Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS LINGKUNGAN

A. DASAR PEMIKIRAN
Yang dimaksud dengan analisis lingkungan eksternal adalah penelusuran
kondisi eksternal yang dihadapi perusahaan sampai kepada pangkalnya. Karena
dengan analisis perusahaan dapat mewaspadai dan memahami implikasiimplikasi dari perusahaan sehingga dapat bersaing secara efektif.
Dasar pemikiran analisis lingkungan adalah General System
Theory,dimana organisasi dewasa ini lebih merupakan suatu sistem yang terbuka
(open system), sehingga organisasi sangat dipengaruhi dan berinteraksi secara
konstan dengan lingkungan yang melingkupinya. Tugas yang paling penting bagi
manajemen perusahaan dalam hal ini adalah memastikan bahwa pengaruh
tersebut dapat disalurkan melalui arah yang positif dan dapat memberikan
kontribusi optimal terhadap keberhasilan dan pencapaian daya saing organisasi
secara keseluruhan ( Setiawan Hari Purnomo dan Zulkiflimansyah , 25 ; 1999).
1.

TUJUAN DAN PERAN ANALISIS LINGKUNGAN

Tujuan melakukan analisis lingkungan ekternal adalah untuk menilai lingkungan


organisasi secara keseluruhan.
Peran Analisis lingkungan mengacu pada pendapat Certo dan Peter, adalah :
1. Policy-Orinted Role
Peran analisis yang berorientasi pada kebijakan manajemen tingkat atas dan
bertujuan untuk memperbaiki kinerja organisasi dengan memberikan informasi bagi
manajemen tingkat atas tentang kecendrungan utama yang muncul dalam
lingkungan.
2. Integreted Strategic Planning Role
Peran ini bertujuan untuk memperbaiki kinerja organisasi dengan membuat
manajemen tingkat atas dan manajer divisi menyadari segala isu yang terjadi di
lingkungan perusahaan yang memiliki implikasi langsung pada proses.
3. Function-Oriented Role
Peran bertujuan untuk memperbaiki kinerja organisasi dengan menyediakan
informasi lingkungan yang memberi perhatian pada efektifitas kinerja organisasi
tertentu. ( Setiawan Hari Purnomo dan Zulkiflimansyah , 25 ; 1999).
2.

STRUKTUR LINGKUNGAN

Lingkungan ekternal adalah faktor-faktor ektern yang mempengaruhi pilihan arah


dan tindakan suatu perusahaan dan akhirnya, struktur organisasi dan proses
internalnya. Lingkungan eksternal atau ekstern dapat dibagi menjadi tiga subkategori yang saling berkaitan: faktor-faktor dalam lingkungan jauh(remote), faktorfaktor dalam lingkungan industri, dan faktor-faktor dalam lingkungan operasional.
Gambar dibawah ini menyajikan saling keterkaitan antara perusahaan dan lingkungan
jauh, lingkungan industri, serta operasionalnya.
Gambar : Lingkungan Ekternal Perusahaan
Lingkungan Jauh
(Global dan Domestik)

Ekonomi

Sosial

Politik

Teknologi

Ekologi

Lingkungan Industri
(Global dan Domestik)
@ Hambatan Masuk
@ Kekuatan Pemasok
@ Kekuatan Pembeli
@ Ketersediaan Substitusi
@ Persaingan
antara perusahaan

Lingkungan Operasional
(Global dan Domestik)

Pesaing

Kreditor

Pelanggan
Tenaga kerja

Pemasok

PERUSAHAAN
( Pearce & Robinson, 94 ; 1997)
3.

PROSEDUR ANALISIS LINGKUNGAN

1. ANALISIS LINGKUNGAN EKTERNAL


a. Menentukan Relevansi dari Tingkatan Lingkungan
Tidak semua tingkatan lingkungan mempengaruhi perusahaan dengan
pengaruh yang sama serta pada waktu yang sama . Dengan demikian
dibutuhkan penyesuaian tertentu. Metode yang diusulkan adalah dengan
memperhatikan dan mempertimbangkan besarnya perusahaan dan tingkat
keterlibatannya. Akibat variable lingkungan semakin relevan bagi organisasi
untuk diperhatikan, terjadi sebaliknya bila perusahaan mengecil.
Tabel : 1.1. Hubungan antara ukuran organisasi dan relevansi tingkat
lingkungan
Tingkatan Relevansi
Tinggi
Sedang
Rendah

Organisasi
Perusahaan Multinasional

-Internal
-Jauh
-Industri
-Operasional

Perusahaan Nasional Skala Besar

-Internal
-Jauh
-Industri
-Operasional

Perusahaan

Nasional

Skala -Internal

Sedang

-Industri

-Jauh

-Operasional
-Internal
Perusahaan Kecil

-Industri
-Operasional
-Internal

-Jauh

Perusahaan sangat kecil

-Industri

-Jauh

-Operasional

b. Menentukan Tingkat Relevansi dari Strategic Issues


Tugas utama dari manajemen perusahaan adalah menentukan isu mana yang strategis
dan mana yang bukan,sama pentingnya untuk diperhatikan bagi seluruh perusahaan.
Untuk keperluan tersebut maka manajemen perusahaan harus menentukan
sensitivitas perusahaan dengan cara mendisain dan mengimplementasikan suatu
sistem yang mengumpulkan dan menganalisis masukan dari para pegawai kunci.
Untuk itu maka dibuat sistem pengumpulan data informasi eksternal , seperti lobi
politik dan marketing intelligence.
c. Teknik-teknik Analisis Lingkungan
Terdapat berbagai macam teknik yang dapat digunakan oleh manajemen perusahaan
untuk melakukan analisis lingkungan ekternal. Beberapa diantaranya adalah :
1) Tahap Scanning
a) Faktor ekonomi
-

Sifat dan arah ekonomi

Tingkat penghasilan

Daya beli masyarakat

b) Faktor Sosial
-

Kepercayaan masyarakat

Nilai, sikap dan gaya hidup masyarakat

Kualitas hidup masayarakat

c) Faktor Politik
-

Arah politik

Stabilitas politik

Kebijakan peraturan

d) Faktor Teknologi
-

Perubahan teknologi

Kemajuan teknologi

Pergeseran teknologi

e) Faktor Geografis
-

Efisiensi transportasi dengan lokasi organisasi

Kedekatan lokasi organisasi dengan pelanggan

Ketersediaan bahan baku local

Ketersediaan air, listrik dan gas

2) Tahap Monitoring
Pada tahap ini melakukan pengumpulan data tentang kondisi lingkungan
eksternal melalui wawancara dengan Direktur Akper Depkes Mataram,
Kepala Tata Usaha, Dosen dan staf Administrasi di dapatkan data-data
sebagai berikut :
a) Faktor ekonomi
- Calon mahasiswa adalah PNS dan non PNS.
- Masyarakat ekonomi menengah keatas.
- Upaya Daerah untuk meningkatkan PAD
- Semakin banyak lapangan pekerja bagi masyarakat

b) Faktor Sosial
-

Masuk sekolah perawat merupakan kebanggaan masyarakat.

Kebiasaan masyarakat untuk hidup sehat masih rendah

Kebiasaan masyarakat meminta penyembuhan penyakit ke dukun

Masih tingginya minat masyarakat untuk memasuki sekolah


perawat.

c) Faktor politik
-

Masih adanya intervensi pemerintah dalam menentukan calon


mahasiswa

Kebijakan pemerintah merubah akademi menjadi Politekes.

Kebijaksanaan pemerintah menerapkan pola swadana

Kebijakan pemerintah menambah pendidikan sejenis

d) Faktor Geografi
-

Letak pendidikan di tengah kota propinsi

Dapat dijangkau dengan berbagai bentuk alat tranportasi

3) Tahap Forcasting
Environmental ForecastingTehnik ini merupakan proses penentuan
kondisi-kondisi yang mungkin muncul dalam lingkungan organisasi pada
masa yang akan dating. Berdasarkan informasi yang didapat , kemudian
manajemen perusahaan memproyeksikan keadaan masa depan dari
komponen kunci lingkungan perusahaan pada seluruh tingkatan dan
meliputi

lingkungan

jauh,

lingkungan

industri

dan

lingkungan

operasional. Tehnik yang digunakan dapat berupa meminta pendapat para


ahli, ekstrapolasi trend dan lain-lain. Selanjutnya manajemen membuat
serangkaian perencanaan dengan berdasarkan asumsi yang telah dibuat.
Peramalan lingkungan yang umumnya dibuat biasanya mencakup,
peramalan ekonomi, peramalan social, peramalan politik dan peramalan
teknologi.
a) External Factor Evaluation (EFE) Matrix
Didalam membuat EFE matriks, kita perlu mengetahui dan mengevaluasi
lingkungan ekternal perusahaan baik itu lingkungan jauh, lingkungan
industri maupun lingkungan operasional. Ada lima langkah dalam
pembuatan matriks sebagaimana diungkapkan oleh Fred David dalam
bukunya Concepts of Strategic Management.
b) Membuat list atau daftar dari faktor-faktor penting dari lingkungan
eksternal yang menjadi peluang (opportunities) maupun ancaman (threats)
bagi perusahaan.
c) Menentukan bobot atau timbangan (weight) setiap faktor yang menyatakan
seberapa penting dari setiap faktor tersebut dalam industri dimana
perusahaan tersebut, dimulai dari 0.0 untuk bobot yang sangat tidak penting
sampai 1.0 untuk faktor yang sangat penting . Dan perlu diperhatikan
bahwa total seluruh bobot harus sama dengan 1.0.
d) Masing-masing faktor diberikan peringkat(rating) mulai dari angka 1
sampai dengan 4
Nilai 1 , jika perusahaan meresponya dengan sangat
buruk.
Nilai 2, jika perusahaan merespon sama saja dengan
perusahaan lain
Nilai 3, jika perusahaan merespon dengan lebih baik .

Nilai 4, jika perusahaan merespon dengan sangat baik


dan optimal.
e) Setiap bobot pada langkah kedua dikalikan dengan peringkat pada langkah
ketiga untuk mendapatkan nilai timbangannya (weighted score).
f) Jumlah nilai tertimbang untuk setiap variable untuk mengetahui total nilai
tertimbang untuk perusahaan tersebut.
Beberapa faktor eksternal yang dipertimbangkan , baik itu peluang
maupun ancaman, total nilai tertimbang yang dihasilkan akan berkisar
dari 1.0 untuk yang sangat rendah sampai dengan 4.0 untuk yang sangat
tinggi, dengan skor rata-rata adalah 2.5. Dengan demikian jika dari hasil
EFE matriks ditemukan bahwa hasil yang diperoleh dibawah 2.5 berarti
perusahaan dengan keadaan yang ada belum mampu memanfaatkan
peluang secara optimal serta sangat rentan terhadap ancaman pesaing.
Atau dengan kata lain, perusahaan dalam posisi lemah dalam menghadapi
dinamika lingkungan ekternal. Sedangkan jika hasilnya lebih besar dari
2.5 maka dapat disimpulkan bahwa dalam menghadapi dinamika
lingkungan eksternal posisi perusahaan relatif kuat.
Contoh EFE Matrix
Variabel Ekternal yang signifikan

Peluang
Ekonomi menengah keatas
Minat masyarakat tinggi
Kebijakan perubahan menjadi Politekes
Letak
pendidikan
yang
mudah
dijangkau
Teknologi
Ancaman
Kebijaksanaan menerapkan swadana
Kecondongan pembeli
Intervensi dinas dalam penentuan calon
Mhs
Adanya pendidikan lain yang sejenis
Tarif yang tinggi
Total
4) Tahap Scanning

Bobot

Rating

Nilai

0.08
0.07
0.15
0.12

1
3
2
3

0.08
0.21
0.30
0.36

0.14

0.56

0.12
0.07
0.09

4
2
3

0.48
0.14
0.27

0.05
0.11

1
2

0.05
0.22
2.67

a) Environmental Scanning
Tehnik analisis ini merupakan proses pengumpulan informasi tentang
berbagai peristiwa dan hubungannya dengan lingkungan perusahaan.
Ada tiga bentuk Environmental Scanning, yaitu :
b) Irreguler Scanning System
Sistem ini digunakan pada saat terjadi krisis lingkungan yang
berfokus pada hal-hal yang sudah terjadi. Penekanannya adalah
mengatasi krisis jangka pendek.
c) Regular Scanning System
Sistem ini menjalankan analsis reguler atas lingkungan yang
signifikan, terjadwal per-semester dalam suatu review. Scanning ini
bersifat decision-oriented, dimana manajemen mengulas hasil analisa
selama proses pengambilan keputusan.
d) Continuous Scanning System
Sistem

ini

secara

konstan

memonitor

berbagai

komponen

lingkungan . Sifatnya terus menerus oleh bagian atau bidang tertentu.