Anda di halaman 1dari 4

Selanjutnya, kita telah siap menuju metode analisis potensiometri, yakni metode langsung

dan adisi. Metode langsung menyediakan cara yang cepat untuk menentukan aktivitas kation dan
anion dalam larutan analit. Metode ini membutuhkan pembandingan tegangan dari sel dengan
elektroda indikator di dalam larutan analit, terhadap tegangan ketika elektroda tersebut
dicelupkan ke dalam larutan yang telah diketahui konsentrasinya secara tepat (larutan standar).
Apabila hasil tegangan yang diperoleh spesifik, tidakdiperlukan pemisahan terlebih dahulu.
Adapun beberapa persamaan yang digunakan dalam metode potensiometri langsung adalah
sebagai berikut : (pada penghitungan, elektroda pembanding dianggap anoda, indikator dianggap
katoda).
Now we are ready to jump to the potentiometric analysis method, direct method and
addition method. Direct method gives a fast way to determine the cation and anion activity in
analyte solution. This method needs a comparison of voltage between a cell (with indicator
electrode in analyte solution), to a cell with indicator electrode in standard solution, the
concentration of this solution is known. Some equation which can be used in this method are
listed below : (In calculation, reference electrode is classified as anode, and the indicator
electrode is classified as cathode).
Esel = Eind - Eref + Ej --> Eind = Esel +Eref - Ej --> substitusi persamaan (3) diperoleh/By substituting
equation (3) we can get :

Karena Ej, Eref, dan L merupakan konstanta, digabungkan menjadi konstanta K maka
[The equation is for cation] Because Ej, Eref, and L are constants, it can be grouped to K,
so :

Sementara
itu,
untuk
anion
Anmaka
persamaan
nMeanwhile, for calculation of anion A the equation become :

menjadi

Pada metode langsung, tahapan yang dilaksanakan adalah : Pertama, mengukur respon
instrumen dan menentukan nilai K. Setelah itu, mensubstitusikan pX dengan -log[X] dengan [X]
adalah konsentrasi zat X dalam analit. Setelah itu, penghitungan dilakukan dan nilai [X]
diketahui
sebagai
konsentrasi
analit.
In direct method, steps which done is : First, measuring response of instruments and
determine K. After that, substituting pX with -log[X], where [X] means the concentration of
substance X in analyte. Then, calculation done and [X] can be found.
Sementara itu pada metode kalibrasi, tahap pertama yang dilakukan adalah

mempersiapkan deret standar, yakni sejumlah larutan standar (larutan yang mengandung zat yang
diuji dalam berbagai konsentrasi yang diketahui, berbeda-beda untuk tiap zat yang diuji, dibuat
dari pengenceran stock solution). Setelah itu, tegangan tiap larutan diukur dan diplot dengan
sumbu y sebagai tegangan dan sumbu x sebagai konsentrasi larutan standar. Setelah kurva
terbentuk, maka persamaan kurva y=mx+c akan digunakan untuk mengetahui konsentrasi
sampel/analit yang telah diketahui tegangannya. Melalui substitusi nilai tegangan analit terhadap
y,
maka
x
(konsentrasi
analit)
akan
diketahui.
Meanwhile in calibration method, the first step done is preparing a series of standard
solution in different concentration. Standard solution is a solution which consists substances
which are being analyzed in exact and known value (usually made by diluting stock solution).
Then, potential of each solution measured and plotted. The x-axis used for the standard solution
concentration, and the y-axis used for the potential/voltage measured. After the curve plotted,
the curve equation defined as y=mx+c and will be used to calculate the analyte solution after
measuring its potential. By substituting analyte potential to y, we can get x, the analyte
concentration.
Metode lain adalah metode adisi yang terbagi menjadi dua jenis yakni, adisi standar dan
adisi sampel. Metode adisi standar digunakan pada analit dengan volume tertentu, yang belum
diketahui konsentrasinya. Metode ini dilakukan dengan mengukur potensial elektroda sistem
sebelum dan sesudah larutan standar, dalam volume yang bervariasi, ditambahkan ke dalam
analit/sampel, yang dianalisis. Setelah itu, campuran-campuran diencerkan hingga mencapai
volume yang sama (volume total), sekaligus matriks yang sama, untuk kemudian dicari nilai
responnya dan konsentrasinya setelah pengenceran. Konsentrasi kemudian diplot pada sumbu x
dan respon instrumen (tegangan) pada sumbu y untuk mengetahui konsentrasi sampel sebelum
penambahan larutan standar. Berikut ini adalah contoh dari tahapan tersebut:
Another method is addition method. This method is divided into standard addition and
sample addition. The standard addition method used by mixing it to an analyte with specified
volume, and unknown concentration. This method done by measuring the electrode potential
before and after the analyte mixed with standards in various volume. After mixing the series of
identical sample with standard solution in various volume, we dilute all of the solutions to a
same volume. Then, the response in measured. The concentration then plotted. Y-axis is used to
plot the response and the x-axis is used to plot the concentration of standard solution used. Here
are a data example for those steps mentioned :
tabel 1. Data respon standar dan analit (sumber : http://www.chem-istry.org/materi_kimia/instrumen_analisis/spektrofotometri-serapan-atom/metode-adisi-standar/)
table 1. Standard solution and analyte response data (source : http://www.chem-istry.org/materi_kimia/instrumen_analisis/spektrofotometri-serapan-atom/metode-adisi-standar/)

Gambar 4. Contoh kurva kalibrasi dalam metode adisi standar (sumber : http://www.chem-istry.org/materi_kimia/instrumen_analisis/spektrofotometri-serapan-atom/metode-adisi-standar/)
Image 4. Calibration curve in standard addition method (source : http://www.chem-istry.org/materi_kimia/instrumen_analisis/spektrofotometri-serapan-atom/metode-adisi-standar/)
Salah satu penggunaan metode adisi standar yang lain adalah pada gas chromatography,
untuk mengetahui substansi dalam analit yang belum diketahui. Selain itu, metode adisi standar
dapat mengatasi masalah ketidakakuratan data konsentrasi dari kurva kalibrasi, seperti karena
adanya faktor tertentu, yang mempengaruhi rasio respon/konsentrasi, pada sampel, tetapi tidak
ada pada larutan standar, yang mana hal tersebut dapat menyebabkan perubahan kemiringan
kurva
kalibrasi.
Standard addition method can handle inaccuracy of concentration data from calibration
curve, because of some factor, that can affect the ratio of response/concentration in sample and
then causing a change in calibration curve gradient.
Sementara itu, metode adisi sampel hampir serupa dengan metode adisi standar.
Umumnya, metode ini digunakan apabila sampel tersedia dalam jumlah sedikit, memiliki matriks
kompleks, atau berada dalam konsentrasi tinggi. Metode ini dilakukan dengan menambahkan
sampel pada larutan standar, sejenis dengan cara yang dilaksanakan pada metode adisi standar.
Meanwhile, sample addition is only a bit different with standard addition. Generally, this
method used while the sample available in a small quantity, has a complex matrix or in high
concentration. This method done by adding sample to a standard solution, similar with standard
addition.
Persamaan yang juga dapat digunakan dalam adisi standar adalah sebagai berikut :
Equations which can be used in standard addition is shown below :

respon analit (y) = kCanalit --> k= y/Canalit


respon campuran analit dan standar = kC campuran --> C = mol/volume, maka untuk konsentrasi
campuran mol total adalah mol dari larutan standar ditambah mol dari analit, dibagi volume total
atau Ccampuran = (CstdVstd + CanalitVanalit)/Vtotal
y = k(CanalitVanalit)/Vtotal + k(CstdVstd)/Vtotal
y = [(kVanalit)/Vtotal] Canalit + (k(CstdVstd)/Vtotal)
y = mx + b
sehingga x = Canalit = y (k(CstdVstd)/Vtotal)/ [(kVanalit)/Vtotal] = CstdVstd/Vanalit
analyte response (y) = kCanalyte --> k= y/Canalyte
mixtire of standard and analyte response = kC mixture --> C = mole/volume, hence for mixture
concentration, the total mole is a summation of standard solution mole + analyte mole, divided
by total volume, mathematically written as : Cmixture = (CstdVstd + CanalyteVanalyte)/Vtotal
y = k(CanalyteVanalyte)/Vtotal + k(CstdVstd)/Vtotal
y = [(kVanalyte)/Vtotal] Canalyte + (k(CstdVstd)/Vtotal)
y = mx + b
So, x = Canalyte = y (k(CstdVstd)/Vtotal)/ [(kVanalyte)/Vtotal] = CstdVstd/Vanalyte
Pemicu
Fluorida merupakan zat kimia yang banyak digunakan dalam pasta gigi. Fluoride merupakan ion
dari fluorine, yakni berupa F-. Fluorida berfungsi memberikan efek deterjen dan membersihkan
gigi, tetapi ternyata fluoride dapat menyebabkan beberapa kerugian apabila digunakan tidak
sesuai dengan aturan (apa saja kerugiannya?). Anda dan kelompok anda diminta untuk
menganalisa kadar fluoride dari sebuah sampel pasta gigi. Bagaimanakah anda merancang
analisa
tersebut?
Pasta
gigi
seperti
apa
yang
aman
untuk
digunakan?
Trigger
Fluoride is a chemical substance which widely used in toothpaste. Fluoride is Fluoride in form
of ion, F-. Fluoride play a role to give a detergent effect in toothpaste and to clean our teeth, but
it can also gives some disadvantages if used without limitation (what are the disadvantages?).
Your group is requested to analyze fluoride content in a toothpaste sample. How will you
arrange the method to done that analysis?What kind of toothpaste is safe to be used?
Selamat mengerjakan :