Anda di halaman 1dari 20

BAB I

Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Kandidiasis adalah suatu infeksi jamur yang disebabkan oleh candida. kandida
merupakan mikroflora normal pada rongga mulut, mikroorganisme ini
mencapai 40 60 % dari populasi (Silverman S, 2001). Walaupun demikian jamur tersebut
dapat menjadi patogen dalam kondisi tertentu atau pada orangorang yang mempunyai
penyakit penyakit yang melemahkan daya tahan tubuh sehingga menimbulkan suatu
penyakit misalnya, sering ditemukan pada penderita AIDS (Farlane .M, 2002).
Pada rongga mulut kandida albikans merupakan spesies yang paling sering
menimbulkan penyakit. Secara klinis dapat ditemukan berbagai penampilan berupa lesi putih
atau lesi eritematus (Silverman S, 2001).
Pada keadaan akut kandidiasis dapat menimbulkan keluhan seperti rasa terbakar
( burning sensation ), rasa sakit biasanya pada lidah, mukosa bukal, atau labial dan rasa
kering atau serostomia ( Greenberg M. S. , 2003 ).
Pada umumnya infeksi tersebut dapat di tanggulangi dengan menggunakan obat anti
jamur baik secara topikal atau sistemik dengan mempertimbangkan kondisi atau penyakit
penyakit yang menyertainya. (Silverman S, 2001).
Pada makalah ini akan diuraikan lebih lanjut mengenai gambaran klinis berbagai
kandidiasis rongga mulut dan terapinya.
1.2 Tujuan
1. 1.

Tujuan Umum

Menjelaskan tentang konsep penyakit moniliasis/kandidiasis serta pendekatan asuhan


keperawatannya.
1. 2.

Tujuan Khusus
1. Mengetahui definisi dari moniliasis/kandidiasis
1

2. Mengetahui klasifikasi moniliasis/kandidiasis


3. Mengetahui etiologi dari moniliasis/kandidiasis
4. Mengetahui manifestasi klinis moniliasis/kandidiasis
5. Mengetahui patofisiologi moniliasis/kandidiasis
6. Mengetahui pemeriksaan penunjang pada klien dengan moniliasis/kandidiasis
7. Mengetahui penatalaksanaan serta pencegahan pada moniliasis/kandidiasis
8. Mengetahui

komplikasi

yang

dapat

terjadi

pada

klien

dengan

moniliasis/kandidiasis
9. Mengetahui asuhan keperawatan pada klien dengan moniliasis/kandidiasis
1.3 Manfaat
Mahasiswa mampu memahami tentang penyakit moniliasis/kandidiasis serta mampu
menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan moniliasis/kandidiasis dengan
pendekatan Student Centre Learning.

BAB II
Studi Literatur (Konsep Penyakit)
2.1 Definisi
Kandidiasis adalah infeksi atau penyakit akibat jamur Candida, khususnya C. albicans.
Penyakit ini biasanya akibat debilitasi (seperti pada penekan imun dan khususnya AIDS),
perubahan fisiologis, pemberian antibiotika berkepanjangan, dan hilangnya penghalang
(Stedman, 2005). Walaupun demikian jamur tersebut dapat menjadi patogen dalam kondisi
tertentu atau pada orang-orang yang mempunyai penyakit-penyakit yang melemahkan daya
tahan tubuh sehingga menimbulkan suatu penyakit misalnya, sering ditemukan pada penderita
AIDS (Farlane .M, 2002). Pada rongga mulut kandida albikans merupakan spesies yang paling
sering menimbulkan penyakit. Secara klinis dapat ditemukan berbagai penampilan berupa lesi
putih atau lesi eritematus (Silverman S, 2001). Pada keadaan akut kandidiasis dapat
menimbulkan keluhan seperti rasa terbakar (burning sensation), rasa sakit biasanya pada lidah,
mukosa bukal, atau labial dan rasa kering atau serostomia (Greenberg M. S. , 2003). Pada
umumnya infeksi tersebut dapat di tanggulangi dengan menggunakan obat anti jamur baik
secara topikal atau sistemik dengan mempertimbangkan kondisi atau penyakit-penyakit yang
menyertainya. (Silverman S, 2001).
Kandidiasis oral atau mulut (juga dikenal sebagai sariawan) adalah infeksi jamur ragi dari
genus Candida pada membran berlendir mulut. Infeksi oportunistik yang umum dari rongga
mulut yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur yang berlebihan. Sariawan pada mulut bayi
disebut kandidiasis, sementara jika terjadi di mulut atau tenggorokan orang dewasa
diistilahkan candidosis atau moniliasis. Kandidiasis yang sering disebut juga candidosis, trush,
dan moniliasis merupakan suatu keadaan patologis yang hanya menginfeksi jaringan kulit dan
mukosa. Infeksi Candida yang berat tersebut dikenal sebagai candidemia dan biasanya
menyerang orang yang imunnya lemah, seperti penderita kanker, AIDS dan pasien
3

transplantasi.
Kandidiasis oral ini memang sering terjadi pada bayi yang berusia kurang dari 6 bulan, seiring
dengan bertambah dewasanya bayi tersebut, penyakit ini akan makin jarang terjadi. Penyakit
ini juga bukan penyakit yang serius dan beberapa sumber mengatakan bahwa penyakit ini
dapat
2.2

sembuh

sendiri

(walaupun

tentu

saja

lebih

baik

diobati).

Klasifikasi
Thrush Mempunyai ciri khas dimana gambarannya berupa plak putih kekuning-

kuningan pada permukaan mukosa rongga mulut, dapat dihilangkan dengan cara dikerok dan
akan meninggalkan jaringan yang berwarna merah atau dapat terjadi pendarahan. Plak
tersebut berisi netrofil, dan sel-sel inflamasi sel epitel yang mati dan koloni atau hifa.
(Greenberg M. S., 2003). Pada penderita AIDS biasanya lesi menjadi ulserasi, pada keadaan
dimana terbentuk ulser, invasi kandida lebih dalam sampai ke lapisan basal (Mc Farlane
2002). Penyakit rongga mulut ini ditandai dengan lesi-lesi yang bervariasi yaitu, lunak,
gumpalan berupa bongkahan putih, difus, seperti beludru yang dapat dihapus atau diangkat
dan meninggalkan permukaan merah, kasar, dan berdarah, dapat berupa bercak putih dengan
putih merah terutama pada bagian dalam pipi, pallatum lunak, lidah, dan gusi. Penderita
penyakit ini biasanya mempunyai keluhan terasa terbakar atau kadang-kadang sakit didaerah
yang terkena.
a.Kronis hiperplastik kandidiasis
Infeksi jamur timbul pada mukosa bukal atau tepi lateral lidah dan bibir, berupa bintikbintik putih yang tepinya menimbul tegas dengan beberapa daerah merah. Kondisi ini dapat
berkembang menjadi displasia berat atau keganasan. Kandidiasis tipe ini disebut juga
kandidiasis leukoplakia, lesinya berupa plak putih yang tidak dapat dikerok, gambaran ini
mirip dengan leukoplakia tipe homogen. (Greenberg.2003). Karena plak tersebut tidak dapat
dikerok, sehingga diagnosa harus ditentukan dengan biopsi. Keadaan ini terjadi diduga akibat
invasi miselium ke lapisan yang lebih dalam pada mukosa rongga mulut, sehingga dapat
berproliferasi, sebagai respon jaringan inang. (Greenberg M 2003). Kandidiasis ini paling
sering diderita oleh perokok.
4

b. Kronis atrofik kandidiasis


Disebut juga denture stomatitis atau alergi gigi tiruan. Mukosa palatum maupun
mandibula yang tertutup basis gigi tiruan akan menjadi merah, kondisi ini dikategorikan
sebagai bentuk dari infeksi Kandida. Kandidiasis ini hampir 60% diderita oleh pemakai gigi
tiruan terutama pada wanita tua yang sering memakai gigi tiruan pada waktu tidur. Secara
klinis kronis atrofik kandidiasis dapat dibedakan menjadi tiga tipe yaitu :
1. Inflamasi ringan yang terlokalisir disebut juga pinpoint hiperemi, gambaran eritema
difus, terlihat pada palatum yang ditutupi oleh landasan geligi tiruan baik sebagian
atau seluruh permukaan palatum tersebut (15%-65%) dan hiperplasi papilar atau
disebut juga tipe granular (Greenberg, 2003).
2. Akut atrofik kandidiasis atau disebut juga antibiotik sore mouth. Secara klinis
permukaan mukosa terlihat merah dan kasar, biasanya disertai gejala sakit atau rasa
terbakar, rasa kecap berkurang. Kadang-kadang sakit menjalar sampai ke tenggorokan
selama pengobatan atau sesudahnya kandidiasis tipe ini pada umumnya ditemukan
pada penderita anemia defiensi zat besi. (Greenberg, 2003).
3. Angular cheilitis, disebut juga perleche, terjadinya di duga berhubungan dengan
denture stomatits. Selain itu faktor nutrisi memegang peranan dalam ketahanan
jaringan inang, seperti defisiensi vitamin B12, asam folat dan zat besi, hal ini akan
mempermudah terjadinya infeksi. Gambaran klinisnya berupa lesi agak kemerahan
karena terjadi inflamsi pada sudut mulut (commisure) atau kulit sekitar mulut terlihat
pecah-pecah atau berfissure. (Nolte, 1982. Greenberg, 2003).
2.3

Etiologi
Penyebab kandidiasis ini adalah jamur jenis Candida. Jamur jenis ini adalah jamur

yang sangat umum terdapat di sekitar kita dan tidak berbahaya pada orang yang mempunyai
imun tubuh yang kuat. Candida ini baru akan menimbulkan masalah pada orang-orang yang
mempunyai daya tahan tubuh rendah, misalnya penderita AIDS, pasien yang dalam
pengobatan kortikosteroid, dan tentu saja bayi yang sistem imunnya belum sempurna.
Jamur Candida ini adalah jamur yang banyak terdapat di sekitar kita, bahkan di dalam vagina
5

ibu pun terdapat jamur Candida. Bayi bisa saja mendapatkan jamur ini dari alat-alat seperti dot
dan kampong, atau bisa juga mendapatkan Candida dari vagina ibu ketika persalinan.
Selain itu, kandidiasis oral ini juga dapat terjadi akibat keadaan mulut bayi yang tidak bersih
karena sisa susu yang diminum tidak dibersihkan sehingga akan menyebabkan jamur tumbuh
semakin cepat.
Faktor-faktor yang merupakan presdiposisi infeksi antara lain :
1. Diabetes
2. Leukimia
3. Gangguan saluran gastrointestinal yang meningkatkan terjadinya malabsorpsi dan
malnutrisi.
4. Pemakaian antibiotik
Kadang orang yang mengkonsumsi antibiotik menderita infeksi Candida karena
antibiotik membunuh bakteri yang dalam keadaan normal terdapat di dalam jaringan, sehingga
pertumbuhan Candida tidak terkendali.
Pemakaian kortikosteroid atau terapi imunosupresan pasca pencangkokan organ.
Kedua hal ini bisa menurunkan pertahanan tubuh terhadap infeksi jamur. Kortikosteroid
(sejenis hormon steroid) dihirup/dihisap untuk perawatan pada paru-paru (misalnya asma) bisa
berdampak pada kandidiasis mulut.

2.4 Manifestasi Klinis


Gejala yang timbul adalah adanya bercak putih pada lidah dan sekitar mulut bayi dan
sering menimbulkan nyeri. Bercak putih ini sekilas tampak seperti kerak susu namun sulit
dilepaskan dari mulut dan lidah bayi. Bila dipaksa dikerok, tidak mustahil justru lidah dan
mulut bayi dapat berdarah.

Infeksi mulut oleh spesies candida biasanya memunculkan kumpulan lapisan kental
berwarna putih atau krem pada membran mukosa (dinding mulut dalam). Pada mukosa mulut
yang terinfeksi mungkin muncul radang berwarna merah, nyeri, dan terasa seperti terbakar.
Secara umum kandidiasis pada mulut bayi tidak berbahaya dan dapat sembuh sendiri
(walaupun lebih baik diobati). Namun bukan berarti kandidiasis ini tidak dapat menyebabkan
penyakit lain. Kandidiasis dapat menyebabkan bayi menangis saat makan dan minum
(kebanyakan disebabkan karena nyeri), selain itu, bayi menjadi malas minum ASI sehingga
berat badannya tak kunjung bertambah. Candida pada mulut bayi juga dapat bermigrasi ke
organ lain bila ada faktor yang memperberat (misalnya pemakaian antibiotik jangka panjang).
2.5 Patofisiologi
Kandidiasis oral ini sering disebabkan oleh candida albicans, atau kadang oleh candida
glabrata dan candida tropicalis. Jamur candida albicans umumnya memang terdapat di dalam
rongga mulut sebagai saprofit sampai terjadi perubahan keseimbangan flora mulut atau
perubahan mekanisme pertahanan lokal dan sistemik, yang menurunkan daya tahan tubuh.
Baru pada keadaan ini jamur akan berproliferasi dan menyerang jaringan. Hal ini merupakan
infeksi jamur rongga mulut yang paling sering ditemukan. Penyakit yang disebabkan jamur
candida albicans ini yang pertumbuhannya dipelihara dibawah pengaturan keseimbangan
bakteri yang normal. Tidak terkontrolnya pertumbuhan candida karena penggunaan
kortikosteroid dalam jangka waktu yang lama dan penggunaan obat-obatan yang menekan
sistem imun serta penyakit yang menyerang sistem imun seperti Aquired Immunodeficiency
Sindrome (AIDS). Namun bisa juga karena gangguan keseimbangan mikroorganisme dalam
mulut yang biasanya dihubungkan dengan penggunaan antibiotik yang tidak terkontrol.
Sehingga, ketika pertahanan tubuh/antibodi dalam keadaan lemah, jamur candida albicans
yang dalam keadaan normal tidak memberikan reaksi apapun pada tubuh berubah tumbuh tak
terkontrol dan menyerang sistem imun manusia itu sendiri yang menimbulkan penyakit
disebut candidiasis oral atau moniliasis.
2.6 Pemeriksaan Penunjang

1. Laboratorium : ditemukan adanya jamur candida albicans pada swab mukosa


2. Pemeriksaan endoskopi : hanya diindikasikan jika tidak terdapat perbaikan dengan
pemberian flukonazol.
3. Dilakukan pengolesan lesi dengan toluidin biru 1% topikal dengan swab atau kumur.
4. Diagnosa pasti dengan biopsy

2.7 Penatalaksanaan
Obat kumur atau dalam bentuk permen hisap diberikan kepada klien. Selain itu,
pengobatan yang paling sering digunakan saat ini adalah pemakaian Nistatin drop. Nistatin ini
akan diteteskan pada mulut bayi untuk mengobati kandidiasisnya. Ada juga yang
menyarankan cara pemakaian yang lain, yaitu tangan ibu dicuci sampai bersih, teteskan 2 tetes
ke ujung jari ibu dan oleskan ke lidah dan mulut bayi secara merata. Cara ini menjamin obat
teroleskan dengan lebih merata namun harus dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai
membuat bayi muntah.
2.8 Komplikasi
Candida albicans yang bermetastase dapat menjalar ke esofagus, usus halus, usus besar
dan anus. Infeksi sistemik lainnya berupa abses hati dan otak.
2.9 Pencegahan
Pencegahan yang dapat dilakukan pada klien dengan candidiasis oral antara lain :
1. Oral hygiene yang baik

2. Utamakan

ASI

daripada

susu

formula

karena

ASI

mengandung

banyak

immunoglobulin yang berguna bagi kekebalan tubuh bayi. Selain itu, payudara ibu
juga jauh lebih terjamin kebersihannya daripada botol dot bayi
3. Bila menggunakan susu formula sebagai tambahan ASI, pastikan kebersihan botol dan
dotnya, jangan lupa untuk mencucinya dengan air panas
4. Beri bayi minum 2-5 sendok air hangat untuk membilas mulut bayi setelah minum
susu
5. Pastikan bayi beristirahat yang cukup
6. Berikan bayi makanan yang mengandung nutrisi yang lengkap

BAB III
Asuhan Keperawatan
3.1 Pengkajian
a.Pemeriksaan fisik
- Keadaan umum
- Kesadaran- status gizi
- Personal hygine
- TTV = TB, BB, suhu, TD, nadi, respirasi
b.Pemeriksaan sistemik Kepala (mata, hidung, telinga, gigi&mulut), leher (terdapat
perbesaran tyroid atau tidak), tengkuk, dada (inspeksi), genitalia, ekstremitas atas dan
bawah(inspeksi).
c.Pemeriksaan penunjang
- Pemeriksaan laboratorium (dermatologi)
3.2 Masalah Keperawatan
9

1. Kerusakan imegritas kulit


2. Risiko hambatan interaksi sosial
3. Harga diri rendah
4. Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi
5. Nyeri akut
6. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan
3.3 Diagnosa Keperawatan & Intervensi
a.Kerusakan imegritas kulit yang berhubungan dengan lesi dan respon paradangan
Tujuan:

Tidak

terjadi

kerusakan

imegritas

kulit

dan

peradangan

pada

klien

kriteria:
- Kerusakan imegritas kulit berkurang
- Tanda-tanda peradangan hilang
- Keluhan klien berkurang
Intervensi:
- Kaji riwayat imegritas kulit
- Kaji kebutuhan yang dapat mengurangi kerusakan imegritas kulit dan jelaskan tentang
teknik mengurangi respon peradangan
- Ciptakan lingkungan yang nyaman (mengganti alat tenun)
- Kurangi stimulus yang tidak menyenangkan
b. Risiko hambatan interaksi sosial ybd keadaan yang memalukan
Tujuan: klien bisa berinteraksi
Kriteria:
- Klien terbuka tentang keadaannya
- Klien tidak mengisolasi diri
- Klien dapat istirahat dengan tenang
Intervensi:
- Berikan penjelasan tentang penyakit yang diderita
10

- Menciptakan lingkungan yang nyaman


- Mendorong klien berinteraksi dengan orang lain
- Anjurkan agar klien tidak perlu merasa malu dengan keadaannya
- Lakukan personal hyigne pada klien
c. Harga diri rendah ybd penampilan dan respon orang lain
Tujuan: Klien percaya diri dengan keadaannya
Kriteria:
- Klien merasa rileks
- Berinteraksi denga orang-orang disekitarnya
- Klien dapat menerima dirinya apa adanya
Intervensi:
- Observasi interaksi klien dengan orang lain
- Pertahankan lingkungan yang tenang dan aman serta menjauhkan faktor risiko
- Libatkan klien dan keluarga dalam prosedur pelaksanaan dan perawatan
- Ajarkan penggunaan relaksasi
- Beritahu tentang penyakit klien bahwa penyakit klien tidak berbahaya

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


KANDIDIASIS

I.
II.

Pokok Bahasan

: Kandidiasis

Sub. Pokok bahasan


Definisi Kandidiasis
Klasifikasi Kandidiasis
Cara pencegahan Kandidiasis

III.

Sasaran

: Pasien

IV.

Tempat

: Rumah sakit

11

V.
VI.

Waktu

: 3 november 2014

Tujuan
:
1. Tujuan Intruksional Umum (TIU)
Setelah di berikan penjelasan umum tentang Kandidiasis selama 40 menit,
masyarakat mampu memahami tentang Kandidiasis dan mampu mengaplikasikan
di lingkungan masyarakatnya masing-masing.
2. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah mendapatkan penyuluhan masyarakat mampu:
Menjelaskan tentang pengertian Kandidiasis
Memahami tentang klasifikasi Kandidiasis
Menerapkan tentang pencegahan penyakit Kandidiasis
Mengetahui dan menerapkan cara pengobatan Kandidiasis

VII.

Kegiatan Belajar Mengajar

No
1

Kegiatan
Pendahuluan

Respon masyarakat

Pemberian Salam
Perkenalan
Menjelaskan topic penyuluhan
Menjelaskan Tujuan
Menjelaskan waktu pelaksanaan
Penyampaian materi

Membalas Salam
Memperhatikan
Memperhatikan
Memperhatikan
Memperhatikan
Memperhatikan

Definisi Kandidiasis
Klasifikasi Kandidiasis
Cara pencegahan Kandidiasis
Cara Pengobatan Kandidiasis

Memberi kesempatan peserta

untuk bertanya

Waktu

penjelasan

dan

memahami

isi

materi
Bertanya
Memperhatikan
jawaban

5 menit

30 menit

Memberi Jawaban
Penutup

Menyimpulkan

penyuluhan
Mengakhiri dengan salam

hasil

12

Memperhatikan
Menjawab salam

5menit

VIII.

Metode

: Ceramah dan Tanya jawab

IX.

Media

: PPT dan Hand out

X.

Evaluasi

: Audience mampu

memahami, menerapkan, dan

melakukan pengobatan di lingkungan masyarakat tentang Kandidiasis


XI.

Referensi

:
Herawati, Erna.(2008).Kandidiasis Rongga
Mulut Gambaran Klinis dan Terapinya.
Wong,Donna.2009.Buku Ajar Keperawatan
Pediatrik.Jakarta : EGC.

X.

Materi
LAMPIRAN MATERI

Definisi
Kandidiasis adalah suatu infeksi jamur yang disebabkan oleh candida. Candida
merupakan mikroflora normal pada rongga mulut, mikroorganisme ini mencapai 40-60 % dari
populasi (Silverman S, 2001)
Kandidiasis oral merupakan infeksi oportunistik di rongga mulut yang disebabkan oleh
pertumbuhan abnormal dari jamur Kandida albikan. Kandida albikan ini sebenarnya
merupakan flora normal rongga mulut, namun berbagai faktor seperti penurunan sistem
kekebalan tubuh maupun pengobatan kanker dengan kemoterapi, dapat menyebabkan flora
normal tersebut menjadi patogen.
Kandidiasis oral merupakan salah satu penyakit pada rongga mulut berupa lesi merah
dan lesi putih yang disebabkan oleh jamur jenis Kandida sp, dimana Kandida albikan
merupakan jenis jamur yang menjadi penyebab utama.

Klasifikasi
Thrush Mempunyai ciri khas dimana gambarannya berupa plak putih kekuningkuningan pada permukaan mukosa rongga mulut, dapat dihilangkan dengan cara dikerok dan
13

akan meninggalkan jaringan yang berwarna merah atau dapat terjadi pendarahan. Plak
tersebut berisi netrofil, dan sel-sel inflamasi sel epitel yang mati dan koloni atau hifa.
(Greenberg M. S., 2003). Pada penderita AIDS biasanya lesi menjadi ulserasi, pada keadaan
dimana terbentuk ulser, invasi kandida lebih dalam sampai ke lapisan basal (Mc Farlane
2002). Penyakit rongga mulut ini ditandai dengan lesi-lesi yang bervariasi yaitu, lunak,
gumpalan berupa bongkahan putih, difus, seperti beludru yang dapat dihapus atau diangkat
dan meninggalkan permukaan merah, kasar, dan berdarah, dapat berupa bercak putih dengan
putih merah terutama pada bagian dalam pipi, pallatum lunak, lidah, dan gusi. Penderita
penyakit ini biasanya mempunyai keluhan terasa terbakar atau kadang-kadang sakit didaerah
yang terkena.
a. Kronis hiperplastik kandidiasis
Infeksi jamur timbul pada mukosa bukal atau tepi lateral lidah dan bibir, berupa bintikbintik putih yang tepinya menimbul tegas dengan beberapa daerah merah. Kondisi ini dapat
berkembang menjadi displasia berat atau keganasan. Kandidiasis tipe ini disebut juga
kandidiasis leukoplakia, lesinya berupa plak putih yang tidak dapat dikerok, gambaran ini
mirip dengan leukoplakia tipe homogen. (Greenberg.2003). Karena plak tersebut tidak dapat
dikerok, sehingga diagnosa harus ditentukan dengan biopsi. Keadaan ini terjadi diduga akibat
invasi miselium ke lapisan yang lebih dalam pada mukosa rongga mulut, sehingga dapat
berproliferasi, sebagai respon jaringan inang. (Greenberg M 2003). Kandidiasis ini paling
sering diderita oleh perokok.
b. Kronis atrofik kandidiasis
Disebut juga denture stomatitis atau alergi gigi tiruan. Mukosa palatum maupun
mandibula yang tertutup basis gigi tiruan akan menjadi merah, kondisi ini dikategorikan
sebagai bentuk dari infeksi Kandida. Kandidiasis ini hampir 60% diderita oleh pemakai gigi
tiruan terutama pada wanita tua yang sering memakai gigi tiruan pada waktu tidur. Secara
klinis kronis atrofik kandidiasis dapat dibedakan menjadi tiga tipe yaitu :
1. Inflamasi ringan yang terlokalisir disebut juga pinpoint hiperemi, gambaran eritema
difus, terlihat pada palatum yang ditutupi oleh landasan geligi tiruan baik sebagian
14

atau seluruh permukaan palatum tersebut (15%-65%) dan hiperplasi papilar atau
disebut juga tipe granular (Greenberg, 2003).
2. Akut atrofik kandidiasis atau disebut juga antibiotik sore mouth. Secara klinis
permukaan mukosa terlihat merah dan kasar, biasanya disertai gejala sakit atau rasa
terbakar, rasa kecap berkurang. Kadang-kadang sakit menjalar sampai ke tenggorokan
selama pengobatan atau sesudahnya kandidiasis tipe ini pada umumnya ditemukan
pada penderita anemia defiensi zat besi. (Greenberg, 2003).
3. Angular cheilitis, disebut juga perleche, terjadinya di duga berhubungan dengan
denture stomatits. Selain itu faktor nutrisi memegang peranan dalam ketahanan
jaringan inang, seperti defisiensi vitamin B12, asam folat dan zat besi, hal ini akan
mempermudah terjadinya infeksi. Gambaran klinisnya berupa lesi agak kemerahan
karena terjadi inflamsi pada sudut mulut (commisure) atau kulit sekitar mulut terlihat
pecah-pecah atau berfissure. (Nolte, 1982. Greenberg, 2003).

Pencegahan
Pencegahan yang dapat dilakukan pada klien dengan candidiasis oral antara lain :
1. Oral hygiene yang baik
2. Utamakan

ASI

daripada

susu

formula

karena

ASI

mengandung

banyak

immunoglobulin yang berguna bagi kekebalan tubuh bayi. Selain itu, payudara ibu
juga jauh lebih terjamin kebersihannya daripada botol dot bayi
3. Bila menggunakan susu formula sebagai tambahan ASI, pastikan kebersihan botol dan
dotnya, jangan lupa untuk mencucinya dengan air panas
4. Beri bayi minum 2-5 sendok air hangat untuk membilas mulut bayi setelah minum
susu
5. Pastikan bayi beristirahat yang cukup
15

6. Berikan bayi makanan yang mengandung nutrisi yang lengkap

WOC
Penggunaan kortikosteroid dan
antibiotik yang tak terkontrol,
immunodefisiensi

System imun
turun
Gangguan keseimbangan
flora normal di mulut
(candida albicans)

Pertumbuhan
jamur yang tak
terkontrol

Sisa susu pada mulut


bayi
Tidak
dibersihkan
Menyerang system
imun

Nyeri pada
mulut
Nafsu
makan
turun
MK : Perubahan
Nutrisi Kurang
dari Kebutuhan

:
SuhuMK
tubuh

Mulut bayi
kotor
Proses infeksi

MK: Perubahan
persepsi sensori
pengecapan
Candida
bermetastase
Ke faring
Nyeri16
pada
Peningkatan
hormon
faring
prostatglandin, bradikinin,
Proses
histamin
peradangan

Timbuk
bercak putih
di mulut
Kandidiasis
oral
Menggumpal
menutup
permukaan lidah
Menghambat
implus syaraf
pengecap
Tidak dapat
mengecap
Bercak
rasa
kemerahan
MK : Nyeri
Gejala
makin
dengan
eksudat
Akut

BAB IV
ASPEK LEGAL ETIK
4.1 Identikasi Isu
Seorang pasien datang ke POLI Gigi di Rumah Sakit dr. Candra dengan keluhan sering
terjadi nyeri pada bagian gigi tiruan yang di pasang satu bulan yang lalu di Rumah Sakit
tersebut.
Setelah dilakukan pemeriksaan, terdapat penumpukan plak pada gigi sehingga
mengakibatkan nyeri karena pada saat pemasangan gigi tiruan tidak melakukan pembersihan
pada plak (karang gigi)
Melihat dari kejadian tersebut, kesalahan terletak pada perawat karena tidak
melakukan kebersihan dan perawatan (oral hygine).
4.2 Analisa
1. Non Maleficence
Prinsip Non Maleficence dan kemaslahatan dilihat pada kontinum rentang
bahaya yang tidak berarti sampai menguntungkan orang lain dengan melakukan yang
baik.
Non Malefisiensi memberikan standar minimum dimana praktisi selalu
memegangnya ( Potter & Perry, 2005). Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya
atau cedera fisik dan psikologis pada klien. Perawat melakukan prosedur keperawatan
dengan benar sehingga klien terhindar dari hal yang merugikan.
17

Perawat melakukan kewaspadaan universal untuk mencegah terjadinya nyeri


akut pada pasien.

4.3 Membuat Keputusan


1. Mengumpulkan informasi yang relevan ; Informasi yang relevan meliputi data tentang
pilihan klien, system keluarga, diagnose dan prognosa medis, pertimbangan social dan
dukungan lingkungan. Perawat harus mampu mengumpulkan informasi yang paling
relevan ketika mereka mendengarkan klien mengungkapkan nilai dan cerita mereka.
Informasi moral seringkali terkubur dalam cerita bukan pada sesuatu yang dapat
diukur atau factual.
2. Mengusulkan tindakan alternative ; Seringkali masalah etis tampak tidak dapat diatasi
karena mereka yang terlibat hanya dapat melihat satu tindakan yang mungkin. Berikan
kebebasan untuk menentukan pilihan masuk akal yang dapat melindungi nilai
kemanusiaan yang penting pada orang orang yang terlibat.
3. Melakukan tindakan ; begitu pilihan didiskusikan secara terbuka, peserta dapat
mengimplementasikannya dalam suatu perangkat tindakan.
4. Mengidentifikasi semua orang penting ; mereka termasuk pemberi perawatan
professional perawat dan dokter-- serta kepentingan masyarakat dan institusi.
Seberapa besar porsi nilai serta pandangan setiap orang yang harus diberikan adalah
hal lain.

18

BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Kandidiasis adalah infeksi atau penyakit akibat jamur Candida, khususnya C. albicans.
Penyakit ini biasanya akibat debilitasi (seperti pada penekan imun dan khususnya AIDS),
perubahan fisiologis, pemberian antibiotika berkepanjangan, dan hilangnya penghalang
(Stedman, 2005).
Kandidiasis meliputi infeksi yang berkisar dari yang ringan seperti sariawan mulut dan
vaginitis, sampai yang berpotensi mengancam kehidupan manusia. Infeksi Candida yang berat
tersebut dikenal sebagai candidemia dan biasanya menyerang orang yang imunnya lemah,
seperti penderita kanker, AIDS dan pasien transplantasi.
Moniliasis atau kandidiasis sering disebabkan oleh 3 hal yaitu: jamur candida albicans,
keadaan hormonal (diabetes, kehamilan), dan faktor lokal (tidak adanya gigi, gigi palsu yang
tidak pas).
Infeksi mulut oleh spesies candida biasanya memunculkan kumpulan lapisan kental
berwarna putih atau krem pada membran mukosa (dinding mulut dalam). Pada mukosa mulut
yang terinfeksi mungkin muncul radang berwarna merah). Candida albicans yang
bermetastase dapat menjalar ke esofagus, usus halus, usus besar dan anus. Infeksi sistemik
lainnya berupa abses hati dan otak.
5.2 Saran
19

1. Sebagai perawat hendaknya mengetahui infeksi jamur khususnya kandidiasis, karena


infeksi ini paling sering terjadi dirongga mulut.
2. Dalam penata laksanaanya / pengobatan harus memperhatikan faktor predisposisi untuk
keberhasilan pengobatan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Potter, Perry. 2005. Buku Fundamental Keperawatan : konsep, proses, dan praktik ;
alih bahasa, Yasmin Asih(et al.); editor edisi bahasa Indonesia, Devi Yulianti,
Monica Ester. Ed. 4. Jakarta: EGC Doengoes, Marilynn.2000.Rencana Asuhan

Keperawatan.Jakarta: EGC.
Wong,Donna.2009.Buku Ajar Keperawatan Pediatrik.Jakarta : EGC.
Herawati, Erna.(2008).Kandidiasis Rongga Mulut Gambaran Klinis dan Terapinya.

Dahar E. Penatalaksanaan gigi tiruan penuh rahang bawah dengan reservoir


(mandibular split denture) pada pasien xerostomia.

Afrina L,Prevalensi Denture Stomatitis Yang Disebabkan Kandida Albikan pada


Pasien Gigitiruan Rahang Atas Di Klinik FKG USU;2007.

http://iranners.blogspot.com/2013/07/askep-kandidiasis-oral.html
http://ridhoirwanto.blogspot.com/2011/11/askep-candidiasis.html

20