Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
I.I

Latar Belakang Masalah


Kacang Hijau ( Vigna radiate )

merupakan tanaman semak yang tergolong


sebagai tanaman tahunan. Namun pada
umumnya

diusahakan

sebagai

tanaman

setahun. Kacang merupakan salah satu


bahan

makanan

yang

dimakan

rakyat

Indonesia pada umumnya. Kacang hijau


mudah digunakan dan dimasak. Cukup
banyak makanan yang divariasi dari kacang
hijau misalnya : Bubur kacang hijau atau

Mung Bean
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan : Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Fabales
Famili
: Fabaceae
Genus
: Vigna
Spesies
: Vigna radiate
Nama Binomial
Vigna radiate
(L.) R. Wilezek
Sinonim
Phaeolus aureus roxb.

sebagai isi dari onde-onde dan lain-lain.


Kecambah dari kacang hijau menjadi sayuran yang umum dimakan di kawasan
Asia Timur dan Asia Tenggara. Di Indonesia dikenal sebagai tauge. Kacang hijau bila
direbus cukup lama akan pecah dan pati yang terkandung dalam bijinya akan keluar dan
mengental, menjadi semacam bubur. Bubur kacang hijau banyak dijual di warung-warung
dan biasanya disajikan bersama bubur ketan dan santan. Kacang hijau yang dihaluskan
juga dijadikan pengisi bakpau serta onde-onde. Tepung biji kacang hijau, disebut di
pasaran sebagai tepung hunkue digunakan dalam pembuatan kue-kue dan cenderung
membentuk gel. Tepung ini juga dapat diolah menjadi mi yang dikenal dengan nama
soun.

I.II Rumusan Masalah


Kacang Hijau adalah salah satu tanaman yang dikembangkan dengan biji. Salah
satu dari faktor eksternal yang mempengaruhi tumbuh kembangnya tanaman adalah
penambahan nutrisi yang berupa pupuk buatan ( UREA ). Berdasarkan hal tersebut,
permasalahan yang akan diteliti dapat dirumuskan sebagai berikut :
Bagaimana pengaruh penambahan Nutrisi terhadap pertumbuhan tanaman kacang
hijau ?

I. III Tujuan Penelitian


Adapun penelitian yang kami lakukan memiliki beberapa tujuan :
1. Membandingkan pertumbuhan tanaman kacang hijau tanpa

penambahan nutrisi

dengan pertumbuhan tanaman kacang hijau yang diberi penambahan nutrisi


2. Menganalisa perbedaan tanaman yang diberikan tambahan nutrisi yang berbeda
3. Menganalisis apakah penambahan nutrisi (pupuk buatan) mampu mempercepat
pertumbuhan kacang hijau.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.I Kajian Teori
Tumbuhan membutuhkan nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan. Nutrisi
yang diperlukan merupakan sumber energi dan sumber materi untuk sintesis berbagai
komponen sel. Nutrisi biasa diambil tumbuhan dalam bentuk ion dari tanah dan beberapa
dari udara. Unsur yang dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut makronutrien, yang
meliputi unsur C,H,O,N,S,P,K,Ca dan Mg . Sedangkan unsur yang dibutuhkan dalam
jumlah sedikit disebut mikronutrien, yang meliputi unsur Fe, B, Mn, Mo, Zn, Cu dan Cl.
Jika kebutuhan salah satu unsur tersebut tidak terpenuhi, proses metabolisme tumbuhan
akan terhambat sehingga akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan. Pengambilan nutrisi biasanya bersamaan dengan pengambilan air dari tanah.
Pada tanaman kacang hijau, pemberian nutrisi cukup mempengaruhi kesuburan
serta perkembangan tanaman. Pemberian atau penambahan nutrisi

ini dapat berupa

pemberian pupuk baik itu pupuk alami atau pupuk buatan. Namun yang patut
diperhatikan adalah, ketika tumbuhan mengalami malnutrisi, tumbuhan menunjukkan
gejala-gejala tidak sehat. Nutrisi yang terlalu sedikit atau yang terlalu banyak dapat
mengakibatkan pertumbuhan tanaman akan terhambat atau yang paling parah
menyebabkan kematian.

II.II Kajian dan Hasil Penelitian


Berdasarkan dengan kajian teori di atas, kami akan mengkaji perencanaan
penelitian yang sesuai dengan masalah yang kami bahas. Dalam perencanaan ini kami
akan memberikan perlakuan berbeda dalam pemberian pupuk buatan dalam hal ini pupuk
jenis UREA serta menggunakan jenis tanaman yang sama yakni kacang hijau. Pada
kajian teori di atas dijelaskan bahwa dengan pemberian nutrisi berbeda tanaman akan
dapat tumbuh. Kami berharap hasil penelitian ini akan sesuai dengan kajian teori tersebut.

II.III Rumusan Hipotesis


Berdasarkan perumusan masalah di atas, kami mengambil kesimpulan sementara
dari penelitian yang akan kami lakukan, yaitu :
1. Pemberian nutrisi ( Pupuk UREA ) dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman
kacang hijau.
2. Tanaman yang tidak diberi penambahan nutrisi ( Pupuk UREA ) maka
pertumbuhannya akan lebih lambat daripada tanaman yang diberi penambahan nutrisi
( Pupuk UREA )

BAB III
METODE PENELITIAN
III.I Variabel dan Definisi Operasional Variabel
Variabel merupakan faktor-faktor yang berpengaruh dan memiliki nilai-nilai
tertentu.
Dalam sebuah penelitian ada beberapa variabel yang mempengaruhi hasil
penelitian, yaitu :
1. Variabel bebas

: Variabel penyebab atau faktor yang memberi pengaruh

2. Variabel terikat

: Variabel akibat atau faktor yang nilainya bergantung pada

nilai variabel lainnya.


3. Variabel kontrol

: Sebagai pembanding dalam hasil pertumbuhan

4. Variabel antara

: Variabel lain yang ikut berpengaruh terhadap hasil penelitian,

tetapi dianggap tidak memiliki pengaruh utama.


Dari definisi berbagai variabel di atas, kami dapat menentukan variabel yang
daapt mempengaruhi hasil penelitian kami yang berjudul PERKEMBANGAN DAN
PERTUMBUHAN TANAMAN

KACANG

HIJAU

DENGAN PENAMBAHAN

NUTRISI YANG BERBEDA antara lain, sebagai berikut :


1. Variabel bebas

: Pengaruh penambahan nutrisi ( Pupuk UREA)

terhadap

pertumbuhan tanaman kacang hijau


2. Variabel terikat

: Pertumbuhan tanaman kacang hijau dengan indikator tinggi

tanaman.
3. Variabel kontrol

: Tanaman yang tidak diberi penambahan nutrisi

4. Variabel antara

: Cahaya Matahari, suhu udara, kelembaban tanah dan lain

sebagainya.

III.II Rancangan Penelitian


Penelitian yang akan dilakukan harus dirancang sedemikian rupa hingga
memperoleh hasil yang maksimal. Rancangan untuk penelitian yang harus diperhatikan
adalah :
Menggunakan alat dan bahan yang mudah didapat.
Menentukan dan menyiapkan media serta memilih tempat ( di laboratorium dan
di kelas)
Menentukan indikator/peneltian terhadap bahan penelitian.
Memahami teori pembahasan maslah yang diangkat

III.III Sasaran Penelitian


Untuk menentukan sasaran penelitian, tim penulis terlebih dahulu menentukan
populasi dan sampel.
Populasi

: Penelitian menggunakan bibit tanaman kacang hijau

Sampel

: Menggunakan lima (5) biji tanaman kacang hijau dalam setiap wadah
penanaman.

III.IV Instrumen
Alat dan bahan yang dipakai dalam penelitian ini sangatlah sederhana dan mudah
didapat. Sehingga memudahkan kami untuk melakukan penelitian ini.
Alat dan bahan tersebut antara lain :
1. Biji kacang hijau ( 5 biji masing-masing wadah )
2. Wadah 4 buah ( A, B, C dan D )
3. Kapas
4. Penggaris
5. Air
6. Pupuk UREA
7. Alat tulis

III.V Prosedur Pelaksanaan Kerja


Adapun cara kerja yang kami lakukan dalam penelitian ini tidaklah terlalu
memakan waktu yang lama.
1. Siapkan seluruh alat dan bahan
2. Pada wadah pertama tidak diberi tambahan pupuk UREA dan beri label A sebagai
tanaman terkontrol
3. Masukkan campuran air 49 ml dan 1 ml pupuk Urea pada wadah kedua, beri label
B sebagai tanaman perlakuan I
4. Masukkan campuran air 48 ml dan 2 ml pupuk Urea pada wadah ketiga, beri label
C sebagai tanaman perlakuan II
5. Masukkan campuran air 47 ml dan 3 ml pupuk Urea pada wadah keempat, beri
label D sebagai tanaman perlakuan III
6. Masukkan 5 biji kacang hijau ke dalam masing-masing pot dan beri label
berurutan 1 s/d 5 ( 1,2, 3, 4 dan 5 )
7. Amati dan bandingkanlah masing-masing tumbuhan serta catatlah hasilnya.

III.VI Rencana Analisis Data


Dalam menganalisis hasil penelitian, dapat dilakukan dengan membuat laporan
penelitian pada buku/kertas analisis. Dalam menganalisis data, kami menggunakan tabel
sebagai cara menganalisis hasil penelitian kami. Perhatikan contoh tabel analisis data di
bawah ini :
No
1
2
3
4
5
6
7
8
No
1
2
3
4
5
6
7
8
No
1
2
3
4
5
6
7
8

No

Hari

Tanaman Terkontrol ( Pot A )


2
3
4

Tanaman Perlakuan I ( Pot B )


2
3
4

Tanaman Perlakuan II ( Pot C )


2
3
4

Minggu ( I )
Senin ( II )
Selasa ( III )
Rabu ( IV )
Kamis ( V )
Jumat ( VI )
Sabtu ( VII )
Minggu ( VIII )
Hari
Minggu ( I )
Senin ( II )
Selasa ( III )
Rabu ( IV )
Kamis ( V )
Jumat ( VI )
Sabtu ( VII )
Minggu ( VIII )
Hari
Minggu ( I )
Senin ( II )
Selasa ( III )
Rabu ( IV )
Kamis ( V )
Jumat ( VI )
Sabtu ( VII )
Minggu ( VIII )

Hari

Tanaman Pelakuan III ( Pot D )

1
1
2
3
4
5
6
7
8

Minggu ( I )
Senin ( II )
Selasa ( III )
Rabu ( IV )
Kamis ( V )
Jumat ( VI )
Sabtu ( VII )
Minggu ( VIII )

Catatan :
Pengukuran => Tinggi tanaman kacang hijau dan dalam satuan mm ( milimeter )

III.VII Jadwal Penelitian


Untuk memperoleh data hasil penelitian yang maksimal, tim penulis sangat
memperhatikan jadwal penelitian. Jadwal penelitian harus selalu rutin dilakukan dalam
setiap harinya. Oleh karena itu, kami telah merencanakan jadwal penelitian pada objek
yang akan diteliti dengan mengamati objek ( tanaman kacang hijau ) tersebut adalah satu
kali sehari ( sekitar pukul 07.00 pagi sebelum bel berbunyi ). Kemudian hasilnya akan
dicatat dalam buku laporan sesuai dengan hasil yang diperoleh. Lamanya penelitian ini
kami rencanakan selama delapan hari dimulai pada hari minggu sampai hari minggu
selanjutnya ( 2 agustus s/d 8 Agustus 2009 ).

BAB IV

DATA DAN PEMBAHASAN


IV.I Deskripsi Data
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan. Kini kami mampu untuk
mendeskripsikan data hasil penelitian. Dalam BAB ini kami akan memperhatikan sikap
ilmiah yakni mampu bersikap jujur, objektif, terbuka dan berlaku umum. Dengan maksud
agar hasil perolehan data yang diharapkan dapat diterima sesuai dengan yang telah
dilaksankan dengan sebaik mungkin dan terbuka.
Percobaan yang direncanakan hanya memakan waktu selama delapan (8) hari,
tidak sesuai rencana. Hal ini dikarenakan selama empat hari pertama tidak ada reaksi
apapun dari seluruh tanaman. Kemudian dari saran yang kami terima, kami langsung
berinisiatif untuk mengulangi percobaan ini. Akhirnya percobaan dilakukan selama 12
hari dengan memberikan perlakuan yang pada setiap tanaman. Hasil data yang kami
peroleh tidak sesuai dengan teori hipotesis yang telah kami nyatakan. Hasil penelitian
dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
A. Tabel Pengamatan
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

No
1

Hari
Minggu (I)
Senin (II)
Selasa (III)
Rabu (IV)
Kamis (V)
Jumat (VI)
Sabtu (VII)
Minggu (VIII)
Senin (IX)
Selasa (X)
Rabu (XI)
Kamis (XII)

Hari
Minggu (I)

1 mm
8 mm
18 mm
20 mm
25 mm
45 mm
53 mm

Tanaman Terkontrol ( Pot A )


2
3
4

20 mm
30 mm
40 mm
60 mm
97 mm
150 mm
200 mm

10 mm
30 mm
70 mm
100 mm
140 mm
197 mm
260 mm

5 mm
6 mm
-

Tanaman Perlakuan I ( Pot B )


2
3
4

2 mm
-

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Senin (II)
Selasa (III)
Rabu (IV)
Kamis (V)
Jumat (VI)
Sabtu (VII)
Minggu (VIII)
Senin (IX)
Selasa (X)
Rabu (XI)
Kamis (XII)

2 mm
10 mm
20 mm
30 mm
74 mm
137 mm
200 mm

Hari
Minggu (I)
Senin (II)
Selasa (III)
Rabu (IV)
Kamis (V)
Jumat (VI)
Sabtu (VII)
Minggu (VIII)
Senin (IX)
Selasa (X)
Rabu (XI)
Kamis (XII)

2 mm
5 mm
-

Hari
Minggu (I)
Senin (II)
Selasa (III)
Rabu (IV)
Kamis (V)
Jumat (VI)
Sabtu (VII)
Minggu (VIII)
Senin (IX)
Selasa (X)
Rabu (XI)
Kamis (XII)

3 mm
8 mm
13 mm
15 mm
17 mm
20 mm
-

Pengukuran => dalam satuan mm

B. Grafik Pengamatan

3 mm
5 mm
8 mm
8 mm
9 mm
10 mm

1 mm
2 mm
5 mm
15 mm
55 mm
92 mm
145 mm

2 mm
10 mm
18 mm
20 mm
60 mm
104 mm
160 mm

Tanaman Perlakuan II ( Pot C )


2
3
4

3 mm
9 mm
13 mm
15 mm
17 mm
-

5 mm
10 mm
17 mm
20 mm
21 mm
-

3 mm
8 mm
10 mm
-

Tanaman Pelakuan III ( Pot D )


2
3
4

3 mm
7 mm
10 mm
13 mm
-

5 mm
7 mm
10 mm
14 mm
17 mm
-

5 mm
8 mm
10 mm
-

1 mm
5 mm
-

Tinggi (mm)
Label Tanaman

Grafik 1

Tinggi (mm)
Label Tanaman

Grafik 2

Tinggi (mm)
Label Tanaman

Grafik 3

Tinggi (mm)
Label Tanaman

Grafik 4

Tinggi (mm)
Jenis Tanaman

IV.II Interpretasi Data


Dari percobaan yang kami lakukan, diperoleh hasil pengamatan secara kuantitatif.
Pada hari pertama setelah percobaan gagal (hari kelima), semua biji yang ditanam belum

dapat diketahui berapa tinggi batangnya, dikarenakan biji kacang masih mengelupas
kulitnya serta baru mengalami pertumbuhan ujung akar. Kemudian pada hari berikutnya,
hampir seluruh tanaman sudah ada yang memanjang batangnya serta terdapat cabangcabang akar serta berbulu pada ujung akar.
Pada awal pengamatan tanaman, tanaman terkontrol mengalami pertumbuhan
yang signifikan dibanding tanaman yang diberi perlakuan penambahan pupuk UREA.
Namun hal ini terjadi hanya pada tanaman nomor 1,2 dan 3 sedangkan tanaman lainnya
tidak mengalami pertumbuhan sama sekali, hanya mengalami perubahan bentuk dan
warna tanda tanaman tersebut mati.
Kemudian pada tanaman pot B yang diberi perlakuan I juga mengalami
pertumbuhan yang bagus dan merata, hanya tanaman nomor 5 yang tidak mengalami
pertumbuhan. Sedangkan pada tanaman pot C dan pot D yang diberi perlakuan I dan
perlakuan II sampai hari terakhir tidak ada satupun tanaman yang hidup. Semuanya
mengalami perubahan bentuk dan warna kekuning-kuningan tanda tanaman mati. Namun
tanaman nomor 2 dan 3 pada pot C masih mengalami pertumbuhan sampai hari keenam
dan tanaman nomor 1 dan 3 pada pot D masih mengalami pertumbuhan sampai hari
ketujuh.

IV.III Uji Hipotesis


Berdasarkan hasil penelitian yang telah kami peroleh ternyata tidak semua hasil
penelitian tersebut sesuai dengan hipotesis yang kami buat. Hampir semua tidak sesuai
dengan hipotesis kami. Sebagai contoh tanaman terkontrol yang tidak diberi penambahan
pupuk UREA mengalami pertumbuhan pesat dibandingkan tanaman pada perlakuan II
dan III. Namun pertumbuhan tanaman dengan perlakuan II bisa dikatakan berhasil karena
pertumbuhan menyeluruh kepada seluruh tanaman.

IV.IV Pembahasan
Dari hasil percobaan yang kami lakukan, dapat diperoleh data bahwa penambahan
nutrisi dalam hal ini pupuk UREA sangat mempengaruhi pertumbuhn tanaman. Sehingga
menyebabkan perbedaan pertumbuhan tanaman yang tidak diberi penambahan pupuk
UREA dengan diberi penambahan pupuk UREA.
Pada biji kacang hijau yang ditanam dengan campuran UREA tinggi ( 3 ml )
mengalami petumbuhan yang cukup rendah, walaupun sebenarnya menurut teori
penambahan pupuk dapat mempercepat pertumbuhan.

Pada biji kacang hijau yang ditanam dengan campuran UREA sedang ( 2 ml )
mengalami pertumbuhan yang sangat rendah, hal ini dibuktikan dengan matinya semua
tanaman pada hari terakhir pengamatan.

Pada biji kacang hijau yang ditanam dengan campuran UREA rendah ( 1 ml )
mengalami pertumbuhan yang baik dan merata dikarenakan komposisi yang cocok untuk
mempercepat pertumbuhan tanaman.
Pada biji kacang hijau yang ditanam yang tidak diberi penambahan nutrisi, dapat
tumbuh dengan baik dan menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN


V.I Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang kami lakukan, maka kami dapat mengambil
kesimpulan bahwa penambahan nutrisi yang berupa pupuk buatan dapat mempercepat
pertumbuhan sekaligus mengambat pertumbuhan. Yang perlu diperhatikan adalah
komposisi pupuk buatan dengan campuran air harus berimbang supaya efek samping dari
nutrisi tidak menghambat pertumbuhan tanaman.

V.II Saran
Dalam menanam kacang hijau sebaiknya kita harus memperhatikan penambahan
nutrisi yang berupa pupuk guna mempercepat pertumbuhan tanaman kacang hijau,
apakah komposisi yang diberikan sudah sesuai atau apakah waktu pemberian nutrisi
sudah tepat.