Anda di halaman 1dari 29

Pendahuluan

Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan (oleh


akibat akibat tertentu) pada/sebelum kehamilan
tersebut berusia 22 minggu / buah kehamilan belum
mampu untuk hidup di luar kandungan.
Abortus insipiens adalah abortus yang sedang
berlangsung, dengan ostium sudah terbuka dan
ketuban yang teraba, kehamilan itu tidak dapat
dipertahankan lagi. Diperkirakan frekwensi
keguguran spontan berkisar 1015%.

Abortus
Definisi :
Perdarahan dari uterus yang disertai dengan
keluarnya sebagian atau seluruh hasil konsepsi
sebelum pada usia kehamilan < 20-24 minggu dan
atau Berat < 500gr
Patofisiologi :
Pada awal abortus terjadi perdarahan dalam desidua
basalis + nekrosis jaringan sekitarnya hasil
konsepsi terlepas sebagian atau seluruhnya (benda
asing dalam uterus) uterus berkontraksi untuk
mengeluarkannya.

Etiologi

. Kelainan plasenta
. Infeksi
. Trauma
. Faktor imunologi
. Faktor exsternal

Korelasi Abortus dengan Usia Kehamilan


Pada kehamilan < 8 Mg
Hasil konsepsi biasanya dikeluarkan
seluruhnya, karena villi koriales belum
menembus desidua secara dalam.
Pada kehamilan 8-14 Mg
Villi koriales menembus desidua lebih
dalam, sehingga plasenta tidak
dilepaskan sempurna banyak
perdarahan.
Pada kehamilan > 14 Mg
Yang dikeluarkan setelah ketuban
pecah adalah janin, disusul plasenta,
jika lengkap perdarahan tidak banyak .

Diagnosa dan Penanganan


Perdarahan pervaginam, setelah mengalami terlambat
haid pada wanita usia reproduksi.
Tes kehamilan positif
Prinsip Penatalaksanaan perdarahan per vaginam pada usia
kehamilan muda :

1. Tentukan keadaan janin, mati atau hidup. Bila


memungkinkan periksa dengan USG.
2. Beta HCG masih dapat positif walaupun janin sudah mati
3. Pada kehamilan lebih dari 12 minggu, berikan infuse
oksitosin 10 IU dalam dekstrose 5% 500ml dimulai 8 tetes
per menit dan naikkan sesuai kontraksi uterus sampai
terjadi abortus komplit.

Pikirkan terjadinya
abortus:

Bila seorang wanita usia reproduksi


datang dengan gejala sebagai berikut:

terlambat haid
perdarahan per vaginam
spasme atau nyeri perut bawah
keluarnya massa kehamilan/konsepsi

Jenis dan Derajat Abortus Spontan


Abortus Iminens
Abortus Insipiens
Abortus Inkomplit
Abortus Komplit
Retensi Embrio (Missed
Abortion)

Abortus Imminens
Peristiwa perdarahan dari uterus pada kehamilan < 20
minggu, hasil konsepsi masih dalam uterus, tanpa
adanya dilatasi serviks.
Gejala
perdarahan dari OUE, mules sedikit/(-), besar uterus =
usia gestasi, OUI tertutup, tes kehamilan positif.
Penanganan :
Bedrest
USG janin hidup / mati
Prognosa tergantung macam & lamanya perdarahan.
Prognosa kurang baik jika perdarahan lama, disertai
mules dan pendataran serta pembukaan serviks.

Abortus Insipien
Peristiwa perdarahan utereus pada kehamilan < 20 minggu,
dengan dilatasi serviks uteri yang meningkat, hasil konsepsi
masih dalam uterus.

Gejala :
Mules sering & kuat, perdarahan bertambah banyak.
Penanganan
Penanganan : pengeluaran hasil konsepsi bisa dengan kuret
vakum atau cunam ovum, disusul dengan kerokan.
Pada kehamilan > 12 MG, perdarahan tridak banyak, bahaya
perforasi > besar Infus oksitosin.
Bila janin sudah keluar, plasenta tertinggal pengeluaran
plasenta secara digital kerokan.

Abortus Inkompletus
Pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan < 20
minggu, dengan sisa yang tertinggal dalam uterus.
Diagnosis
Kanalis servikalis terbuka, teraba, jaringan dapat teraba dalam
kavum uteri/ menonjol dari OUE, perdarahan bisa banyak
sekali, tak akan berhenti sebelum sisa konsepsi dikeluarkan
syok.
Terapi
Penanganan syok infus NaCl/RLtransfusi kerokan
ergometrin im

Abortus Kompletus
Semua hasil konsepsi sudah dikeluarkan.
Gejala
Perdarahan sedikit, ostium uteri eksternum terutup, uterus
mengecil.
Penanganan
Bila anemis Sulfas Ferrosus.

Missed Abortion
Kematian janin < 20 Mg, tapi tidak dikeluarkan selama 8 Mg.
Gejala
Diawali dengan abortus imminens yang kemudian menghilang
spontan atau setelah terapi.
Gejala subyektif kehamilan menghilang, mammae mengendor, uterus
mengecil, tes kehamilan (-). Sering disertai gangguan pembekuan
darah karena hipofibrinogenemia.
Terapi
Tergantung KU & kadar fibrinogen serta psikis os. Jika < 12 Mg
DC, jika > 12 Mg infus oksitosin 10 IU/D5 500 cc atau
Prostagalndin E

Tabel 4-3
DERAJAT ABORTUS
Diagnosi
s

Perdarahan

Serviks

Besar
uterus

Abortus
iminens

Sedikit
sedang

Tertutup
Lunak

Sesuai
usia
kehamilan

Abortus
insipien
s

Sedang
banyak

Terbuka
Lunak

Sesuai
atau
lebih kecil

Abortus
inkompl
it

Sedikit
banyak

Terbuka
Llunak

usia
kehamilan

Abortus
komplit

Sedikit
tidak ada

Tertutup
Lunak

usia
kehamilan

Gejala lain

Pt positif
Kram ringan
Uterus lunak

Kram sedang/kuat
Uterus lunak

Kram kuat
. Keluar jaringan
Uterus lunak

Sedikit/tanpa
kram
massa kehamilan
(+/-)
Uterus agak
kenyal

Laporan Kasus
Abortus Insipiens

Anamnesa Pribadi

Nama
Jenis Kelamin
Umur
Suku Bangsa
Agama
Status
Alamat
Pekerjaan
MR
Tanggal Masuk
Tanggal Keluar

: Nurlamisah Siregar
: Perempuan
: 21 tahun
: Mandailing
: Islam
: Menikah
: Jl. Kuta Moho P. Siantar
: Ibu Rumah Tangga
: 97.11.37
: 10 Agustus 2015
: 11 Agustus 2015

Ny.N, 21 tahun, G1P0A0, Mandailing, Islam, SMA, IRT, istri dari Tn. P,
23 tahun, Jawa, Islam, SMP, Wiraswasta datang ke IGD
dengan

Keluhan Utama
: Keluar darah dari kemaluan
Telaah
: Hal ini dialami pasien tanggal 8
Agustus 2015. Awalnya keluar bercak kemerahan dengan
volume satu kali gantik doek/ hari dan memberat pada hari
ini dengan warna merah kecoklatan dengan volume empat
kali ganti doek/ hari. Riwayat mules mules (+) dialami
pasien sejak tanggal 10 Agustus 2015 pukul 20.30 WIB.
Riwayat keluar lendir darah (+). Riwayat trauma (-). Riwayat
dikusuk kusuk (-). Riwayat minum jamu jamuan (-).
Riwayat keluar jaringan seperti daging (-). Riwayat keluar
seperti mata ikan (-). Riwayat keputihan (-). Riwayat BAB
dan BAK (+) normal.
RPT
: (-)
RPO
: (-)

HPHT
TTP
ANC

: 28/4/2015
: 5/2/2016
: bidan 3x, sp.OG (-)

Riwayat Persalinan: 1. Hamil ini

Status Present:
Sens : CM
TD 130/80 mmHg
HR : 78x/i
RR : 20 x/i
T0 : 36,50C
Tes kehamilan: (+)

anemis : (-)
ikterik : (-)
sianosis : (-)
dyspnea : (-)
oedem : (-)

Status Generalisata:
Kepala
: mata: konjungtiva palpebral inferior anemis
(-/-), sclera ikterik (-/-)
T/H/T: pembesaran KGB (-)
Thorax : SP: pernapasan vesikuler
ST: ronki (-/-)
Cor: dalam batas normal
Ekstremitas : inferior : dalam batas normal
Superior: dalam batas normal

Status Obstetrikus:
Abdomen
: soepel, peristaltic (+)
Tes Ballotement
:(+)
P/V
: (+)
BAK
: (+)
BAB
: (+)
Inspekulo : Tampak darah menggenang diliang vagina
dibersihkan kesan berasal dari porsio. Tampak jaringan dari
portio.
VT
: cervix sacral diameter 1 cm

USG TAS:
- kandung kemih terisi
- UT AF >> BB
- Uk. 60,7 mm x 68,6 mm x 68,1 mm
- Tampak gambaran hyperechoic
- intra uterine uk 88,3 mm x 38,2 mm
- cairan bebas (-), adnexa kanan / kiri normal echo
Kesan: sisa konsepsi

Hasil Laboratorium (10 Agustus 2015)


Hb/Ht/L/PLT
: 13,50/ 40,70/13.400/186.000
PT/INR/APTT
: 14,6/1,16/38,8

Diagnosa : Abortus insipiens


Tatalaksana : - IVFD RL 20 gtt/i

- inj. Ampicillin 2 g (skin test)


Rencanca : kuret sito

Laporan kuret atas indikasi


abortus insipiens:
Ibu dibaringkan dimeja operasi dengan infus dan kateter
terpasang baik. Dilakukan anestesi GA TIVA dan dilakukan
tindakan aseptic antiseptic pada vagina dan liang vagina.
Dilakukan pemasangan sims atas dan sims bawah, dengan
tenakulum portio dijepit diarah jam 11 lalu dilakukan sondase
dengan ukuran lebih kurang 10 cm. Dilakukan evakuasi
jaringan lebih kurang 200 gram dengan sendok kuret dilakukan
kuretase searah jarum jam lalu dilanjutkan kuret tumpul dan
kuret tajam. Evaluasi pendarahan, terkontrol. Tenakulum dan
sim dilepas. Liang vagina dibersihkan. Keadaan umum ibu
post kuretase stabil.

Pengawasan pasca kuretase:


- Awasi vital sign
- periksa darah rutin 2 jam post kuret
- USG konfirmasi
Terapi pasca kuretase:
- cefadroxil tab 2x1
- methergin tab 3x1
- B kompleks tab 2x1

Follow up tanggal 11 Agustus 2015


Tanggal

11/8/2015

Keluhan Utama

Nyeri pasca kuretase

Status Presens

Sens : CM

anemis

TD : 130/80 mmHg ikterik

Status Lokalisata

: (-)
: (-)

HR : 78x/i

sianosis

: (-)

RR : 20 x/I

dyspnea

: (-)

T0

oedem

: 36,50C

Status Obstetrikus:
Abdomen

: soepel, peristaltic (+)

TFU

: tidak teraba

P/V

: (-)

BAK

: (+)

BAB

: (+)

VT

: cervix sacral diameter 1 cm

Diagnosis

post kuret a/i abortus insipiens

Terapi

IVFD RL 20gtt/i

Cefadroxil Tab 500 mg 2x1

Metergin Tab 3x1 B.comp Tab 2x1


Rencana

Cek Hb 2 jam post kuret


USG konfirmasi

Hasil lab 2 jam post kuret

Hasil laboratoirum ( tanggal 11 Agustus 2015)


Hb/Ht/L/PLT : 13,0/40,20/12.500/188.000

: (-)

ANALISA KASUS
TEORI

KASUS

Abortus adalah suatu proses berakhirnya suatu Berdasarkan HPHT (28/04/2015) didapatkan taksiran
kehamilan, di mana janin belum mampu hidup di usia kehamilan adalah 14-16 minggu dengan taksiran
luar rahim, dengan kriteria usia kehamilan kurang berat janin kurang dari 500 g.
dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500g.

Abortus insipien yaitu peristiwa perdarahan uterus Pada pasien dijumpai Riwayat keluar lendir darah (+).
pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya Inspekulo

: Tampak darah menggenang diliang

dilatasi serviks uteri yang meningkat, tetapi hasil vagina dibersihkan kesan berasal dari porsio. Tampak
konsepsi masih dalam uterus.

jaringan dari portio.

pemeriksaan speculum, biasanya ditemui hanya ada VT


sedikit darah atau secret kecoklatan di dalam
vagina.

Analisa Kasus

: cervix sacral diameter 1

Pada abortus insipiens terjadi perdarahan berupa keluar bercak kemerahan dengan volume satu kali
bercak perdarahan yang keluar dari vagina disertai gantik doek/ hari. Riwayat mules mules (+) dialami
mules dan nyeri, nyeri pada bagian bawah perut, dan pasien sejak tanggal 10 Agustus 2015 pukul 20.30
tes kehamilan positif 1

WIB. Riwayat keluar lendir darah (+) disertai dengan


nyeri perut bagian bawah. Hasil tes kehamilan (+)

Pada diagnosis abortus insipiens, ultrasonografi - kandung kemih terisi


kurang berguna di banding pada kasus abortus - UT AF >> BB
imminens, ketika ultrasonografi dapat membedakan - Uk. 60,7 mm x 68,6 mm x 68,1 mm
kehamilan dengan janin hidup atau mati. Dengan - Tampak gambaran hyperechoic
menggunakan real-time, tidak adanya gerakan janin - intra uterine uk 88,3 mm x 38,2 mm
yang

nyata

dan

terutama

menunjukkan kematian janin

denyut

jantung - cairan bebas (-), adnexa kanan / kiri normal echo


Kesan: sisa konsepsi

PERMASALAHAN
Apakah penanganan pasien ini sudah tepat?
Sebagai dokter umum sampai sejauh mana
penanganan yang harus dilakukan sebelum akhirnya
pasien dengan kasus ini dirujuk?
Bagaimana cara yang tepat untuk menginformconsent pasien ini?