Anda di halaman 1dari 6

Konsep Dasar Penyearah Gelombang (Rectifier)

Penyearah gelombang (rectifier) adalah bagian dari power supply / catu daya
yang berfungsi untuk mengubah sinyal tegangan AC (Alternating Current)
menjadi tegangan DC (Direct Current). Komponen utama dalam penyearah
gelombang adalah diode yang dikonfiguarsikan secara forward bias. Dalam
sebuah power supply tegangan rendah, sebelum tegangan AC tersebut di ubah
menjadi tegangan DC maka tegangan AC tersebut perlu di turunkan
menggunakan transformator stepdown. Ada 3 bagian utama dalam penyearah
gelombang pada suatu power supply yaitu, penurun tegangan (transformer),
penyearah gelombang / rectifier (diode) dan filter (kapasitor).
Pada dasarnya konsep penyearah gelombang dibagi dalam 2 jenis yaitu,
Penyearah setengah gelombang dan penyearah gelombang penuh.
Penyearah Setengah Gelombang (Half Wave rectifier)

Penyearah setengah gelombang (half wave rectifer) hanya menggunakan 1 buah


diode sebagai komponen utama dalam menyearahkan gelombang AC. Prinsip
kerja dari penyearah setengah gelombang ini adalah mengambil sisi sinyal positif
dari gelombang AC dari transformator. Pada saat transformator memberikan
output sisi positif dari gelombang AC maka diode dalam keadaan forward bias
sehingga sisi positif dari gelombang AC tersebut dilewatkan dan pada saat
transformator memberikan sinyal sisi negatif gelombang AC maka dioda dalam
posisi reverse bias, sehingga sinyal sisi negatif tegangan AC tersebut ditahan
atau tidak dilewatkan.

Penyearah Gelombang Penuh (Full wave Rectifier)


Penyearah
gelombang penuh dapat dibuat dengan 2 macam yaitu,
menggunakan 4 diode dan 2 diode. Untuk membuat penyearah gelombang

penuh dengan 4 diode menggunakan transformator non-CT seperti terlihat pada


gambar berikut :

Prinsip kerja dari penyearah gelombang penuh dengan 4 diode diatas


dimulai pada saat output transformator memberikan level tegangan sisi positif,
maka D1, D4 pada posisi forward bias dan D2, D3 pada posisi reverse bias
sehingga level tegangan sisi puncak positif tersebut akan di leawatkan melalui
D1 ke D4. Kemudian pada saat output transformator memberikan level tegangan
sisi puncak negatif maka D2, D4 pada posisi forward bias dan D1, D2 pada posisi
reverse bias sehingan level tegangan sisi negatif tersebut dialirkan melalui D2,
D4.

Penyearah gelombang dengan 2 diode menggunakan tranformator dengan


CT (Center Tap). Rangkaian penyearah gelombang penuh dengan 2 diode dapat
dilihat pada gambar berikut :

Prinsip kerja rangkaian penyearah gelombang penuh dengan 2 dioda ini dapat
bekerja karena menggunakan transformator dengan CT. Transformator dengan
CT seperti pada gambar diatas dapat memberikan output tegangan AC pada
kedua terminal output sekunder terhadap terminal CT dengan level tegangan
yang berbeda fasa 180. Pada saat terminal output transformator pada D1
memberikan sinyal puncak positif maka terminal output pada D2 memberikan

sinyal puncak negatif, pada kondisi ini D1 pada posisi forward dan D2 pada posisi
reverse. Sehingga sisi puncak positif dilewatkan melalui D1. Kemnudian pada
saat terminal output transformator pada D1 memberikan sinyal puncak negatif
maka terminal output pada D2 memberikan sinyal puncak positif, pada kondisi
ini D1 posisi reverse dan D2 pada posisi forward. Sehingga sinyal puncak positif
dilewatkan
melalui
D2.

Konverter AC-AC Pengubah Frekuensi


Untuk menjalankan peralatan berat di dunia industri, terkadang kita
membutuhkan suatu sumber AC dengan amplituda dan frekuensi yang berbeda
dengan sumber AC yang disediakan oleh jaringan jala-jala/grid. Dalam hal ini
jala-jala yang disediakan oleh PT.PLN adalah bertegangan 220 AC 50 Hz.
Untuk mengubah tegangan AC 50 Hz tersebut, biasanya kita menggunakan
suatu rangkaian elektronika daya khusus, konverter AC-AC. Konverter AC-AC
yang paling dikenal adalah cycloconverter, yang mampu menurunkan frekuensi
sumber sesuai dengan frekuensi yang diinginkan.
Aplikasi Cycloconverter dapat dilihat pada industri-industri yang menggunakan
motor induksi berdaya besar dan dengan kecepatan yang rendah seperti industri
pengolahan semen, aplikasi pada rolling ball mill, scherbius drive, minewinders yang berkapasitas lebih dari 20 MW.
Konverter AC-AC banyak juga dipakai pada sistem pembangkit listrik tenaga
angin (PLTB) berdaya besar, dan kecepatan berubah seperti yang ditunjukkan
pada gambar berikut untuk sistem PLTB segala aplikasi generator.
CYCLOCONVERTER

Secara sederhana rangkaian elektronika daya cycloconverter satu phasa dapat


dilihat pada gambar 2(a). Untuk lebih mudah memahami kerja rangkaian ini
dapat dibayangkan dengan cara membagi topologi ini menjadi 2 buah rangkaian
konverter tyristor-P dan rangkaian konverter tyristor-N paralel yang nantinya
bekerja secara bergantian. Konverter tyristor-P bekerja untuk membentuk arus
keluaran AC pada saat periode positip-nya, sedangkan konverter tyristor-N
bekerja setelahnya untuk membentuk arus keluaran AC pada periode negatifnya.

Gambar 2 Prinsip Kerja Single Phase Cycloconverter

Sekilas Mengenai Konverter DC-DC


Pengubah daya DC-DC (DC-DC Converter) tipe peralihan atau dikenal juga
dengan sebutan DC Chopper dimanfaatkan terutama untuk penyediaan
tegangan keluaran DC yang bervariasi besarannya sesuai dengan permintaan
pada beban. Daya masukan dari proses DC-DC tersebut adalah berasal dari
sumber daya DC yang biasanya memiliki tegangan masukan yang tetap. Pada
dasarnya, penghasilan tegangan keluaran DC yang ingin dicapai adalah dengan
cara pengaturan lamanya waktu penghubungan antara sisi keluaran dan sisi
masukan pada rangkaian yang sama. Komponen yang digunakan untuk
menjalankan fungsi penghubung tersebut tidak lain adalah switch (solid state
electronic switch) seperti misalnya Thyristor, MOSFET, IGBT, GTO. Secara umum
ada dua fungsi pengoperasian dari DC Chopper yaitu penaikan tegangan dimana
tegangan keluaran yang dihasilkan lebih tinggi dari tegangan masukan, dan
penurunan tegangan dimana tegangan keluaran lebih rendah dari tegangan
masukan.
Secara umum, konverter DC-DC berfungsi untuk mengkonversikan daya listrik
searah (DC) ke bentuk daya listrik DC lainnya yang terkontrol arus, atau
tegangan, atau dua-duanya. Ada lima rangkaian dasar dari konverter DC-DC nonisolasi, yaitu buck, boost, buck-boost, cuk, dan sepic.
TOPOLOGI PENURUN TEGANGAN (BUCK CONVERTER)
Konverter
jenis buck merupakan
konverter
penurun
tegangan
yang
mengkonversikan tegangan masukan DC menjadi tegangan DC lainnya yang
lebih rendah.

TOPOLOGI PENAIK TEGANGAN (BOOST CONVERTER)


Konverter boost berfungsi untuk menghasilkan tegangan keluaran yang lebih
tinggi dibanding tegangan masukannya, atau biasa disebut dengan konverter
penaik tegangan. Konverter ini banyak dimanfaatkan untuk aplikasi pembangkit
listrik tenaga surya dan turbin angin.
TOPOLOGI PENURUN-PENAIK TEGANGAN (BUCK-BOOST CONVERTER)
Konverter buck-boost dapat menghasilkan tegangan keluaran yang lebih rendah
atau lebih tinggi daripada sumbernya.
TOPOLOGI CUK
Seperti halnya tipe buck-boost, konverter DC-DC topologi ini juga dapat
menghasilkan tegangan keluaran yang lebih kecil ataupun lebih besar daripada
sumber tegangan. Dengan tambahan induktor dan kapasitor pada sisi masukan,
membuat topologi ini menghasilkan riak arus yang lebih kecil daripada
topologi buck-boost.
TOPOLOGI SEPIC
Konverter topologi ini adalah perbaikan dari topologi konverter DC-DC tipe cuk.
Konverter topologi ini memungkinkan untuk menghasilkan tegangan keluaran
yang berpolaritas sama dengan sumber tegangan masukan.

Inverter DC Ke AC
Inverter adalah perangkat elektronika yang dipergunakan untuk mengubah
tegangan DC (Direct Current) menjadi tegangan AC (Alternating Curent). Output
suatu inverter dapat berupa tegangan AC dengan bentuk gelombang sinus (sine
wave), gelombang kotak (square wave) dan sinus modifikasi (sine wave
modified). Sumber tegangan input inverter dapat menggunakan battery, tenaga
surya, atau sumber tegangan DC yang lain. Inverter dalam proses konversi
tegangn DC menjadi tegangan AC membutuhkan suatu penaik tegangan berupa
step up transformer.

Prinsip Kerja Inverter Prinsip kerja inverter dapat dijelaskan dengan


menggunakan 4 sakelar seperti ditunjukkan pada diatas. Bila sakelar S1 dan S2
dalam kondisi on maka akan mengalir aliran arus DC ke beban R dari arah kiri ke
kanan, jika yang hidup adalah sakelar S3 dan S4 maka akan mengalir aliran arus
DC ke beban R dari arah kanan ke kiri. Inverter biasanya menggunakan
rangkaian modulasi lebar pulsa (pulse width modulation PWM) dalam proses
conversi tegangan DC menjadi tegangan AC.
Jenis Jenis Inverter DC Ke AC Berdasarkan jumlah fasa output inverter dapat
dibedakan dalam :

Inverter 1 fasa, yaitu inverter dengan output 1 fasa.


Inferter 2 fasa, yaitu inverter dengan output 3 fasa.

Inverter juga dapat dibedakan dengan cara pengaturan tegangan-nya, yaitu :

Voltage Fed Inverter (VFI) yaitu inverter dengan tegangan input yang
diatur konstan
Current Fed Inverter (CFI) yaitu inverter dengan arus input yang diatur
konstan
Variable dc linked inverter yaitu inverter dengan tegangan input yang
dapat diatur

Berdasarkan bentuk gelombang output-nya inverter dapat dibedakan menjadi :


Sine wave inverter, yaitu inverter yang memiliki tegangan output dengan
bentuk gelombang sinus murni. Inverter jenis ini dapa memberikan supply
tegangan ke beban (Induktor) atau motor listrik dengan efisiensi daya yang
baik. Sine wave modified inverter, yaitu inverter dengan tegangan output
berbentuk gelombang kotak yang dimodifikasi sehingga menyerupai gelombang
sinus. Inverter jenis ini memiliki efisiensi daya yang rendah apabila digunakan
untuk mensupplay beban induktor atau motor listrik. Square wave inverter,
yaitu inverter dengan output berbentuk gelombang kotak, inverter jenis ini tidak
dapat digunakan untuk mensupply tegangan ke beban induktif atau motor listrik.