Anda di halaman 1dari 2

Review Journal

Chromosomal abnormalities in sperm


Journal Chromosomal abnormalities in sperm yang dipublikasikan oleh F.
Vidal *, J. Blanco, J. Egozcue menjelaskan mengenai pemeriksaan pada sperma,
untuk mengetahui keabnormalan kromosom dari sperma. Dalam penelitian
tersebut, peneliti menggunakan metode FISH.
FISH (fluorescence in situ hibridisasi) adalah sebuah cytogenetic teknik
yang digunakan untuk mendeteksi dan melokalisasi keberadaan atau ketiadaan
spesifik DNA sekuens pada kromosom dengan menggunakan lampu fluorescent
probe yang mengikat bagian-bagian kromosom yang menunjukkan tingkat tinggi
urutan kesamaan. FISH sering digunakan untuk menemukan fitur-fitur tertentu
pada DNA untuk digunakan dalam konseling genetik, obat-obatan, dan
identifikasi spesies.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan studi ganda dalam 3 pasien
dengan anomali kromosom sex. Dimana tujuan dari penelitian tersebut bahwa
peneliti ingin mencari asal mula sperma.yang abnormal. Sampel yang digunakan
pada penelitian ini ada 2 kelompok, klp 1 pembawa kromosom seks anomali
numerik (klinefelter) dan pada laki-laki berat oligozoospermic, klp 2 abnormal
pada kromosom structural.
Pada kelompk 1 peneliti menyimpulkan bahwa kelainan tersebut terjadi
ketika pembelahan meiosis I pada profase I tahap pakiten. Kegagalan ini terjadi
karena nondisjunction. Dari sampel klinefelter (47 XYY) menggunakan FISH,
menunjukkan sekitar 60% (XYY) telah melewati tahap pakiten. Hasil dari
Meiosis II Dari 60 % itu hanya sekitar 0,1% yang disomic untuk seks kromosomes untuk px klinefelter
Untuk OA
Pada kelompok 2 peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan FISH dgn
DNA probe digunakan untuk menentukan pola pemisahan kromosom dan tingkat
aneuploidi sperma dari beberapa operator translokasi. Pada kasus sperma dgn
kelainan struktural pemeriksaan awal dilakukan dgn teknik FISH untuk
mengetahui presentasi sperma yang abnormal sehingga dapat dilanjutkan pada

diagnosis PGD (preimplantasi genetic diagnosis). analisis FISH di sperma dapat


membantu untuk meningkatkan penilaian risiko dan konseling reproduksi pada
individu-individu