Anda di halaman 1dari 5

PERCOBAAN I

PENETAPAN KADAR PARACETAMOL


DENGAN METODE SPEKTROSKOPI
DISUSUN OLEH :
INGGIT PUSPITA RIANI
NIM : 093901S12058

I.

PERCOBAAN I
PENETAPAN KADAR PARACETAMOL DENGAN METODE
SPEKTROSKOPI
I.

TUJUAN :
Mahasiswa dapat menetapkan kadar Parasetamol dengan metode spektroskopi

II.

DASAR TEORI :
Spektrofotometri sesuai dengan namanya adalah alat yang terdiri dari
spektrometer dan fotometer. Spektrofotometer menghasilkan sinar dari spektrum
dengan panjang gelombang tertentu dan fotometer adalah alat pengukur intensitas
cahaya yang ditransmisikan atau yang diabsorpsi. Jadi spektrofotometer
digunakan

untuk

mengukur

energi

secara

relatif

jika

energi

tersebut

ditransmisikan, direfleksikan atau diemisikan sebagai fungsi sebagai panjang


gelombang. Kelebihan spektrofotometer dengan fotometer adalah panjang
gelombang dari sinar putih dapat lebih dideteksi dan ini diperoleh dengan alat
pengurai seperti prisma, grating atau celah optis. Pada fotometer filter dari
berbagai warna yang mempunyai spesifikasi melewatkan trayek panjang
gelombang tertentu. Spektrum elektromagnetik dibagi dalam beberapa daerah
cahaya. Suatu daerah akan diabsorpsi oleh atom atau molekul, dan panjang
gelombang cahaya yang diabsorpsi dapat menunjukkan struktur senyawa yang
diteliti. Spektruk elektromagnetik meliputi suatu daerah panjang gelombang yang
luas dari sinar gamma gelombang pendek berenergi tinggi sampai pada pada
panjang gelombang mikro dan panjang gelombang sangat penting.
Parasetamol atau asetaminofen adalah obat analgesik dan antipiretik yang
populer dan digunakan untuk melegakan sakit kepala, sengal-sengal dan sakit
ringan, serta demam. Digunakan dalam sebagian besar resep obat analgesik
selesma dan flu. Ia aman dalam dosis standar, tetapi karena mudah didapati,
overdosis obat baik sengaja atau tidak sengaja sering terjadi. Berbeda dengan obat
analgesik yang lain seperti aspirin dan ibuprofen, parasetamol tak memiliki sifat
antiradang. Jadi parasetamol tidak tergolong dalam obat jenis NSAID. Dalam
dosis normal, parasetamol tidak menyakiti permukaan dalam perut atau
mengganggu gumpalan darah, ginjal, atau duktus arteriosus pada janin.
III.

ALAT DAN BAHAN


A. Alat
1. Spektrofotometer
2. Labu ukur bervolume 25ml, 50ml, 100ml, 250ml, dan 500ml

3. Pipet 1ml, 3ml, 5ml dan 10ml


4. Labu erlenmayer
5. Beaker glass 500ml, sebanyak 2 buah
6. Mortir dan stamper
7. Pipet tetes
8. Corong
9. Batang pengaduk
10. Kertas saring
B. Bahan
1. Tablet parasetamol
2. Parasetamol BPFI
3. Larutan NaOH 0,1N
4. Aquadest
IV.

PROSEDUR
1. Membuat larutan NaOH 0,1N sebanyak 1000ml.
Timbang kristal NaOH sebanyak 4 gram. Masukan kedalam labu volumetrik
1000ml, larutkan.
2. Menentukan maksimum parasetamol dalam NaOH 0,1N
Buat dulu larutan induk parasetamol yaitu melarutkan 75mg parasetamol
dalam NaOH 0,1 N sampai menjadi 250ml larutan.
Dengan spektrometer carilah harga maksimum parasetamol tersebut.
3. Menentukan kurva kalibrasi parasetamol BPFI
Dari larutan induk parasetamol lakukan pengenceran sehingga dipwroleh
komsentrasi 3g/ml, 6 g/ml, 9 g/ml, 12 g/ml dan 15 g/ml.
Dengan cara : Larutan induk 60mg/100ml atau 0,6mg/ml = 600 g/ml.
Siapkanm 5 buah labu volumetrik masing-masing berkapasitas 100ml dengan
menggunakan pipet volumetrik.
Ambil 0,5 ml larutan induk kedalam labu 1, tambah NaOH 0,1N ad 100ml.
Ambil 1 ml larutan induk kedalam labu 2, tambah NaOH 0,1N ad 100ml.
Ambil 1,5 ml larutan induk kedalam labu 3, tambah NaOH 0,1N ad 100ml.
Ambil 2 ml larutan induk kedalam labu 4, tambah NaOH 0,1N ad 100ml.
Ambil 2,5 ml larutan induk kedalam labu 5, tambah NaOH 0,1N ad 100ml.
Ukur serapan pada maksimum. Hitung nilai a, b dan nilai regresi linier.
4. Membuat larutan parasetamol sampel menurut FI edisi III
Timbang teliti 5 butir tablet parasetamol (misal ternyata beratnya 6875mg) ini
mengandung parasetamol 5 X 500mg = 2500mg. Gerus dalam mortir.
Timbang seksama serbuk yang setara dengan 150mg paraetamol, yaitu :
150mg/2500mg8 X 6875mg = 412,5mg.
Tambah 50ml NaOH 0,1N encerkan dengan 100ml air, kocok 15menit.
Tambahkan air QS sampai 250ml, campur lalu saring.
Encerkan 10ml filtrat dengan air QS ad 100ml, pada 10ml.
Tambahkan 10ml NaOH 0,1N encerkan dengan air secukupnya hingga 100ml.
Ukurlah serapan 1cm larutan pada max kurang lebih 257nm. A (1%, 1cm)
adalah 715.
5. Hitunglah konsentrasi parasetamol sampel.

VI.

PERHITUNGAN
Konsentrasi
3,09 ppm
6,18 ppm
10,2 ppm
13,6 ppm

Sampel

0,448

0,095

0,056

0,998

A (y)
0,277
0,435
0,646
0,868

Bx + A

0,448 = 0,056x + 0,095


X

0,4480,095
0,056

= 6,304
= 63,04
Kadar dalam 75,2 mg =

2500
3188,1

x 75,2 mg

= 58,97 mg
Kadar Paracetamol =

63,04
58,97

= 106,9%

x 100%

VII.

VIII.

KESIMPULAN
Memenuhi syarat

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Parasetamol
https://jenipharmacyunhas.files.wordpress.com/2013/08/spektrofotometri.docx.
Modul Praktikum Kimia Farmasi