
pada r.perforans

intermusculare darah

cruris posterius

compartimentum
tungkai bawah

Arteri

tibialis

anterior

mendarahi

struktur-struktur

dalam

compartimentum anterius. Cabang terminal arteria poplitea yang lebih kecil,


yakni arteri tibialis anterior berawal pada tepi bawah m.popliteus dan
melintas ke anterior melewati membana interossea cruris, lalu turun
permukaan anterior membrana interossea cruris. Arteri ini berakhir pada
sendi pergelangan kaki, pada pertengahan antara kedua malleolus, dengan
beralih menjadi arteria dorsalis pedis (arteri punggung kaki).
Arteri tibialis posterior adalah pemasok darah utama untuk kaki.
Pembuluh ini merupakan cabang akhir poplitea terbesar yang berawal pada
tepi distal m.popliteus dan melintas disebelah dalam pangkal (origo)
m.solleus. Setelah mempercabangkan a.fibularis merupakan cabang terbesar,
a.tibialis melintas lanjut ke arah inferio medial pada permukaan posterior
m.tibialis posterior. Pada bagian lintasan ini anteria tibialis posterior di iringi
oleh nervus tibialis dan vena tibialis poserior. Dipergelangan kaki arteria
tibialis posterior melintas ke sebelah posterior malleolus tibialis dan terpisah
dari strktur ini oleh tendo m.tibialis posterior dan tendo musculus flexor
digitorum longus. Disebelah inferior malleolus arteria tibialis posterior
melintas antara tendo m.flexor hallucis longus dan tendo m.flexor digitorum
longus. Disebelah dalam retinaculum flexorum dan pangkal m.abductor Dan
pangkal m.abductor hallucis, a.tibialis posterior bercabang menjadi
a.plantaria medialis dan arteria plantaris lateralis.
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram | Kelompok
Tutorial 4

11

Arteri fibularis berawal infererior dari distal m.popliteus dan arcus


tendineus dan musculi solei. A.fibularis ini melintas serong ke fibula dan
mengikuti tepi medial fibula ke distal, biasanya didalam m.flexor hallucis
longus a.fibularis melepaskan cabang-cabang muskular ke musculus
popliteus dan otot yang lain dalam compartimentum dan compartimentum
lateralis tungkai bawah. Juga dipercabangkan sebuah arteria nutriens
fibularis. Arteria fibularis biasaanya menebus membrana interossea cruris
dan memasuki dorsum pedis untuk beranatomosis dengan arteria arcuata.
Ramus circumflexus fibularis dilepaskan dari a.tibialis posterior di
lutut dan melintas ke lateral melewati collum fibulae ke anastomosis
sekeliling lutut. Arteria nutiens tibialis, arteri nutrisia terbesar dalam tubuh,
dilepaskan dari arteria tibialis posterior di dekat pangkal arteri ini. Cabang
arteri tibialis posterior lainnya ialah rami calcanei yang mengantar darah ke
tumit. Beberapa rami malleolares turut membentuk anyaman pembuluh
darah pada malleolus medialis (rete malleolare mediale).
Arteri dorsalis pedis adalah lanjutan langsung arteri tibialis anteriordi
sebelah distal sendi pergelangan kaki. Arteri ini merupakan pemasok darah
sekunder untuk kaki dan menambah pasokan darah sekundermelalui arteria
tibialis posterior. Arteria dorsalis pedis berawal padaa pertengaan antaara
malleolus medialis dan lateralis dan melintas ke anteromedial di bawah
retinaculum musculorum extensorum inferius antara tendo m. Extensor
hallucis longus dan m. Extensor digitorum longus di dorsum pedis. Arteri ini
melalui spatium interosium I dan di sisi terpecah menjadi arteria plantaris
profundus yang menuju ke telapak kaki, dan sebuaah arteria i terosseaa
dorsalis I. Arteria plantaaris profunda melintas kedalam spatium interosseum
I untuk bergabung dengaan arteria plantaris lateralis dan membentuk arcus
plantaris profundus. Arteria arcuata melintas ke lateral di atas basis
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram | Kelompok
Tutorial 4

12

metatarsalis, disebalah dalam tendo extensor,dan melepaskan arteria tarsalis


dorsaalis II, arteri tarsalis dorsalis III dan IV. Pembuluh-pebuluh ini melintas
ke celah-celah antar jari,dan di sisi masing-masing pebuluh terpecah menjadi
dua arteria digitaalis dorsalis untuk sisi-sisi jari yang berhadapan.
Arteri-arteri telapak kaki berasal dari arteri tibilis posterior .
disebelah dalam m.abductor hallucis arteri ini membentuk arteria plantaris
medialis dan arteria plantaris lateralis yang melintas sejajar dengan sarafsaraf. Arcus plantaris profundus berawal tepat plantar dari basis metatarsalis
V sebagai lanjutan arteria plantaris lateralis. Arcus plantaris profundus ini di
sebelah medial disempurnakan melalui persatuannya dengan arteria plantaris
profundus, salah satu cabang arteria dorsalis pedis. Pada lintasan melintang
di telapak kaki dilepaskan empat arteria metatarsalis plantaris,tiga ramus
perforans dan cabang-cabang untuk articulationes tarsi dan otot-otot telapak
kaki. Pembuluh-pembuluh ini bergabung dengan cabang-cabang superfisial
dari arteri plantaris medialis dan arteri plantaris lateralis untuk membentuk
arteria digitalis plantaris communis.
b

Vena-vena ekstremitas bawah

Vena profundae akan berjalan bersama arteri yang bersangkuta. Ditungkai,


biasanya dua vena berjalan bersama masing-masing arteri yang
bersangkutan, sementara di paha dan fossa poplitea, hanya ditemukan satu
vena pengiring. System vena superficial terdiri atas dua vena utama yang
memperoleh darah dari dorsum dan telapak kaki.
Vena saphena magna berasal dari anterior malleolus medialis dan berjalan
naik di sisi medial tungkai dan paha ke hiatus saphenus. Vena saphena
magna menerima aliran darah dari beberapa vena region inguinalis dan
memasuki vena femoralis di trigonum femorale. Di sisi posterior, vena
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram | Kelompok
Tutorial 4

13

saphena parva berasal dari tepi lateral kaki posterior dari malleolus lateralis
dan berjalan naik ke tengah otot betis menuju fossa poplitea untuk memasuki
vena poplitea. Vena saphena magna dan parva saling terhubung melalui
berbagai macam cabang.
6. Aliran Limfe pada ekstremitas inferior
Penyaluran limfe terjadi melalui pembuluh limfe superficial dan
pembuluh limfe protunda.Pembuluh superficial terbanyak mengikuti venavena saphena dan anak cabangnya dalam fascia superficialis.Pembuluh limfe
yang mengikuti vena saphena magna berakhir pada nadi lymphoidei
inguinales superficiales.Limfeterbanyak dari nadi lymphoidei inguinales
superficiales ini disalurkan ke nadi lymphoidei iliaci eksterni, sebagian
disalurkan ke nadi lymphoidei inguinales profundi .Pembuluh limfe yang
mengiringi vena saphena parva berakhir pada nadi lymphoidei popliteales
yang terdapat dalam jaringan lemak di belakang lutut.Pembuluh limfe
profunda mengikuti pembuluh-pembuluh darah profunda dan juga berakhir
pada nadi lymphoidei popliteales. Limfe dari nadi lymphoidei popliteales
disalurkan ke proksimal melalui pembuluh limfe dalam nadi lymphoidei
inguinales profundi dan kemudian ke nadi lymphoidei iliaci eksterni.
7. Klasifikasi Fraktur
Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang terjadi
karena adanya tekanan pada tulang yang akibat trauma. Fraktur dapat
diklasifikasikan menjadi beberapa bagian. Klasifikasi fraktur :

1) Berdasarkan garis fraktur


a) Fraktur komplit : garis patahnya melalui seluruh penampang
tulang atau melalui kedua korteks tulang
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram | Kelompok
Tutorial 4

14

b) Fraktur inkomplit : garis patahnya tidak melalui seluruh


penampang tulang
2) Fraktur menurut jumlahnya
a) Fraktur comminute : banyak fraktur atau fragmen kecil tulang
yang terlepas
b) Fraktur segmental : bila garis patah lebih dari satu tetapi tidak
berhubungan
c) Fraktur multiple : garis patah lebih dari satu tetapi pada tulang
yang berlainan tempatnya
3) Fraktur menurut posisi fragmen
a) Fraktur undisplaced (tidak bergeser) : garis patah komplit tapi
kedua frahgmen tidak bergeser, periosteumnya masih utuh.
b) Fraktur displaced (bergeser) : terjadi pergeseran fragmen-fragmen
fraktur yang disebut juga dislokasi fragmen
4) Fraktur menurut hubungan antar fragmen dengan dunia luar
a) Farktur terbuka : integritas kulit robek ( terbuka) dan ujung tulang
menonjol sampe menembus kulit. Ada 3 tingkat keparahan :
- Derajat 1 : robekan kulit kurang dari 1 cm, dengan
-

kerusakan kukit atau jaringan minimal


Derajat 2 : luka lebih dari 1 cm, kerusakan jaringan
sedang, potensial infeksi lebih besar dan fraktur merobek

kulit dan otot


Derajat 3 : kerusakan lebih dari 6-8 cm, dengan kerusakan
jaringan otot, saraf, tendon dan kontaminasi bakteri besar,

harus segera diatasi.


b) Fraktur tertutup : fraktur tidak komplek, integritas kulit masih
utuh, tidak ada gambaran tulang yang keluar dari kulit
5) Fraktur bentuk fragmen dan hubungan denagn mekanisme trauma
a) Fraktur transversal (melintang) trauma langsung : garis fraktur
tidak lurus, segmen tulang yang patah direposisi/direduksi
kembali ketempat semula, segmen akan stabil dan biasanya
mudah dikontrol dengan bidai gips.
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram | Kelompok
Tutorial 4

15

b) Fraktur oblique, trauma angulasi : fraktur garis patahnya


membentuk sudut terhadap tulang, fraktur ini tidak stabil dan sulit
diperbaiki
c) Fraktur spiral, trauma rotasi : timbul akibat torsi pada ektremitas,
menimbulkan sedikit kerusakan jaringan lunak dan cenderung
cepat sembuh dengan imobilisasi luar
d) Fraktur kompresi, trauma axial fleksi pada tulang spongiosa :
terjadi ketika dua tulang menumpuk dan tulang ketiga yang
berada diantaranya, seperti satu vertebra dengan vertebra lainnya
e) Fraktur evulsi, trauma akibat tarikan fraktur patella : memisahkan
suatu fragmen tulang tempat insersi tendon atau ligament.
6) Fraktur Patologi : fraktur yang terjadi pada daerah yang lemah karena
tumor atau proses patologis lainnya.
9. Gejala dan manifestasi klinis fraktur
manifestasi klinis fraktur adalah nyeri, hilangnya fungsi, deformitas,
pemendekan ektremitas, krepitus, pembengkakan lokal, dan perubahan
warna yang dijelaskan secara rinci sebagai berikut:
1)

Nyeri terus menerus dan bertambah beratnya sampai fragmen


tulang diimobilisasi. Spasme otot yang menyertai fraktur merupakan bentuk
bidai alamiah yang dirancang untuk meminimalkan gerakan antar fragmen
tulang.

2)

Setelah terjadi fraktur, bagian-bagian tidak dapat digunakan dan


cenderung bergerak secara alamiah (gerakan luar biasa). Pergeseran fragmen
pada fraktur lengan dan tungkai menyebabkan deformitas (terlihat maupun
teraba) ektremitas yang bisa diketahui dengan membandingkannya dengan
ektremitas normal. Ekstremitas tidak dapat berfungsi dengan baik karena
fungsi

normal

otot

tergantung

pada

integritasnya

tulang

tempat

melekatnya otot.
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram | Kelompok
Tutorial 4

16

3)

Pada fraktur panjang, terjadi pemendekan tulang yang sebenarnya


karena kontraksi otot yang melekat di atas dan bawah tempat fraktur.
Fragmen sering saling melengkapi satu sama lain sampai 2,5 sampai 5 cm (1
sampai 2 inci).

4)

Saat ekstremitas diperiksa dengan tangan, teraba adanya derik tulang


dinamakan krepitus yang teraba akibat gesekan antara fragmen satu dengan
lainnya. Uji krepitus dapat mengakibatkan kerusakan jaringan lunak yang
lebih berat.

5)

Pembengkakan dan perubahan warna lokal pada kulit terjadi sebagai


akibat trauma dan perdarahan yang mengikuti fraktur. Tanda ini biasa terjadi
setelah beberapa jam atau hari setelah cedera.
10. Proses penyembuhan fraktur
a) Fase Hematoma
Pada permulaan akan terjadi pendarahan di patahan tulang
(karena putusnya pembuluh darah pada tulang periosteum). Hematum
ini menjadi pertumbuhan sel jaringan fibrosis dan vaskuler hingga
hematom berubah menjadi jaringan fibrosis dengan kapiler di
dalamnya. Jaringan ini menyebabkan fragmen tulang saling
menempel. Jaringan yang menempelkan tulang sama dengan kalus
fibrosa yang selanjutnya masuk ke fase jaringan fibrosa. Fase ini
berlangsung 2-3 minggu setelah fraktur.
b) Fase Jaringan Fibrosis
jaringan

fibrosis

yang

sudah

terbentuk

tadi

kemudian

menyebabkan fragment yang satu dengan fragment yang lainnya


Fakultas Kedokteran Universitas Mataram | Kelompok
Tutorial 4

17

menyatu dan menempel. Jaringan inni menempelkan tulang dengan


kalus fibrosa yang satunya.
c) Fase Penyatuan Kalus
Pada fase ini tumbuh sel jaringan mesenkim yang bersifat
osteogenik dalam hematom dan jaringan fibrosis ini. Sel ini akan
berubah menjadi condroblas yang membentuk condroid yang
merupakan bahan dasar tulang rawan. Sedang di tempat yang jauh
dari patahan tulang yang vaskularisasinya lebih banyak, sel ini akan
berubah menjadi osteoblas dan membentuk osteoid yang merupakan
bahan dasar tulang. Condroid dan osteoid pada tahapan selanjutnya
terjadi penulangan/osifikasi. Hal ini menjadikan kalus fibrosa
menjadi kalus tulang.
d) Fase Konsolidasi
Selanjutnya terjadi penggantian sel tulang secara berangsur oleh
sel tulang yang mengatur diri sesuai dengan garis tarikan dan tekanan
yang bekerja pada tulang. Lalu sel tulang ini mengatur diri secara
lameral seperti tulang normal, sehingga kekuatan kalus sama dengan
kekuatan tulang normal Fase ini terjadi pada minggu ke 3-8. Pada
akhir stadium terdapat 2 macam kalus, yaitu kalus internal dan kalus
eksternal. Pendarahan jaringan tulang yang mencukupi untuk
membentuk

tulang

baru

(syarat

Penyembuhan tulang pendek

mutlak

cepat

penyatuan

fraktur).

karena pendarahan dari

periostium, simpai sendi dan nutrisi. Patah tulang di daerah epifisis


penyembuhannya baik karena sangat kaya akan darah. Fase ini terjadi
pada minggu ke 8-12.
e) Fase Remodeling

Fakultas Kedokteran Universitas Mataram | Kelompok


Tutorial 4

18

Fase ini terjadi pada minggu ke 12 dengan waktu


pembentukan sekitar 4-6 bulan. Union sudah lengkap namun tulang
baru yang terbentuk biasanya berlebihan mengelilingi daerah fraktur.
Dengan mengikuti stress/tekanan dan tarikan mekanis, misalnya
gerakan kontraksi otot dan sebagainya maka kallus yang mature
perlahan-lahan terhisap kembali, sehingga terbentuk tulang yang
sesuai dengan aslinya.
11. Articulatio pada coxae dan genue
Articulatio Coxae.
Sendi synovial : ball and socket (flexi extensi, abduksi adduksi,
endorotasi exorotasi, sirkumduksi)
1. Persendian antara caput femoris dan ascetabulum os.coxae
2. Simpai sendi (capsula articularis fibrosa)
3. membran sinovial
4. Ligamentum : ileofemorale, pubofemorale, ischiofemorale
5. saraf : N.Femoralis, N.Obturatorius, N.ischiadicus, N.Gluteus
Superior
6. Arteri : Arteria circumflexa femoris lateralis, Arteria circumflexa
femoris medialis
Articulatio Genus
Sendi Synovial : engsel
- Tulang bag. Anterior Femur, Epicondilus medialis dan
-

lateralis, condilus medialis, condilus


Lateralis, sulcus popliteus

Fakultas Kedokteran Universitas Mataram | Kelompok


Tutorial 4

19