Anda di halaman 1dari 7

NURUL AZMI

14334732

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


JURUSAN FARMASI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA
2015

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Susu merupakan salah satu bahan makanan sumber hewani yang sangat penting bagi
manusia dengan kandungan gizi tinggi dan lengkap. Susu segar yang dihasilkan dari sapi
perah memiliki kandungan protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam perbandingan
seimbang, sehingga susu disebut sebagai makanan yang sempurna. Produk susu murni sangat
berkaitan dengan peternakan sapi perah dan kegiatan proses produksinya.
Usaha peternakan merupakan salah satu sub-sektor ekonomi yang sejak awal Pelita I,
tahun 1969 telah banyak memberikan sumbangan secara signifikan bagi pembangunan
nasional. Peternakan sapi perah yang menghasilkan susu segar saat ini sedang mendapat
perhatian dari pemerintah. Kebijaksanaan pemerintah diarahkan untuk membangun dan
membina usaha peternakan agar mampu meningkatkan produksi dengan mutu yang baik dan
harga dapat terjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta dapat memperbaiki kesejahteraan
peternak.
Pada dasarnya juga dilihat dari anak kostan yang hamper semua memilih makanan
dan minuman yang kurang sehat seperti junkfood yang mengandung gizi kurang sehingga
mudah terserang penyakit.
Solusi yang saya pilih yaitu dari beberapa solusi yaitu minum susu, kenapa?, karena
susu mempunyai banyak manfaatnya bagi tubuh diantaranya protein, kalsium, vitamin, dan
fosfor. Dan bagi yang kurang menyukai susu karena bau atau rasanya tidak usah khawaatir
karena kita akan mix dengan aneka rasa.
B. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam berbisnis usaha susu ini adalah memberikan kepuasan
kepada pelanggan dengan cita rasa yang kami sajikan serta mendapatkan hasil keuntungan
dalam bisnis dan membantu agar orang menjadi lebih sehat.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Susu
Susu merupakan minuman bergizi tinggi yang dihasilkan ternak perah menyusui,
seperti sapi perah, kambing perah, atau bahkan kerbau perah. Susu sangat mudah rusak dan
tidak tahan lama di simpan kecuali telah mengalami perlakuan khusus. Susu segar yang
dibiarkan di kandang selama beberapa waktu, maka lemak susu akan menggumpal di
permukaan berupa krim susu, kemudian bakteri perusak susu yang bertebaran di udara
kandang, yang berasal dari sapi masuk ke dalam susu dan berkembang biak dengan cepat.
Oleh bakteri, gula susu di ubah menjadi asam yang mengakibatkan susu berubah rasa
menjadi asam. Lama kelamaan susu yang demikian itu sudah rusak. Kombinasi oleh bakteri
pada susu dapat berasal dari sapi, udara, lingkungan, manusia yang bertugas, atau peralatan
yang digunakan (Sumoprastowo, 2000).
Menurut Girisonta, 1995. Susunan zat gizi air susu adalah sebagai berikut :
a. Air : 87,7%
b. Lemak : 3,45%
c. Protein : 3,2% (terdiri dari casein : 2,7% dan albumin : 0,5%)
d. Laktosa : 4,6%
e. Mineral : 0,85%
f. Vitamin-vitamin

B. Segmentasi Pemasaran
1. Segmentasi dari segi demografis
Secara umum, susu dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia, baik berupa susu yang
murni atau original, maupun susu dengan kombinasi rasa yang bermacam-macam seperti
susu strawberry, susu cookies, susu chocolate dan lain sebagainya. Sehingga
denganadanya varian rasa yang beraneka macam tersebut, maka semua masyarakat akan
dapat menikmati cita rasa yang diminatinya.
2. Segmentasi dari segi geografis
Susu diperjual belikan dengan melihat wilayah padat penduduk dan wilayah pusat
pendidikan, sehingga mampu menarik minat konsumendari lingkungan umum.
3. Segmentasi Psikografis

Produk susu ini dipasarkan kepada semua kalngan, mulai dari kalangan kelas menengah
ke atas maupun kalangan kelas menengah ke bawah. Harga yang ditawarkan juga
terjangkau.
4. Segmentasi Perilaku
Dengan adanya susu ini, membuat masyarakat menyambutnya dengan antusias, karena
susu yang disajikan dengan berbagai varian rasayang menarik dan harga yang ditawarkan
juga cukup terjangkau.
C. Target Pemasaran
Target Pemasaran adalah menentukan beberapa banyak segmen pasar yang akan
dipilih dan bagaimana mengidentifikasikan segmen-segmen tersebut (Zaharuddin, 2006).
Produk Susu ini memilki target pasar untuk semua umur, dari balita maupun lansia dapat
menikmati produk ini. Produk susu ini melakukan penambahan rasa dalam penjualan untuk
memenuhi keinginan konsumen akan variasi rasa susu.
D. Positioning
Positioning adalah persepsi atau image yang diciptakan agar produk yang dijual
memiliki ciri tersendiri. Fungsi dari positioning adalah membuat produk yang dijual tidak
mudah dilupakan konsumen ditengah ramainya pasar bisnis kuliner (Yuyun,2010).
Positioning produk susu ini adalah berusaha menanamkan di anggapan setiap konsumen
bahwa susu dapat dinikmati dengan berbagai varianrasa yang nikmat dengan tidak
mengurangi kandungan nutrisi yang ada pada susu tersebut.
E. Strategi Pemasaran dan Pesaing
Strategi pemasaran didasarkan atas analisa 4 P dengan alat analisa SWOT menurut
Kottler yang terdiri atas :
1. Strength / Kekuatan
Produk dapat dijual untuk berbagai kalangan masyarakat
Produk dilengkapi dengan berbagai macam varian rasa yang menarik
Produk yang terjamin dan higienis
Harga yang terjangkau untuk berbagai kalangan
2. Weakness / Kelemahan
Produk tidak tahan lama
Pemasaran / promosi produk masih kurang

Keuntungan tidak dapat diperkirakan


Banyaknya pesaing
3. Opportunity / Kesempatan
Semakin meningkatnya gaya hidup masyarakat membuat bisnis kuliner semakin
menjanjikan
Berkembangnya minat untuk minum susu di berbagai kalangan masyarakat
4. Threat / Ancaman
Banyaknya pesaing yang terkadang meniru konsep yang ada
Adanya pesaing yang memiliki marketing yang lebih baik
F. Analisa 4 P
1. Product
Produk yang ditawarkan adalah minuman jenis susu yang merupakan minuman sehat
bergizi dengan berbagai varian rasa
2. Price
Harga terjangkau yakni Rp. 5000,00 untuk gelas sedang / medium, dan Rp. 7.000,00
untuk gelas berukuran lebih tinggi
3. Promotion
Promosi yang dilakukan dengan menggunakan banner pada gerobak serta secara gethok
tular atau dari mulut ke mulut
4. Place
Tempat untuk berjualan berlokasi di Jalan Dewi Sartika no. 353, mengingat letak daerah
tersebut masih dalam cakupan perkotaan.
E. Aspek Keuangan
1. Biaya Awal / Modal
No

Pengeluaran

Harga

1.

Susu Murni 2 liter

Rp. 12.000

2.
3.

Gula 1 Kg
Bubuk Coklat

Rp. 8.900
Rp. 3.000

4.

Strawberry

Rp. 6.000

5.
6.
7.
8.
9.
10
.
11.

Susu Kental Manis


Keju
Gelas ukuran sedang
Gelas ukuran besar
Tutup gelas sedang
Tutup gelas besar

RP. 8.000
Rp. 4.000
Rp. 10.000
Rp. 15.000
Rp. 6.000
Rp. 6.000

Sedotan

Rp. 6.000

12
.
13
.
14
.
15
.
16
.
17
.
18
.

Topping Coklat

Rp. 6.000

Topping Vanilla

Rp. 6.000

Koko Crunch

Rp. 8.000

Oreo

Rp. 8.000

Plastik Kg

Rp. 8.500

Topping Mocha

Rp. 6.000

Kopi Mochanino

Rp. 5.000

Total
Rp. 132.400
2. Harga setiap unit
Harga setiap 1 gelas adalah Rp. 5.000 untuk gelas sedang / medium
dan Rp. 7.000 untuk gelas besar / tinggi
3. Keuntungan
Dalam satu bulan dapat diperoleh 15 gelas per hari x 30 hari = Rp.
450.000
4. Analisis Pengembalian Modal
Keuntungan 1 bulan adalah Rp. 450.000 modal awal Rp. 132.400 =
Rp. 317.600

BAB III
PENUTUP

Produk Susu ini merupakan bisnis yang sangat menjanjikan, dengan


melihat kebutuhan pasar akan minuman yang bergizi yang dapat diperoleh
dengan harga yang terjangkau. Kedepannya, masyarakat yang semakin
bertambah kemudian memberikan implikasi pada pertambahan kebutuhan
pangan dan minuman.

DAFTAR PUSTAKA
Sumoprastowo., 2000. Memilih dan Menyimpan Sayur Mayur, Buah Buahan dan Bahan
Makanan, Bumi Aksara. Jakarta.
Girisonta., 1995. Petunjuk Praktis Beternak Sapi Perah. Kanisius. Yogyakarta
Yuyun, Dwi Afita dan Hermien Laksmiwati. 2010. Pengaruh Penggunaan Contextual Teaching
and Learning Terhadap Kecerdasan Naturalis Anak Kelompok B di RA Muslimat NU
139 Candi Sidoarjo. Program Studi PGPAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas
Negeri Surabaya