Anda di halaman 1dari 4

PENGARUH SOSIAL EKONOMI RENDAH TERHADAP GIZI BURUK

Status sosial ekonomi rendah adalah kedudukan seseorang di masyarakat yang


diperoleh berdasarkan penggolongan menurut kekayaan, dimana harta kekayaan
yang dimiliki termasuk kurang jika dibandingkan dengan rata-rata masyarakat pada
umumnya serta tidak mampu dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Status sosial ekonomi sangat berpengaruh bagi pemenuhan kebutuhan hidup
sehari- hari.
Ekonomi dan kesehatan memiliki suatu keterkaitan yang sangat erat.
Pembangunan ekonomi sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan masyarakat,
dan perbaikan pada kondisi kesehatan masyarakat akan mempengaruhi produktivitas
kerja. Sehat adalah suatu keadaan sejahtera sempurna fisik, mental dan sosial tidak
terbatas pada bebas dari penyakit atau kelemahan saja. Aspek ekonomi seperti
pendapatan merupakan syarat utama untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat
Namun pada masyarakt ekonomi rendah dengan pekerjaan kepala kelurga yang tidak
tentu mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan gizi keluarga. Kebutuhan gizi
yang tidak optimal mengakibatkan terjadinnya gizi buruk. Proporsi anak malnutrisi
berbanding terbalik dengan pendapatan. Makin kecil pendapatan penduduk, makin
tinggi persentasi anak yang kekurangan gizi.
Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan
penggunaan zat-zat gizi. Status gizi ini menjadi penting karena merupakan salah
satu faktor risiko untuk terjadinya kesakitan dan kematian. Status gizi yang baik
bagi seseorang akan berkontribusi terhadap kesehatannya dan juga terhadap
kemampuan dalam proses pemulihan.
Gizi buruk adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan karena
kekurangan asupan energi dan protein juga mikronutrien dalam jangka waktu
lama. Secara garis besar gizi buruk disebabkan oleh karena asupan makanan yang
kurang atau anak sering sakit, atau terkena infeksi. Asupan makanan yang kurang
disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain tidak tersedianya makanan

secara adekuat, anak tidak cukup salah mendapat makanan bergizi seimbang,
dan pola makan yang salah. Kaitan infeksi dan kurang gizi seperti layaknya
lingkaran setan yang sukar diputuskan, karena keduanya saling terkait dan saling
memperberat. Kondisi gizi buruk akan mempengaruhi banyak organ dan sistem,
karena kondisi gizi buruk ini juga sering disertai dengan defisiensi (kekurangan)
asupan mikro/makro nutrien lain yang sangat diperlukan bagi tubuh. Gizi buruk
akan memporak porandakan sistem pertahanan tubuh terhadap mikroorganisme
maupun pertahanan mekanik sehingga mudah sekali terkena infeksi.
Akibat

gizi

buruk terhadap

pertumbuhan sangat

merugikan

performance anak, akibat kondisi stunting (postur tubuh kecil pendek) yang
diakibatkannya dan perkembangan anak pun terganggu. Efek malnutrisi terhadap
perkembangan mental dan otak tergantung dangan derajat beratnya, lamanya
dan waktu pertumbuhan otak itu sendiri. Dampak terhadap pertumbuhan otak ini
menjadi patal karena otak adalah salah satu aset yang vital bagi anak.
Malnutrisi berat pada bayi sering ada di daerah dengan makanan tidak cukup
atau hygien jelek. Sinonim marasmus ditetapkan pada pola penyakit klinis yang
menekankan satu atau lebih tanda defisiensi protein dan kalori. Gambaran klinis
marasmus berasal dari masukan kalori yang tidak cukup karena diet yang tidak
cukup, karena kebiasaan makan yang tidak tepat seperti mereka yang hubungan
orangtua-anak
malformasi

terganggu,
kongenital.

atau

Gangguan

karena
berat

kelainan
setiap

metabolik

sistem

tubuh

atau
dapat

mengakibatkan malnutrisi.
Pada awalnya, terjadi kegagalan menaikkan berat badan, disertai dengan
kehilangan berat badan sampai berakibat kurus, dengan kehilangan turgor
pada kulit sehingga menjadi berkerut dan longgar karena lemak subkutan
hilang. Lemak pada daerah pipih adalah bagian terakhir yang hilang sehingga
untuk beberapa waktu muka bayi tampak relative normal sampai nantinya
menyusut dan berkeriput. Abdomen dapat kembung atau datar dan gambaran

usus dapat dengan mudah

dilihat.

hipotoni. Suhu biasanya subnormal,

Terjadi

atrofi

nadi mungkin

otot

dengan

akibat

lambat, dan angka

metabolism basal cenderung menurun. Mula-mula bayi mungkin rewel, tetapi


kemudian menjadi lesu dan nafsu makan hilang. Bayi biasanya konstipasi,
tetapi dapat muncul diare dengan buang air besar sering, tinja berisi mucus dan
sedikit.
Ciri dari marasmus menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (2004) antara lain:
-

Penampilan wajah seperti orang tua, terlihat sangat kurus

Perubahan mental

Kulit kering, dingin dan kendur

Rambut kering, tipis dan mudah rontok

Lemak subkutan menghilang sehingga turgor kulit berkurang

Otot atrofi sehingga tulang terlihat jelas

Sering diare atau konstipasi

Kadang terdapat bradikardi

Tekanan darah lebih rendah dibandingkan anak sehat yang sebaya

Kadang frekuensi pernafasan menurun


(https://yayanakhyar.files.wordpress.com/2009/08/gizi-buruksevere-

malnutrition_files_of_drsmed.pdf)

Marasmus adalah gangguan gizi karena kekurangan karbohidrat. Gejala


yang timbul diantaranya muka seperti orangtua (berkerut), tidak terlihat lemak
dan otot di bawah kulit (kelihatan tulang di bawah kulit), rambut mudah patah dan
kemerahan, gangguan kulit, gangguan pencernaan (sering diare), pembesaran hati
dan sebagainya. Anak tampak sering rewel dan banyak menangis meskipun
setelah makan, karena masih merasa lapar. Berikut adalah gejala pada marasmus

adalah (Depkes RI, 2000) :


Anak tampak sangat kurus karena hilangnya sebagian besar lemak dan
otot- ototnya, tinggal tulang terbungkus kulit, Wajah seperti orang tua, Iga
gambang dan perut cekung , Otot paha mengendor (baggy pant), Cengeng dan
rewel, setelah mendapat makan anak masih terasa lapar

Yayan Akhyar Israr, S.Ked Christopher A.P, S. Ked Riri ...


https://yayanakhyar.files.wordpress.com/.../gizi-buruksevere-malnutritio...
Gizi buruk (severe malnutrition) adalah suatu istilah teknis yang umumnya .....
Menurut Depkes RI pada pasien dengan gizi buruk dibagi dalam 4 fase.
https://yayanakhyar.files.wordpress.com/2009/08/gizi-burukseveremalnutrition_files_of_drsmed.pdf
ped-tata-kurang-protein-pkm-rt.doc
gizi.depkes.go.id/wp-content/.../10/ped-tata-kurang-protein-pkm-rt.doc

http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2012/05/radarsumedang-20120504kenalimarasmus.pdf